Lompat ke isi

Tritanopi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28764752; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Tritanopi''' atau '''tritanopia''' adalah kelainan pada [[mata]] di mana penderita secara spesifik tidak dapat membedakan warna [[biru]] dan [[kuning]]. Hal tersebut dikarenakan penderita tritanopi memiliki [[reseptor warna|sel kerucut tipe S]] yang kurang sensitif dan mengalami [[dikromasi]]. Tritanopi termasuk jenis kelainan mata yang jarang terjadi dengan beberapa kemungkinan yang dimulai dari 1: 60.000 sampai 1: 500 orang.
'''Tritanopi''' atau '''tritanopia''' adalah kelainan pada [[mata]] di mana penderita secara spesifik tidak dapat membedakan warna [[biru]] dan [[kuning]].<ref>[http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/tritanopia tritanopia]. ''Free Dictionary by Farlex''.</ref><ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref> Hal tersebut dikarenakan penderita tritanopi memiliki [[reseptor warna|sel kerucut tipe S]] yang kurang sensitif dan mengalami [[dikromasi]].<ref>Kelly, D. H. . 1994 . ''Visual Science and Engineering: Models and Applications'' . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1</ref> Tritanopi termasuk jenis kelainan mata yang jarang terjadi dengan beberapa kemungkinan yang dimulai dari 1: 60.000 sampai 1: 500 orang.<ref>Kelly, D. H. . 1994 . ''Visual Science and Engineering: Models and Applications'' . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1</ref>


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Istilah tritanopi berasal dari [[bahasa Yunani]] ''treis'' yang berarti ‘tiga’, ''an'' yang berarti ‘tidak’, dan ''opsis'' yang berarti ‘melihat’. Dari terjemahan tersebut, tritanopi kemudian diartikan secara harfiah sebagai ‘tidak dapat melihat warna primer ketiga’.
Istilah tritanopi berasal dari [[bahasa Yunani]] ''treis'' yang berarti ‘tiga’, ''an'' yang berarti ‘tidak’, dan ''opsis'' yang berarti ‘melihat’.<ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref> Dari terjemahan tersebut, tritanopi kemudian diartikan secara harfiah sebagai ‘tidak dapat melihat warna primer ketiga’.<ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref>


== Sebab ==
== Sebab ==
 
Tritanopi disebabkan reseptor warna pada [[retina]] tidak sensitif dan biasanya bersamaan dengan kondisi dikromasi, yaitu kemampuan [[mata]] untuk hanya mampu menggabungkan dua [[spektrum]] warna.<ref>Kelly, D. H. . 1994 . ''Visual Science and Engineering: Models and Applications'' . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1</ref> Reseptor warna yang mengalami penurunan kinerja adalah sel kerucut tipe S yang memapukan mata membedakan warna biru dan [[hijau]] serta kuning dan [[ungu]].<ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref> Di samping itu, beberapa penelitian terhadap penderita tritanopi menunjukkan bahwa tritanopi berhubungan dengan kelainan pada [[kromosom 7 (manusia)|kromosom 7]].<ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref><ref>Kelly, D. H. . 1994 . ''Visual Science and Engineering: Models and Applications'' . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1</ref> Dengan demikian, [[wanita]] dan [[pria]] memiliki peluang yang sama untuk mengalami tritanopi.<ref>Blom, Jan Dirk . 2010 . ''A Dictionary of Hallucinations'' . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0</ref>
Tritanopi disebabkan reseptor warna pada [[retina]] tidak sensitif dan biasanya bersamaan dengan kondisi dikromasi, yaitu kemampuan [[mata]] untuk hanya mampu menggabungkan dua [[spektrum]] warna. Reseptor warna yang mengalami penurunan kinerja adalah sel kerucut tipe S yang memapukan mata membedakan warna biru dan [[hijau]] serta kuning dan [[ungu]]. Di samping itu, beberapa penelitian terhadap penderita tritanopi menunjukkan bahwa tritanopi berhubungan dengan kelainan pada [[kromosom 7 (manusia)|kromosom 7]]. Dengan demikian, [[wanita]] dan [[pria]] memiliki peluang yang sama untuk mengalami tritanopi.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tritanopi&oldid=28764752 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28764752 (2026-01-01T01:28:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tritanopi&oldid=28764752 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28764752 (2026-01-01T01:28:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.14

Tritanopi atau tritanopia adalah kelainan pada mata di mana penderita secara spesifik tidak dapat membedakan warna biru dan kuning.[1][2] Hal tersebut dikarenakan penderita tritanopi memiliki sel kerucut tipe S yang kurang sensitif dan mengalami dikromasi.[3] Tritanopi termasuk jenis kelainan mata yang jarang terjadi dengan beberapa kemungkinan yang dimulai dari 1: 60.000 sampai 1: 500 orang.[4]

Etimologi

Istilah tritanopi berasal dari bahasa Yunani treis yang berarti ‘tiga’, an yang berarti ‘tidak’, dan opsis yang berarti ‘melihat’.[5] Dari terjemahan tersebut, tritanopi kemudian diartikan secara harfiah sebagai ‘tidak dapat melihat warna primer ketiga’.[6]

Sebab

Tritanopi disebabkan reseptor warna pada retina tidak sensitif dan biasanya bersamaan dengan kondisi dikromasi, yaitu kemampuan mata untuk hanya mampu menggabungkan dua spektrum warna.[7] Reseptor warna yang mengalami penurunan kinerja adalah sel kerucut tipe S yang memapukan mata membedakan warna biru dan hijau serta kuning dan ungu.[8] Di samping itu, beberapa penelitian terhadap penderita tritanopi menunjukkan bahwa tritanopi berhubungan dengan kelainan pada kromosom 7.[9][10] Dengan demikian, wanita dan pria memiliki peluang yang sama untuk mengalami tritanopi.[11]

Referensi

  1. tritanopia. Free Dictionary by Farlex.
  2. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0
  3. Kelly, D. H. . 1994 . Visual Science and Engineering: Models and Applications . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1
  4. Kelly, D. H. . 1994 . Visual Science and Engineering: Models and Applications . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1
  5. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0
  6. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0
  7. Kelly, D. H. . 1994 . Visual Science and Engineering: Models and Applications . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1
  8. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0
  9. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0
  10. Kelly, D. H. . 1994 . Visual Science and Engineering: Models and Applications . New York: Marcel Dekker, Inc. . ISBN 0-8247-9185-1
  11. Blom, Jan Dirk . 2010 . A Dictionary of Hallucinations . Springer Science+Business Media . ISBN 978-1-4419-1222-0

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28764752 (2026-01-01T01:28:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.