Flavona: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29422143; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Flavona''' adalah suatu [[senyawa]] kristalin tidak berwarna yang menjadi bahan dasar pigmen tumbuhan untuk warna [[putih]] atau [[kuning]]. Flavon merupakan molekul dengan berat rendah fitokimia polifenol, berasal dari metabolisme sekunder tanaman dan berperan penting dalam berbagai proses biologi. | [[File:Flavon_num.svg|thumb|right|280px|Flavon num]] | ||
'''Flavona''' adalah suatu [[senyawa]] kristalin tidak berwarna yang menjadi bahan dasar pigmen tumbuhan untuk warna [[putih]] atau [[kuning]]. Flavon merupakan molekul dengan berat rendah fitokimia polifenol, berasal dari metabolisme sekunder tanaman dan berperan penting dalam berbagai proses biologi.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | |||
== Klasifikasi == | == Klasifikasi == | ||
Flavon dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kelas, yaitu: flavonol (quercetin, kaempferol, myricetin, fisetin), flavon (luteolin, apigenin), flavanon (hesperetin, naringenin), glikosida flavonoid (astragalin, rutin), flavonoligan (sibilinin), flavan (katekin, epikatekin), isoflavon (genistein, daidzein), antosianidin (sianidin, delfidin), auron (leptosidin, aureusidin), leukoantosianid (terasasidin), neoflavonoid (koutareagenin, dalbergin), dan kalkon. | Flavon dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kelas, yaitu: flavonol (quercetin, kaempferol, myricetin, fisetin), flavon (luteolin, apigenin), flavanon (hesperetin, naringenin), glikosida flavonoid (astragalin, rutin), flavonoligan (sibilinin), flavan (katekin, epikatekin), isoflavon (genistein, daidzein), antosianidin (sianidin, delfidin), auron (leptosidin, aureusidin), leukoantosianid (terasasidin), neoflavonoid (koutareagenin, dalbergin), dan kalkon.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | ||
Semua kelas flavon merupakan pemeran dalam berbagai kegiatan biologis, dan beberapa diantaranya telah dieksplorasi secara luas. | Semua kelas flavon merupakan pemeran dalam berbagai kegiatan biologis, dan beberapa diantaranya telah dieksplorasi secara luas.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | ||
== Manfaat == | == Manfaat == | ||
Asam fenolat terdapat dalam berbagai makanan, misalnya jamur. Karena sifat bioaktifnya, asam fenolat secara luas dipelajari dan ada bukti perannya dalam pencegahan penyakit. | Asam fenolat terdapat dalam berbagai makanan, misalnya jamur. Karena sifat bioaktifnya, asam fenolat secara luas dipelajari dan ada bukti perannya dalam pencegahan penyakit.<ref>Heleno, S. A.; Martins, A.; Queiroz, M. J. R. P.; Fereeira, I. C. F. R. Bioactivity of Phenolic Acids: Metabolites versus Parent Compounds: A Review. ''Food Chem''. '''2015''', ''173'', 501-513.</ref> | ||
Flavon memiliki aktivitas antioksidan, anti-poliferasi, anti-tumor, anti-mikrob, estrogenik, asetilkolinesterase, anti-inflamasi, dan juga digunakan pada kanker, penyakit jantung, gangguan neurodegeneratif, dan lain-lain. Flavon yang ditemukan juga memiliki efek pada beberapa enzim mamalia seperti protein kinase yang mengatur jalur sinyal sel ganda dan perubahan dalam beberapa seluler jalur sinyal sering ditemukan banyak penyakit. | Flavon memiliki aktivitas antioksidan, anti-poliferasi, anti-tumor, anti-mikrob, estrogenik, asetilkolinesterase, anti-inflamasi, dan juga digunakan pada kanker, penyakit jantung, gangguan neurodegeneratif, dan lain-lain. Flavon yang ditemukan juga memiliki efek pada beberapa enzim mamalia seperti protein kinase yang mengatur jalur sinyal sel ganda dan perubahan dalam beberapa seluler jalur sinyal sering ditemukan banyak penyakit.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | ||
== Penelitian == | == Penelitian == | ||
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa flavon adalah senyawa dengan bioaktivitas yang luas. Misalnya, [[luteolin]] dan [[apigenin]] telah diteliti memiliki aktivitas anti-kanker dan antimutagenik in vitro dan in vivo. Luteolin memiliki efek vasodilatasi pada dada aorta tikus, dan apigenin yang juga memiliki efek vasodilatasi dapat menekan pertumbuhan tumor kulit. | Banyak penelitian telah membuktikan bahwa flavon adalah senyawa dengan bioaktivitas yang luas. Misalnya, [[luteolin]] dan [[apigenin]] telah diteliti memiliki aktivitas anti-kanker dan antimutagenik in vitro dan in vivo. Luteolin memiliki efek vasodilatasi pada dada aorta tikus, dan apigenin yang juga memiliki efek vasodilatasi dapat menekan pertumbuhan tumor kulit.<ref>Materska, M. Flavone C-Glycosides from Capsicum Annum L.: Relantionships between Antioxidant Activity an Lipophilicity. ''Eur. Food Res. Technol.'' '''2014'''.</ref> | ||
Flavon telah menjadi jangkar yang sangat diperlukan untuk pengembangan agen terapi baru. Mayoritas penyakit metabolik yang berspekulasi berasal dari stres oksidatiff dan karena itu signifikan bahwa studi terbaru menunjukan efek positif dari flavon pada penyakit yang berhubungan dengan oksidatif stres. | Flavon telah menjadi jangkar yang sangat diperlukan untuk pengembangan agen terapi baru. Mayoritas penyakit metabolik yang berspekulasi berasal dari stres oksidatiff dan karena itu signifikan bahwa studi terbaru menunjukan efek positif dari flavon pada penyakit yang berhubungan dengan oksidatif stres.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | ||
Karena berbagai aktivitas biologis flavon, hubungan struktur aktivitas telah menghasilkan berbagai senyawa baru kimia obat. Perkembangan terhadap senyawa turunan flavon pada penyakit beragam dalam rentang waktu yang sangat singkat membuktikan besarnya untuk penelitian kimia obat. | Karena berbagai aktivitas biologis flavon, hubungan struktur aktivitas telah menghasilkan berbagai senyawa baru kimia obat. Perkembangan terhadap senyawa turunan flavon pada penyakit beragam dalam rentang waktu yang sangat singkat membuktikan besarnya untuk penelitian kimia obat.<ref>Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. ''Eur. J. Med. Chem.'' '''2014''', 84, 206-239.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flavona&oldid=29422143 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29422143 (2026-07-05T12:55:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.03
Flavona adalah suatu senyawa kristalin tidak berwarna yang menjadi bahan dasar pigmen tumbuhan untuk warna putih atau kuning. Flavon merupakan molekul dengan berat rendah fitokimia polifenol, berasal dari metabolisme sekunder tanaman dan berperan penting dalam berbagai proses biologi.[1]
Klasifikasi
Flavon dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kelas, yaitu: flavonol (quercetin, kaempferol, myricetin, fisetin), flavon (luteolin, apigenin), flavanon (hesperetin, naringenin), glikosida flavonoid (astragalin, rutin), flavonoligan (sibilinin), flavan (katekin, epikatekin), isoflavon (genistein, daidzein), antosianidin (sianidin, delfidin), auron (leptosidin, aureusidin), leukoantosianid (terasasidin), neoflavonoid (koutareagenin, dalbergin), dan kalkon.[2]
Semua kelas flavon merupakan pemeran dalam berbagai kegiatan biologis, dan beberapa diantaranya telah dieksplorasi secara luas.[3]
Manfaat
Asam fenolat terdapat dalam berbagai makanan, misalnya jamur. Karena sifat bioaktifnya, asam fenolat secara luas dipelajari dan ada bukti perannya dalam pencegahan penyakit.[4]
Flavon memiliki aktivitas antioksidan, anti-poliferasi, anti-tumor, anti-mikrob, estrogenik, asetilkolinesterase, anti-inflamasi, dan juga digunakan pada kanker, penyakit jantung, gangguan neurodegeneratif, dan lain-lain. Flavon yang ditemukan juga memiliki efek pada beberapa enzim mamalia seperti protein kinase yang mengatur jalur sinyal sel ganda dan perubahan dalam beberapa seluler jalur sinyal sering ditemukan banyak penyakit.[5]
Penelitian
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa flavon adalah senyawa dengan bioaktivitas yang luas. Misalnya, luteolin dan apigenin telah diteliti memiliki aktivitas anti-kanker dan antimutagenik in vitro dan in vivo. Luteolin memiliki efek vasodilatasi pada dada aorta tikus, dan apigenin yang juga memiliki efek vasodilatasi dapat menekan pertumbuhan tumor kulit.[6]
Flavon telah menjadi jangkar yang sangat diperlukan untuk pengembangan agen terapi baru. Mayoritas penyakit metabolik yang berspekulasi berasal dari stres oksidatiff dan karena itu signifikan bahwa studi terbaru menunjukan efek positif dari flavon pada penyakit yang berhubungan dengan oksidatif stres.[7]
Karena berbagai aktivitas biologis flavon, hubungan struktur aktivitas telah menghasilkan berbagai senyawa baru kimia obat. Perkembangan terhadap senyawa turunan flavon pada penyakit beragam dalam rentang waktu yang sangat singkat membuktikan besarnya untuk penelitian kimia obat.[8]
Referensi
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
- ↑ Heleno, S. A.; Martins, A.; Queiroz, M. J. R. P.; Fereeira, I. C. F. R. Bioactivity of Phenolic Acids: Metabolites versus Parent Compounds: A Review. Food Chem. 2015, 173, 501-513.
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
- ↑ Materska, M. Flavone C-Glycosides from Capsicum Annum L.: Relantionships between Antioxidant Activity an Lipophilicity. Eur. Food Res. Technol. 2014.
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
- ↑ Singh, M.; Kaur, M.; Silakari, O. Flavones: An Important Scaffold for Medicinal Chemistry. Eur. J. Med. Chem. 2014, 84, 206-239.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29422143 (2026-07-05T12:55:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.