Lompat ke isi

Kayu lapis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28479140; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kayu lapis''' () atau sering disebut '''tripleks''' () adalah sejenis [[papan pabrikan]] yang terdiri dari lapisan kayu ([[venir kayu]]) yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.
[[File:Spruce_plywood.JPG|thumb|right|280px|Spruce plywood]]


Lembaran kayu yang tipis (biasa disebut ''veneer'' atau venir) direkatkan bersama dengan arah serat atau urat kayu (''grain'') yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan (90°) antar lapisan yang berdekatan. Lapisan-lapisan ini umumnya ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (''warping'') dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi. Saat ini kayu lapis tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.
'''Kayu lapis''' () atau sering disebut '''tripleks''' () adalah sejenis [[papan pabrikan]] yang terdiri dari lapisan kayu ([[venir kayu]]) yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref>
 
Lembaran kayu yang tipis (biasa disebut ''veneer'' atau venir) direkatkan bersama dengan arah serat atau urat kayu (''grain'') yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan (90°) antar lapisan yang berdekatan. Lapisan-lapisan ini umumnya ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (''warping'') dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi.<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref> Saat ini kayu lapis tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8&nbsp;mm hingga 25&nbsp;mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.


== Teknik pembuatan ==
== Teknik pembuatan ==
Teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke-17, tetapi baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan [[peti teh]]. Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut ''three-ply'', atau tripleks di Indonesia.
Teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke-17, tetapi baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan [[peti teh]].<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref> Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut ''three-ply'', atau tripleks di Indonesia.


Lapisan atau venir yang mengkomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis, bila tidak maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan [[adhesi]]f perekatnya kalah kuat dibanding beban kayu venir. Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan venir, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan biasa disebut ''multiply'' (multipleks). Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai ''five-ply''.
Lapisan atau venir yang mengkomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis, bila tidak maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan [[adhesi]]f perekatnya kalah kuat dibanding beban kayu venir. Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan venir, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan biasa disebut ''multiply'' (multipleks). Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai ''five-ply''.


Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut ''central core'', biasanya relatif lebih tebal dibanding venir sebelah luar tetapi dengan [[kepadatan]] yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjad terlalu berat.
Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut ''central core'', biasanya relatif lebih tebal dibanding venir sebelah luar tetapi dengan [[kepadatan]] yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjad terlalu berat.<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref>


Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan venir harus diatur sedemikian rupa sehingga arah urat lapisan venir yang di sebelah bawah tegak lurus dengan arah urat lapisan venir di atasnya untuk menciptakan kayu lapis yang merekat dengan kuat. Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies pohon yang sama.
Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan venir harus diatur sedemikian rupa sehingga arah urat lapisan venir yang di sebelah bawah tegak lurus dengan arah urat lapisan venir di atasnya untuk menciptakan kayu lapis yang merekat dengan kuat.<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref> Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies pohon yang sama.<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref>


== Pemeringkatan dan klasifikasi ==
== Pemeringkatan dan klasifikasi ==
Kayu lapis diberi peringkat berdasarkan venir terluarnya, yakni venir muka (''face veneers'') dan belakang (''back veneers''). Standar pemeringkatan berbeda-beda di setiap [[negara]], dengan dasar pemeringkatan yang berbeda-beda pula, tetapi pada dasarnya pemeringkatan kayu lapis adalah sebagai berikut:
Kayu lapis diberi peringkat berdasarkan venir terluarnya, yakni venir muka (''face veneers'') dan belakang (''back veneers''). Standar pemeringkatan berbeda-beda di setiap [[negara]], dengan dasar pemeringkatan yang berbeda-beda pula, tetapi pada dasarnya pemeringkatan kayu lapis adalah sebagai berikut:<ref>Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.</ref>
 
{| class="wikitable"
|-
! Peringkat !! Keterangan
|-
| A|| Venir di bagian muka dan belakang bebas dari segala cacat
|-
| A/B || Venir di bagian muka bebas dari segala cacat. Bagian belakang memiliki sedikit [[mata kayu]] (''knot'') dan diskolorisasi (perubahan warna)
|-
| A/BB || Bagian muka seperti peringkat A, bagian belakang dapat berupa venir yang disambung (''jointed veneers'') dan memiliki knot besar dan beberapa ''plug'' (penutup knot)
|-
| B || Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/B
|-
| B/BB || Venir di bagian muka memiliki ciri seperti punggung A/B, bagian belakang memiliki ciri seperti sisi belakang A/BB
|-
| BB || Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/BB
|-
| WG || Hanya mendapat jaminan bahwa papan telah direkatkan dengan baik
|-
| X || Papan dengan tingkat cacat yang tinggi
|}


Selain itu kayu lapis juga biasa diklasifikasikan menjadi kelompok atau tipe berdasarkan kekuatan bahan perekat dan kekuatan kayu yang menjadi bahan dasarnya. Pengelompokan ini sangat beragam dan tidak memiliki standar tertentu.
Selain itu kayu lapis juga biasa diklasifikasikan menjadi kelompok atau tipe berdasarkan kekuatan bahan perekat dan kekuatan kayu yang menjadi bahan dasarnya. Pengelompokan ini sangat beragam dan tidak memiliki standar tertentu.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kayu+lapis&oldid=28479140 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479140 (2025-11-14T06:29:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kayu+lapis&oldid=28479140 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479140 (2025-11-14T06:29:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.08

Spruce plywood

Kayu lapis () atau sering disebut tripleks () adalah sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu (venir kayu) yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya digunakan untuk menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.[1]

Lembaran kayu yang tipis (biasa disebut veneer atau venir) direkatkan bersama dengan arah serat atau urat kayu (grain) yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan (90°) antar lapisan yang berdekatan. Lapisan-lapisan ini umumnya ditumpuk dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya pembelokan (warping) dan menciptakan konstruksi yang seimbang. Lapisan dalam jumlah genap akan menghasilkan papan yang tidak stabil dan mudah terdistorsi.[2] Saat ini kayu lapis tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 0,8 mm hingga 25 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.

Teknik pembuatan

Teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke-17, tetapi baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh.[3] Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut three-ply, atau tripleks di Indonesia.

Lapisan atau venir yang mengkomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis, bila tidak maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan adhesif perekatnya kalah kuat dibanding beban kayu venir. Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan venir, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan biasa disebut multiply (multipleks). Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai five-ply.

Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut central core, biasanya relatif lebih tebal dibanding venir sebelah luar tetapi dengan kepadatan yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjad terlalu berat.[4]

Penyusunan urat kayu (grain) pada setiap lapisan venir harus diatur sedemikian rupa sehingga arah urat lapisan venir yang di sebelah bawah tegak lurus dengan arah urat lapisan venir di atasnya untuk menciptakan kayu lapis yang merekat dengan kuat.[5] Untuk mempermudah pengaturan urat tersebut, biasanya kayu yang menjadi bahan dasar kayu lapis terbuat dari spesies pohon yang sama.[6]

Pemeringkatan dan klasifikasi

Kayu lapis diberi peringkat berdasarkan venir terluarnya, yakni venir muka (face veneers) dan belakang (back veneers). Standar pemeringkatan berbeda-beda di setiap negara, dengan dasar pemeringkatan yang berbeda-beda pula, tetapi pada dasarnya pemeringkatan kayu lapis adalah sebagai berikut:[7]

Peringkat Keterangan
A Venir di bagian muka dan belakang bebas dari segala cacat
A/B Venir di bagian muka bebas dari segala cacat. Bagian belakang memiliki sedikit mata kayu (knot) dan diskolorisasi (perubahan warna)
A/BB Bagian muka seperti peringkat A, bagian belakang dapat berupa venir yang disambung (jointed veneers) dan memiliki knot besar dan beberapa plug (penutup knot)
B Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/B
B/BB Venir di bagian muka memiliki ciri seperti punggung A/B, bagian belakang memiliki ciri seperti sisi belakang A/BB
BB Baik venir di bagian muka maupun bagian belakang memiliki ciri seperti bagian belakang peringkat A/BB
WG Hanya mendapat jaminan bahwa papan telah direkatkan dengan baik
X Papan dengan tingkat cacat yang tinggi

Selain itu kayu lapis juga biasa diklasifikasikan menjadi kelompok atau tipe berdasarkan kekuatan bahan perekat dan kekuatan kayu yang menjadi bahan dasarnya. Pengelompokan ini sangat beragam dan tidak memiliki standar tertentu.

Referensi

  1. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  2. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  3. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  4. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  5. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  6. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.
  7. Joyce, Ernes. 1970. "The Technique of Furniture Making". London: B.T. Batsford Limited.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28479140 (2025-11-14T06:29:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.