Lompat ke isi

Penambahan berat badan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29343616; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


==Deskripsi==
==Deskripsi==
Penambahan berat badan terjadi ketika lebih banyak energi (sebagai kalori dari konsumsi makanan dan minuman) diperoleh daripada energi yang dikeluarkan oleh aktivitas kehidupan, termasuk proses [[fisiologi]]s normal dan [[latihan fisik]].
Penambahan berat badan terjadi ketika lebih banyak energi (sebagai kalori dari konsumsi makanan dan minuman) diperoleh daripada energi yang dikeluarkan oleh aktivitas kehidupan, termasuk proses [[fisiologi]]s normal dan [[latihan fisik]].<ref>[https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/index.htm Aim for a healthy weight]. National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Institutes of Health. 2020.</ref>


Jika penambahan berat badan cukup banyak karena peningkatan timbunan lemak tubuh, seseorang dapat menjadi kelebihan berat badan atau kegemukan, yang umumnya didefinisikan sebagai memiliki lebih banyak lemak tubuh (jaringan adiposa) daripada yang dianggap baik untuk [[kesehatan]]. [[Indeks massa tubuh]] (BMI) mengukur berat badan dalam proporsi terhadap tinggi badan dan mendefinisikan berat badan optimal, tidak mencukupi, dan berlebihan berdasarkan rasio tersebut.
Jika penambahan berat badan cukup banyak karena peningkatan timbunan lemak tubuh, seseorang dapat menjadi kelebihan berat badan atau kegemukan, yang umumnya didefinisikan sebagai memiliki lebih banyak lemak tubuh (jaringan adiposa) daripada yang dianggap baik untuk [[kesehatan]].<ref>[https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/index.htm Aim for a healthy weight]. National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Institutes of Health. 2020.</ref> [[Indeks massa tubuh]] (BMI) mengukur berat badan dalam proporsi terhadap tinggi badan dan mendefinisikan berat badan optimal, tidak mencukupi, dan berlebihan berdasarkan rasio tersebut.<ref>[https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/adult-overweight-obesity/health-risks?dkrd=/health-information/weight-management/health-risks-overweight Health risks of being overweight]. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, US National Institutes of Health. 2020.</ref>


Memiliki kelebihan jaringan adiposa ([[lemak]]) adalah kondisi umum, terutama di tempat di mana pasokan makanan berlimpah dan gaya hidup tidak aktif. Kelebihan berat badan atau kegemukan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis [[kanker]], serta dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang selama [[kehamilan]]. Tingkat kegemukan di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat dari tahun 1975 hingga 2016 hingga melibatkan sekitar 1,8 miliar orang dan 39% dari populasi dewasa dunia.
Memiliki kelebihan jaringan adiposa ([[lemak]]) adalah kondisi umum, terutama di tempat di mana pasokan makanan berlimpah dan gaya hidup tidak aktif. Kelebihan berat badan atau kegemukan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis [[kanker]], serta dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang selama [[kehamilan]].<ref>[https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/adult-overweight-obesity/health-risks?dkrd=/health-information/weight-management/health-risks-overweight Health risks of being overweight]. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, US National Institutes of Health. 2020.</ref> Tingkat kegemukan di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat dari tahun 1975 hingga 2016 hingga melibatkan sekitar 1,8 miliar orang dan 39% dari populasi dewasa dunia.<ref>[https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight Obesity and overweight]. World Health Organization. 16 February 2018.</ref>


Suatu "aturan" yang umum dikemukakan (Aturan Wishnofsky) untuk penambahan atau penurunan berat badan, didasarkan pada penelitian Max Wishnofsky (17 Desember 1899 – 2 Agustus 1965), seorang dokter kelahiran Rusia yang memiliki praktik medis di Brooklyn, New York. Aturan Wishnofsky menyatakan bahwa satu pon jaringan lemak manusia mengandung sekitar 3.500 kilokalori (sering disebut kalori dalam bidang nutrisi).  Wishnofsky melakukan tinjauan terhadap pengamatan dan eksperimen sebelumnya tentang penurunan dan peningkatan berat badan, dan menyatakan kesimpulannya dalam sebuah makalah yang diterbitkannya pada tahun 1958. Dengan demikian, menurut Aturan Wishnofsky, mengonsumsi 500 [[kalori]] lebih sedikit daripada yang dibutuhkan per hari akan menghasilkan penurunan berat badan sekitar satu pon per minggu. Demikian pula, untuk setiap 3500 kalori yang dikonsumsi di atas jumlah yang dibutuhkan, akan terjadi penambahan berat badan satu pon.
Suatu "aturan" yang umum dikemukakan (Aturan Wishnofsky) untuk penambahan atau penurunan berat badan, didasarkan pada penelitian Max Wishnofsky (17 Desember 1899 – 2 Agustus 1965), seorang dokter kelahiran Rusia yang memiliki praktik medis di Brooklyn, New York. Aturan Wishnofsky menyatakan bahwa satu pon jaringan lemak manusia mengandung sekitar 3.500 kilokalori (sering disebut kalori dalam bidang nutrisi).  Wishnofsky melakukan tinjauan terhadap pengamatan dan eksperimen sebelumnya tentang penurunan dan peningkatan berat badan, dan menyatakan kesimpulannya dalam sebuah makalah yang diterbitkannya pada tahun 1958.<ref>M Wishnofsky. [https://archive.org/details/sim_american-journal-of-clinical-nutrition_september-october-1958_6_5/page/542 Caloric equivalents of gained or lost weight]. ''Am J Clin Nutr''. 1958. Vol. 6 (5). hlm. 542–546. doi:10.1093/ajcn/6.5.542.</ref> Dengan demikian, menurut Aturan Wishnofsky, mengonsumsi 500 [[kalori]] lebih sedikit daripada yang dibutuhkan per hari akan menghasilkan penurunan berat badan sekitar satu pon per minggu. Demikian pula, untuk setiap 3500 kalori yang dikonsumsi di atas jumlah yang dibutuhkan, akan terjadi penambahan berat badan satu pon.<ref>Kevin Hall. ''Why is the 3500 kcal per pound weight loss rule wrong?''. ''International Journal of Obesity''. June 18, 2013. Vol. 37 (12). hlm. 1614. doi:10.1038/ijo.2013.112.</ref><ref>Kevin Hall. [http://nccor.org/annualreport2013/downloads/Obesity-3.pdf Quantification of the effect of energy imbalance on bodyweight]. ''Lancet''. 2011. Vol. 378 (9793). hlm. 826–37. doi:10.1016/s0140-6736(11)60812-x.</ref>


Wishnofsky tidak memperhitungkan banyak aspek fisiologi dan biokimia manusia yang tidak diketahui pada saat itu. Klaim tersebut telah mencapai status aturan praktis dan diulang dalam banyak sumber, digunakan untuk perencanaan diet oleh ahli gizi dan disalahgunakan di tingkat populasi juga.
Wishnofsky tidak memperhitungkan banyak aspek fisiologi dan biokimia manusia yang tidak diketahui pada saat itu. Klaim tersebut telah mencapai status aturan praktis dan diulang dalam banyak sumber, digunakan untuk perencanaan diet oleh ahli gizi dan disalahgunakan di tingkat populasi juga.<ref>Kevin Hall. ''Why is the 3500 kcal per pound weight loss rule wrong?''. ''International Journal of Obesity''. June 18, 2013. Vol. 37 (12). hlm. 1614. doi:10.1038/ijo.2013.112.</ref><ref>Kevin Hall. [http://nccor.org/annualreport2013/downloads/Obesity-3.pdf Quantification of the effect of energy imbalance on bodyweight]. ''Lancet''. 2011. Vol. 378 (9793). hlm. 826–37. doi:10.1016/s0140-6736(11)60812-x.</ref>


==Penyebab==
==Penyebab==
Baris 16: Baris 16:


===Faktor sosial===
===Faktor sosial===
Sebuah studi, yang melibatkan lebih dari 12.000 orang yang dilacak selama 32 tahun, menemukan bahwa jaringan sosial memainkan peran yang sangat kuat dalam menentukan peluang seseorang untuk menambah berat badan, menularkan peningkatan risiko menjadi kegemukan dari istri ke suami, dari saudara laki-laki ke saudara laki-laki, dan dari teman ke teman.
Sebuah studi, yang melibatkan lebih dari 12.000 orang yang dilacak selama 32 tahun, menemukan bahwa jaringan sosial memainkan peran yang sangat kuat dalam menentukan peluang seseorang untuk menambah berat badan, menularkan peningkatan risiko menjadi kegemukan dari istri ke suami, dari saudara laki-laki ke saudara laki-laki, dan dari teman ke teman.<ref>Rob Stein. [https://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2007/07/25/AR2007072501353.html Obesity Spreads In Social Circles As Trends Do, Study Indicates]. ''Washington Post''. 2007-07-26. hlm. A01.</ref><ref>Nicholas A. Christakis, M.D., M.P.H., and James H. Fowler. [https://archive.org/details/sim_new-england-journal-of-medicine_2007-07-26_357_4/page/370 The Spread of Obesity in a Large Social Network over 32 Years]. ''NEJM''. 2007-07-26. Vol. 357 (4). hlm. 370–379. doi:10.1056/NEJMsa066082.</ref>


Mikrobiota manusia memfasilitasi [[fermentasi]] karbohidrat yang tidak dapat dicerna menjadi [[asam lemak]] rantai pendek, yakni SCFAs, yang berkontribusi pada penambahan berat badan. Perubahan proporsi ''[[Bacteroidetes]]'' dan ''[[Firmicutes]]'' dapat menentukan risiko kegemukan pada inang.
Mikrobiota manusia memfasilitasi [[fermentasi]] karbohidrat yang tidak dapat dicerna menjadi [[asam lemak]] rantai pendek, yakni SCFAs, yang berkontribusi pada penambahan berat badan. Perubahan proporsi ''[[Bacteroidetes]]'' dan ''[[Firmicutes]]'' dapat menentukan risiko kegemukan pada inang.<ref>Tulika Arora. [https://archive.org/details/sim_nutrition-reviews_2011-02_69_2/page/98 Fermentation Potential Of The Gut Microbiome: Implications For Energy Homeostasis And Weight Management]. ''Nutrition Reviews''. 2011. Vol. 69 (2). hlm. 99–106. doi:10.1111/j.1753-4887.2010.00365.x.</ref>


===Tidur dan stres===
===Tidur dan stres===
Kurang tidur telah diduga sebagai penyebab kenaikan berat badan atau kesulitan mempertahankan [[indeks massa tubuh|berat badan]] yang sehat. Dua hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa lapar dan [[metabolisme]] adalah [[leptin]], yang menghambat nafsu makan dan meningkatkan pengeluaran energi; dan [[grelin]], yang meningkatkan nafsu makan dan mengurangi pengeluaran energi. Studi menunjukkan bahwa [[kurang tidur]] kronis dikaitkan dengan penurunan kadar leptin dan peningkatan kadar grelin, yang bersama-sama mengakibatkan peningkatan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi [[lemak]] dan tinggi [[karbohidrat]]. Akibatnya, kurang tidur dari waktu ke waktu dapat berkontribusi pada peningkatan asupan kalori dan penurunan pengendalian diri terhadap keinginan makan, yang menyebabkan kenaikan berat badan.
Kurang tidur telah diduga sebagai penyebab kenaikan berat badan atau kesulitan mempertahankan [[indeks massa tubuh|berat badan]] yang sehat. Dua hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa lapar dan [[metabolisme]] adalah [[leptin]], yang menghambat nafsu makan dan meningkatkan pengeluaran energi; dan [[grelin]], yang meningkatkan nafsu makan dan mengurangi pengeluaran energi.<ref>Robert D. Vorona. ''Overweight and Obese Patients in a Primary Care Population Report Less Sleep Than Patients With a Normal Body Mass Index''. ''Archives of Internal Medicine''. 2005-01-10. Vol. 165 (1). hlm. 25–30. doi:10.1001/archinte.165.1.25.</ref> Studi menunjukkan bahwa [[kurang tidur]] kronis dikaitkan dengan penurunan kadar leptin dan peningkatan kadar grelin, yang bersama-sama mengakibatkan peningkatan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi [[lemak]] dan tinggi [[karbohidrat]].<ref>Sanjay R. Patel. ''Short sleep duration and weight gain: a systematic review''. ''Obesity (Silver Spring)''. January 17, 2008. Vol. 16 (3). hlm. 643–653. doi:10.1038/oby.2007.118.</ref> Akibatnya, kurang tidur dari waktu ke waktu dapat berkontribusi pada peningkatan asupan kalori dan penurunan pengendalian diri terhadap keinginan makan, yang menyebabkan kenaikan berat badan.


===Ketidakseimbangan hormon dan neurotransmiter===
===Ketidakseimbangan hormon dan neurotransmiter===
Kenaikan berat badan adalah efek samping umum dari obat-obatan psikiatri tertentu.
Kenaikan berat badan adalah efek samping umum dari obat-obatan psikiatri tertentu.<ref>Newcomer JW. ''Second-generation (atypical) antipsychotics and metabolic effects: a comprehensive literature review''. ''CNS Drugs''. 2005. Vol. 19 Suppl 1. hlm. 1–93. doi:10.2165/00023210-200519001-00001.</ref>


===Patologi===
===Patologi===
Baris 30: Baris 30:


==Efek==
==Efek==
Kelebihan jaringan adiposa dapat menyebabkan masalah medis, namun bentuk tubuh yang membulat atau besar tidak selalu berarti adanya masalah medis, dan terkadang bukan disebabkan oleh jaringan adiposa. Jika terlalu banyak berat badan bertambah, efek samping kesehatan yang serius dapat terjadi. Sejumlah besar kondisi medis telah dikaitkan dengan [[kegemukan]]. Konsekuensi kesehatan dikategorikan sebagai akibat dari peningkatan [[adiposit|massa lemak]] ([[osteoartritis]], [[apnea tidur obstruktif]], stigma sosial) atau peningkatan jumlah sel lemak ([[diabetes melitus]], beberapa bentuk [[kanker]], [[penyakit kardiovaskular]], [[penyakit perlemakan hati non-alkoholik]]). Terdapat perubahan dalam respons tubuh terhadap insulin ([[penolakan insulin|resistensi insulin]]), keadaan pro[[radang|inflamasi]] dan peningkatan kecenderungan [[trombosis]] (keadaan protrombotik).
Kelebihan jaringan adiposa dapat menyebabkan masalah medis, namun bentuk tubuh yang membulat atau besar tidak selalu berarti adanya masalah medis, dan terkadang bukan disebabkan oleh jaringan adiposa. Jika terlalu banyak berat badan bertambah, efek samping kesehatan yang serius dapat terjadi. Sejumlah besar kondisi medis telah dikaitkan dengan [[kegemukan]]. Konsekuensi kesehatan dikategorikan sebagai akibat dari peningkatan [[adiposit|massa lemak]] ([[osteoartritis]], [[apnea tidur obstruktif]], stigma sosial) atau peningkatan jumlah sel lemak ([[diabetes melitus]], beberapa bentuk [[kanker]], [[penyakit kardiovaskular]], [[penyakit perlemakan hati non-alkoholik]]).<ref>[https://archive.org/details/sim_the-lancet_october-1-7-2005_366_9492/page/1197 Obesity]. ''The Lancet''. 2005. Vol. 366 (9492). hlm. 1197–1209. doi:10.1016/S0140-6736(05)67483-1.</ref><ref>Bray GA. ''Medical consequences of obesity''. ''J. Clin. Endocrinol. Metab''. 2004. Vol. 89 (6). hlm. 2583–9. doi:10.1210/jc.2004-0535.</ref> Terdapat perubahan dalam respons tubuh terhadap insulin ([[penolakan insulin|resistensi insulin]]), keadaan pro[[radang|inflamasi]] dan peningkatan kecenderungan [[trombosis]] (keadaan protrombotik).
 
<ref>Bray GA. ''Medical consequences of obesity''. ''J. Clin. Endocrinol. Metab''. 2004. Vol. 89 (6). hlm. 2583–9. doi:10.1210/jc.2004-0535.</ref>
 
==Referensi==


==Pranala luar==
==Pranala luar==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penambahan+berat+badan&oldid=29343616 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29343616 (2026-06-14T03:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penambahan+berat+badan&oldid=29343616 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29343616 (2026-06-14T03:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.57

Penambahan berat badan adalah meningkatnya berat badan, yang dapat melibatkan peningkatan massa otot, timbunan lemak, kelebihan cairan seperti air, atau faktor lainnya. Penambahan berat badan dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang serius.

Deskripsi

Penambahan berat badan terjadi ketika lebih banyak energi (sebagai kalori dari konsumsi makanan dan minuman) diperoleh daripada energi yang dikeluarkan oleh aktivitas kehidupan, termasuk proses fisiologis normal dan latihan fisik.[1]

Jika penambahan berat badan cukup banyak karena peningkatan timbunan lemak tubuh, seseorang dapat menjadi kelebihan berat badan atau kegemukan, yang umumnya didefinisikan sebagai memiliki lebih banyak lemak tubuh (jaringan adiposa) daripada yang dianggap baik untuk kesehatan.[2] Indeks massa tubuh (BMI) mengukur berat badan dalam proporsi terhadap tinggi badan dan mendefinisikan berat badan optimal, tidak mencukupi, dan berlebihan berdasarkan rasio tersebut.[3]

Memiliki kelebihan jaringan adiposa (lemak) adalah kondisi umum, terutama di tempat di mana pasokan makanan berlimpah dan gaya hidup tidak aktif. Kelebihan berat badan atau kegemukan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker, serta dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang selama kehamilan.[4] Tingkat kegemukan di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat dari tahun 1975 hingga 2016 hingga melibatkan sekitar 1,8 miliar orang dan 39% dari populasi dewasa dunia.[5]

Suatu "aturan" yang umum dikemukakan (Aturan Wishnofsky) untuk penambahan atau penurunan berat badan, didasarkan pada penelitian Max Wishnofsky (17 Desember 1899 – 2 Agustus 1965), seorang dokter kelahiran Rusia yang memiliki praktik medis di Brooklyn, New York. Aturan Wishnofsky menyatakan bahwa satu pon jaringan lemak manusia mengandung sekitar 3.500 kilokalori (sering disebut kalori dalam bidang nutrisi). Wishnofsky melakukan tinjauan terhadap pengamatan dan eksperimen sebelumnya tentang penurunan dan peningkatan berat badan, dan menyatakan kesimpulannya dalam sebuah makalah yang diterbitkannya pada tahun 1958.[6] Dengan demikian, menurut Aturan Wishnofsky, mengonsumsi 500 kalori lebih sedikit daripada yang dibutuhkan per hari akan menghasilkan penurunan berat badan sekitar satu pon per minggu. Demikian pula, untuk setiap 3500 kalori yang dikonsumsi di atas jumlah yang dibutuhkan, akan terjadi penambahan berat badan satu pon.[7][8]

Wishnofsky tidak memperhitungkan banyak aspek fisiologi dan biokimia manusia yang tidak diketahui pada saat itu. Klaim tersebut telah mencapai status aturan praktis dan diulang dalam banyak sumber, digunakan untuk perencanaan diet oleh ahli gizi dan disalahgunakan di tingkat populasi juga.[9][10]

Penyebab

Berkaitan dengan peningkatan jaringan adiposa, seseorang umumnya bertambah berat badan dengan meningkatkan konsumsi makanan, menjadi tidak aktif secara fisik atau keduanya. Ketika asupan energi melebihi pengeluaran energi (ketika tubuh berada dalam keseimbangan energi positif), tubuh dapat menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Namun, fisiologi penambahan dan penurunan berat badan itu kompleks, melibatkan banyak hormon, sistem tubuh, dan faktor lingkungan. Faktor lain selain keseimbangan energi yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan meliputi:

Faktor sosial

Sebuah studi, yang melibatkan lebih dari 12.000 orang yang dilacak selama 32 tahun, menemukan bahwa jaringan sosial memainkan peran yang sangat kuat dalam menentukan peluang seseorang untuk menambah berat badan, menularkan peningkatan risiko menjadi kegemukan dari istri ke suami, dari saudara laki-laki ke saudara laki-laki, dan dari teman ke teman.[11][12]

Mikrobiota manusia memfasilitasi fermentasi karbohidrat yang tidak dapat dicerna menjadi asam lemak rantai pendek, yakni SCFAs, yang berkontribusi pada penambahan berat badan. Perubahan proporsi Bacteroidetes dan Firmicutes dapat menentukan risiko kegemukan pada inang.[13]

Tidur dan stres

Kurang tidur telah diduga sebagai penyebab kenaikan berat badan atau kesulitan mempertahankan berat badan yang sehat. Dua hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa lapar dan metabolisme adalah leptin, yang menghambat nafsu makan dan meningkatkan pengeluaran energi; dan grelin, yang meningkatkan nafsu makan dan mengurangi pengeluaran energi.[14] Studi menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dikaitkan dengan penurunan kadar leptin dan peningkatan kadar grelin, yang bersama-sama mengakibatkan peningkatan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat.[15] Akibatnya, kurang tidur dari waktu ke waktu dapat berkontribusi pada peningkatan asupan kalori dan penurunan pengendalian diri terhadap keinginan makan, yang menyebabkan kenaikan berat badan.

Ketidakseimbangan hormon dan neurotransmiter

Kenaikan berat badan adalah efek samping umum dari obat-obatan psikiatri tertentu.[16]

Patologi

Penyebab patologis kenaikan berat badan meliputi sindrom Cushing, hipotiroidisme, insulinoma, dan kraniofaringioma. Alasan genetik dapat berkaitan dengan sindrom Prader–Willi, sindrom Bardet–Biedl, sindrom Alström, sindrom Cohen, dan sindrom Carpenter.

Efek

Kelebihan jaringan adiposa dapat menyebabkan masalah medis, namun bentuk tubuh yang membulat atau besar tidak selalu berarti adanya masalah medis, dan terkadang bukan disebabkan oleh jaringan adiposa. Jika terlalu banyak berat badan bertambah, efek samping kesehatan yang serius dapat terjadi. Sejumlah besar kondisi medis telah dikaitkan dengan kegemukan. Konsekuensi kesehatan dikategorikan sebagai akibat dari peningkatan massa lemak (osteoartritis, apnea tidur obstruktif, stigma sosial) atau peningkatan jumlah sel lemak (diabetes melitus, beberapa bentuk kanker, penyakit kardiovaskular, penyakit perlemakan hati non-alkoholik).[17][18] Terdapat perubahan dalam respons tubuh terhadap insulin (resistensi insulin), keadaan proinflamasi dan peningkatan kecenderungan trombosis (keadaan protrombotik). [19]

Pranala luar

Referensi

  1. Aim for a healthy weight. National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Institutes of Health. 2020.
  2. Aim for a healthy weight. National Heart, Lung, and Blood Institute, US National Institutes of Health. 2020.
  3. Health risks of being overweight. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, US National Institutes of Health. 2020.
  4. Health risks of being overweight. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, US National Institutes of Health. 2020.
  5. Obesity and overweight. World Health Organization. 16 February 2018.
  6. M Wishnofsky. Caloric equivalents of gained or lost weight. Am J Clin Nutr. 1958. Vol. 6 (5). hlm. 542–546. doi:10.1093/ajcn/6.5.542.
  7. Kevin Hall. Why is the 3500 kcal per pound weight loss rule wrong?. International Journal of Obesity. June 18, 2013. Vol. 37 (12). hlm. 1614. doi:10.1038/ijo.2013.112.
  8. Kevin Hall. Quantification of the effect of energy imbalance on bodyweight. Lancet. 2011. Vol. 378 (9793). hlm. 826–37. doi:10.1016/s0140-6736(11)60812-x.
  9. Kevin Hall. Why is the 3500 kcal per pound weight loss rule wrong?. International Journal of Obesity. June 18, 2013. Vol. 37 (12). hlm. 1614. doi:10.1038/ijo.2013.112.
  10. Kevin Hall. Quantification of the effect of energy imbalance on bodyweight. Lancet. 2011. Vol. 378 (9793). hlm. 826–37. doi:10.1016/s0140-6736(11)60812-x.
  11. Rob Stein. Obesity Spreads In Social Circles As Trends Do, Study Indicates. Washington Post. 2007-07-26. hlm. A01.
  12. Nicholas A. Christakis, M.D., M.P.H., and James H. Fowler. The Spread of Obesity in a Large Social Network over 32 Years. NEJM. 2007-07-26. Vol. 357 (4). hlm. 370–379. doi:10.1056/NEJMsa066082.
  13. Tulika Arora. Fermentation Potential Of The Gut Microbiome: Implications For Energy Homeostasis And Weight Management. Nutrition Reviews. 2011. Vol. 69 (2). hlm. 99–106. doi:10.1111/j.1753-4887.2010.00365.x.
  14. Robert D. Vorona. Overweight and Obese Patients in a Primary Care Population Report Less Sleep Than Patients With a Normal Body Mass Index. Archives of Internal Medicine. 2005-01-10. Vol. 165 (1). hlm. 25–30. doi:10.1001/archinte.165.1.25.
  15. Sanjay R. Patel. Short sleep duration and weight gain: a systematic review. Obesity (Silver Spring). January 17, 2008. Vol. 16 (3). hlm. 643–653. doi:10.1038/oby.2007.118.
  16. Newcomer JW. Second-generation (atypical) antipsychotics and metabolic effects: a comprehensive literature review. CNS Drugs. 2005. Vol. 19 Suppl 1. hlm. 1–93. doi:10.2165/00023210-200519001-00001.
  17. Obesity. The Lancet. 2005. Vol. 366 (9492). hlm. 1197–1209. doi:10.1016/S0140-6736(05)67483-1.
  18. Bray GA. Medical consequences of obesity. J. Clin. Endocrinol. Metab. 2004. Vol. 89 (6). hlm. 2583–9. doi:10.1210/jc.2004-0535.
  19. Bray GA. Medical consequences of obesity. J. Clin. Endocrinol. Metab. 2004. Vol. 89 (6). hlm. 2583–9. doi:10.1210/jc.2004-0535.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29343616 (2026-06-14T03:05:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.