Lompat ke isi

Nafion: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28481903; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Nafion''' adalah suatu [[fluor]]o[[polimer]]-kopolimer berbasis [[tetrafluoroetilena]] tersulfonasi yang ditemukan pada akhir tahun 1960-an oleh Walther Grot dari [[DuPont]]. Polimer ini merupakan kelas polimer sintetik pertama dengan sifat ionik yang disebut [[ionomer]]. Keuinikan sifat ionik yang dimiliki Nafion merupakan hasil dari penggabungan gugus eter perfluorovinil dengan gugus sulfonat pada kerangka tetrafluoroetilena ([[Teflon]]).  Nafion telah menerima cukup banyak perhatian sebagai [[konduktor]] proton untuk membran pertukaran proton (PEM) [[sel bahan bakar]] karena stabilitas termal dan mekanik yang sangat baik.
[[File:Nafion2.svg|thumb|right|280px|Nafion2]]
 
'''Nafion''' adalah suatu [[fluor]]o[[polimer]]-kopolimer berbasis [[tetrafluoroetilena]] tersulfonasi yang ditemukan pada akhir tahun 1960-an oleh Walther Grot dari [[DuPont]].<ref>Steven Church. ''Del. firm installs fuel cell''. The News Journal. 6 Januari 2006. hlm. B7.</ref> Polimer ini merupakan kelas polimer sintetik pertama dengan sifat ionik yang disebut [[ionomer]]. Keuinikan sifat ionik yang dimiliki Nafion merupakan hasil dari penggabungan gugus eter perfluorovinil dengan gugus sulfonat pada kerangka tetrafluoroetilena ([[Teflon]]).<ref>Heitner-Wirguin, C. [https://archive.org/details/sim_journal-of-membrane-science_1996-10-30_120_1/page/n6 Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications]. ''Journal of Membrane Science''. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.</ref><ref>Mauritz, K. A., Moore, R. B. ''State of Understanding of Nafion''. ''Chemical Reviews''. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4535–4585. doi:10.1021/cr0207123.</ref> Nafion telah menerima cukup banyak perhatian sebagai [[konduktor]] proton untuk membran pertukaran proton (PEM) [[sel bahan bakar]] karena stabilitas termal dan mekanik yang sangat baik.


Dasar kimia bagi sifat konduktif superior yang dimiliki Nafion masih menjadi fokus penelitian. Proton pada gugus SO<sub>3</sub>H ([[asam sulfonat]]) "lompat" dari satu lokasi asam yang lain. Pori-pori memungkinkan pergerakan [[kation]] tetapi [[membran]] tidak mengkonduksi [[anion]] atau [[elektron]]. Nafion dapat diproduksi dengan berbagai konduktivitas kationik.
Dasar kimia bagi sifat konduktif superior yang dimiliki Nafion masih menjadi fokus penelitian. Proton pada gugus SO<sub>3</sub>H ([[asam sulfonat]]) "lompat" dari satu lokasi asam yang lain. Pori-pori memungkinkan pergerakan [[kation]] tetapi [[membran]] tidak mengkonduksi [[anion]] atau [[elektron]]. Nafion dapat diproduksi dengan berbagai konduktivitas kationik.


== Preparasi ==
== Preparasi ==
Turunan Nafion pertama disintesis melalui kopolimerisasi tetrafluoroetilena (TFE) (monomer dalam Teflon) dan suatu turunan dari perfluoro (alkil vinil eter) dengan asam sulfonil fluorida. Pereaksi terakhir dapat disiapkan melalui [[pirolisis]] [[oksida]] atau [[asam karboksilat]] bersangkutan untuk menghasilkan struktur terolefinasi.<ref>Connolly, D.J. ''Fluorocarbon Vinyl Ether Polymers''. 1966.</ref>


Turunan Nafion pertama disintesis melalui kopolimerisasi tetrafluoroetilena (TFE) (monomer dalam Teflon) dan suatu turunan dari perfluoro (alkil vinil eter) dengan asam sulfonil fluorida. Pereaksi terakhir dapat disiapkan melalui [[pirolisis]] [[oksida]] atau [[asam karboksilat]] bersangkutan untuk menghasilkan struktur terolefinasi.
Produk yang dihasilkan adalah suatu [[termoplastik]] mengandung gugus -SO<sub>2</sub>F yang [[Ekstrusi|diekstrusi]] ke dalam film. Larutan NaOH panas mengkonversi gugus sulfonil fluorida (-SO<sub>2</sub>F) tersebut menjadi gugus sulfonat (-SO<sub>3</sub><sup>−</sup>Na<sup>+</sup>). Bentuk Nafion ini, disebut sebagai bentuk netral atau garam, pada akhirnya dikonversi ke bentuk asam yang mengandung gugus asam sulfonat (-SO<sub>3</sub>H). Nafion dapat dicetak menjadi [[film]] tipis dengan pemanasan dalam alkohol berair pada 250&nbsp;°C dalam suatu [[autoklaf]]. Dengan proses ini, Nafion dapat digunakan untuk menghasilkan film komposit, melapisi [[elektrode]], atau memperbaiki kerusakan membran.<ref>Heitner-Wirguin, C. [https://archive.org/details/sim_journal-of-membrane-science_1996-10-30_120_1/page/n6 Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications]. ''Journal of Membrane Science''. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.</ref>


Produk yang dihasilkan adalah suatu [[termoplastik]] mengandung gugus -SO<sub>2</sub>F yang [[Ekstrusi|diekstrusi]] ke dalam film. Larutan NaOH panas mengkonversi gugus sulfonil fluorida (-SO<sub>2</sub>F) tersebut menjadi gugus sulfonat (-SO<sub>3</sub><sup>−</sup>Na<sup>+</sup>). Bentuk Nafion ini, disebut sebagai bentuk netral atau garam, pada akhirnya dikonversi ke bentuk asam yang mengandung gugus asam sulfonat (-SO<sub>3</sub>H). Nafion dapat dicetak menjadi [[film]] tipis dengan pemanasan dalam alkohol berair pada 250&nbsp;°C dalam suatu [[autoklaf]]. Dengan proses ini, Nafion dapat digunakan untuk menghasilkan film komposit, melapisi [[elektrode]], atau memperbaiki kerusakan membran.
Proses produksi ini cukup mahal.<ref>Michael A. Hickner. ''Alternative Polymer Systems for Proton Exchange Membranes (PEMs)''. ''Chemical Reviews''. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4587–4612. doi:10.1021/cr020711a.</ref><ref>A.L. Dicks. ''PEM Fuel Cells''. 2012. hlm. 203–245. doi:10.1016/B978-0-08-087872-0.00406-6.</ref>
 
Proses produksi ini cukup mahal.


== Sifat ==
== Sifat ==
Kombinasi dari kerangka Teflon stabil dengan gugus sulfonat yang bersifat asam memberikan Nafion karakteristik:
Kombinasi dari kerangka Teflon stabil dengan gugus sulfonat yang bersifat asam memberikan Nafion karakteristik:<ref>Perma Pure LLC. [http://www.permapure.com/tech-notes/key-concepts/nafion-physical-and-chemical-properties/ Nafion: Physical and Chemical Properties]. ''Technical Notes and Articles''. 2004.</ref>
* Sangat konduktif bagi kation, sehingga cocok untuk banyak aplikasi membran.
* Sangat konduktif bagi kation, sehingga cocok untuk banyak aplikasi membran.
* Tahan terhadap serangan kimia. Menurut [[DuPont]], hanya [[logam alkali]] (khususnya natrium) dapat menurunkan Nafion di bawah suhu dan tekanan normal.
* Tahan terhadap serangan kimia. Menurut [[DuPont]], hanya [[logam alkali]] (khususnya natrium) dapat menurunkan Nafion di bawah suhu dan tekanan normal.
* Kerangka Teflon bertautan dengan gugus sulfonat ionik memberikan Nafion [[suhu]] operasi yang tinggi, misalnya hingga 190&nbsp;°C, namun, dalam bentuk membran, hal ini tidak memungkinkan karena hilangnya air dan kekuatan mekanik.
* Kerangka Teflon bertautan dengan gugus sulfonat ionik memberikan Nafion [[suhu]] operasi yang tinggi, misalnya hingga 190&nbsp;°C, namun, dalam bentuk membran, hal ini tidak memungkinkan karena hilangnya air dan kekuatan mekanik.
* Merupakan katalis superasam. Kombinasi rangka terfluorinasi, gugus asam sulfonat, dan efek stabilisasi dari matriks polimer membuat Nafion asam yang sangat kuat, dengan pK<sub>a</sub> ~ -6.  Dalam hal ini Nafion menyerupai asam trifluorometanasulfonat, CF<sub>3</sub>SO<sub>3</sub>H, walaupun Nafion merupakan asam lemah dengan sedikitnya tiga lipat lebih.
* Merupakan katalis superasam. Kombinasi rangka terfluorinasi, gugus asam sulfonat, dan efek stabilisasi dari matriks polimer membuat Nafion asam yang sangat kuat, dengan pK<sub>a</sub> ~ -6.<ref>Schuster, M., Ise, M., Fuchs, A., Kreuer, K.D., Maier, J. [http://www.fkf.mpg.de/maier/people/kreuer/microstructure-transport1.pdf Proton and Water Transport in Nano-separated Polymer Membranes]. Germany: Max-Planck-Institut für Festkörperforschung. 2005.</ref> Dalam hal ini Nafion menyerupai asam trifluorometanasulfonat, CF<sub>3</sub>SO<sub>3</sub>H, walaupun Nafion merupakan asam lemah dengan sedikitnya tiga lipat lebih.
* Sangat selektif dan sangat permeabel dalam air.
* Sangat selektif dan sangat permeabel dalam air.
* Konduktivitas protonnya sebesar 0.2 S/cm bergantung pada suhu dan keadaan hidrasi
* Konduktivitas protonnya sebesar 0.2 S/cm bergantung pada suhu dan keadaan hidrasi<ref>[http://jes.ecsdl.org/content/143/4/1254 Journal of The Electrochemical Society — Error]. doi:10.1149/1.1836625.</ref>
* Fase padat dan fase berair Nafion keduanya permeabel terhadap gas, yang merupakan kelemahan bagi perangkat konversi energi seperti sel bahan bakar, dan elektroliser air.
* Fase padat dan fase berair Nafion keduanya permeabel terhadap gas,<ref>Maximilian Schalenbach. [http://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.jpcc.5b04155 Gas Permeation through Nafion. Part 1: Measurements]. ''The Journal of Physical Chemistry C''. 2015-10-28. Vol. 119. hlm. 25145–25155. doi:10.1021/acs.jpcc.5b04155.</ref><ref>Maximilian Schalenbach. [http://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.jpcc.5b04157 Gas Permeation through Nafion. Part 2: Resistor Network Model]. ''The Journal of Physical Chemistry C''. 14 Oktober 2015. Vol. 119. hlm. 25156–25169. doi:10.1021/acs.jpcc.5b04157.</ref> yang merupakan kelemahan bagi perangkat konversi energi seperti sel bahan bakar, dan elektroliser air.


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
 
Sifat yang dimiliki Nafion membuatnya sesuai untuk berbagai aplikasi. Nafion telah digunakan dalam [[sel bahan bakar]], perangkat elektrokimia, produksi klor-alkali, pemulihan ion logam, [[elektrolisis]] air, [[penyepuhan]], pengolahan permukaan logam, baterai, [[sensor]], sel [[dialisis]] Donnan, pelepasan obat, pengeringan gas atau humidifaksi, dan katalisis superasam untuk produksi bahan kimia.<ref>Heitner-Wirguin, C. [https://archive.org/details/sim_journal-of-membrane-science_1996-10-30_120_1/page/n6 Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications]. ''Journal of Membrane Science''. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.</ref><ref>Mauritz, K. A., Moore, R. B. ''State of Understanding of Nafion''. ''Chemical Reviews''. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4535–4585. doi:10.1021/cr0207123.</ref><ref>Perma Pure LLC. [http://www.permapure.com/tech-notes/key-concepts/nafion-physical-and-chemical-properties/ Nafion: Physical and Chemical Properties]. ''Technical Notes and Articles''. 2004.</ref><ref>Gelbard, Georges. ''Organic Synthesis by Catalysis with Ion-Exchange Resins''. ''Industrial & Engineering Chemistry Research''. 2005. Vol. 44 (23). hlm. 8468–8498. doi:10.1021/ie0580405.</ref> Nafion juga sering disebutkan atas potensi teoretis (yaitu, sejauh ini belum teruji) dalam sejumlah bidang.
Sifat yang dimiliki Nafion membuatnya sesuai untuk berbagai aplikasi. Nafion telah digunakan dalam [[sel bahan bakar]], perangkat elektrokimia, produksi klor-alkali, pemulihan ion logam, [[elektrolisis]] air, [[penyepuhan]], pengolahan permukaan logam, baterai, [[sensor]], sel [[dialisis]] Donnan, pelepasan obat, pengeringan gas atau humidifaksi, dan katalisis superasam untuk produksi bahan kimia.  Nafion juga sering disebutkan atas potensi teoretis (yaitu, sejauh ini belum teruji) dalam sejumlah bidang.


== Nafion termodifikasi untuk PEM sel bahan bakar ==
== Nafion termodifikasi untuk PEM sel bahan bakar ==
Normalnya, Nafion akan terdehidrasi (karenanya kehilangan konduktivitas proton) ketika suhu berada di atas ~80&nbsp;°C. Batasan ini menjadi masalah dalam desain sel bahan bakar, karena suhu yang tinggi lebih disukai untuk efisiensi yang lebih baik serta toleransi CO pada katalis platina. [[Silika]] dan [[zirkonium]] fosfat dapat digabungkan dalam jaringan air Nafion melalui reaksi kimia ''in situ'' untuk meningkatkan suhu kerja menjadi di atas 100&nbsp;°C.
Normalnya, Nafion akan terdehidrasi (karenanya kehilangan konduktivitas proton) ketika suhu berada di atas ~80&nbsp;°C. Batasan ini menjadi masalah dalam desain sel bahan bakar, karena suhu yang tinggi lebih disukai untuk efisiensi yang lebih baik serta toleransi CO pada katalis platina. [[Silika]] dan [[zirkonium]] fosfat dapat digabungkan dalam jaringan air Nafion melalui reaksi kimia ''in situ'' untuk meningkatkan suhu kerja menjadi di atas 100&nbsp;°C.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.personalweb.unito.it/gabriele.ricchiardi/Dati/ECCC-1/nafion.html What is Nafion?]
* [http://www.personalweb.unito.it/gabriele.ricchiardi/Dati/ECCC-1/nafion.html What is Nafion?]  
* [http://fuelcellsetc.com/2012/07/nafion-membrane-thickness-for-electrolyze/ What Nafion Membrane is Right for an Electrolyzer / Hydrogen Generation?]
* [http://fuelcellsetc.com/2012/07/nafion-membrane-thickness-for-electrolyze/ What Nafion Membrane is Right for an Electrolyzer / Hydrogen Generation?]  
* [http://www.nafion.mysite.com Homepage of Walther G. Grot]
* [http://www.nafion.mysite.com Homepage of Walther G. Grot]
* [http://www.williamandrew.com/title.php?id=9 Walther G. Grot: "Fluorinated Ionomers"]
* [http://www.williamandrew.com/title.php?id=9 Walther G. Grot: "Fluorinated Ionomers"]  
* [http://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/1990/ft/ft9908600409#!divAbstract Isotopic effects on Nafion conductivity]
* [http://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/1990/ft/ft9908600409#!divAbstract Isotopic effects on Nafion conductivity]
* [http://www.academia.edu/2636724/The_effect_of_membrane_thickness_on_the_factors Membrane thickness on conductivity_of_Nafion]
* [http://www.academia.edu/2636724/The_effect_of_membrane_thickness_on_the_factors Membrane thickness on conductivity_of_Nafion]
* [http://www.hydrogen.energy.gov/pdfs/progress07/v_d_6_korzeniewski.pdf Nafion hydration]
* [http://www.hydrogen.energy.gov/pdfs/progress07/v_d_6_korzeniewski.pdf Nafion hydration]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nafion&oldid=28481903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481903 (2025-11-14T07:43:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nafion&oldid=28481903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481903 (2025-11-14T07:43:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.01

Berkas:Nafion2.svg
Nafion2

Nafion adalah suatu fluoropolimer-kopolimer berbasis tetrafluoroetilena tersulfonasi yang ditemukan pada akhir tahun 1960-an oleh Walther Grot dari DuPont.[1] Polimer ini merupakan kelas polimer sintetik pertama dengan sifat ionik yang disebut ionomer. Keuinikan sifat ionik yang dimiliki Nafion merupakan hasil dari penggabungan gugus eter perfluorovinil dengan gugus sulfonat pada kerangka tetrafluoroetilena (Teflon).[2][3] Nafion telah menerima cukup banyak perhatian sebagai konduktor proton untuk membran pertukaran proton (PEM) sel bahan bakar karena stabilitas termal dan mekanik yang sangat baik.

Dasar kimia bagi sifat konduktif superior yang dimiliki Nafion masih menjadi fokus penelitian. Proton pada gugus SO3H (asam sulfonat) "lompat" dari satu lokasi asam yang lain. Pori-pori memungkinkan pergerakan kation tetapi membran tidak mengkonduksi anion atau elektron. Nafion dapat diproduksi dengan berbagai konduktivitas kationik.

Preparasi

Turunan Nafion pertama disintesis melalui kopolimerisasi tetrafluoroetilena (TFE) (monomer dalam Teflon) dan suatu turunan dari perfluoro (alkil vinil eter) dengan asam sulfonil fluorida. Pereaksi terakhir dapat disiapkan melalui pirolisis oksida atau asam karboksilat bersangkutan untuk menghasilkan struktur terolefinasi.[4]

Produk yang dihasilkan adalah suatu termoplastik mengandung gugus -SO2F yang diekstrusi ke dalam film. Larutan NaOH panas mengkonversi gugus sulfonil fluorida (-SO2F) tersebut menjadi gugus sulfonat (-SO3Na+). Bentuk Nafion ini, disebut sebagai bentuk netral atau garam, pada akhirnya dikonversi ke bentuk asam yang mengandung gugus asam sulfonat (-SO3H). Nafion dapat dicetak menjadi film tipis dengan pemanasan dalam alkohol berair pada 250 °C dalam suatu autoklaf. Dengan proses ini, Nafion dapat digunakan untuk menghasilkan film komposit, melapisi elektrode, atau memperbaiki kerusakan membran.[5]

Proses produksi ini cukup mahal.[6][7]

Sifat

Kombinasi dari kerangka Teflon stabil dengan gugus sulfonat yang bersifat asam memberikan Nafion karakteristik:[8]

  • Sangat konduktif bagi kation, sehingga cocok untuk banyak aplikasi membran.
  • Tahan terhadap serangan kimia. Menurut DuPont, hanya logam alkali (khususnya natrium) dapat menurunkan Nafion di bawah suhu dan tekanan normal.
  • Kerangka Teflon bertautan dengan gugus sulfonat ionik memberikan Nafion suhu operasi yang tinggi, misalnya hingga 190 °C, namun, dalam bentuk membran, hal ini tidak memungkinkan karena hilangnya air dan kekuatan mekanik.
  • Merupakan katalis superasam. Kombinasi rangka terfluorinasi, gugus asam sulfonat, dan efek stabilisasi dari matriks polimer membuat Nafion asam yang sangat kuat, dengan pKa ~ -6.[9] Dalam hal ini Nafion menyerupai asam trifluorometanasulfonat, CF3SO3H, walaupun Nafion merupakan asam lemah dengan sedikitnya tiga lipat lebih.
  • Sangat selektif dan sangat permeabel dalam air.
  • Konduktivitas protonnya sebesar 0.2 S/cm bergantung pada suhu dan keadaan hidrasi[10]
  • Fase padat dan fase berair Nafion keduanya permeabel terhadap gas,[11][12] yang merupakan kelemahan bagi perangkat konversi energi seperti sel bahan bakar, dan elektroliser air.

Aplikasi

Sifat yang dimiliki Nafion membuatnya sesuai untuk berbagai aplikasi. Nafion telah digunakan dalam sel bahan bakar, perangkat elektrokimia, produksi klor-alkali, pemulihan ion logam, elektrolisis air, penyepuhan, pengolahan permukaan logam, baterai, sensor, sel dialisis Donnan, pelepasan obat, pengeringan gas atau humidifaksi, dan katalisis superasam untuk produksi bahan kimia.[13][14][15][16] Nafion juga sering disebutkan atas potensi teoretis (yaitu, sejauh ini belum teruji) dalam sejumlah bidang.

Nafion termodifikasi untuk PEM sel bahan bakar

Normalnya, Nafion akan terdehidrasi (karenanya kehilangan konduktivitas proton) ketika suhu berada di atas ~80 °C. Batasan ini menjadi masalah dalam desain sel bahan bakar, karena suhu yang tinggi lebih disukai untuk efisiensi yang lebih baik serta toleransi CO pada katalis platina. Silika dan zirkonium fosfat dapat digabungkan dalam jaringan air Nafion melalui reaksi kimia in situ untuk meningkatkan suhu kerja menjadi di atas 100 °C.

Pranala luar

Referensi

  1. Steven Church. Del. firm installs fuel cell. The News Journal. 6 Januari 2006. hlm. B7.
  2. Heitner-Wirguin, C. Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications. Journal of Membrane Science. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.
  3. Mauritz, K. A., Moore, R. B. State of Understanding of Nafion. Chemical Reviews. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4535–4585. doi:10.1021/cr0207123.
  4. Connolly, D.J. Fluorocarbon Vinyl Ether Polymers. 1966.
  5. Heitner-Wirguin, C. Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications. Journal of Membrane Science. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.
  6. Michael A. Hickner. Alternative Polymer Systems for Proton Exchange Membranes (PEMs). Chemical Reviews. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4587–4612. doi:10.1021/cr020711a.
  7. A.L. Dicks. PEM Fuel Cells. 2012. hlm. 203–245. doi:10.1016/B978-0-08-087872-0.00406-6.
  8. Perma Pure LLC. Nafion: Physical and Chemical Properties. Technical Notes and Articles. 2004.
  9. Schuster, M., Ise, M., Fuchs, A., Kreuer, K.D., Maier, J. Proton and Water Transport in Nano-separated Polymer Membranes. Germany: Max-Planck-Institut für Festkörperforschung. 2005.
  10. Journal of The Electrochemical Society — Error. doi:10.1149/1.1836625.
  11. Maximilian Schalenbach. Gas Permeation through Nafion. Part 1: Measurements. The Journal of Physical Chemistry C. 2015-10-28. Vol. 119. hlm. 25145–25155. doi:10.1021/acs.jpcc.5b04155.
  12. Maximilian Schalenbach. Gas Permeation through Nafion. Part 2: Resistor Network Model. The Journal of Physical Chemistry C. 14 Oktober 2015. Vol. 119. hlm. 25156–25169. doi:10.1021/acs.jpcc.5b04157.
  13. Heitner-Wirguin, C. Recent advances in perfluorinated ionomer membranes: structure, properties and applications. Journal of Membrane Science. 1996. Vol. 120. hlm. 1–33. doi:10.1016/0376-7388(96)00155-X.
  14. Mauritz, K. A., Moore, R. B. State of Understanding of Nafion. Chemical Reviews. 2004. Vol. 104 (10). hlm. 4535–4585. doi:10.1021/cr0207123.
  15. Perma Pure LLC. Nafion: Physical and Chemical Properties. Technical Notes and Articles. 2004.
  16. Gelbard, Georges. Organic Synthesis by Catalysis with Ion-Exchange Resins. Industrial & Engineering Chemistry Research. 2005. Vol. 44 (23). hlm. 8468–8498. doi:10.1021/ie0580405.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28481903 (2025-11-14T07:43:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.