Piroforik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26831943; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Piroforik''' ''(pyrophoric)'' atau bahan [[kimia]] piroforik adalah suatu [[zat]] berbentuk [[cairan]], [[padat]]an, ataupun [[gas]] yang mudah terbakar secara spontan (dalam waktu lima menit) apabila terpapar atau bereaksi secara langsung dengan uap air, [[oksigen]], atau dalam suatu kondisi di udara terbuka ketika [[suhu]] berada di titik kurang dari atau sama dengan 130 °F/ 54,44 °C. Paparan terhadap [[uap air]] dapat menyebabkan bahan piroforik ini mengembangkan panas, menghasilkan api, serta dari produk sampingnya yang berbahaya yang bersifat [[korosif]], teratogenesitas dan mudah terbakar. Contoh bahan piroforik berbentuk cairan diantaranya adalah; organolitium ([[aril]] dan [[alkil]] litium, n-butilitium, t-butilitium, [[litium amida]], litium alkoksida), [[pereaksi Grignard]] (alkil dan magnesium aril halida, metilmagnesium [[klorida]], alilmagnesium bromida), organoseng (seng dietil), alkil aluminium (trimetilaluminium, diisobutilaluminum hidrida) [[Karbonil logam|logam karbonil]] (nikel karbonil, besi pentakarbonil), dan silikon halida (diklorometilsilana). Kemudian bahan piroforik berbentuk padatan meliputi; hidrida logam ([[natrium hidrida]], kalium hidrida, [[litium aluminium hidrida]], uranium trihidrida), [[logam alkali]] (litium, [[natrium]], [[kalium]], [[sesium]], [[rubidium]]), [[nonlogam]] (fosfor putih), serbuk logam ([[aluminium]], [[bismut]], [[kobalt]], [[magnesium]], [[besi]], [[kalsium]], [[titanium]], [[uranium]], [[mangan]], [[timah]], [[seng]], [[zirkonium]]), dan katalis hidrogenasi (nikel raney, paladium pada karbon). Dan bahan piroforik yang berbentuk gas adalah silana, diborana, arsina serta [[fosfina]]. | [[File:Plutonium_pyrophoricity.jpg|thumb|right|280px|Plutonium pyrophoricity]] | ||
'''Piroforik''' ''(pyrophoric)'' atau bahan [[kimia]] piroforik adalah suatu [[zat]] berbentuk [[cairan]], [[padat]]an, ataupun [[gas]] yang mudah terbakar secara spontan (dalam waktu lima menit) apabila terpapar atau bereaksi secara langsung dengan uap air,<ref>[https://www.k-state.edu/safety/lab/labsafety/topics/specifichazards/pyrophoricMaterials.html Pyrophoric Materials]. ''www.k-state.edu''.</ref> [[oksigen]],<ref>[https://www.purdue.edu/ehps/rem/laboratory/HazMat/Chemical%20Materials/pyro.html Pyrophoric Materials - Radiological and Environmental Management - Purdue University]. ''www.purdue.edu''.</ref> atau dalam suatu kondisi di udara terbuka ketika [[suhu]] berada di titik kurang dari atau sama dengan 130 °F/ 54,44 °C.<ref>[https://ehrs.upenn.edu/health-safety/lab-safety/chemical-hygiene-plan/standard-operating-procedures/sop-pyrophoric SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS]. ''ehrs.upenn.edu''.</ref> Paparan terhadap [[uap air]] dapat menyebabkan bahan piroforik ini mengembangkan panas, menghasilkan api, serta dari produk sampingnya yang berbahaya yang bersifat [[korosif]], teratogenesitas<ref>Department of Environmental Health and Safety. [https://ehs.osu.edu/ Guidelines for Pyrophoric materials]. ''The Ohio State University Environmental Health and Safety''.</ref> dan mudah terbakar.<ref>[https://ehs.princeton.edu/book/export/html/529 Pyrophoric Materials]. ''ehs.princeton.edu''.</ref> Contoh bahan piroforik berbentuk cairan diantaranya adalah; organolitium ([[aril]] dan [[alkil]] litium, n-butilitium, t-butilitium, [[litium amida]], litium alkoksida), [[pereaksi Grignard]] (alkil dan magnesium aril halida, metilmagnesium [[klorida]], alilmagnesium bromida), organoseng (seng dietil), alkil aluminium (trimetilaluminium, diisobutilaluminum hidrida) [[Karbonil logam|logam karbonil]] (nikel karbonil, besi pentakarbonil), dan silikon halida (diklorometilsilana). Kemudian bahan piroforik berbentuk padatan meliputi; hidrida logam ([[natrium hidrida]], kalium hidrida, [[litium aluminium hidrida]], uranium trihidrida), [[logam alkali]] (litium, [[natrium]], [[kalium]], [[sesium]], [[rubidium]]), [[nonlogam]] (fosfor putih), serbuk logam ([[aluminium]], [[bismut]], [[kobalt]], [[magnesium]], [[besi]], [[kalsium]], [[titanium]], [[uranium]], [[mangan]], [[timah]], [[seng]], [[zirkonium]]), dan katalis hidrogenasi (nikel raney, paladium pada karbon). Dan bahan piroforik yang berbentuk gas adalah silana, diborana, arsina serta [[fosfina]].<ref>[https://ehrs.upenn.edu/health-safety/lab-safety/chemical-hygiene-plan/standard-operating-procedures/sop-pyrophoric SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS]. ''ehrs.upenn.edu''.</ref><ref>[https://www.brandeis.edu/ehs/labs/pyrophoric.html Pyrophoric Chemicals Laboratory Safety Environmental Health and Safety Brandeis University]. ''www.brandeis.edu''.</ref><ref>[https://www.gvsu.edu/labsafety/pyrophoric-materials-76.htm Pyrophoric Materials - Lab Safety - Grand Valley State University]. ''www.gvsu.edu''.</ref> | |||
== Perlindungan dari Bahaya == | == Perlindungan dari Bahaya == | ||
Secara umum penggunaan bahan piroforik hanya terjadi di [[laboratorium]] kimia yang telah memiliki persetujuan atau lisensi dengan tujuan untuk penelitian. panduan yang harus ditinjau dan diikuti ketika berurusan dengan bahan kimia piroforik yang paling mendasar adalah ketersedian fasilitas serta cara penanganan bahaya yang ditimbulkan. Fasilitas laboratorium yang dibutuhkan adalah kap asap kimia atau lemari asap, yang mana penggunaan lemari asap diperlukan untuk mencegah pelepasan uap yang mudah terbakar di laboratorium. lemari asap dirancang untuk menangkap uap [[kimia]] dan bagian kap atau penutupnya berfungsi sebagai pelindung jika terjadi percikan akibat reaksi kimia. Selanjutnya adalah perisai ledakan, semua reaksi bahan kimia piroforik yang sudah pasti menimbulkan risiko harus dilakukan di dalam lemari asap. Perisai ledakan (blast shield) ini digunakan dalam kondisi jika memungkinkan terjadinya risiko ledakan, bahaya percikan, atau [[Reaksi kimia|reaksi]] yang sangat [[eksotermik]]. Perisai ledakan portabel dapat ditempatkan di depan suatu lemari asap yang berisi bahan yang sangat reaktif. Kemudian adalah vakum pelindung, berfungsi untuk menghindari dari beling-beling atau barang pecah belah yang dapat meledak dan menghempaskan serpihan kaca serta bahan kimia lain yang berceceran. Dan yang terakhir adalah kotak sarung tangan atau wadah bersegel, merupakan sebuah wadah tertutup dengan [[Ornamen (arsitektur)|ornamen]] berupa lubang yang memungkinkan seseorang dapat memanipulasi objek didlamnya tanpa berhubungan kontak secara langsung. | Secara umum penggunaan bahan piroforik hanya terjadi di [[laboratorium]] kimia yang telah memiliki persetujuan atau lisensi dengan tujuan untuk penelitian. panduan yang harus ditinjau dan diikuti ketika berurusan dengan bahan kimia piroforik yang paling mendasar adalah ketersedian fasilitas serta cara penanganan bahaya yang ditimbulkan. Fasilitas laboratorium yang dibutuhkan adalah kap asap kimia atau lemari asap, yang mana penggunaan lemari asap diperlukan untuk mencegah pelepasan uap yang mudah terbakar di laboratorium. lemari asap dirancang untuk menangkap uap [[kimia]] dan bagian kap atau penutupnya berfungsi sebagai pelindung jika terjadi percikan akibat reaksi kimia. Selanjutnya adalah perisai ledakan, semua reaksi bahan kimia piroforik yang sudah pasti menimbulkan risiko harus dilakukan di dalam lemari asap. Perisai ledakan (blast shield) ini digunakan dalam kondisi jika memungkinkan terjadinya risiko ledakan, bahaya percikan, atau [[Reaksi kimia|reaksi]] yang sangat [[eksotermik]]. Perisai ledakan portabel dapat ditempatkan di depan suatu lemari asap yang berisi bahan yang sangat reaktif. Kemudian adalah vakum pelindung, berfungsi untuk menghindari dari beling-beling atau barang pecah belah yang dapat meledak dan menghempaskan serpihan kaca serta bahan kimia lain yang berceceran. Dan yang terakhir adalah kotak sarung tangan atau wadah bersegel, merupakan sebuah wadah tertutup dengan [[Ornamen (arsitektur)|ornamen]] berupa lubang yang memungkinkan seseorang dapat memanipulasi objek didlamnya tanpa berhubungan kontak secara langsung.<ref>[https://www.purdue.edu/ehps/rem/laboratory/HazMat/Chemical%20Materials/pyro.html Pyrophoric Materials - Radiological and Environmental Management - Purdue University]. ''www.purdue.edu''.</ref><ref>[https://ehrs.upenn.edu/health-safety/lab-safety/chemical-hygiene-plan/standard-operating-procedures/sop-pyrophoric SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS]. ''ehrs.upenn.edu''.</ref> | ||
Hal lain yang tak kalah penting adalah penanganan terhadap [[limbah]] wadah sisa bahan piroforik. Wadah yang telah dipakai disimpan dalam ruang tertutup dengan tekanan [[nitrogen]] rendah. Untuk reaktan atau pereaksi kimia yang masih tersisa di dalam botol, dapat d[[Hidrolisis|ihidrolisis]] menggunakan gas inert atau gas [[lengai]] secara terus-menerus. | Hal lain yang tak kalah penting adalah penanganan terhadap [[limbah]] wadah sisa bahan piroforik. Wadah yang telah dipakai disimpan dalam ruang tertutup dengan tekanan [[nitrogen]] rendah. Untuk reaktan atau pereaksi kimia yang masih tersisa di dalam botol, dapat d[[Hidrolisis|ihidrolisis]] menggunakan gas inert atau gas [[lengai]] secara terus-menerus.<ref>[https://ehs.research.uiowa.edu/pyrophoric-reagents-handling-research-labs Pyrophoric Reagents Handling in Research Labs Environmental Health and Safety]. ''ehs.research.uiowa.edu''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piroforik&oldid=26831943 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26831943 (2025-01-23T14:29:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.06
Piroforik (pyrophoric) atau bahan kimia piroforik adalah suatu zat berbentuk cairan, padatan, ataupun gas yang mudah terbakar secara spontan (dalam waktu lima menit) apabila terpapar atau bereaksi secara langsung dengan uap air,[1] oksigen,[2] atau dalam suatu kondisi di udara terbuka ketika suhu berada di titik kurang dari atau sama dengan 130 °F/ 54,44 °C.[3] Paparan terhadap uap air dapat menyebabkan bahan piroforik ini mengembangkan panas, menghasilkan api, serta dari produk sampingnya yang berbahaya yang bersifat korosif, teratogenesitas[4] dan mudah terbakar.[5] Contoh bahan piroforik berbentuk cairan diantaranya adalah; organolitium (aril dan alkil litium, n-butilitium, t-butilitium, litium amida, litium alkoksida), pereaksi Grignard (alkil dan magnesium aril halida, metilmagnesium klorida, alilmagnesium bromida), organoseng (seng dietil), alkil aluminium (trimetilaluminium, diisobutilaluminum hidrida) logam karbonil (nikel karbonil, besi pentakarbonil), dan silikon halida (diklorometilsilana). Kemudian bahan piroforik berbentuk padatan meliputi; hidrida logam (natrium hidrida, kalium hidrida, litium aluminium hidrida, uranium trihidrida), logam alkali (litium, natrium, kalium, sesium, rubidium), nonlogam (fosfor putih), serbuk logam (aluminium, bismut, kobalt, magnesium, besi, kalsium, titanium, uranium, mangan, timah, seng, zirkonium), dan katalis hidrogenasi (nikel raney, paladium pada karbon). Dan bahan piroforik yang berbentuk gas adalah silana, diborana, arsina serta fosfina.[6][7][8]
Perlindungan dari Bahaya
Secara umum penggunaan bahan piroforik hanya terjadi di laboratorium kimia yang telah memiliki persetujuan atau lisensi dengan tujuan untuk penelitian. panduan yang harus ditinjau dan diikuti ketika berurusan dengan bahan kimia piroforik yang paling mendasar adalah ketersedian fasilitas serta cara penanganan bahaya yang ditimbulkan. Fasilitas laboratorium yang dibutuhkan adalah kap asap kimia atau lemari asap, yang mana penggunaan lemari asap diperlukan untuk mencegah pelepasan uap yang mudah terbakar di laboratorium. lemari asap dirancang untuk menangkap uap kimia dan bagian kap atau penutupnya berfungsi sebagai pelindung jika terjadi percikan akibat reaksi kimia. Selanjutnya adalah perisai ledakan, semua reaksi bahan kimia piroforik yang sudah pasti menimbulkan risiko harus dilakukan di dalam lemari asap. Perisai ledakan (blast shield) ini digunakan dalam kondisi jika memungkinkan terjadinya risiko ledakan, bahaya percikan, atau reaksi yang sangat eksotermik. Perisai ledakan portabel dapat ditempatkan di depan suatu lemari asap yang berisi bahan yang sangat reaktif. Kemudian adalah vakum pelindung, berfungsi untuk menghindari dari beling-beling atau barang pecah belah yang dapat meledak dan menghempaskan serpihan kaca serta bahan kimia lain yang berceceran. Dan yang terakhir adalah kotak sarung tangan atau wadah bersegel, merupakan sebuah wadah tertutup dengan ornamen berupa lubang yang memungkinkan seseorang dapat memanipulasi objek didlamnya tanpa berhubungan kontak secara langsung.[9][10]
Hal lain yang tak kalah penting adalah penanganan terhadap limbah wadah sisa bahan piroforik. Wadah yang telah dipakai disimpan dalam ruang tertutup dengan tekanan nitrogen rendah. Untuk reaktan atau pereaksi kimia yang masih tersisa di dalam botol, dapat dihidrolisis menggunakan gas inert atau gas lengai secara terus-menerus.[11]
Referensi
- ↑ Pyrophoric Materials. www.k-state.edu.
- ↑ Pyrophoric Materials - Radiological and Environmental Management - Purdue University. www.purdue.edu.
- ↑ SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS. ehrs.upenn.edu.
- ↑ Department of Environmental Health and Safety. Guidelines for Pyrophoric materials. The Ohio State University Environmental Health and Safety.
- ↑ Pyrophoric Materials. ehs.princeton.edu.
- ↑ SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS. ehrs.upenn.edu.
- ↑ Pyrophoric Chemicals Laboratory Safety Environmental Health and Safety Brandeis University. www.brandeis.edu.
- ↑ Pyrophoric Materials - Lab Safety - Grand Valley State University. www.gvsu.edu.
- ↑ Pyrophoric Materials - Radiological and Environmental Management - Purdue University. www.purdue.edu.
- ↑ SOP: Pyrophoric Chemicals PennEHRS. ehrs.upenn.edu.
- ↑ Pyrophoric Reagents Handling in Research Labs Environmental Health and Safety. ehs.research.uiowa.edu.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26831943 (2025-01-23T14:29:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.