Lava: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28036892; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Pāhoehoe_Lava_flow.JPG|thumb|right|280px|Pāhoehoe Lava flow]] | |||
'''Lava''' atau '''batuleleh''' adalah lelehan batu ([[magma]]) pijar yang mengalir keluar dari dalam [[bumi]] melalui kawah [[gunung berapi]] atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi [[batuan beku]] yang bentuknya bermacam-macam. Secara umum, suhu lava dapat mencapai antara 700-1300 °C, tergantung pada komposisi [[mineral]] dan [[viskositas]] lava tersebut. | '''Lava''' atau '''batuleleh''' adalah lelehan batu ([[magma]]) pijar yang mengalir keluar dari dalam [[bumi]] melalui kawah [[gunung berapi]] atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi [[batuan beku]] yang bentuknya bermacam-macam. Secara umum, suhu lava dapat mencapai antara 700-1300 °C, tergantung pada komposisi [[mineral]] dan [[viskositas]] lava tersebut. | ||
| Baris 4: | Baris 6: | ||
== Komposisi lava == | == Komposisi lava == | ||
[[Gambar:Pāhoehoe and Aa flows at Hawaii.jpg|thumb|right|Lava ''pāhoehoe'' dan ''ʻaʻā'' mengalir berdampingan di [[Hawaii (pulau)|Hawaii]] pada bulan September 2007.]] | |||
Komposisi hampir semua lava dari kerak Bumi didominasi oleh mineral [[silikat]]: [[felspar]], [[olivin]], [[piroksen]], [[amfibol]], [[mika]], dan [[kuarsa]]. | Komposisi hampir semua lava dari kerak Bumi didominasi oleh mineral [[silikat]]: [[felspar]], [[olivin]], [[piroksen]], [[amfibol]], [[mika]], dan [[kuarsa]]. | ||
== Sifat lava == | == Sifat lava == | ||
[[Gambar:PahoehoeLava.jpg|thumb|right|upright|Jemari ''pāhoehoe'' melintasi sebuah jalan di [[Kalapana, Hawaii|Kalapana]] pada sisi timur [[Kilauea|Gunung Kīlauea]] di [[Hawaii|Hawaii, Amerika Serikat]].]] | |||
Pada umumnya, komposisi lava lebih menentukan sifatnya daripada suhu ketika erupsi. Kekentalan lava juga sangat berpengaruh dalam pergerakannya. Lava yang sangat kental antara lain [[riolit]], [[dasit]], [[andesit]], dan [[trasit]]. Lava basal dingin juga cukup kental. Lava yang encer antara lain basal baru hasil erupsi, [[lava karbonat]], dan terkadang andesit. | Pada umumnya, komposisi lava lebih menentukan sifatnya daripada suhu ketika erupsi. Kekentalan lava juga sangat berpengaruh dalam pergerakannya. Lava yang sangat kental antara lain [[riolit]], [[dasit]], [[andesit]], dan [[trasit]]. Lava basal dingin juga cukup kental. Lava yang encer antara lain basal baru hasil erupsi, [[lava karbonat]], dan terkadang andesit. | ||
| Baris 25: | Baris 27: | ||
Lava juga bisa terdiri dari banyak komponen, kadang termasuk kristal padat beragam mineral, potongan [[xenolit]], dan potongan lava beku sebelumnya. | Lava juga bisa terdiri dari banyak komponen, kadang termasuk kristal padat beragam mineral, potongan [[xenolit]], dan potongan lava beku sebelumnya. | ||
Laju aliran lava bergantung pada kekentalan dan kemiringan. Pada umumnya, lava mengalir perlahan (0,4 km/jam) dengan kelajuan maksimum sekitar 9–48 km/jam pada tempat curam. Kelajuan 32–97 km/jam tercatat ketika runtuhnya danau lava [[Gunung Nyiragongo]]. | Laju aliran lava bergantung pada kekentalan dan kemiringan. Pada umumnya, lava mengalir perlahan (0,4 km/jam) dengan kelajuan maksimum sekitar 9–48 km/jam pada tempat curam. Kelajuan 32–97 km/jam tercatat ketika runtuhnya danau lava [[Gunung Nyiragongo]].<ref>[http://www.geo.umass.edu/courses/volcanology/Lava%20Flows.pdf Lava Flows]. ''UMass Department of Geosciences''. University of Massachusetts Amherst. 11 Februari 2004. hlm. 19.</ref> | ||
== Morfologi lava == | == Morfologi lava == | ||
[[Gambar:Lava entering sea - Hawaii.png|thumb|right|Lava memasuki laut untuk memperluas Pulau Hawaii. Foto diambil di [[Taman Nasional Gunung Berapi Hawaii]]]] | |||
Ciri fisik lava membuat bentuk fisik aliran lava atau gunung berapi. Aliran lava basal yang encer membentuk daratan yang pipih/datar, sedangkan lava riolit yang kental membentuk sekumpulan bongkahan batu. | Ciri fisik lava membuat bentuk fisik aliran lava atau gunung berapi. Aliran lava basal yang encer membentuk daratan yang pipih/datar, sedangkan lava riolit yang kental membentuk sekumpulan bongkahan batu. | ||
=== ''ʻAʻā'' === | === ''ʻAʻā'' === | ||
[[Gambar:Aa large.jpg|thumb|Aliran ''aā'' pijar melaju di atas ''pāhoehoe'' pada pesisir dataran [[Kilauea]] di [[Hawaii]], Amerika Serikat.]] | |||
''Aā'' adalah satu dari tiga jenis dasar aliran lava. ''Aā'' adalah lava basal yang memiliki permukaan kasar dan terdiri dari pecahan lava yang disebut arang besi (''clinker''). Istilah Hawaii ini diperkenalkan sebagai istilah teknis dalam geologi oleh [[Clarence Dutton]].<ref>James Furman Kemp. ''A handbook of rocks for use without the microscope: with a glossary of the names of rocks and other lithological terms''. D. Van Nostrand. 1918.</ref> | |||
Tekstur yang tajam dan bersudut membuatnya menjadi pemantul radar yang kuat dan dapat dengan mudah dilihat oleh satelit (terang dalam citra [[Magellan (wahana antariksa)|Magellan]]).<ref>Peter McGounis-Mark. [http://www.lpi.usra.edu/publications/slidesets/hawaii/ Radar Studies of Lava Flows]. ''Volcanic Features of Hawaii and Other Worlds''. Lunar and Planetary Institute.</ref> | |||
Tekstur yang tajam dan bersudut membuatnya menjadi pemantul radar yang kuat dan dapat dengan mudah dilihat oleh satelit (terang dalam citra [[Magellan (wahana antariksa)|Magellan]]). | |||
Lava ''aā'' biasa keluar ketika erupsi dengan suhu antara 1.000 sampai 1.100 °C. | Lava ''aā'' biasa keluar ketika erupsi dengan suhu antara 1.000 sampai 1.100 °C. | ||
Istilah ini berasal dari bahasa Hawaii | Istilah ini berasal dari bahasa Hawaii <ref>[http://www.wehewehe.org/gsdl2.5/cgi-bin/hdict?d=D10 Hawaiian Dictionaries].</ref> 'lava kasar berbatu' atau 'membakar'. | ||
=== Pahoehoe === | === Pahoehoe === | ||
[[Gambar:Ropy pahoehoe.jpg|thumb|right|upright|Lava ''pāhoehoe'' dari Gunung [[Kīlauea]], Hawaii, Amerika Serikat]] | |||
''Pāhoehoe'' (dari bahasa Hawaii: <ref>[http://www.wehewehe.org/gsdl2.5/cgi-bin/hdict?d=D16177 Hawaiian Dictionaries].</ref> 'lava lembut tak terputus'), juga dieja ''pahoehoe'', adalah lava basal yang memiliki permukaan halus, bergelombang, atau kental. Permukaan ini disebabkan oleh pergerakan lava yang sangat encer di bawah kerak permukaan yang mengental. Istilah Hawaii ini diperkenalkan sebagai istilah teknis dalam geologi oleh [[Clarence Dutton]].<ref>James Furman Kemp. ''A handbook of rocks for use without the microscope: with a glossary of the names of rocks and other lithological terms''. D. Van Nostrand. 1918.</ref> | |||
Lava pahoehoe terbentuk dari lava basal yang berasal dari [[punggungan tengah samudra]]. Aliran lava basal ini akan membentuk lava pahoehoe di darat jika berada dekat dengan sumbernya. Sumber lava basal tersebut adalah celah atau lereng gunung berapi.<ref>Sri Mulyaningsih. [http://eprints.akprind.ac.id/138/1/Vulkanologi%20Dummy%20rev_2.pdf Vulkanologi]. Penerbit Ombak. 2015. hlm. 118. ISBN 978-602-258-322-6.</ref> | |||
Lava pahoehoe terbentuk dari lava basal yang berasal dari [[punggungan tengah samudra]]. Aliran lava basal ini akan membentuk lava pahoehoe di darat jika berada dekat dengan sumbernya. Sumber lava basal tersebut adalah celah atau lereng gunung berapi. | |||
=== Aliran lava balok === | === Aliran lava balok === | ||
[[Gambar:Block lava in Lassen Volcanic National Park.jpg|thumb|Lava balok di [[Cinder Cone and the Fantastic Lava Beds|''Fantastic Lava Beds'' di dekat ''Cinder Cone'']] di Taman Nasional Gunung Berapi Lassen]] | |||
Aliran lava balok biasa terbentuk dari lava andesit dari gunung berapi kerucut. Ia bergerak mirip dengan aliran ''ʻaʻā'', tetapi terselimuti dalam potongan batu bersisi halus (balok) dari lava yang membeku karena bersifat kental. Seperti aliran ''ʻaʻā'', bagian dalam yang meleleh menimpa [[kerikil]] yang jatuh ke ujung aliran. Aliran ini bergerak lebih perlahan dan lebih dalam daripada aliran ''ʻaʻā''. | Aliran lava balok biasa terbentuk dari lava andesit dari gunung berapi kerucut. Ia bergerak mirip dengan aliran ''ʻaʻā'', tetapi terselimuti dalam potongan batu bersisi halus (balok) dari lava yang membeku karena bersifat kental. Seperti aliran ''ʻaʻā'', bagian dalam yang meleleh menimpa [[kerikil]] yang jatuh ke ujung aliran. Aliran ini bergerak lebih perlahan dan lebih dalam daripada aliran ''ʻaʻā''. | ||
| Baris 57: | Baris 59: | ||
=== Lava bantal === | === Lava bantal === | ||
[[Gambar:Nur05018-Pillow lavas off Hawaii.jpg|thumb|[[Lava bantal]] di dasar laut dekat Hawaii]] | |||
Lava bantal adalah struktur lava yang biasa terbentuk ketika lava muncul dari [[gunung api bawah laut]], [[gunung berapi bawah es]], atau ketika aliran lava memasuki lautan. Namun, lava bantal juga bisa terbentuk ketika lava dihasilkan di bawah es. Lava yang kental menjadi kerak padat ketika terkena air dan merekah sambil mengeluarkan bongkahan besar atau "bantal". | Lava bantal adalah struktur lava yang biasa terbentuk ketika lava muncul dari [[gunung api bawah laut]], [[gunung berapi bawah es]], atau ketika aliran lava memasuki lautan. Namun, lava bantal juga bisa terbentuk ketika lava dihasilkan di bawah es. Lava yang kental menjadi kerak padat ketika terkena air dan merekah sambil mengeluarkan bongkahan besar atau "bantal". | ||
== Pembentukan permukaan Bumi == | == Pembentukan permukaan Bumi == | ||
=== Kekar === | === Kekar === | ||
Kekar merupakan rekahan-rekahan pada [[Batu|bebatuan]]. Bentuk rekahannya adalah lurus dan planar. Rekahan pada batuan tidak menyebabkan pergeseran posisi pada bebatuan. Bentuk rekahan menyerupai blok-blok yang terbagi dua. Potongan rekahan pada kekar berkisar antara 45 sampai 90 derajat. Salah satu jenis kekar yang terbentuk oleh pendinginan dan pengerutan lava adalah kekar kolom. | Kekar merupakan rekahan-rekahan pada [[Batu|bebatuan]]. Bentuk rekahannya adalah lurus dan planar. Rekahan pada batuan tidak menyebabkan pergeseran posisi pada bebatuan. Bentuk rekahan menyerupai blok-blok yang terbagi dua. Potongan rekahan pada kekar berkisar antara 45 sampai 90 derajat. Salah satu jenis kekar yang terbentuk oleh pendinginan dan pengerutan lava adalah kekar kolom.<ref>Muhammad Zuhdi. [http://eprints.unram.ac.id/14627/1/BUKU%20AJAR%20PENGANTAR%20GEOLOGI.pdf Buku Ajar Pengantar Geologi]. Duta Pustaka Ilmu. 2019. hlm. 92. ISBN 978-623-7004-21-9.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Lahar]] | * [[Lahar]] | ||
* [[Letusan gunung]] | * [[Letusan gunung]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://volcanoes.usgs.gov/Products/Pglossary/aa.html Glosarium gunung berapi] | |||
* [http://volcanoes.usgs.gov/Products/Pglossary/aa.html Glosarium gunung berapi] | |||
* [http://merapi.vsi.esdm.go.id/?static/gunungapi/komik.html Situs web gunung Merapi] | * [http://merapi.vsi.esdm.go.id/?static/gunungapi/komik.html Situs web gunung Merapi] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lava&oldid=28036892 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28036892 (2025-10-16T22:16:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.01
Lava atau batuleleh adalah lelehan batu (magma) pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan beku yang bentuknya bermacam-macam. Secara umum, suhu lava dapat mencapai antara 700-1300 °C, tergantung pada komposisi mineral dan viskositas lava tersebut.
Bila cairan tersebut encer, ia akan meleleh jauh dari sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah dan membeku menjadi batuan seperti lava ropi atau lava blok. Bila sedikit kental, ia akan mengalir tidak jauh dari sumbernya dan membentuk kubah lava dan pada bagian pinggirnya membeku membentuk blok-blok lava yang suhunya masih tinggi. Bila posisinya tidak stabil, ia akan mengalir membentuk awan panas guguran dari lava.
Komposisi lava

Komposisi hampir semua lava dari kerak Bumi didominasi oleh mineral silikat: felspar, olivin, piroksen, amfibol, mika, dan kuarsa.
Sifat lava
Pada umumnya, komposisi lava lebih menentukan sifatnya daripada suhu ketika erupsi. Kekentalan lava juga sangat berpengaruh dalam pergerakannya. Lava yang sangat kental antara lain riolit, dasit, andesit, dan trasit. Lava basal dingin juga cukup kental. Lava yang encer antara lain basal baru hasil erupsi, lava karbonat, dan terkadang andesit.
Lava yang kental memiliki sifat-sifat berikut:
- cenderung bergerak perlahan, tersumbat, dan membentuk padatan semu yang menghalangi aliran serta
- cenderung menangkap gas yang membentuk kantong (gelembung) dalam batuan ketika muncul ke permukaan.
Lava yang kental biasanya tidak mengalir seperti cairan dan biasanya berupa abu meledak atau deposit tefra. Namun, lava kental awagas atau yang berasal dari hasil erupsi yang lebih panas daripada biasanya dapat membentuk aliran lava.
Lava yang encer memiliki sifat-sifat berikut:
- cenderung mudah bergerak, membentuk genangan, saluran, dan sungai batuan cair;
- cenderung mudah melepaskan gelembung gas ketika terbentuk; serta
- membuat gunung berbentuk perisai alih-alih berbentuk kerucut.
Lava juga bisa terdiri dari banyak komponen, kadang termasuk kristal padat beragam mineral, potongan xenolit, dan potongan lava beku sebelumnya.
Laju aliran lava bergantung pada kekentalan dan kemiringan. Pada umumnya, lava mengalir perlahan (0,4 km/jam) dengan kelajuan maksimum sekitar 9–48 km/jam pada tempat curam. Kelajuan 32–97 km/jam tercatat ketika runtuhnya danau lava Gunung Nyiragongo.[1]
Morfologi lava
Ciri fisik lava membuat bentuk fisik aliran lava atau gunung berapi. Aliran lava basal yang encer membentuk daratan yang pipih/datar, sedangkan lava riolit yang kental membentuk sekumpulan bongkahan batu.
ʻAʻā
Aā adalah satu dari tiga jenis dasar aliran lava. Aā adalah lava basal yang memiliki permukaan kasar dan terdiri dari pecahan lava yang disebut arang besi (clinker). Istilah Hawaii ini diperkenalkan sebagai istilah teknis dalam geologi oleh Clarence Dutton.[2]
Tekstur yang tajam dan bersudut membuatnya menjadi pemantul radar yang kuat dan dapat dengan mudah dilihat oleh satelit (terang dalam citra Magellan).[3]
Lava aā biasa keluar ketika erupsi dengan suhu antara 1.000 sampai 1.100 °C.
Istilah ini berasal dari bahasa Hawaii [4] 'lava kasar berbatu' atau 'membakar'.
Pahoehoe
Pāhoehoe (dari bahasa Hawaii: [5] 'lava lembut tak terputus'), juga dieja pahoehoe, adalah lava basal yang memiliki permukaan halus, bergelombang, atau kental. Permukaan ini disebabkan oleh pergerakan lava yang sangat encer di bawah kerak permukaan yang mengental. Istilah Hawaii ini diperkenalkan sebagai istilah teknis dalam geologi oleh Clarence Dutton.[6]
Lava pahoehoe terbentuk dari lava basal yang berasal dari punggungan tengah samudra. Aliran lava basal ini akan membentuk lava pahoehoe di darat jika berada dekat dengan sumbernya. Sumber lava basal tersebut adalah celah atau lereng gunung berapi.[7]
Aliran lava balok
Aliran lava balok biasa terbentuk dari lava andesit dari gunung berapi kerucut. Ia bergerak mirip dengan aliran ʻaʻā, tetapi terselimuti dalam potongan batu bersisi halus (balok) dari lava yang membeku karena bersifat kental. Seperti aliran ʻaʻā, bagian dalam yang meleleh menimpa kerikil yang jatuh ke ujung aliran. Aliran ini bergerak lebih perlahan dan lebih dalam daripada aliran ʻaʻā.
Kubah dan coulées
Kubah lava dan coulées dikaitkan dengan aliran lava felsik dari dasit hingga riolit. Sifatnya yang sangat kental menyebabkan pergerakannya tidak jauh dari tempat keluarnya sehingga terbentuk kubah.
Lava bantal
Lava bantal adalah struktur lava yang biasa terbentuk ketika lava muncul dari gunung api bawah laut, gunung berapi bawah es, atau ketika aliran lava memasuki lautan. Namun, lava bantal juga bisa terbentuk ketika lava dihasilkan di bawah es. Lava yang kental menjadi kerak padat ketika terkena air dan merekah sambil mengeluarkan bongkahan besar atau "bantal".
Pembentukan permukaan Bumi
Kekar
Kekar merupakan rekahan-rekahan pada bebatuan. Bentuk rekahannya adalah lurus dan planar. Rekahan pada batuan tidak menyebabkan pergeseran posisi pada bebatuan. Bentuk rekahan menyerupai blok-blok yang terbagi dua. Potongan rekahan pada kekar berkisar antara 45 sampai 90 derajat. Salah satu jenis kekar yang terbentuk oleh pendinginan dan pengerutan lava adalah kekar kolom.[8]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Lava Flows. UMass Department of Geosciences. University of Massachusetts Amherst. 11 Februari 2004. hlm. 19.
- ↑ James Furman Kemp. A handbook of rocks for use without the microscope: with a glossary of the names of rocks and other lithological terms. D. Van Nostrand. 1918.
- ↑ Peter McGounis-Mark. Radar Studies of Lava Flows. Volcanic Features of Hawaii and Other Worlds. Lunar and Planetary Institute.
- ↑ Hawaiian Dictionaries.
- ↑ Hawaiian Dictionaries.
- ↑ James Furman Kemp. A handbook of rocks for use without the microscope: with a glossary of the names of rocks and other lithological terms. D. Van Nostrand. 1918.
- ↑ Sri Mulyaningsih. Vulkanologi. Penerbit Ombak. 2015. hlm. 118. ISBN 978-602-258-322-6.
- ↑ Muhammad Zuhdi. Buku Ajar Pengantar Geologi. Duta Pustaka Ilmu. 2019. hlm. 92. ISBN 978-623-7004-21-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28036892 (2025-10-16T22:16:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.