Dehidrogenasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29085197; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Dehidrogenasi''' adalah reaksi kimia yang melibatkan penghilangan [[hidrogen]] dari molekul organik. Ini adalah kebalikan dari [[hidrogenasi]]. Dehidrogenasi merupakan reaksi penting karena mengubah [[alkana]], yang relatif inert dan bernilai rendah, menjadi [[olefin]], yang reaktif dan lebih berharga. Alkena adalah prekursor untuk [[aldehida]], [[alkohol]], [[polimer]], dan [[aromatik]]. Proses dehidrogenasi digunakan secara ekstensif untuk menghasilkan aromatik dan [[stirena]] di industri [[petrokimia]]. Proses seperti itu sangat [[endotermik]] sehingga membutuhkan suhu minimal 500 °C. Dehidrogenasi juga mengubah [[lemak jenuh]] menjadi [[lemak tak jenuh]]. [[Enzim]] yang mengkatalisis dehidrogenasi disebut [[dehidrogenase]]. | '''Dehidrogenasi''' adalah reaksi kimia yang melibatkan penghilangan [[hidrogen]] dari molekul organik. Ini adalah kebalikan dari [[hidrogenasi]]. Dehidrogenasi merupakan reaksi penting karena mengubah [[alkana]], yang relatif inert dan bernilai rendah, menjadi [[olefin]], yang reaktif dan lebih berharga. Alkena adalah prekursor untuk [[aldehida]], [[alkohol]], [[polimer]], dan [[aromatik]].<ref>Harold A. Wittcoff. [http://onlinelibrary.wiley.com/book/10.1002/0471651540 Industrial Organic Chemicals]. Wiley Online Library. doi:10.1002/0471651540.</ref> Proses dehidrogenasi digunakan secara ekstensif untuk menghasilkan aromatik dan [[stirena]] di industri [[petrokimia]]. Proses seperti itu sangat [[endotermik]] sehingga membutuhkan suhu minimal 500 °C.<ref>Harold A. Wittcoff. [http://onlinelibrary.wiley.com/book/10.1002/0471651540 Industrial Organic Chemicals]. Wiley Online Library. doi:10.1002/0471651540.</ref><ref>Philip J. Chenier. [http://www.springer.com/us/book/9780306472466 Survey of Industrial Chemistry]. Springer. ISBN 9780471651543.</ref> Dehidrogenasi juga mengubah [[lemak jenuh]] menjadi [[lemak tak jenuh]]. [[Enzim]] yang mengkatalisis dehidrogenasi disebut [[dehidrogenase]].<ref>Sybil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> | ||
== Klasifikasi reaksi == | == Klasifikasi reaksi == | ||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
Salah satu reaksi dehidrogenasi skala terbesar adalah produksi [[stirena]] melalui dehidrogenasi [[etilbenzena]]. Katalis dehidrogenasi tipikal berbasis [[besi(III) oksida]], menggunakan beberapa persen [[kalium oksida]] atau [[kalium karbonat]]. | Salah satu reaksi dehidrogenasi skala terbesar adalah produksi [[stirena]] melalui dehidrogenasi [[etilbenzena]]. Katalis dehidrogenasi tipikal berbasis [[besi(III) oksida]], menggunakan beberapa persen [[kalium oksida]] atau [[kalium karbonat]].<ref>Denis H. James William M. Castor, “Styrene” in ''Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry'', Wiley-VCH, Weinheim, 2005.</ref> | ||
:<chem>C6H5CH2CH3 -> C6H5CH=CH2 + H2</chem> | :<chem>C6H5CH2CH3 -> C6H5CH=CH2 + H2</chem> | ||
[[Formaldehida]] diproduksi secara industri melalui oksidasi katalitik [[metanol]], yang juga dapat dipandang sebagai dehidrogenasi dengan menggunakan O<sub>2</sub> sebagai akseptor. Katalis yang paling umum adalah logam [[perak]] atau campuran [[oksida]] [[besi oksida|besi]] dan [[molibdenum trioksida|molibdenum]] atau [[vanadium pentoksida|vanadium]]. Dalam [[proses formoks]] yang biasa digunakan, metanol dan oksigen bereaksi pada kira-kira 250–400 °C dengan adanya oksida besi dalam kombinasi dengan molibdenum dan/atau vanadium untuk menghasilkan formaldehida sesuai dengan [[persamaan kimia]]: | [[Formaldehida]] diproduksi secara industri melalui oksidasi katalitik [[metanol]], yang juga dapat dipandang sebagai dehidrogenasi dengan menggunakan O<sub>2</sub> sebagai akseptor. Katalis yang paling umum adalah logam [[perak]] atau campuran [[oksida]] [[besi oksida|besi]] dan [[molibdenum trioksida|molibdenum]] atau [[vanadium pentoksida|vanadium]]. Dalam [[proses formoks]] yang biasa digunakan, metanol dan oksigen bereaksi pada kira-kira 250–400 °C dengan adanya oksida besi dalam kombinasi dengan molibdenum dan/atau vanadium untuk menghasilkan formaldehida sesuai dengan [[persamaan kimia]]:<ref>Günther Reuss, Walter Disteldorf, Armin Otto Gamer, Albrecht Hilt “Formaldehyde” in ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry'', 2002, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> | ||
:<chem>2CH3OH + O2 -> 2CH2O + 2H2O</chem> | :<chem>2CH3OH + O2 -> 2CH2O + 2H2O</chem> | ||
Pentingnya dehidrogenasi katalitik hidrokarbon parafin menjadi olefin telah berkembang dengan mantap dalam beberapa tahun terakhir. Olefin ringan, seperti butena, adalah bahan baku penting untuk sintesis polimer, aditif bensin dan berbagai produk petrokimia lainnya. Proses perengkahan terutama perengkahan katalitik cairan dan perengkah uap menghasilkan mono-olefin berkemurnian tinggi, seperti 1-butena atau butadiena. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut difokuskan pada pengembangan alternatif seperti dehidrogenasi oksidatif (ODH) untuk dua alasan: (1) reaksi yang tidak diinginkan yang terjadi pada suhu tinggi yang menyebabkan penonaktifan katalis, yang membuat regenerasi katalis yang sering tidak dapat dihindari, dan (2) konsumsi sejumlah besar panas dan membutuhkan suhu reaksi yang tinggi. Dehidrogenasi oksidatif (ODH) ''n''-butana adalah alternatif untuk dehidrogenasi klasik, proses perengkahan uap dan perengkahan katalitik cair. | Pentingnya dehidrogenasi katalitik hidrokarbon parafin menjadi olefin telah berkembang dengan mantap dalam beberapa tahun terakhir. Olefin ringan, seperti butena, adalah bahan baku penting untuk sintesis polimer, aditif bensin dan berbagai produk petrokimia lainnya. Proses perengkahan terutama perengkahan katalitik cairan dan perengkah uap menghasilkan mono-olefin berkemurnian tinggi, seperti 1-butena atau butadiena. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut difokuskan pada pengembangan alternatif seperti dehidrogenasi oksidatif (ODH) untuk dua alasan: (1) reaksi yang tidak diinginkan yang terjadi pada suhu tinggi yang menyebabkan penonaktifan katalis, yang membuat regenerasi katalis yang sering tidak dapat dihindari, dan (2) konsumsi sejumlah besar panas dan membutuhkan suhu reaksi yang tinggi. Dehidrogenasi oksidatif (ODH) ''n''-butana adalah alternatif untuk dehidrogenasi klasik, proses perengkahan uap dan perengkahan katalitik cair.<ref>B. P. Ajayi. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0920586112005111 n-Butane dehydrogenation over mono and bimetallic MCM-41 catalysts under oxygen free atmosphere]. ''Catalysis Today''. 2013-04-15. Vol. 204. hlm. 189–196. doi:10.1016/j.cattod.2012.07.013.</ref> | ||
== Katalisis homogen == | == Katalisis homogen == | ||
Meskipun tidak bernilai komersial, dehidrogenasi alkana dapat dipengaruhi oleh [[katalisis homogen]]. Terutama yang aktif untuk reaksi ini adalah [[kompleks pincer]]. | Meskipun tidak bernilai komersial, dehidrogenasi alkana dapat dipengaruhi oleh [[katalisis homogen]]. Terutama yang aktif untuk reaksi ini adalah [[kompleks pincer]].<ref>[http://www.springer.com/us/book/9789048136971 Alkane C-H Activation by Single-Site Metal Catalysis Pedro J. Pérez Springer]. hlm. 1–15.</ref><ref>Michael Findlater. [http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-90-481-3698-8_4 Alkane C-H Activation by Single-Site Metal Catalysis]. Springer Netherlands. 2012-01-01. hlm. 113–141. doi:10.1007/978-90-481-3698-8_4#page-1. ISBN 9789048136971.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
* [[Butena]] | * [[Butena]] | ||
* [[Sikloheksana]] | * [[Sikloheksana]] | ||
* [[Propana]] | * [[Propana]]<ref>[http://www.slideshare.net/intratec/propylene-production-via-propane-dehydrogenation-part-2 Polypropylene Production via Propane Dehydrogenation part 2]. ''Technology Economics Program''. Intratec. Q3 2012. ISBN 978-0615702162.</ref> | ||
* [[Hidrogenasi]] | * [[Hidrogenasi]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 34: | Baris 31: | ||
* [http://www.firstprincipals.com/DeHydrogenation.htm HIGH EFFICIENCY DEHYDROGENATION PROCESS] , ''firstprincipals.com'', (diakses tanggal 2017-07-23) | * [http://www.firstprincipals.com/DeHydrogenation.htm HIGH EFFICIENCY DEHYDROGENATION PROCESS] , ''firstprincipals.com'', (diakses tanggal 2017-07-23) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dehidrogenasi&oldid=29085197 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29085197 (2026-03-29T23:05:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dehidrogenasi&oldid=29085197 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29085197 (2026-03-29T23:05:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.00
Dehidrogenasi adalah reaksi kimia yang melibatkan penghilangan hidrogen dari molekul organik. Ini adalah kebalikan dari hidrogenasi. Dehidrogenasi merupakan reaksi penting karena mengubah alkana, yang relatif inert dan bernilai rendah, menjadi olefin, yang reaktif dan lebih berharga. Alkena adalah prekursor untuk aldehida, alkohol, polimer, dan aromatik.[1] Proses dehidrogenasi digunakan secara ekstensif untuk menghasilkan aromatik dan stirena di industri petrokimia. Proses seperti itu sangat endotermik sehingga membutuhkan suhu minimal 500 °C.[2][3] Dehidrogenasi juga mengubah lemak jenuh menjadi lemak tak jenuh. Enzim yang mengkatalisis dehidrogenasi disebut dehidrogenase.[4]
Klasifikasi reaksi
Berbagai proses dehidrogenasi telah dijelaskan, terutama untuk senyawa senyawa organik:
- Pada aromatisasi tertentu, senyawa alisiklik cincin enam, mis. sikloheksena, dapat diaromatisasi dengan adanya akseptor hidrogenasi. Unsur belerang dan selenium mempercepat proses ini. Pada skala laboratorium, penggunaan kuinona, terutama 2,3-Dikloro-5,6-disiano-1,4-benzokuinona efektif.
- Oksidasi alkohol menjadi keton atau aldehida dapat dipengaruhi oleh katalis logam seperti tembaga kromit. Pads oksidasi Oppenauer, hidrogen dialihkan dari alkohol ke aldehida atau keton untuk menghasilkan oksidasi.
- Dehidrogenasi amina menjadi nitril menggunakan berbagai pereaksi, seperti iodium pentafluorida ().
- Dehidrogenasi parafin dan olefin — parafin seperti n-pentana dan isopentana dapat diubah menjadi pentena dan isopentena menggunakan kromium(III) oksida sebagai katalis pada 500 °C.
Contoh
Salah satu reaksi dehidrogenasi skala terbesar adalah produksi stirena melalui dehidrogenasi etilbenzena. Katalis dehidrogenasi tipikal berbasis besi(III) oksida, menggunakan beberapa persen kalium oksida atau kalium karbonat.[5]
Formaldehida diproduksi secara industri melalui oksidasi katalitik metanol, yang juga dapat dipandang sebagai dehidrogenasi dengan menggunakan O2 sebagai akseptor. Katalis yang paling umum adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum atau vanadium. Dalam proses formoks yang biasa digunakan, metanol dan oksigen bereaksi pada kira-kira 250–400 °C dengan adanya oksida besi dalam kombinasi dengan molibdenum dan/atau vanadium untuk menghasilkan formaldehida sesuai dengan persamaan kimia:[6]
Pentingnya dehidrogenasi katalitik hidrokarbon parafin menjadi olefin telah berkembang dengan mantap dalam beberapa tahun terakhir. Olefin ringan, seperti butena, adalah bahan baku penting untuk sintesis polimer, aditif bensin dan berbagai produk petrokimia lainnya. Proses perengkahan terutama perengkahan katalitik cairan dan perengkah uap menghasilkan mono-olefin berkemurnian tinggi, seperti 1-butena atau butadiena. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut difokuskan pada pengembangan alternatif seperti dehidrogenasi oksidatif (ODH) untuk dua alasan: (1) reaksi yang tidak diinginkan yang terjadi pada suhu tinggi yang menyebabkan penonaktifan katalis, yang membuat regenerasi katalis yang sering tidak dapat dihindari, dan (2) konsumsi sejumlah besar panas dan membutuhkan suhu reaksi yang tinggi. Dehidrogenasi oksidatif (ODH) n-butana adalah alternatif untuk dehidrogenasi klasik, proses perengkahan uap dan perengkahan katalitik cair.[7]
Katalisis homogen
Meskipun tidak bernilai komersial, dehidrogenasi alkana dapat dipengaruhi oleh katalisis homogen. Terutama yang aktif untuk reaksi ini adalah kompleks pincer.[8][9]
Lihat juga
Pranala luar
- Advanced Organic Chemistry, Jerry March, 1162-1173.
- HIGH EFFICIENCY DEHYDROGENATION PROCESS , firstprincipals.com, (diakses tanggal 2017-07-23)
Referensi
- ↑ Harold A. Wittcoff. Industrial Organic Chemicals. Wiley Online Library. doi:10.1002/0471651540.
- ↑ Harold A. Wittcoff. Industrial Organic Chemicals. Wiley Online Library. doi:10.1002/0471651540.
- ↑ Philip J. Chenier. Survey of Industrial Chemistry. Springer. ISBN 9780471651543.
- ↑ Sybil, P Parker. McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. 1984.
- ↑ Denis H. James William M. Castor, “Styrene” in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005.
- ↑ Günther Reuss, Walter Disteldorf, Armin Otto Gamer, Albrecht Hilt “Formaldehyde” in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2002, Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ B. P. Ajayi. n-Butane dehydrogenation over mono and bimetallic MCM-41 catalysts under oxygen free atmosphere. Catalysis Today. 2013-04-15. Vol. 204. hlm. 189–196. doi:10.1016/j.cattod.2012.07.013.
- ↑ Alkane C-H Activation by Single-Site Metal Catalysis Pedro J. Pérez Springer. hlm. 1–15.
- ↑ Michael Findlater. Alkane C-H Activation by Single-Site Metal Catalysis. Springer Netherlands. 2012-01-01. hlm. 113–141. doi:10.1007/978-90-481-3698-8_4#page-1. ISBN 9789048136971.
- ↑ Polypropylene Production via Propane Dehydrogenation part 2. Technology Economics Program. Intratec. Q3 2012. ISBN 978-0615702162.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29085197 (2026-03-29T23:05:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.