Lompat ke isi

Ratno Nuryadi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22905325; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Pendidikan dan kehidupan Pribadi  ==
== Pendidikan dan kehidupan Pribadi  ==
Ratno Nuryadi yang lahir di [[Kabupaten Bantul|Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]] pada tanggal 17 Agustus 1973 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari orang tua Ngadirin dan Lasinem. Ayahnya merupakan  seorang guru [[Sekolah dasar|Sekolah Dasar]]. Setelah lulus dari [[SMA Negeri 8 Yogyakarta|Sekolah Menengah Atas Negeri Yogyakarta 8]] pada tahun 1992, Nuryadi mendapatkan beasiswa Science and Technology for Industrial Development yang ke-3 dari BPPT pada tahun 1993 dan lulus di Jurusan Fisika Fakultas Sains [[Universitas Shizuoka]] pada tahun 1998. Dia meraih gelar ''[[Master of Engineering]]'' di bidang [[Teknik listrik|Teknik Elektronik dan Elektrik]] pada tahun 2000 dan gelar ''[[Doctor of Engineering]]'' pada tahun 2003 di universitas yang sama saat ia meraih gelar sarjana.
Ratno Nuryadi yang lahir di [[Kabupaten Bantul|Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]] pada tanggal 17 Agustus 1973 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari orang tua Ngadirin dan Lasinem. Ayahnya merupakan  seorang guru [[Sekolah dasar|Sekolah Dasar]]. Setelah lulus dari [[SMA Negeri 8 Yogyakarta|Sekolah Menengah Atas Negeri Yogyakarta 8]] pada tahun 1992,<ref>Aldian Ilham. [http://abulyatama.ac.id/?p=5725 “Nanoscope” adalah karya Ilmuwan Indonesia – Universitas Abulyatama]. ''abulyatama.ac.id''. 6 September 2016.</ref><ref>Lathiva. [https://www.bernas.id/24296-mengenal-ratno-nuryadi-pengembang-bionsensor-pemantau-kesehatan.html Mengenal Ratno Nuryadi, Pengembang Bionsensor Pemantau Kesehatan]. ''www.bernas.id''. 17 Oktober 2016.</ref> Nuryadi mendapatkan beasiswa Science and Technology for Industrial Development yang ke-3 dari BPPT<ref>[https://www.bppt.go.id/index.php Dari Ratno Untuk Indonesia, Nanoscope Pertama Di Indonesia]. ''www.bppt.go.id''. 5 Agustus 2010.</ref> pada tahun 1993 dan lulus di Jurusan Fisika Fakultas Sains [[Universitas Shizuoka]] pada tahun 1998.<ref>Setiyo Bardono. [http://technology-indonesia.com/database-peneliti/profil-peneliti/ratno-nuryadi-profesor-riset-bidang-elektronika/ Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika]. ''Technology Indonesia''. 9 Juni 2016.</ref> Dia meraih gelar ''[[Master of Engineering]]'' di bidang [[Teknik listrik|Teknik Elektronik dan Elektrik]] pada tahun 2000 dan gelar ''[[Doctor of Engineering]]'' pada tahun 2003 di universitas yang sama saat ia meraih gelar sarjana.<ref>[https://jglobal.jst.go.jp/en/detail?JGLOBAL_ID=200901055450151723 ヌルヤディ ラトノ Nuryadi Ratno]. ''jglobal.jst.go.jp''. 28 Agustus 2020.</ref><ref>[https://ptm.bppt.go.id/62-sumber-daya-manusia/303-ratno-nuryadi Pusat Teknologi Material - Ratno Nuryadi]. ''ptm.bppt.go.id''.</ref>


Nuryadi telah menikah dan memiliki istri bernama Hidayati Tholib.
Nuryadi telah menikah dan memiliki istri bernama Hidayati Tholib.<ref>Setiyo Bardono. [http://technology-indonesia.com/database-peneliti/profil-peneliti/ratno-nuryadi-profesor-riset-bidang-elektronika/ Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika]. ''Technology Indonesia''. 9 Juni 2016.</ref>


== Karier ==
== Karier ==
Setelah lulus, Nuryadi menjabat sebagai asisten Profesor di ''Research Institute of Electronics'', Universitas Shizuoka pada tahun 2006 sampai 2008. Pada tahun 2008, Ratno pulang ke Indonesia dan menjadi peneliti BPPT  di Pusat Teknologi Material dan menjabat sebagai Kepala Bidang Keramik Rekayasa dari tahun 2012 hingga 2015. Nuryadi dikukuhkan menjadi profesor riset di BPPT pada tahun 2016 yang diketuai oleh [[Iskandar Zulkarnain (Ketua LIPI)|Iskandar Zulkarnain]] yang merupakan [[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia|Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia]] yang menjabat saat itu. Dia menyampaikan orasi berjudul "Rekayasa Material Nano untuk Aplikasi Sensor Bersentivitas Tinggi" pada acara tersebut. Proses pengukuhannya dilakukan bersamaan dengan [[Eniya Listiani|Eniya Listiani Dewi]] sehinga mereka berdua menjadi profesor  ke-458 dan ke-459 secara bersamaan di Indonesia.
Setelah lulus, Nuryadi menjabat sebagai asisten Profesor di ''Research Institute of Electronics'', Universitas Shizuoka pada tahun 2006 sampai 2008. Pada tahun 2008, Ratno pulang ke Indonesia dan menjadi peneliti BPPT  di Pusat Teknologi Material dan menjabat sebagai Kepala Bidang Keramik Rekayasa dari tahun 2012 hingga 2015.<ref>Setiyo Bardono. [http://technology-indonesia.com/database-peneliti/profil-peneliti/ratno-nuryadi-profesor-riset-bidang-elektronika/ Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika]. ''Technology Indonesia''. 9 Juni 2016.</ref> Nuryadi dikukuhkan menjadi profesor riset di BPPT pada tahun 2016 yang diketuai oleh [[Iskandar Zulkarnain (Ketua LIPI)|Iskandar Zulkarnain]] yang merupakan [[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia|Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia]] yang menjabat saat itu.<ref>Ari Supriyanti Rikin. [https://www.beritasatu.com/archive/368917/bppt-miliki-dua-profesor-riset-baru BPPT Miliki Dua Profesor Riset Baru]. ''beritasatu.com''. 8 Juni 2016.</ref> Dia menyampaikan orasi berjudul "Rekayasa Material Nano untuk Aplikasi Sensor Bersentivitas Tinggi" pada acara tersebut.<ref>Esthi Maharani. [https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/06/08/o8ftk6335-bppt-kukuhkan-dua-profesor-riset BPPT Kukuhkan Dua Profesor Riset]. ''Republika Online''. 8 Juni 2016.</ref> Proses pengukuhannya dilakukan bersamaan dengan [[Eniya Listiani|Eniya Listiani Dewi]] sehinga mereka berdua menjadi profesor  ke-458 dan ke-459 secara bersamaan di Indonesia.<ref>Ayuni. [http://pusbindiklat.lipi.go.id/id/lipi-kukuhkan-profesor-riset-dari-bppt/ LIPI Kukuhkan Profesor Riset dari BPPT Pusbindiklat LIPI]. 12 Juli 2016.</ref>


== Pengalaman organisasi ==
== Pengalaman organisasi ==
Nuryadi pernah menjabat sebagai Ketua dari ''Institute for Science and Technology Studies'' (ISTECHS) untuk cabang Jepang dari tahun 2006 hingga 2008. Nuryadi juga telah menjadi anggota dari ''The Institute of Electrical and Electronic Engineer'' (IEEE) sejak tahun 2012 sekaligus menjadi Ketua I Masyarakat Nano Indonesia (MNI) dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) sejak tahun 2010 MNI diketuai oleh [[Nurul Taufiqu|Nurul Taufiqu Rahman]].
Nuryadi pernah menjabat sebagai Ketua dari ''Institute for Science and Technology Studies'' (ISTECHS) untuk cabang Jepang dari tahun 2006 hingga 2008.<ref>[http://lipi.go.id/berita/single/Dr-Ratno-Nuryadi-Ciptakan-Mikroskop-Nano/2428 Dr. Ratno Nuryadi Ciptakan Mikroskop Nano]. ''lipi.go.id''. 9 Agustus 2008.</ref> Nuryadi juga telah menjadi anggota dari ''The Institute of Electrical and Electronic Engineer'' (IEEE) sejak tahun 2012 sekaligus menjadi Ketua I Masyarakat Nano Indonesia (MNI) dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) sejak tahun 2010<ref>Setiyo Bardono. [http://technology-indonesia.com/database-peneliti/profil-peneliti/ratno-nuryadi-profesor-riset-bidang-elektronika/ Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika]. ''Technology Indonesia''. 9 Juni 2016.</ref> MNI diketuai oleh [[Nurul Taufiqu|Nurul Taufiqu Rahman]].<ref>Feri Awan Hidayat. [https://www.beritasatu.com/archive/203077/indonesia-kaya-potensi-aplikasi-nanoteknologi Indonesia Kaya Potensi Aplikasi Nanoteknologi]. ''beritasatu.com''. 16 Agustus 2014.</ref>


Saat ini, dia juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) cabang [[Kota Tangerang Selatan|Tangerang Selatan]] untuk periode tahun 2019 sampai 2024.
Saat ini, dia juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) cabang [[Kota Tangerang Selatan|Tangerang Selatan]] untuk periode tahun 2019 sampai 2024.<ref>[http://koranprogresif.co.id/prof-ratno-nuryadi-didaulat-menjadi-ketua-himpenindo-tangsel-periode-2019-2024/ Prof Ratno Nuryadi Didaulat Menjadi Ketua Himpenindo Tangsel Periode 2019 – 2024]. ''koranprogresif.co.id''. 5 November 2019.</ref>


== Penghargaan ==
== Penghargaan ==
Nuryadi mendapatkan penghargaan sebagai Most Promising Young Scientist oleh [[Japan Society of Applied Physics]] pada tahun 2004. Dia terpilih sebagai Pemenang Peneliti Muda Indonesia di bidang Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa pada tahun 2008. Pada tahun 2010, Nuryadi mendapatkan Penghargaan Achmad Bakrie Award dalam kategori khusus peneliti muda berprestasi di bawah usia 40 tahun yang diberikan langsung oleh [[Aburizal Bakrie]]. Kemenangannya ini dia dapatkan atas kontribusinya dalam pengembangan mikroskop gaya atom yang lebih murah dibandingkan harga internasional.  Mikorskop ini menjadi murah karena 50% bahan pembuatannya merupakan bahan lokal. Perkiraan harga untuk mikroskop ini senilai 50 juta untuk satu mikroskop. Pada tahun yang sama, Nuryadi juga mendapatkan penghargaan Adhicipta rekayasa untuk kategori ''Engineering''  dari [[Persatuan Insinyur Indonesia]].
Nuryadi mendapatkan penghargaan sebagai Most Promising Young Scientist oleh [[Japan Society of Applied Physics]] pada tahun 2004.<ref>[https://www.rie.shizuoka.ac.jp/~nanohome/english/topics_en/topics_2000-2009_en.html Tabe and Ikeda Lab. Nanodevices Lab. Shizuoka Univ. Topics 2000-2009]. ''www.rie.shizuoka.ac.jp''.</ref> Dia terpilih sebagai Pemenang Peneliti Muda Indonesia di bidang Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa pada tahun 2008.<ref>[https://nasional.kompas.com/read/2008/08/07/00211247/tidak.ada.juara.satu.lkir.bidang.ilmu.pengetahuan.teknik?page=all Tidak Ada Juara Satu LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik]. ''Kompas.com''. 7 Agustus 2008.</ref> Pada tahun 2010, Nuryadi mendapatkan Penghargaan Achmad Bakrie Award dalam kategori khusus peneliti muda berprestasi di bawah usia 40 tahun yang diberikan langsung oleh [[Aburizal Bakrie]].<ref>Iwan Taunuzi. [https://www.tribunnews.com/nasional/2010/08/05/pab-2010-anugerahkan-hadiah-khusus-peneliti-muda PAB 2010 Anugerahkan Hadiah Khusus Peneliti Muda]. ''Tribunnews.com''. 5 Agustus 2010.</ref> Kemenangannya ini dia dapatkan atas kontribusinya dalam pengembangan mikroskop gaya atom yang lebih murah dibandingkan harga internasional.<ref>[https://nasional.kompas.com/read/2010/08/05/1938034/Bakrie.Award.Digelar.Malam.Ini?page=all Bakrie Award Digelar Malam Ini]. ''Kompas.com''. 2010-08-05.</ref> Mikorskop ini menjadi murah karena 50% bahan pembuatannya merupakan bahan lokal.<ref>[https://www.bppt.go.id/index.php Dari Ratno Untuk Indonesia, Nanoscope Pertama Di Indonesia]. ''www.bppt.go.id''. 5 Agustus 2010.</ref> Perkiraan harga untuk mikroskop ini senilai 50 juta untuk satu mikroskop.<ref>[http://lipi.go.id/berita/single/Dengan-Rp50-Juta-Ratno-Nuryadi-Ciptakan-Mikroskop-Nano/2926 Dengan Rp50 Juta Ratno Nuryadi Ciptakan Mikroskop Nano]. ''lipi.go.id''. 16 Agustus 2008.</ref> Pada tahun yang sama, Nuryadi juga mendapatkan penghargaan Adhicipta rekayasa untuk kategori ''Engineering''  dari [[Persatuan Insinyur Indonesia]].<ref>[http://www.fisika.lipi.go.id/webfisika/content/pii-award-2010-laju-de-industrialisasi-harus-dibendung%C2%9D PII Award 2010 : Laju De-Industrialisasi Harus Dibendung]. ''www.fisika.lipi.go.id''. 23 Desember 2010.</ref>


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ratno+Nuryadi&oldid=22905325 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22905325 (2023-02-09T07:39:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ratno+Nuryadi&oldid=22905325 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22905325 (2023-02-09T07:39:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.58

Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng () merupakan seorang fisikawan di bidang teknik material. Dia terkenal karena berhasil mengembangkan mikroskop gaya atom yang merupakan mikroskop nano pertama di Indonesia. Dia merupakan seorang peneliti dan Profesor Riset di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Nuryadi mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie Award pada tahun 2010.

Pendidikan dan kehidupan Pribadi

Ratno Nuryadi yang lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 1973 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari orang tua Ngadirin dan Lasinem. Ayahnya merupakan seorang guru Sekolah Dasar. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri Yogyakarta 8 pada tahun 1992,[1][2] Nuryadi mendapatkan beasiswa Science and Technology for Industrial Development yang ke-3 dari BPPT[3] pada tahun 1993 dan lulus di Jurusan Fisika Fakultas Sains Universitas Shizuoka pada tahun 1998.[4] Dia meraih gelar Master of Engineering di bidang Teknik Elektronik dan Elektrik pada tahun 2000 dan gelar Doctor of Engineering pada tahun 2003 di universitas yang sama saat ia meraih gelar sarjana.[5][6]

Nuryadi telah menikah dan memiliki istri bernama Hidayati Tholib.[7]

Karier

Setelah lulus, Nuryadi menjabat sebagai asisten Profesor di Research Institute of Electronics, Universitas Shizuoka pada tahun 2006 sampai 2008. Pada tahun 2008, Ratno pulang ke Indonesia dan menjadi peneliti BPPT di Pusat Teknologi Material dan menjabat sebagai Kepala Bidang Keramik Rekayasa dari tahun 2012 hingga 2015.[8] Nuryadi dikukuhkan menjadi profesor riset di BPPT pada tahun 2016 yang diketuai oleh Iskandar Zulkarnain yang merupakan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang menjabat saat itu.[9] Dia menyampaikan orasi berjudul "Rekayasa Material Nano untuk Aplikasi Sensor Bersentivitas Tinggi" pada acara tersebut.[10] Proses pengukuhannya dilakukan bersamaan dengan Eniya Listiani Dewi sehinga mereka berdua menjadi profesor ke-458 dan ke-459 secara bersamaan di Indonesia.[11]

Pengalaman organisasi

Nuryadi pernah menjabat sebagai Ketua dari Institute for Science and Technology Studies (ISTECHS) untuk cabang Jepang dari tahun 2006 hingga 2008.[12] Nuryadi juga telah menjadi anggota dari The Institute of Electrical and Electronic Engineer (IEEE) sejak tahun 2012 sekaligus menjadi Ketua I Masyarakat Nano Indonesia (MNI) dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) sejak tahun 2010[13] MNI diketuai oleh Nurul Taufiqu Rahman.[14]

Saat ini, dia juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) cabang Tangerang Selatan untuk periode tahun 2019 sampai 2024.[15]

Penghargaan

Nuryadi mendapatkan penghargaan sebagai Most Promising Young Scientist oleh Japan Society of Applied Physics pada tahun 2004.[16] Dia terpilih sebagai Pemenang Peneliti Muda Indonesia di bidang Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa pada tahun 2008.[17] Pada tahun 2010, Nuryadi mendapatkan Penghargaan Achmad Bakrie Award dalam kategori khusus peneliti muda berprestasi di bawah usia 40 tahun yang diberikan langsung oleh Aburizal Bakrie.[18] Kemenangannya ini dia dapatkan atas kontribusinya dalam pengembangan mikroskop gaya atom yang lebih murah dibandingkan harga internasional.[19] Mikorskop ini menjadi murah karena 50% bahan pembuatannya merupakan bahan lokal.[20] Perkiraan harga untuk mikroskop ini senilai 50 juta untuk satu mikroskop.[21] Pada tahun yang sama, Nuryadi juga mendapatkan penghargaan Adhicipta rekayasa untuk kategori Engineering dari Persatuan Insinyur Indonesia.[22]

Daftar Pustaka

Referensi

  1. Aldian Ilham. “Nanoscope” adalah karya Ilmuwan Indonesia – Universitas Abulyatama. abulyatama.ac.id. 6 September 2016.
  2. Lathiva. Mengenal Ratno Nuryadi, Pengembang Bionsensor Pemantau Kesehatan. www.bernas.id. 17 Oktober 2016.
  3. Dari Ratno Untuk Indonesia, Nanoscope Pertama Di Indonesia. www.bppt.go.id. 5 Agustus 2010.
  4. Setiyo Bardono. Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika. Technology Indonesia. 9 Juni 2016.
  5. ヌルヤディ ラトノ Nuryadi Ratno. jglobal.jst.go.jp. 28 Agustus 2020.
  6. Pusat Teknologi Material - Ratno Nuryadi. ptm.bppt.go.id.
  7. Setiyo Bardono. Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika. Technology Indonesia. 9 Juni 2016.
  8. Setiyo Bardono. Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika. Technology Indonesia. 9 Juni 2016.
  9. Ari Supriyanti Rikin. BPPT Miliki Dua Profesor Riset Baru. beritasatu.com. 8 Juni 2016.
  10. Esthi Maharani. BPPT Kukuhkan Dua Profesor Riset. Republika Online. 8 Juni 2016.
  11. Ayuni. LIPI Kukuhkan Profesor Riset dari BPPT Pusbindiklat LIPI. 12 Juli 2016.
  12. Dr. Ratno Nuryadi Ciptakan Mikroskop Nano. lipi.go.id. 9 Agustus 2008.
  13. Setiyo Bardono. Ratno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika. Technology Indonesia. 9 Juni 2016.
  14. Feri Awan Hidayat. Indonesia Kaya Potensi Aplikasi Nanoteknologi. beritasatu.com. 16 Agustus 2014.
  15. Prof Ratno Nuryadi Didaulat Menjadi Ketua Himpenindo Tangsel Periode 2019 – 2024. koranprogresif.co.id. 5 November 2019.
  16. Tabe and Ikeda Lab. Nanodevices Lab. Shizuoka Univ. Topics 2000-2009. www.rie.shizuoka.ac.jp.
  17. Tidak Ada Juara Satu LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Kompas.com. 7 Agustus 2008.
  18. Iwan Taunuzi. PAB 2010 Anugerahkan Hadiah Khusus Peneliti Muda. Tribunnews.com. 5 Agustus 2010.
  19. Bakrie Award Digelar Malam Ini. Kompas.com. 2010-08-05.
  20. Dari Ratno Untuk Indonesia, Nanoscope Pertama Di Indonesia. www.bppt.go.id. 5 Agustus 2010.
  21. Dengan Rp50 Juta Ratno Nuryadi Ciptakan Mikroskop Nano. lipi.go.id. 16 Agustus 2008.
  22. PII Award 2010 : Laju De-Industrialisasi Harus Dibendung. www.fisika.lipi.go.id. 23 Desember 2010.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22905325 (2023-02-09T07:39:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.