Benzofenona: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29639677; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Benzofenona''' adalah [[senyawa organik]] yang terbentuk secara alami dengan rumus (C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>CO, yang umumnya disingkat sebagai "[[gugus fenil|Ph]]<sub>2</sub>CO". Benzofenona ditemukan pada beberapa jenis [[fungi]], buah-buahan, dan tumbuhan termasuk anggur. Senyawa ini berupa padatan putih dengan titik leleh rendah dan aroma menyerupai bunga mawar yang dapat larut dalam pelarut organik. Benzofenona merupakan [[keton]] diaromatik yang paling sederhana. Senyawa ini merupakan blok pembangun yang banyak digunakan dalam [[kimia organik]], serta menjadi senyawa induk bagi golongan diarilketon. | [[File:Benzophenon.svg|thumb|right|280px|Benzophenon]] | ||
'''Benzofenona''' adalah [[senyawa organik]] yang terbentuk secara alami dengan rumus (C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>CO, yang umumnya disingkat sebagai "[[gugus fenil|Ph]]<sub>2</sub>CO". Benzofenona ditemukan pada beberapa jenis [[fungi]], buah-buahan, dan tumbuhan termasuk anggur.<ref>Khemchand Surana. ''Benzophenone: a ubiquitous scaffold in medicinal chemistry''. ''MedChemComm''. 2018. Vol. 9 (11). hlm. 1803–1817. doi:10.1039/C8MD00300A.</ref> Senyawa ini berupa padatan putih dengan titik leleh rendah dan aroma menyerupai bunga mawar<ref>[https://www.acs.org/molecule-of-the-week/archive/b/benzophenone.html?cid=home_motw Molecule of the Week Archive: Benzophenone]. American Chemical Society. March 11, 2024.</ref> yang dapat larut dalam pelarut organik. Benzofenona merupakan [[keton]] diaromatik yang paling sederhana. Senyawa ini merupakan blok pembangun yang banyak digunakan dalam [[kimia organik]], serta menjadi senyawa induk bagi golongan diarilketon. | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Carl Graebe dari [[Universitas Königsberg]], dalam sebuah laporan literatur awal tahun 1874, mendeskripsikan pekerjaannya yang melibatkan benzofenona. | Carl Graebe dari [[Universitas Königsberg]], dalam sebuah laporan literatur awal tahun 1874, mendeskripsikan pekerjaannya yang melibatkan benzofenona.<ref>[https://www.acs.org/molecule-of-the-week/archive/b/benzophenone.html?cid=home_motw Molecule of the Week Archive: Benzophenone]. American Chemical Society. March 11, 2024.</ref> | ||
==Kegunaan== | ==Kegunaan== | ||
Benzofenona dapat digunakan sebagai fotoinisiator dalam penggunaan pengerasan dengan sinar [[ultraungu|ultraviolet]] (UV) seperti pada tinta, pencitraan, dan pelapis bening di industri [[percetakan]]. Benzofenona mencegah sinar UV merusak aroma dan warna pada produk seperti parfum dan sabun. | Benzofenona dapat digunakan sebagai fotoinisiator dalam penggunaan pengerasan dengan sinar [[ultraungu|ultraviolet]] (UV)<ref>Carroll, G.T. ''Patterning dewetting in thin polymer films by spatially directed photocrosslinking''. ''Journal of Colloid and Interface Science''. 2010. Vol. 351 (2). hlm. 556–560. doi:10.1016/j.jcis.2010.07.070.</ref> seperti pada tinta, pencitraan, dan pelapis bening di industri [[percetakan]]. Benzofenona mencegah sinar UV merusak aroma dan warna pada produk seperti parfum dan sabun. | ||
Benzofenona juga dapat ditambahkan ke dalam kemasan plastik sebagai penghalang UV untuk mencegah degradasi fotokimia (fotodegradasi) pada polimer kemasan atau isinya. Penggunaannya memungkinkan produsen untuk mengemas produk dalam wadah kaca atau plastik bening (seperti botol air [[polietilena tereftalat|PETE]]). Tanpa zat ini, diperlukan kemasan yang tidak tembus cahaya atau berwarna gelap. | Benzofenona juga dapat ditambahkan ke dalam kemasan plastik sebagai penghalang UV untuk mencegah degradasi fotokimia (fotodegradasi) pada polimer kemasan atau isinya. Penggunaannya memungkinkan produsen untuk mengemas produk dalam wadah kaca atau plastik bening (seperti botol air [[polietilena tereftalat|PETE]]).<ref>Paul John Dornath. [https://ir.library.oregonstate.edu/xmlui/bitstream/handle/1957/17627/Dornath%20thesis.pdf?sequence=1 Analysis of Chemical Leaching from Common Consumer Plastic Bottles Under High Stress Conditions]. 2010. hlm. 32.</ref> Tanpa zat ini, diperlukan kemasan yang tidak tembus cahaya atau berwarna gelap. | ||
Dalam penggunaan biologi, benzofenona telah banyak digunakan sebagai probe fotofisik untuk mengidentifikasi dan memetakan interaksi peptida-protein. | Dalam penggunaan biologi, benzofenona telah banyak digunakan sebagai probe fotofisik untuk mengidentifikasi dan memetakan interaksi peptida-protein.<ref>Gyorgy Dorman. ''Benzophenone Photophores in Biochemistry''. ''Biochemistry''. 1 May 1994. Vol. 33 (19). hlm. 5661–5673. doi:10.1021/bi00185a001.</ref> | ||
Benzofenona digunakan sebagai bahan tambahan dalam perisa atau parfum untuk memberikan nuansa aroma "manis-berkayu-mirip geranium". | Benzofenona digunakan sebagai bahan tambahan dalam perisa atau parfum untuk memberikan nuansa aroma "manis-berkayu-mirip geranium".<ref>Steffen Arctander. ''Perfume And Flavor Chemicals: (Aroma Chemicals)''.</ref> | ||
==Sintesis== | ==Sintesis== | ||
Benzofenona diproduksi melalui oksidasi difenilmetana menggunakan udara dengan katalis tembaga. | Benzofenona diproduksi melalui oksidasi difenilmetana menggunakan udara dengan katalis tembaga.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzofenona&oldid=29639677 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Salah satu metode laboratorium melibatkan reaksi benzena dengan [[karbon tetraklorida]] yang diikuti oleh hidrolisis terhadap produk antara difenildiklorometana. Senyawa ini juga dapat dibuat melalui [[reaksi Friedel–Crafts|asilasi Friedel–Crafts]] antara [[benzena]] dan [[benzoil klorida]] dengan bantuan katalis [[asam dan basa Lewis|asam Lewis]] (misalnya [[aluminium klorida]]); karena benzoil klorida sendiri dapat diproduksi melalui reaksi benzena dengan [[fosgena]], sintesis awal tersebut berlangsung langsung dari bahan-bahan tersebut. | Salah satu metode laboratorium melibatkan reaksi benzena dengan [[karbon tetraklorida]] yang diikuti oleh hidrolisis terhadap produk antara difenildiklorometana.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzofenona&oldid=29639677 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Senyawa ini juga dapat dibuat melalui [[reaksi Friedel–Crafts|asilasi Friedel–Crafts]] antara [[benzena]] dan [[benzoil klorida]] dengan bantuan katalis [[asam dan basa Lewis|asam Lewis]] (misalnya [[aluminium klorida]]); karena benzoil klorida sendiri dapat diproduksi melalui reaksi benzena dengan [[fosgena]], sintesis awal tersebut berlangsung langsung dari bahan-bahan tersebut.<ref>''Synthesis of benzoic acid and benzophenone''. ''Journal of the Chemical Society, Abstracts''. 1878. Vol. 34. hlm. 69–70. doi:10.1039/CA8783400019.</ref> | ||
Metode sintesis lainnya adalah melalui penggunaan katalis paladium(II)/oksometalat. Proses ini mengubah alkohol menjadi keton dengan dua gugus pada masing-masing sisinya. | Metode sintesis lainnya adalah melalui penggunaan katalis paladium(II)/oksometalat. Proses ini mengubah alkohol menjadi keton dengan dua gugus pada masing-masing sisinya.<ref>L. Dornan. ''A highly efficient palladium(II)/polyoxometalate catalyst system for aerobic oxidation of alcohols''. ''Catalysis Science & Technology''. 2015. Vol. 5 (3). hlm. 1428–1432. doi:10.1039/c4cy01632g.</ref> | ||
Reaksi lain yang kurang umum untuk memproduksi benzofenona adalah [[pirolisis]] kalsium benzoat anhidrat. | Reaksi lain yang kurang umum untuk memproduksi benzofenona adalah [[pirolisis]] kalsium benzoat anhidrat.<ref>C. C. Lee. ''The Mechanism of the Ketonic Pyrolysis of Calcium Carboxylates''. ''The Journal of Organic Chemistry''. 1953. Vol. 18 (9). hlm. 1079–1086. doi:10.1021/jo50015a003.</ref> | ||
==Kimia organik== | ==Kimia organik== | ||
Benzofenona adalah fotosensitiser yang umum digunakan dalam [[fotokimia]]. Senyawa ini mengalami transisi dari keadaan S<sub>1</sub> ke keadaan triplet dengan rendemen hampir 100%. Diradikal yang terbentuk akan mengambil atom hidrogen dari donor hidrogen yang sesuai untuk membentuk [[radikal bebas]] ketil. | Benzofenona adalah fotosensitiser yang umum digunakan dalam [[fotokimia]]. Senyawa ini mengalami transisi dari keadaan S<sub>1</sub> ke keadaan triplet dengan rendemen hampir 100%. Diradikal yang terbentuk akan mengambil atom hidrogen dari donor hidrogen yang sesuai untuk membentuk [[radikal bebas]] ketil. | ||
===Anion radikal=== | ===Anion radikal=== | ||
Logam alkali mereduksi benzofenona menjadi anion radikal berwarna biru tua, yakni difenilketil:<ref>Neil Connelly. ''Chemical Redox Agents for Organometallic Chemistry''. ''Chemical Reviews''. March 28, 1996. Vol. 96 (2). hlm. 877–910. doi:10.1021/cr940053x.</ref> | |||
Logam alkali mereduksi benzofenona menjadi anion radikal berwarna biru tua, yakni difenilketil: | |||
:M + Ph<sub>2</sub>CO → M<sup>+</sup>Ph<sub>2</sub>CO<sup>•−</sup> | :M + Ph<sub>2</sub>CO → M<sup>+</sup>Ph<sub>2</sub>CO<sup>•−</sup> | ||
Umumnya, natrium digunakan sebagai logam alkalinya. Natrium-benzofenona ketil digunakan dalam pemurnian pelarut organik, khususnya eter, karena senyawa ini bereaksi dengan air dan oksigen menghasilkan produk yang tidak mudah menguap. Adsorben seperti alumina, gel silika, dan terutama [[pengayak molekuler]] lebih unggul dan jauh lebih aman. Metode natrium-benzofenona umum digunakan karena memberikan indikasi visual bahwa air, oksigen, dan peroksida telah hilang dari pelarut. Pemurnian skala besar mungkin lebih ekonomis jika menggunakan perangkat yang memanfaatkan adsorben seperti alumina atau pengayak molekuler yang telah disebutkan sebelumnya. Ketil bersifat larut dalam pelarut organik yang sedang dikeringkan, sehingga proses pemurnian berlangsung lebih cepat. Sebagai perbandingan, natrium tidak larut, dan reaksi heterogennya jauh lebih lambat. Jika terdapat kelebihan logam alkali, reduksi kedua dapat terjadi, yang menghasilkan perubahan warna dari biru tua menjadi ungu: | Umumnya, natrium digunakan sebagai logam alkalinya. Natrium-benzofenona ketil digunakan dalam pemurnian pelarut organik, khususnya eter, karena senyawa ini bereaksi dengan air dan oksigen menghasilkan produk yang tidak mudah menguap.<ref>W. L. F. Armarego. ''Purification of laboratory chemicals''. Butterworth-Heinemann. 2003. ISBN 978-0-7506-7571-0.</ref><ref>L. M. Harwood. [https://archive.org/details/experimentalorga0002harw Experimental Organic Chemistry: Standard and Microscale]. Blackwell Science. 1999. ISBN 978-0-632-04819-9.</ref> Adsorben seperti alumina, gel silika, dan terutama [[pengayak molekuler]] lebih unggul dan jauh lebih aman.<ref>D. B. G. Williams. ''Drying of Organic Solvents: Quantitative Evaluation of the Efficiency of Several Desiccants''. ''The Journal of Organic Chemistry''. 2010. Vol. 75 (24). hlm. 8351–4. doi:10.1021/jo101589h.</ref> Metode natrium-benzofenona umum digunakan karena memberikan indikasi visual bahwa air, oksigen, dan peroksida telah hilang dari pelarut. Pemurnian skala besar mungkin lebih ekonomis jika menggunakan perangkat yang memanfaatkan adsorben seperti alumina atau pengayak molekuler yang telah disebutkan sebelumnya.<ref>Alessandro B. C. Simas. ''An expeditious and consistent procedure for tetrahydrofuran (THF) drying and deoxygenation by the still apparatus''. ''Química Nova''. 2009. Vol. 32 (9). hlm. 2473–2475. doi:10.1590/S0100-40422009000900042.</ref> Ketil bersifat larut dalam pelarut organik yang sedang dikeringkan, sehingga proses pemurnian berlangsung lebih cepat. Sebagai perbandingan, natrium tidak larut, dan reaksi heterogennya jauh lebih lambat. Jika terdapat kelebihan logam alkali, reduksi kedua dapat terjadi, yang menghasilkan perubahan warna dari biru tua menjadi ungu:<ref>Neil Connelly. ''Chemical Redox Agents for Organometallic Chemistry''. ''Chemical Reviews''. March 28, 1996. Vol. 96 (2). hlm. 877–910. doi:10.1021/cr940053x.</ref> | ||
:M + M<sup>+</sup>Ph<sub>2</sub>CO<sup>•−</sup> → (M<sup>+</sup>)<sub>2</sub>(Ph<sub>2</sub>CO)<sup>2−</sup> | :M + M<sup>+</sup>Ph<sub>2</sub>CO<sup>•−</sup> → (M<sup>+</sup>)<sub>2</sub>(Ph<sub>2</sub>CO)<sup>2−</sup> | ||
==Benzofenona yang penting secara komersial== | ==Benzofenona yang penting secara komersial== | ||
Lebih dari 300 jenis benzofenona alami menunjukkan keragaman struktural dan aktivitas biologis yang besar. 2-Amino-5-klorobenzofenona digunakan dalam sintesis benzodiazepin. | Lebih dari 300 jenis benzofenona alami menunjukkan keragaman struktural dan aktivitas biologis yang besar.<ref>Shi-Biao Wu. [http://xlink.rsc.org/?DOI=C4NP00027G Structural diversity and bioactivities of natural benzophenones]. ''Nat. Prod. Rep''. 2014. Vol. 31 (9). hlm. 1158–1174. doi:10.1039/C4NP00027G.</ref> 2-Amino-5-klorobenzofenona digunakan dalam sintesis benzodiazepin.<ref>Ahmad R. Massah. [https://doi.org/10.1007/s00044-016-1585-z New and mild method for the synthesis of alprazolam and diazepam and computational study of their binding mode to GABAA receptor]. ''Medicinal Chemistry Research''. 2016-08-01. Vol. 25 (8). hlm. 1538–1550. doi:10.1007/s00044-016-1585-z.</ref> | ||
Benzofenona [[reaksi substitusi|tersubstitusi]] seperti [[oksibenzona]] dan [[dioksibenzona]] digunakan dalam tabir surya. Penggunaannya telah menuai kritik (lihat kontroversi tabir surya). | Benzofenona [[reaksi substitusi|tersubstitusi]] seperti [[oksibenzona]] dan [[dioksibenzona]] digunakan dalam tabir surya. Penggunaannya telah menuai kritik (lihat kontroversi tabir surya). | ||
| Baris 42: | Baris 41: | ||
Keton Michler memiliki [[substituen]] [[anilina|dimetilamino]] pada setiap [[pola substitusi arena|posisi ''para'']]. | Keton Michler memiliki [[substituen]] [[anilina|dimetilamino]] pada setiap [[pola substitusi arena|posisi ''para'']]. | ||
Polimer berkekuatan tinggi PEEK dihasilkan dari 4,4'-difluorbenzofenona. 4,4'-Dihidroksibenzofenona juga menjadi perhatian dalam konteks ini. 4-Kloro-4'-hidroksibenzofenona digunakan untuk membuat [[polimer]] terkait. | Polimer berkekuatan tinggi PEEK dihasilkan dari 4,4'-difluorbenzofenona. 4,4'-Dihidroksibenzofenona juga menjadi perhatian dalam konteks ini.<ref>David Parker, Jan Bussink, Hendrik T. van de Grampe, Gary W. Wheatley, Ernst-Ulrich Dorf, Edgar Ostlinning, Klaus Reinking "Polymers, High-Temperature" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2002.</ref> 4-Kloro-4'-hidroksibenzofenona digunakan untuk membuat [[polimer]] terkait.<ref>David Parker. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2012. doi:10.1002/14356007.a21_449.pub4. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> | ||
==Keamanan== | ==Keamanan== | ||
Senyawa ini dianggap "pada dasarnya tidak toksik". Namun, benzofenona dilarang sebagai bahan tambahan pangan oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA), meskipun FDA tetap berpendirian bahwa bahan kimia ini tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat dalam kondisi penggunaan yang dimaksudkan. | Senyawa ini dianggap "pada dasarnya tidak toksik".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzofenona&oldid=29639677 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Namun, benzofenona dilarang sebagai bahan tambahan pangan oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA), meskipun FDA tetap berpendirian bahwa bahan kimia ini tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat dalam kondisi penggunaan yang dimaksudkan.<ref>[https://www.npr.org/sections/thesalt/2018/10/06/655135633/fda-bans-use-of-7-synthetic-food-additives-after-environmental-groups-sue FDA Bans Use of 7 Synthetic Food Additives After Environmental Groups Sue]. ''NPR.org''.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzofenona&oldid=29639677 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Uni Eropa mengizinkannya sebagai zat perisa, dengan menetapkan Asupan Makanan Total sebesar 0,3 mg/kg berat badan per hari. | Uni Eropa mengizinkannya sebagai zat perisa,<ref>[https://www.canada.ca/en/environment-climate-change/services/evaluating-existing-substances/risk-management-approach-benzophenone.html#toc25 Risk management approach for benzophenone]. Health Canada. Jan 2001.</ref> dengan menetapkan Asupan Makanan Total sebesar 0,3 mg/kg berat badan per hari.<ref>Vittorio Silano. ''Safety of benzophenone to be used as flavouring''. ''EFSA Journal''. 14 November 2017. Vol. 15 (11). hlm. e05013. doi:10.2903/j.efsa.2017.5013.</ref> | ||
Turunan benzofenona diketahui memiliki aktivitas farmakologis. Dari sudut pandang kimia molekuler, interaksi benzofenona dengan B-DNA telah dibuktikan secara eksperimental. Interaksi dengan DNA dan transfer energi yang diinduksi oleh cahaya (fotoinduksi) yang terjadi setelahnya merupakan dasar aktivitas benzofenona sebagai fotosensitizer DNA dan dapat menjelaskan sebagian potensi terapeutiknya. Pada tahun 2014, benzofenona ditetapkan sebagai "Alergen Kontak Tahun Ini" oleh ''American Contact Dermatitis Society''. | Turunan benzofenona diketahui memiliki aktivitas farmakologis. Dari sudut pandang kimia molekuler, interaksi benzofenona dengan B-DNA telah dibuktikan secara eksperimental.<ref>Consuelo Cuquerella, M. ''Benzophenone Photosensitized DNA Damage''. ''Acc. Chem. Res''. 2012. Vol. 45 (9). hlm. 1558–1570. doi:10.1021/ar300054e.</ref> Interaksi dengan DNA dan transfer energi yang diinduksi oleh cahaya (fotoinduksi) yang terjadi setelahnya merupakan dasar aktivitas benzofenona sebagai fotosensitizer DNA dan dapat menjelaskan sebagian potensi terapeutiknya. Pada tahun 2014, benzofenona ditetapkan sebagai "Alergen Kontak Tahun Ini" oleh ''American Contact Dermatitis Society''.<ref>Doug Brunk. [http://www.skinandallergynews.com/single-view/benzophenones-named-2014-contact-allergen-of-the-year/cb086f7e351cccbcfd9dbf5fa806762b.html Benzophenones named 2014 Contact Allergen of the Year : Dermatology News]. ''Skinandallergynews.com''. 2014-03-14.</ref> | ||
Benzofenona merupakan senyawa disruptor endokrin yang mampu berikatan dengan reseptor pregnana X. | Benzofenona merupakan senyawa disruptor endokrin yang mampu berikatan dengan reseptor pregnana X.<ref>Eriko Mikamo. ''Endocrine disruptors induce cytochrome P450 by affecting transcriptional regulation via pregnane X receptor''. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 2003. Vol. 193 (1). hlm. 66–72. doi:10.1016/j.taap.2003.08.001.</ref> | ||
<br> | <br> | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Benzofenona&oldid=29639677 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29639677 (2026-08-26T02:43:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.58
Benzofenona adalah senyawa organik yang terbentuk secara alami dengan rumus (C6H5)2CO, yang umumnya disingkat sebagai "Ph2CO". Benzofenona ditemukan pada beberapa jenis fungi, buah-buahan, dan tumbuhan termasuk anggur.[1] Senyawa ini berupa padatan putih dengan titik leleh rendah dan aroma menyerupai bunga mawar[2] yang dapat larut dalam pelarut organik. Benzofenona merupakan keton diaromatik yang paling sederhana. Senyawa ini merupakan blok pembangun yang banyak digunakan dalam kimia organik, serta menjadi senyawa induk bagi golongan diarilketon.
Sejarah
Carl Graebe dari Universitas Königsberg, dalam sebuah laporan literatur awal tahun 1874, mendeskripsikan pekerjaannya yang melibatkan benzofenona.[3]
Kegunaan
Benzofenona dapat digunakan sebagai fotoinisiator dalam penggunaan pengerasan dengan sinar ultraviolet (UV)[4] seperti pada tinta, pencitraan, dan pelapis bening di industri percetakan. Benzofenona mencegah sinar UV merusak aroma dan warna pada produk seperti parfum dan sabun.
Benzofenona juga dapat ditambahkan ke dalam kemasan plastik sebagai penghalang UV untuk mencegah degradasi fotokimia (fotodegradasi) pada polimer kemasan atau isinya. Penggunaannya memungkinkan produsen untuk mengemas produk dalam wadah kaca atau plastik bening (seperti botol air PETE).[5] Tanpa zat ini, diperlukan kemasan yang tidak tembus cahaya atau berwarna gelap.
Dalam penggunaan biologi, benzofenona telah banyak digunakan sebagai probe fotofisik untuk mengidentifikasi dan memetakan interaksi peptida-protein.[6]
Benzofenona digunakan sebagai bahan tambahan dalam perisa atau parfum untuk memberikan nuansa aroma "manis-berkayu-mirip geranium".[7]
Sintesis
Benzofenona diproduksi melalui oksidasi difenilmetana menggunakan udara dengan katalis tembaga.[8]
Salah satu metode laboratorium melibatkan reaksi benzena dengan karbon tetraklorida yang diikuti oleh hidrolisis terhadap produk antara difenildiklorometana.[9] Senyawa ini juga dapat dibuat melalui asilasi Friedel–Crafts antara benzena dan benzoil klorida dengan bantuan katalis asam Lewis (misalnya aluminium klorida); karena benzoil klorida sendiri dapat diproduksi melalui reaksi benzena dengan fosgena, sintesis awal tersebut berlangsung langsung dari bahan-bahan tersebut.[10]
Metode sintesis lainnya adalah melalui penggunaan katalis paladium(II)/oksometalat. Proses ini mengubah alkohol menjadi keton dengan dua gugus pada masing-masing sisinya.[11]
Reaksi lain yang kurang umum untuk memproduksi benzofenona adalah pirolisis kalsium benzoat anhidrat.[12]
Kimia organik
Benzofenona adalah fotosensitiser yang umum digunakan dalam fotokimia. Senyawa ini mengalami transisi dari keadaan S1 ke keadaan triplet dengan rendemen hampir 100%. Diradikal yang terbentuk akan mengambil atom hidrogen dari donor hidrogen yang sesuai untuk membentuk radikal bebas ketil.
Anion radikal
Logam alkali mereduksi benzofenona menjadi anion radikal berwarna biru tua, yakni difenilketil:[13]
- M + Ph2CO → M+Ph2CO•−
Umumnya, natrium digunakan sebagai logam alkalinya. Natrium-benzofenona ketil digunakan dalam pemurnian pelarut organik, khususnya eter, karena senyawa ini bereaksi dengan air dan oksigen menghasilkan produk yang tidak mudah menguap.[14][15] Adsorben seperti alumina, gel silika, dan terutama pengayak molekuler lebih unggul dan jauh lebih aman.[16] Metode natrium-benzofenona umum digunakan karena memberikan indikasi visual bahwa air, oksigen, dan peroksida telah hilang dari pelarut. Pemurnian skala besar mungkin lebih ekonomis jika menggunakan perangkat yang memanfaatkan adsorben seperti alumina atau pengayak molekuler yang telah disebutkan sebelumnya.[17] Ketil bersifat larut dalam pelarut organik yang sedang dikeringkan, sehingga proses pemurnian berlangsung lebih cepat. Sebagai perbandingan, natrium tidak larut, dan reaksi heterogennya jauh lebih lambat. Jika terdapat kelebihan logam alkali, reduksi kedua dapat terjadi, yang menghasilkan perubahan warna dari biru tua menjadi ungu:[18]
- M + M+Ph2CO•− → (M+)2(Ph2CO)2−
Benzofenona yang penting secara komersial
Lebih dari 300 jenis benzofenona alami menunjukkan keragaman struktural dan aktivitas biologis yang besar.[19] 2-Amino-5-klorobenzofenona digunakan dalam sintesis benzodiazepin.[20]
Benzofenona tersubstitusi seperti oksibenzona dan dioksibenzona digunakan dalam tabir surya. Penggunaannya telah menuai kritik (lihat kontroversi tabir surya).
Keton Michler memiliki substituen dimetilamino pada setiap posisi para.
Polimer berkekuatan tinggi PEEK dihasilkan dari 4,4'-difluorbenzofenona. 4,4'-Dihidroksibenzofenona juga menjadi perhatian dalam konteks ini.[21] 4-Kloro-4'-hidroksibenzofenona digunakan untuk membuat polimer terkait.[22]
Keamanan
Senyawa ini dianggap "pada dasarnya tidak toksik".[23] Namun, benzofenona dilarang sebagai bahan tambahan pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), meskipun FDA tetap berpendirian bahwa bahan kimia ini tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat dalam kondisi penggunaan yang dimaksudkan.[24][25]
Uni Eropa mengizinkannya sebagai zat perisa,[26] dengan menetapkan Asupan Makanan Total sebesar 0,3 mg/kg berat badan per hari.[27]
Turunan benzofenona diketahui memiliki aktivitas farmakologis. Dari sudut pandang kimia molekuler, interaksi benzofenona dengan B-DNA telah dibuktikan secara eksperimental.[28] Interaksi dengan DNA dan transfer energi yang diinduksi oleh cahaya (fotoinduksi) yang terjadi setelahnya merupakan dasar aktivitas benzofenona sebagai fotosensitizer DNA dan dapat menjelaskan sebagian potensi terapeutiknya. Pada tahun 2014, benzofenona ditetapkan sebagai "Alergen Kontak Tahun Ini" oleh American Contact Dermatitis Society.[29]
Benzofenona merupakan senyawa disruptor endokrin yang mampu berikatan dengan reseptor pregnana X.[30]
Referensi
- ↑ Khemchand Surana. Benzophenone: a ubiquitous scaffold in medicinal chemistry. MedChemComm. 2018. Vol. 9 (11). hlm. 1803–1817. doi:10.1039/C8MD00300A.
- ↑ Molecule of the Week Archive: Benzophenone. American Chemical Society. March 11, 2024.
- ↑ Molecule of the Week Archive: Benzophenone. American Chemical Society. March 11, 2024.
- ↑ Carroll, G.T. Patterning dewetting in thin polymer films by spatially directed photocrosslinking. Journal of Colloid and Interface Science. 2010. Vol. 351 (2). hlm. 556–560. doi:10.1016/j.jcis.2010.07.070.
- ↑ Paul John Dornath. Analysis of Chemical Leaching from Common Consumer Plastic Bottles Under High Stress Conditions. 2010. hlm. 32.
- ↑ Gyorgy Dorman. Benzophenone Photophores in Biochemistry. Biochemistry. 1 May 1994. Vol. 33 (19). hlm. 5661–5673. doi:10.1021/bi00185a001.
- ↑ Steffen Arctander. Perfume And Flavor Chemicals: (Aroma Chemicals).
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Synthesis of benzoic acid and benzophenone. Journal of the Chemical Society, Abstracts. 1878. Vol. 34. hlm. 69–70. doi:10.1039/CA8783400019.
- ↑ L. Dornan. A highly efficient palladium(II)/polyoxometalate catalyst system for aerobic oxidation of alcohols. Catalysis Science & Technology. 2015. Vol. 5 (3). hlm. 1428–1432. doi:10.1039/c4cy01632g.
- ↑ C. C. Lee. The Mechanism of the Ketonic Pyrolysis of Calcium Carboxylates. The Journal of Organic Chemistry. 1953. Vol. 18 (9). hlm. 1079–1086. doi:10.1021/jo50015a003.
- ↑ Neil Connelly. Chemical Redox Agents for Organometallic Chemistry. Chemical Reviews. March 28, 1996. Vol. 96 (2). hlm. 877–910. doi:10.1021/cr940053x.
- ↑ W. L. F. Armarego. Purification of laboratory chemicals. Butterworth-Heinemann. 2003. ISBN 978-0-7506-7571-0.
- ↑ L. M. Harwood. Experimental Organic Chemistry: Standard and Microscale. Blackwell Science. 1999. ISBN 978-0-632-04819-9.
- ↑ D. B. G. Williams. Drying of Organic Solvents: Quantitative Evaluation of the Efficiency of Several Desiccants. The Journal of Organic Chemistry. 2010. Vol. 75 (24). hlm. 8351–4. doi:10.1021/jo101589h.
- ↑ Alessandro B. C. Simas. An expeditious and consistent procedure for tetrahydrofuran (THF) drying and deoxygenation by the still apparatus. Química Nova. 2009. Vol. 32 (9). hlm. 2473–2475. doi:10.1590/S0100-40422009000900042.
- ↑ Neil Connelly. Chemical Redox Agents for Organometallic Chemistry. Chemical Reviews. March 28, 1996. Vol. 96 (2). hlm. 877–910. doi:10.1021/cr940053x.
- ↑ Shi-Biao Wu. Structural diversity and bioactivities of natural benzophenones. Nat. Prod. Rep. 2014. Vol. 31 (9). hlm. 1158–1174. doi:10.1039/C4NP00027G.
- ↑ Ahmad R. Massah. New and mild method for the synthesis of alprazolam and diazepam and computational study of their binding mode to GABAA receptor. Medicinal Chemistry Research. 2016-08-01. Vol. 25 (8). hlm. 1538–1550. doi:10.1007/s00044-016-1585-z.
- ↑ David Parker, Jan Bussink, Hendrik T. van de Grampe, Gary W. Wheatley, Ernst-Ulrich Dorf, Edgar Ostlinning, Klaus Reinking "Polymers, High-Temperature" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2002.
- ↑ David Parker. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2012. doi:10.1002/14356007.a21_449.pub4. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ FDA Bans Use of 7 Synthetic Food Additives After Environmental Groups Sue. NPR.org.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Risk management approach for benzophenone. Health Canada. Jan 2001.
- ↑ Vittorio Silano. Safety of benzophenone to be used as flavouring. EFSA Journal. 14 November 2017. Vol. 15 (11). hlm. e05013. doi:10.2903/j.efsa.2017.5013.
- ↑ Consuelo Cuquerella, M. Benzophenone Photosensitized DNA Damage. Acc. Chem. Res. 2012. Vol. 45 (9). hlm. 1558–1570. doi:10.1021/ar300054e.
- ↑ Doug Brunk. Benzophenones named 2014 Contact Allergen of the Year : Dermatology News. Skinandallergynews.com. 2014-03-14.
- ↑ Eriko Mikamo. Endocrine disruptors induce cytochrome P450 by affecting transcriptional regulation via pregnane X receptor. Toxicology and Applied Pharmacology. 2003. Vol. 193 (1). hlm. 66–72. doi:10.1016/j.taap.2003.08.001.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29639677 (2026-08-26T02:43:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.