Lompat ke isi

Fotoeksitasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28912422; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Photoexcitation_in_crystal.png|thumb|right|280px|Photoexcitation in crystal]]
{| class="infobox" style="width: 20em; text-align: center; border: 1px solid #ddd; background-color: #f9f9f9; margin: 1em; font-size: 90%;"
|+ '''Fotoeksitasi'''
| Diagram fotoeksitasi dalam kristal
|-
| '''Bidang Ilmu'''
| Fisika, Kimia
|-
| '''Definisi'''
| Proses di mana atom atau molekul menyerap foton dan mengubah keadaan energi elektron atau inti.
|}
== Fotoeksitasi ==
== Fotoeksitasi ==
'''Fotoeksitasi''' adalah proses fisika dan kimia di mana suatu atom, molekul, atau bahan menyerap foton (partikel cahaya) yang menyebabkan elektron dalam atom atau molekul tersebut berpindah dari [[tingkat energi]] rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Proses ini dapat terjadi pada berbagai bahan, baik dalam keadaan gas, cair, atau padat. Dalam konteks ini, foton yang diserap memiliki energi yang sesuai dengan perbedaan energi antara dua tingkat [[energi dalam]] atom atau molekul tersebut.
'''Fotoeksitasi''' adalah proses fisika dan kimia di mana suatu atom, molekul, atau bahan menyerap foton (partikel cahaya) yang menyebabkan elektron dalam atom atau molekul tersebut berpindah dari [[tingkat energi]] rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Proses ini dapat terjadi pada berbagai bahan, baik dalam keadaan gas, cair, atau padat. Dalam konteks ini, foton yang diserap memiliki energi yang sesuai dengan perbedaan energi antara dua tingkat [[energi dalam]] atom atau molekul tersebut.<ref>McQuarrie, D. A., & Simon, J. D. (1997). *Physical Chemistry: A Molecular Approach*. University Science Books.</ref>


Fotoeksitasi merupakan dasar dari berbagai fenomena fisik dan kimia, termasuk proses fotosintesis pada tumbuhan, pengoperasian sel surya, dan banyak reaksi dalam spektroskopi. Fenomena ini terjadi ketika energi cahaya yang diserap mengakibatkan transisi elektron, yang selanjutnya dapat menghasilkan perubahan kimia, fisik, atau bahkan perubahan warna pada suatu material.
Fotoeksitasi merupakan dasar dari berbagai fenomena fisik dan kimia, termasuk proses fotosintesis pada tumbuhan, pengoperasian sel surya, dan banyak reaksi dalam spektroskopi. Fenomena ini terjadi ketika energi cahaya yang diserap mengakibatkan transisi elektron, yang selanjutnya dapat menghasilkan perubahan kimia, fisik, atau bahkan perubahan warna pada suatu material.<ref>Riley, J. M., & McPherson, M. J. (2013). *Principles of Photochemistry*. Wiley.</ref>


== Mekanisme Fotoeksitasi ==
== Mekanisme Fotoeksitasi ==
Fotoeksitasi terjadi ketika foton dengan energi yang tepat diserap oleh atom atau molekul. Energi foton ini menyebabkan elektron dalam atom atau molekul berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai keadaan tereksitasi. Jika foton yang diserap memiliki energi lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk transisi antar tingkat energi, maka foton tersebut tidak akan diserap dan proses fotoeksitasi tidak akan terjadi.
Fotoeksitasi terjadi ketika foton dengan energi yang tepat diserap oleh atom atau molekul. Energi foton ini menyebabkan elektron dalam atom atau molekul berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai keadaan tereksitasi. Jika foton yang diserap memiliki energi lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk transisi antar tingkat energi, maka foton tersebut tidak akan diserap dan proses fotoeksitasi tidak akan terjadi.<ref>Atkins, P., & de Paula, J. (2014). *Physical Chemistry*. Oxford University Press.</ref>
Proses ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
Proses ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama:


Baris 25: Baris 39:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fotoeksitasi&oldid=28912422 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28912422 (2026-01-31T04:21:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fotoeksitasi&oldid=28912422 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28912422 (2026-01-31T04:21:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.06

Berkas:Photoexcitation in crystal.png
Photoexcitation in crystal
Fotoeksitasi
Diagram fotoeksitasi dalam kristal
Bidang Ilmu Fisika, Kimia
Definisi Proses di mana atom atau molekul menyerap foton dan mengubah keadaan energi elektron atau inti.

Fotoeksitasi

Fotoeksitasi adalah proses fisika dan kimia di mana suatu atom, molekul, atau bahan menyerap foton (partikel cahaya) yang menyebabkan elektron dalam atom atau molekul tersebut berpindah dari tingkat energi rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Proses ini dapat terjadi pada berbagai bahan, baik dalam keadaan gas, cair, atau padat. Dalam konteks ini, foton yang diserap memiliki energi yang sesuai dengan perbedaan energi antara dua tingkat energi dalam atom atau molekul tersebut.[1]

Fotoeksitasi merupakan dasar dari berbagai fenomena fisik dan kimia, termasuk proses fotosintesis pada tumbuhan, pengoperasian sel surya, dan banyak reaksi dalam spektroskopi. Fenomena ini terjadi ketika energi cahaya yang diserap mengakibatkan transisi elektron, yang selanjutnya dapat menghasilkan perubahan kimia, fisik, atau bahkan perubahan warna pada suatu material.[2]

Mekanisme Fotoeksitasi

Fotoeksitasi terjadi ketika foton dengan energi yang tepat diserap oleh atom atau molekul. Energi foton ini menyebabkan elektron dalam atom atau molekul berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai keadaan tereksitasi. Jika foton yang diserap memiliki energi lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk transisi antar tingkat energi, maka foton tersebut tidak akan diserap dan proses fotoeksitasi tidak akan terjadi.[3] Proses ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

1. Fotoeksitasi Atom: Ketika atom menyerap foton dan elektron dalam atom berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi.

2. Fotoeksitasi Molekul: Ketika molekul menyerap foton, yang mengarah pada transisi elektron dari ikatan molekul ke keadaan tereksitasi, mengarah pada perubahan kimia atau fisika.

Aplikasi Fotoeksitasi

Fotoeksitasi memiliki banyak aplikasi dalam berbagai bidang, termasuk:

  • Fotosintesis: Dalam tumbuhan, energi cahaya yang diserap menyebabkan transisi elektron yang memulai reaksi kimia untuk memproduksi energi kimia.
  • Sel Surya: Sel surya mengandalkan fotoeksitasi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.
  • Spektroskopi: Fotoeksitasi digunakan untuk mempelajari struktur dan sifat molekul melalui teknik seperti spektroskopi UV-Vis dan spektroskopi Raman.

Lihat Juga

Referensi

  1. McQuarrie, D. A., & Simon, J. D. (1997). *Physical Chemistry: A Molecular Approach*. University Science Books.
  2. Riley, J. M., & McPherson, M. J. (2013). *Principles of Photochemistry*. Wiley.
  3. Atkins, P., & de Paula, J. (2014). *Physical Chemistry*. Oxford University Press.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28912422 (2026-01-31T04:21:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.