Lompat ke isi

Brangkasan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28474319; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[pertanian]], '''brangkasan''' adalah sisa-sisa bagian [[tanaman]] pertanian (daun, batang, akar) yang tidak dipanen. Dalam beberapa kasus seperti ketika melakukan penelitian, brangkasan juga memiliki arti seluruh bagian tanaman, termasuk komponen yang dipanen. Proses pemanenan berbagai tanaman seperti [[kedelai]], [[kacang tanah]], [[jagung]], dan [[sorgum]] biasanya tidak beserta dengan brangkasannya. Brangkasan umumnya dibiarkan di lapangan hingga mengering dan menjadi [[kompos]] untuk memberikan nutrisi bagi tanah. Sama seperti [[jerami]], brangkasan juga bisa dijadikan [[pakan]] [[hewan ternak]].
[[File:StoverNovember2008.jpg|thumb|right|280px|Brangkasan jagung di latar depan]]


Brangkasan kini dilihat sebagai sumber [[bahan bakar alternatif]] yang potensial dalam bentuk produksi [[etanol selulosat]] atau sebagai [[biomassa]] yang dibakar langsung.
Dalam [[pertanian]], '''brangkasan''' adalah sisa-sisa bagian [[tanaman]] pertanian (daun, batang, akar) yang tidak dipanen. Dalam beberapa kasus seperti ketika melakukan penelitian, brangkasan juga memiliki arti seluruh bagian tanaman, termasuk komponen yang dipanen.<ref>Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. [http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp10022.pdf Perawatan Kedelai Brangkasan].</ref> Proses pemanenan berbagai tanaman seperti [[kedelai]], [[kacang tanah]], [[jagung]], dan [[sorgum]] biasanya tidak beserta dengan brangkasannya. Brangkasan umumnya dibiarkan di lapangan hingga mengering dan menjadi [[kompos]] untuk memberikan nutrisi bagi tanah. Sama seperti [[jerami]], brangkasan juga bisa dijadikan [[pakan]] [[hewan ternak]].<ref>Syafruddin. [http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/p3301113.pdf MODIFIKASI SISTEM PERTANAMAN JAGUNG DAN PENGOLAHAN BRANGKASAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI LAHAN KERING]. Pustaka Litbang Deptan.</ref><ref>[http://profiles.uonbi.ac.ke/rgwahome/publications/status-maize-stover-utilization-feed-livestock-kiambu-and-thika-districts-keny The status of maize stover utilization as feed for livestock in Kiambu and Thika district, Kenya].</ref>
 
Brangkasan kini dilihat sebagai sumber [[bahan bakar alternatif]] yang potensial dalam bentuk produksi [[etanol selulosat]] atau sebagai [[biomassa]] yang dibakar langsung.<ref>Matthew L. Wald. [http://www.nytimes.com/2011/07/07/business/energy-environment/us-backs-plant-to-make-fuel-from-corn-waste.html U.S. Backs Project to Produce Fuel From Corn Waste]. ''The New York Times''. July 6, 2011.</ref>


== Sebagai pakan ternak ==
== Sebagai pakan ternak ==
Brangkasan merupakan limbah pertanian yang sangat potensial sebagai pakan ternak karena jumlahnya yang melimpah karena hasil pertanian yang melimpah pula. Setiap [[hektare]] tanaman [[jagung]] mampu menghasilkan brangkasan (tidak termasuk [[biji]]) sebanyak 4200 kg. Brangkasan jagung secara umum memiliki kandungan serat kasar 27,8% dan protein 7,4%, tetapi angka ini dapat bervariasi tergantung varietas dan perlakuan saat penanaman.
Brangkasan merupakan limbah pertanian yang sangat potensial sebagai pakan ternak karena jumlahnya yang melimpah karena hasil pertanian yang melimpah pula. Setiap [[hektare]] tanaman [[jagung]] mampu menghasilkan brangkasan (tidak termasuk [[biji]]) sebanyak 4200 kg.<ref>BAIQ TRI RATNA ERAWATI dan A. HIPI. [http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/semnas/pro11-40.pdf POTENSI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG DAN LIMBAHNYA SEBAGAI PAKAN TERNAK DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SEJUTA SAPI DI NUSA TENGGARA BARAT]. Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2011.</ref> Brangkasan jagung secara umum memiliki kandungan serat kasar 27,8% dan protein 7,4%,<ref>BAIQ TRI RATNA ERAWATI dan A. HIPI. [http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/semnas/pro11-40.pdf POTENSI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG DAN LIMBAHNYA SEBAGAI PAKAN TERNAK DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SEJUTA SAPI DI NUSA TENGGARA BARAT]. Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2011.</ref> tetapi angka ini dapat bervariasi tergantung varietas dan perlakuan saat penanaman.
 
Namun brangkasan juga tidak selalu dapat dijadikan pakan utama karena berbagai masalah yang mungkin menghinggapi, seperti serangan [[rayap]] ketika penyimpanan dan kualitas nutrisi yang tidak lebih baik disebabkan cara penanaman dan penyimpanan yang buruk. Brangkasan jagung, dibandingkan jerami padi, memiliki kandungan protein lebih tinggi. Brangkasan kacang tanah memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan [[rumput]], tetapi lebih rendah dibandingkan brangkasan tanaman legum seperti ''[[Gliricidia sepium]]'' dan ''[[Desmanthus virgatus]]''.
 
Kualitas nutrisi dan usia simpan brangkasan dapat ditingkatkan dengan teknologi [[silase]]. Silase jagung memiliki konsentrasi protein lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan brangkasan jagung basah.


== Referensi ==
Namun brangkasan juga tidak selalu dapat dijadikan pakan utama karena berbagai masalah yang mungkin menghinggapi, seperti serangan [[rayap]] ketika penyimpanan dan kualitas nutrisi yang tidak lebih baik<ref>[http://profiles.uonbi.ac.ke/rgwahome/publications/status-maize-stover-utilization-feed-livestock-kiambu-and-thika-districts-keny The status of maize stover utilization as feed for livestock in Kiambu and Thika district, Kenya].</ref> disebabkan cara penanaman dan penyimpanan yang buruk. Brangkasan jagung, dibandingkan jerami padi, memiliki kandungan protein lebih tinggi.<ref>Subandi dan Zubachtirodin. [http://ntb.litbang.deptan.go.id/ind/2004/TPH/prospekpertanaman.doc PROSPEK PERTANAMAN JAGUNG DALAM PRODUKSI BIOMASSA HIJAUAN PAKAN]. Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2004.</ref> Brangkasan kacang tanah memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan [[rumput]], tetapi lebih rendah dibandingkan brangkasan tanaman legum seperti ''[[Gliricidia sepium]]'' dan ''[[Desmanthus virgatus]]''.<ref>F.F. MUNIER. [http://digilib.litbang.deptan.go.id/repository/index.php/repository/download/6166/6036 BOBOT HIDUP DOMBA EKOR GEMUK (DEG) YANG DIBERIKAN PAKAN TAMBAHAN LEGUMINOSA]. Litbang Deptan. 2005.</ref>


Kualitas nutrisi dan usia simpan brangkasan dapat ditingkatkan dengan teknologi [[silase]]. Silase jagung memiliki konsentrasi protein lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan brangkasan jagung basah.<ref>B H Dzowela. [http://www.fao.org/wairdocs/ilri/x5494e/x5494e04.htm Efforts to enhance maize stover utilization for smallholder livestock producers in Malawi]. ''FAO''.</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Brangkasan&oldid=28474319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28474319 (2025-11-14T04:12:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Brangkasan&oldid=28474319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28474319 (2025-11-14T04:12:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.07

Brangkasan jagung di latar depan

Dalam pertanian, brangkasan adalah sisa-sisa bagian tanaman pertanian (daun, batang, akar) yang tidak dipanen. Dalam beberapa kasus seperti ketika melakukan penelitian, brangkasan juga memiliki arti seluruh bagian tanaman, termasuk komponen yang dipanen.[1] Proses pemanenan berbagai tanaman seperti kedelai, kacang tanah, jagung, dan sorgum biasanya tidak beserta dengan brangkasannya. Brangkasan umumnya dibiarkan di lapangan hingga mengering dan menjadi kompos untuk memberikan nutrisi bagi tanah. Sama seperti jerami, brangkasan juga bisa dijadikan pakan hewan ternak.[2][3]

Brangkasan kini dilihat sebagai sumber bahan bakar alternatif yang potensial dalam bentuk produksi etanol selulosat atau sebagai biomassa yang dibakar langsung.[4]

Sebagai pakan ternak

Brangkasan merupakan limbah pertanian yang sangat potensial sebagai pakan ternak karena jumlahnya yang melimpah karena hasil pertanian yang melimpah pula. Setiap hektare tanaman jagung mampu menghasilkan brangkasan (tidak termasuk biji) sebanyak 4200 kg.[5] Brangkasan jagung secara umum memiliki kandungan serat kasar 27,8% dan protein 7,4%,[6] tetapi angka ini dapat bervariasi tergantung varietas dan perlakuan saat penanaman.

Namun brangkasan juga tidak selalu dapat dijadikan pakan utama karena berbagai masalah yang mungkin menghinggapi, seperti serangan rayap ketika penyimpanan dan kualitas nutrisi yang tidak lebih baik[7] disebabkan cara penanaman dan penyimpanan yang buruk. Brangkasan jagung, dibandingkan jerami padi, memiliki kandungan protein lebih tinggi.[8] Brangkasan kacang tanah memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan rumput, tetapi lebih rendah dibandingkan brangkasan tanaman legum seperti Gliricidia sepium dan Desmanthus virgatus.[9]

Kualitas nutrisi dan usia simpan brangkasan dapat ditingkatkan dengan teknologi silase. Silase jagung memiliki konsentrasi protein lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan brangkasan jagung basah.[10]

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28474319 (2025-11-14T04:12:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.