Hipotesis samudra mars: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28703895; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Hipotesis samudra Mars''' menyatakan bahwa hampir sepertiga permukaan Mars dulunya tertutup oleh samudra air pada awal sejarah geologis planet tersebut. Samudra primitif ini dikenal dengan sebutan Paleo-Ocean atau ''Oceanus Borealis'', yang diperkirakan mengisi cekungan [[Vastitas Borealis]] di [[Belahan Bumi utara|belahan utara]] Mars, sebuah wilayah yang terletak 4–5 km di bawah elevasi rata-rata planet. Periode terbentuknya samudra ini diperkirakan sekitar 4,1–3,8 miliar tahun yang lalu. Bukti keberadaan samudra ini meliputi fitur-fitur geografis yang menyerupai garis pantai kuno serta [[sifat kimia]] tanah dan atmosfer Mars. Agar air tetap berada dalam bentuk cair di permukaan, Mars pada masa awal memerlukan atmosfer yang lebih padat dan iklim yang lebih hangat. | '''Hipotesis samudra Mars''' menyatakan bahwa hampir sepertiga permukaan Mars dulunya tertutup oleh samudra air pada awal sejarah geologis planet tersebut.<ref>Stephen M. Clifford. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0019103501966710 The Evolution of the Martian Hydrosphere: Implications for the Fate of a Primordial Ocean and the Current State of the Northern Plains]. ''Icarus''. 2001-11-01. Vol. 154 (1). hlm. 40–79. doi:10.1006/icar.2001.6671.</ref><ref>J. Alexis P. Rodriguez. [https://www.nature.com/articles/srep13404 Martian outflow channels: How did their source aquifers form and why did they drain so rapidly?]. ''Scientific Reports''. 2015-09-08. Vol. 5 (1). hlm. 13404. doi:10.1038/srep13404.</ref> Samudra primitif ini dikenal dengan sebutan Paleo-Ocean<ref>Brandenburg, John E. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1987meca.symp...20B The Paleo-Ocean of Mars]. ''MECA Symposium on Mars: Evolution of its Climate and Atmosphere''. 1987.</ref> atau ''Oceanus Borealis'',<ref>V. R. Baker. [https://www.nature.com/articles/352589a0 Ancient oceans, ice sheets and the hydrological cycle on Mars]. ''Nature''. 1991-08. Vol. 352 (6336). hlm. 589–594. doi:10.1038/352589a0.</ref> yang diperkirakan mengisi cekungan [[Vastitas Borealis]] di [[Belahan Bumi utara|belahan utara]] Mars, sebuah wilayah yang terletak 4–5 km di bawah elevasi rata-rata planet. Periode terbentuknya samudra ini diperkirakan sekitar 4,1–3,8 miliar tahun yang lalu. Bukti keberadaan samudra ini meliputi fitur-fitur geografis yang menyerupai garis pantai kuno serta [[sifat kimia]] tanah dan atmosfer Mars.<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2015/03/150305140447.htm Mars: The planet that lost an ocean's worth of water]. ''ScienceDaily''.</ref><ref>[https://www.msn.com/en-us/news/technology/nasa-finds-evidence-of-a-vast-ancient-ocean-on-mars/ar-BBih9Y1?ocid=mailsignout MSN]. ''www.msn.com''.</ref><ref>G. L. Villanueva. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.aaa3630 Strong water isotopic anomalies in the martian atmosphere: Probing current and ancient reservoirs]. ''Science''. 2015-04-10. Vol. 348 (6231). hlm. 218–221. doi:10.1126/science.aaa3630.</ref> Agar air tetap berada dalam bentuk cair di permukaan, Mars pada masa awal memerlukan atmosfer yang lebih padat dan iklim yang lebih hangat.<ref>Alberto G. Fairén. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0019103510000096 A cold and wet Mars]. ''Icarus''. 2010-07-01. Vol. 208 (1). hlm. 165–175. doi:10.1016/j.icarus.2010.01.006.</ref><ref>Alberto G. Fairén. [https://www.nature.com/articles/nature07978 Stability against freezing of aqueous solutions on early Mars]. ''Nature''. 2009-05. Vol. 459 (7245). hlm. 401–404. doi:10.1038/nature07978.</ref><ref>Alberto G. Fairén. [https://www.nature.com/articles/ngeo1243 Cold glacial oceans would have inhibited phyllosilicate sedimentation on early Mars]. ''Nature Geoscience''. 2011-10. Vol. 4 (10). hlm. 667–670. doi:10.1038/ngeo1243.</ref> | ||
== Sejarah hasil observasi == | == Sejarah hasil observasi == | ||
Citra yang diperoleh oleh ''[[Program Viking|Viking orbiters]]'' pada tahun 1976 mengungkapkan dua garis pantai kuno yang mungkin berada di dekat kutub, yaitu [[Arabia Terra|Arabia]] [[Arabia Terra|Terra]] dan [[Deuteronilus Mensae]], masing-masing membentang sepanjang ribuan kilometer. Beberapa fitur fisik di geografi Mars saat ini menunjukkan kemungkinan keberadaan samudra primitif pada masa lalu. Jaringan lembah kecil yang bergabung menjadi saluran lebih besar menunjukkan erosi oleh agen cair dan menyerupai sungai kuno di Bumi. Saluran raksasa dengan lebar sekitar 25 km dan kedalaman beberapa ratus meter tampak mengarahkan aliran dari [[akuifer]] bawah tanah di dataran tinggi selatan menuju dataran rendah utara. Sebagian besar belahan utara Mars berada pada elevasi yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya di planet tersebut (disebut [[dikotomi Mars]]) dan memiliki permukaan yang sangat datar. | Citra yang diperoleh oleh ''[[Program Viking|Viking orbiters]]'' pada tahun 1976 mengungkapkan dua garis pantai kuno yang mungkin berada di dekat kutub, yaitu [[Arabia Terra|Arabia]] [[Arabia Terra|Terra]] dan [[Deuteronilus Mensae]], masing-masing membentang sepanjang ribuan kilometer.<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2007/06/070613131912.htm Mars Probably Once Had A Huge Ocean]. ''ScienceDaily''.</ref> Beberapa fitur fisik di geografi Mars saat ini menunjukkan kemungkinan keberadaan samudra primitif pada masa lalu. Jaringan lembah kecil yang bergabung menjadi saluran lebih besar menunjukkan erosi oleh agen cair dan menyerupai sungai kuno di Bumi. Saluran raksasa dengan lebar sekitar 25 km dan kedalaman beberapa ratus meter tampak mengarahkan aliran dari [[akuifer]] bawah tanah di dataran tinggi selatan menuju dataran rendah utara.<ref>J. Alexis P. Rodriguez. [https://www.nature.com/articles/srep13404 Martian outflow channels: How did their source aquifers form and why did they drain so rapidly?]. ''Scientific Reports''. 2015-09-08. Vol. 5 (1). hlm. 13404. doi:10.1038/srep13404.</ref><ref>[https://doi.org/10.5860/choice.42-0920 The Martian climate revisited: atmosphere and environment of a desert planet]. ''Choice Reviews Online''. 2004-10-01. Vol. 42 (02). hlm. 42–0920-42-0920. doi:10.5860/choice.42-0920.</ref> Sebagian besar belahan utara Mars berada pada elevasi yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya di planet tersebut (disebut [[dikotomi Mars]]) dan memiliki permukaan yang sangat datar. | ||
Pengamatan ini mendorong sejumlah peneliti untuk mencari sisa-sisa garis pantai kuno lainnya dan semakin memperkuat kemungkinan bahwa samudra semacam itu pernah ada. Pada tahun 1987, John E. Brandenburg mengemukakan hipotesis tentang samudra primitif Mars yang disebut ''Paleo-Ocean''. Hipotesis samudra ini penting karena keberadaan badan air cair yang luas pada masa lalu akan memberikan dampak signifikan terhadap iklim kuno Mars, potensi [[Kelayakhunian planet|kelayakhunian]], dan implikasinya terhadap pencarian bukti [[kehidupan di Mars]]. | Pengamatan ini mendorong sejumlah peneliti untuk mencari sisa-sisa garis pantai kuno lainnya dan semakin memperkuat kemungkinan bahwa samudra semacam itu pernah ada.<ref>[http://astrobio.net/pressrelease/58/mars-ocean-hypothesis-hits-the-shore Mars Ocean Hypothesis Hits the Shore]. ''astrobio.net''.</ref> Pada tahun 1987, John E. Brandenburg mengemukakan hipotesis tentang samudra primitif Mars yang disebut ''Paleo-Ocean''.<ref>Brandenburg, John E. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1987meca.symp...20B The Paleo-Ocean of Mars]. ''MECA Symposium on Mars: Evolution of its Climate and Atmosphere''. 1987.</ref> Hipotesis samudra ini penting karena keberadaan badan air cair yang luas pada masa lalu akan memberikan dampak signifikan terhadap iklim kuno Mars, potensi [[Kelayakhunian planet|kelayakhunian]], dan implikasinya terhadap pencarian bukti [[kehidupan di Mars]]. | ||
Mulai tahun 1998, ilmuwan Michael Malin dan Kenneth Edgett melakukan investigasi menggunakan kamera resolusi tinggi di ''[[Mars Global Surveyor]]'', dengan resolusi lima hingga sepuluh kali lebih baik dibandingkan pesawat Viking, untuk menguji garis pantai yang diajukan oleh penelitian sebelumnya. Analisis mereka, paling tidak, bersifat tidak konklusif, dan menunjukkan bahwa elevasi garis pantai bervariasi beberapa kilometer, naik-turun dari satu puncak ke puncak berikutnya sepanjang ribuan kilometer. Tren ini menimbulkan keraguan apakah fitur-fitur tersebut benar-benar menandai garis pantai yang hilang dan digunakan sebagai argumen menentang hipotesis garis pantai (dan samudra) Mars. | Mulai tahun 1998, ilmuwan Michael Malin dan Kenneth Edgett melakukan investigasi menggunakan kamera resolusi tinggi di ''[[Mars Global Surveyor]]'', dengan resolusi lima hingga sepuluh kali lebih baik dibandingkan pesawat Viking, untuk menguji garis pantai yang diajukan oleh penelitian sebelumnya. Analisis mereka, paling tidak, bersifat tidak konklusif, dan menunjukkan bahwa elevasi garis pantai bervariasi beberapa kilometer, naik-turun dari satu puncak ke puncak berikutnya sepanjang ribuan kilometer.<ref>Michael C. Malin. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1029/1999GL002342 Oceans or seas in the Martian northern lowlands: High resolution imaging tests of proposed coastlines]. ''Geophysical Research Letters''. 1999. Vol. 26 (19). hlm. 3049–3052. doi:10.1029/1999GL002342.</ref> Tren ini menimbulkan keraguan apakah fitur-fitur tersebut benar-benar menandai garis pantai yang hilang dan digunakan sebagai argumen menentang hipotesis garis pantai (dan samudra) Mars. | ||
''[[Mars Orbiter Laser Altimeter]]'' (MOLA), yang secara akurat menentukan ketinggian seluruh bagian Mars pada tahun 1999, menemukan bahwa daerah tangkapan air untuk sebuah samudra di Mars akan mencakup tiga perempat planet. Distribusi unik tipe kawah di bawah elevasi 2.400 m di Vastitas Borealis dipelajari pada 2005. Para peneliti menyatakan bahwa erosi melibatkan jumlah [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|sublimasi]] yang signifikan, dan samudra kuno di lokasi tersebut diperkirakan memiliki volume sekitar 6 × 10⁷ km³. | ''[[Mars Orbiter Laser Altimeter]]'' (MOLA), yang secara akurat menentukan ketinggian seluruh bagian Mars pada tahun 1999, menemukan bahwa daerah tangkapan air untuk sebuah samudra di Mars akan mencakup tiga perempat planet.<ref>David E. Smith. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.284.5419.1495 The Global Topography of Mars and Implications for Surface Evolution]. ''Science''. 1999-05-28. Vol. 284 (5419). hlm. 1495–1503. doi:10.1126/science.284.5419.1495.</ref> Distribusi unik tipe kawah di bawah elevasi 2.400 m di Vastitas Borealis dipelajari pada 2005. Para peneliti menyatakan bahwa erosi melibatkan jumlah [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|sublimasi]] yang signifikan, dan samudra kuno di lokasi tersebut diperkirakan memiliki volume sekitar 6 × 10⁷ km³.<ref>Joseph M. Boyce. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1029/2004JE002328 Ancient oceans in the northern lowlands of Mars: Evidence from impact crater depth/diameter relationships]. ''Journal of Geophysical Research: Planets''. 2005. Vol. 110 (E3). doi:10.1029/2004JE002328.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+samudra+mars&oldid=28703895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28703895 (2025-12-16T00:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+samudra+mars&oldid=28703895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28703895 (2025-12-16T00:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.58
Hipotesis samudra Mars menyatakan bahwa hampir sepertiga permukaan Mars dulunya tertutup oleh samudra air pada awal sejarah geologis planet tersebut.[1][2] Samudra primitif ini dikenal dengan sebutan Paleo-Ocean[3] atau Oceanus Borealis,[4] yang diperkirakan mengisi cekungan Vastitas Borealis di belahan utara Mars, sebuah wilayah yang terletak 4–5 km di bawah elevasi rata-rata planet. Periode terbentuknya samudra ini diperkirakan sekitar 4,1–3,8 miliar tahun yang lalu. Bukti keberadaan samudra ini meliputi fitur-fitur geografis yang menyerupai garis pantai kuno serta sifat kimia tanah dan atmosfer Mars.[5][6][7] Agar air tetap berada dalam bentuk cair di permukaan, Mars pada masa awal memerlukan atmosfer yang lebih padat dan iklim yang lebih hangat.[8][9][10]
Sejarah hasil observasi
Citra yang diperoleh oleh Viking orbiters pada tahun 1976 mengungkapkan dua garis pantai kuno yang mungkin berada di dekat kutub, yaitu Arabia Terra dan Deuteronilus Mensae, masing-masing membentang sepanjang ribuan kilometer.[11] Beberapa fitur fisik di geografi Mars saat ini menunjukkan kemungkinan keberadaan samudra primitif pada masa lalu. Jaringan lembah kecil yang bergabung menjadi saluran lebih besar menunjukkan erosi oleh agen cair dan menyerupai sungai kuno di Bumi. Saluran raksasa dengan lebar sekitar 25 km dan kedalaman beberapa ratus meter tampak mengarahkan aliran dari akuifer bawah tanah di dataran tinggi selatan menuju dataran rendah utara.[12][13] Sebagian besar belahan utara Mars berada pada elevasi yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya di planet tersebut (disebut dikotomi Mars) dan memiliki permukaan yang sangat datar.
Pengamatan ini mendorong sejumlah peneliti untuk mencari sisa-sisa garis pantai kuno lainnya dan semakin memperkuat kemungkinan bahwa samudra semacam itu pernah ada.[14] Pada tahun 1987, John E. Brandenburg mengemukakan hipotesis tentang samudra primitif Mars yang disebut Paleo-Ocean.[15] Hipotesis samudra ini penting karena keberadaan badan air cair yang luas pada masa lalu akan memberikan dampak signifikan terhadap iklim kuno Mars, potensi kelayakhunian, dan implikasinya terhadap pencarian bukti kehidupan di Mars.
Mulai tahun 1998, ilmuwan Michael Malin dan Kenneth Edgett melakukan investigasi menggunakan kamera resolusi tinggi di Mars Global Surveyor, dengan resolusi lima hingga sepuluh kali lebih baik dibandingkan pesawat Viking, untuk menguji garis pantai yang diajukan oleh penelitian sebelumnya. Analisis mereka, paling tidak, bersifat tidak konklusif, dan menunjukkan bahwa elevasi garis pantai bervariasi beberapa kilometer, naik-turun dari satu puncak ke puncak berikutnya sepanjang ribuan kilometer.[16] Tren ini menimbulkan keraguan apakah fitur-fitur tersebut benar-benar menandai garis pantai yang hilang dan digunakan sebagai argumen menentang hipotesis garis pantai (dan samudra) Mars.
Mars Orbiter Laser Altimeter (MOLA), yang secara akurat menentukan ketinggian seluruh bagian Mars pada tahun 1999, menemukan bahwa daerah tangkapan air untuk sebuah samudra di Mars akan mencakup tiga perempat planet.[17] Distribusi unik tipe kawah di bawah elevasi 2.400 m di Vastitas Borealis dipelajari pada 2005. Para peneliti menyatakan bahwa erosi melibatkan jumlah sublimasi yang signifikan, dan samudra kuno di lokasi tersebut diperkirakan memiliki volume sekitar 6 × 10⁷ km³.[18]
Referensi
- ↑ Stephen M. Clifford. The Evolution of the Martian Hydrosphere: Implications for the Fate of a Primordial Ocean and the Current State of the Northern Plains. Icarus. 2001-11-01. Vol. 154 (1). hlm. 40–79. doi:10.1006/icar.2001.6671.
- ↑ J. Alexis P. Rodriguez. Martian outflow channels: How did their source aquifers form and why did they drain so rapidly?. Scientific Reports. 2015-09-08. Vol. 5 (1). hlm. 13404. doi:10.1038/srep13404.
- ↑ Brandenburg, John E. The Paleo-Ocean of Mars. MECA Symposium on Mars: Evolution of its Climate and Atmosphere. 1987.
- ↑ V. R. Baker. Ancient oceans, ice sheets and the hydrological cycle on Mars. Nature. 1991-08. Vol. 352 (6336). hlm. 589–594. doi:10.1038/352589a0.
- ↑ Mars: The planet that lost an ocean's worth of water. ScienceDaily.
- ↑ MSN. www.msn.com.
- ↑ G. L. Villanueva. Strong water isotopic anomalies in the martian atmosphere: Probing current and ancient reservoirs. Science. 2015-04-10. Vol. 348 (6231). hlm. 218–221. doi:10.1126/science.aaa3630.
- ↑ Alberto G. Fairén. A cold and wet Mars. Icarus. 2010-07-01. Vol. 208 (1). hlm. 165–175. doi:10.1016/j.icarus.2010.01.006.
- ↑ Alberto G. Fairén. Stability against freezing of aqueous solutions on early Mars. Nature. 2009-05. Vol. 459 (7245). hlm. 401–404. doi:10.1038/nature07978.
- ↑ Alberto G. Fairén. Cold glacial oceans would have inhibited phyllosilicate sedimentation on early Mars. Nature Geoscience. 2011-10. Vol. 4 (10). hlm. 667–670. doi:10.1038/ngeo1243.
- ↑ Mars Probably Once Had A Huge Ocean. ScienceDaily.
- ↑ J. Alexis P. Rodriguez. Martian outflow channels: How did their source aquifers form and why did they drain so rapidly?. Scientific Reports. 2015-09-08. Vol. 5 (1). hlm. 13404. doi:10.1038/srep13404.
- ↑ The Martian climate revisited: atmosphere and environment of a desert planet. Choice Reviews Online. 2004-10-01. Vol. 42 (02). hlm. 42–0920-42-0920. doi:10.5860/choice.42-0920.
- ↑ Mars Ocean Hypothesis Hits the Shore. astrobio.net.
- ↑ Brandenburg, John E. The Paleo-Ocean of Mars. MECA Symposium on Mars: Evolution of its Climate and Atmosphere. 1987.
- ↑ Michael C. Malin. Oceans or seas in the Martian northern lowlands: High resolution imaging tests of proposed coastlines. Geophysical Research Letters. 1999. Vol. 26 (19). hlm. 3049–3052. doi:10.1029/1999GL002342.
- ↑ David E. Smith. The Global Topography of Mars and Implications for Surface Evolution. Science. 1999-05-28. Vol. 284 (5419). hlm. 1495–1503. doi:10.1126/science.284.5419.1495.
- ↑ Joseph M. Boyce. Ancient oceans in the northern lowlands of Mars: Evidence from impact crater depth/diameter relationships. Journal of Geophysical Research: Planets. 2005. Vol. 110 (E3). doi:10.1029/2004JE002328.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28703895 (2025-12-16T00:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.