Tepek: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28497138; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tepek''' adalah [[bahan bangunan]] alami yang terbuat dari lapisan tanah bawah, air, [[Zat organik|bahan organik]] berserat (biasanya [[jerami]] ), dan terkadang [[kapur]] . Kandungan lapisan tanah di bawahnya berbeda-beda, jika tidak mengandung campuran yang tepat, dapat dimodifikasi dengan pasir atau tanah liat. Tepek tahan api, anti rayap, tahan terhadap aktivitas seismik, dan menggunakan material yang murah, meskipun sangat padat karya. Hal ini dapat digunakan untuk menciptakan bentuk seni dan pahatan, dan penggunaannya telah dihidupkan kembali dalam beberapa tahun terakhir oleh gerakan bangunan alami dan [[keberlanjutan]]. | [[File:Cob_wall_mud_construction.jpg|thumb|right|280px|Membangun tembok dari tepek]] | ||
'''Tepek''' adalah [[bahan bangunan]] alami yang terbuat dari lapisan tanah bawah, air, [[Zat organik|bahan organik]] berserat (biasanya [[jerami]] ), dan terkadang [[kapur]] .<ref>Wright, Joseph. "COB(B, sb3. 1.", ''The English Dialect Dictionary, Being the Complete Vocabulary of All Dialect Words Still in Use, or Known to Have Been in Use during the Last Two Hundred Years''. London: H. Frowde;, 1898. 676-677. Print.</ref> Kandungan lapisan tanah di bawahnya berbeda-beda, jika tidak mengandung campuran yang tepat, dapat dimodifikasi dengan pasir atau tanah liat. Tepek tahan api, anti rayap, tahan terhadap aktivitas seismik,<ref>Cecelia Goodnow. [http://www.seattlepi.com/lifestyle/article/Thinking-of-building-a-cob-home-1251753.php Thinking of building a cob home?]. ''Seattle Post-Intelligencer''. October 5, 2007.</ref> dan menggunakan material yang murah, meskipun sangat padat karya. Hal ini dapat digunakan untuk menciptakan bentuk seni dan pahatan, dan penggunaannya telah dihidupkan kembali dalam beberapa tahun terakhir oleh gerakan bangunan alami dan [[keberlanjutan]]. | |||
== Sejarah dan penggunaan == | == Sejarah dan penggunaan == | ||
Beberapa bangunan buatan manusia tertua di Afghanistan terdiri dari [[Tanah yang dimampatkan|tanah tumpat]] . Kriya tepek ( ''tabya'' ) digunakan di [[Maghreb (wilayah)|Maghreb]] dan [[al-Andalus]] pada abad ke-11 dan ke-12, dan dijelaskan secara rinci oleh [[Ibnu Khaldun]] pada abad ke-14. | Beberapa bangunan buatan manusia tertua di Afghanistan terdiri dari [[Tanah yang dimampatkan|tanah tumpat]] .<ref>Patricia McArdle. [https://www.nytimes.com/2011/06/20/opinion/20mcardle.html?_r=2 Afghanistan's Last Locavores]. ''The New York Times''. June 19, 2011.</ref> Kriya tepek ( ''tabya'' ) digunakan di [[Maghreb (wilayah)|Maghreb]] dan [[al-Andalus]] pada abad ke-11 dan ke-12, dan dijelaskan secara rinci oleh [[Ibnu Khaldun]] pada abad ke-14.<ref>Donald Routledge Hill. ''Encyclopedia of the history of Arabic science''. 1996. Vol. 3. hlm. 766. ISBN 0-415-02063-8.</ref> | ||
Banyak bangunan tepek tua dapat ditemukan di [[Afrika]], Timur Tengah, dan Amerika Serikat bagian barat daya seperti [[Taos Pueblo]]. <sup class="noprint Inline-Template Template-Fact" style="white-space:nowrap;">[ ''<nowiki>kutipan diperlukan</nowiki>'' ]</sup> Sejumlah pondok tepek bertahan dari pertengahan abad ke-19 di Selandia Baru. | Banyak bangunan tepek tua dapat ditemukan di [[Afrika]], Timur Tengah, dan Amerika Serikat bagian barat daya seperti [[Taos Pueblo]]. <sup class="noprint Inline-Template Template-Fact" style="white-space:nowrap;">[ ''<nowiki>kutipan diperlukan</nowiki>'' ]</sup> Sejumlah pondok tepek bertahan dari pertengahan abad ke-19 di Selandia Baru.<ref>Dozens of cob cottages are [http://www.historic.org.nz/TheRegister/RegisterSearch/SearchResults.aspx?s=s&NameOrID=cob listed on the Register] of the New Zealand Historic Places Trust, e.g. [https://www.heritage.org.nz/the-list/details/3101 Ferrymead Cob Cottage]. ''Rarangi Taonga: the Register of Historic Places, Historic Areas, Wahi Tapu and Wahi Tapu Areas''. New Zealand Historic Places Trust Pouhere Taonga.</ref> | ||
Secara tradisional, tepek Inggris dibuat dengan mencampurkan lapisan tanah liat dengan pasir, jerami, dan air menggunakan [[Andeka|lembu]] untuk menginjak-injaknya. Tanah di Inggris mengandung kapur dalam jumlah yang bervariasi, dan tepek yang terbuat dari kapur dalam jumlah banyak disebut ''tepek kapur'' atau ''wychert''. Campuran tanah tersebut kemudian disendokkan ke atas [[Fondasi (arsitektur)|fondasi]] batu dalam bentuk lintasan dan diinjak ke dinding oleh para pekerja dalam proses yang dikenal sebagai ''penepekan''. Konstruksi akan berjalan sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk mengeringkan jalur sebelumnya. Setelah kering, dinding akan dipangkas dan jalur berikutnya dibangun, dengan ambang pintu untuk bukaan selanjutnya seperti pintu dan jendela ditempatkan seiring dengan terbentuknya dinding. | Secara tradisional, tepek Inggris dibuat dengan mencampurkan lapisan tanah liat dengan pasir, jerami, dan air menggunakan [[Andeka|lembu]] untuk menginjak-injaknya. Tanah di Inggris mengandung kapur dalam jumlah yang bervariasi, dan tepek yang terbuat dari kapur dalam jumlah banyak disebut ''tepek kapur'' atau ''wychert''. Campuran tanah tersebut kemudian disendokkan ke atas [[Fondasi (arsitektur)|fondasi]] batu dalam bentuk lintasan dan diinjak ke dinding oleh para pekerja dalam proses yang dikenal sebagai ''penepekan''. Konstruksi akan berjalan sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk mengeringkan jalur sebelumnya. Setelah kering, dinding akan dipangkas dan jalur berikutnya dibangun, dengan ambang pintu untuk bukaan selanjutnya seperti pintu dan jendela ditempatkan seiring dengan terbentuknya dinding.<ref>Clarke Snell. [https://books.google.com/books?id=gGEbRyok6f0C&pg=PA276 Building Green: A Complete How-to Guide to Alternative Building Methods : Earth Plaster, Straw Bale, Cordwood, Cob, Living Roofs]. Sterling Publishing Company, Inc. 2009. hlm. 276–. ISBN 978-1-60059-534-9.</ref> | ||
Dinding rumah tepek umumnya berukuran sekitar tebalnya, dan jendela-jendelanya juga dibuat dalam, memberikan tampilan internal yang khas pada rumah tersebut. Dinding tebal memberikan massa termal yang sangat baik sehingga mudah untuk tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Dinding dengan nilai massa termal yang tinggi berfungsi sebagai penyangga termal di dalam rumah. Bahan ini memiliki masa pakai yang panjang bahkan di iklim hujan atau lembap, asalkan terdapat pondasi yang tinggi dan atap yang menjorok ke atas. | Dinding rumah tepek umumnya berukuran sekitar tebalnya, dan jendela-jendelanya juga dibuat dalam, memberikan tampilan internal yang khas pada rumah tersebut. Dinding tebal memberikan massa termal yang sangat baik sehingga mudah untuk tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Dinding dengan nilai massa termal yang tinggi berfungsi sebagai penyangga termal di dalam rumah.<ref>Steven Goodhew. [http://gse.cat.org.uk/downloads/Goodhew,_2005.pdf Sustainable earth walls to meet the building regulations]. ''Energy and Buildings''. Elsevier. 2005. Vol. 37 (5). hlm. 1. doi:10.1016/j.enbuild.2004.08.005.</ref> Bahan ini memiliki masa pakai yang panjang bahkan di iklim hujan atau lembap, asalkan terdapat pondasi yang tinggi dan atap yang menjorok ke atas. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tepek&oldid=28497138 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28497138 (2025-11-15T03:49:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.07
Tepek adalah bahan bangunan alami yang terbuat dari lapisan tanah bawah, air, bahan organik berserat (biasanya jerami ), dan terkadang kapur .[1] Kandungan lapisan tanah di bawahnya berbeda-beda, jika tidak mengandung campuran yang tepat, dapat dimodifikasi dengan pasir atau tanah liat. Tepek tahan api, anti rayap, tahan terhadap aktivitas seismik,[2] dan menggunakan material yang murah, meskipun sangat padat karya. Hal ini dapat digunakan untuk menciptakan bentuk seni dan pahatan, dan penggunaannya telah dihidupkan kembali dalam beberapa tahun terakhir oleh gerakan bangunan alami dan keberlanjutan.
Sejarah dan penggunaan
Beberapa bangunan buatan manusia tertua di Afghanistan terdiri dari tanah tumpat .[3] Kriya tepek ( tabya ) digunakan di Maghreb dan al-Andalus pada abad ke-11 dan ke-12, dan dijelaskan secara rinci oleh Ibnu Khaldun pada abad ke-14.[4]
Banyak bangunan tepek tua dapat ditemukan di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Serikat bagian barat daya seperti Taos Pueblo. [ kutipan diperlukan ] Sejumlah pondok tepek bertahan dari pertengahan abad ke-19 di Selandia Baru.[5]
Secara tradisional, tepek Inggris dibuat dengan mencampurkan lapisan tanah liat dengan pasir, jerami, dan air menggunakan lembu untuk menginjak-injaknya. Tanah di Inggris mengandung kapur dalam jumlah yang bervariasi, dan tepek yang terbuat dari kapur dalam jumlah banyak disebut tepek kapur atau wychert. Campuran tanah tersebut kemudian disendokkan ke atas fondasi batu dalam bentuk lintasan dan diinjak ke dinding oleh para pekerja dalam proses yang dikenal sebagai penepekan. Konstruksi akan berjalan sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk mengeringkan jalur sebelumnya. Setelah kering, dinding akan dipangkas dan jalur berikutnya dibangun, dengan ambang pintu untuk bukaan selanjutnya seperti pintu dan jendela ditempatkan seiring dengan terbentuknya dinding.[6]
Dinding rumah tepek umumnya berukuran sekitar tebalnya, dan jendela-jendelanya juga dibuat dalam, memberikan tampilan internal yang khas pada rumah tersebut. Dinding tebal memberikan massa termal yang sangat baik sehingga mudah untuk tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Dinding dengan nilai massa termal yang tinggi berfungsi sebagai penyangga termal di dalam rumah.[7] Bahan ini memiliki masa pakai yang panjang bahkan di iklim hujan atau lembap, asalkan terdapat pondasi yang tinggi dan atap yang menjorok ke atas.
Referensi
- ↑ Wright, Joseph. "COB(B, sb3. 1.", The English Dialect Dictionary, Being the Complete Vocabulary of All Dialect Words Still in Use, or Known to Have Been in Use during the Last Two Hundred Years. London: H. Frowde;, 1898. 676-677. Print.
- ↑ Cecelia Goodnow. Thinking of building a cob home?. Seattle Post-Intelligencer. October 5, 2007.
- ↑ Patricia McArdle. Afghanistan's Last Locavores. The New York Times. June 19, 2011.
- ↑ Donald Routledge Hill. Encyclopedia of the history of Arabic science. 1996. Vol. 3. hlm. 766. ISBN 0-415-02063-8.
- ↑ Dozens of cob cottages are listed on the Register of the New Zealand Historic Places Trust, e.g. Ferrymead Cob Cottage. Rarangi Taonga: the Register of Historic Places, Historic Areas, Wahi Tapu and Wahi Tapu Areas. New Zealand Historic Places Trust Pouhere Taonga.
- ↑ Clarke Snell. Building Green: A Complete How-to Guide to Alternative Building Methods : Earth Plaster, Straw Bale, Cordwood, Cob, Living Roofs. Sterling Publishing Company, Inc. 2009. hlm. 276–. ISBN 978-1-60059-534-9.
- ↑ Steven Goodhew. Sustainable earth walls to meet the building regulations. Energy and Buildings. Elsevier. 2005. Vol. 37 (5). hlm. 1. doi:10.1016/j.enbuild.2004.08.005.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28497138 (2025-11-15T03:49:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.