Lompat ke isi

Amalgam (kedokteran gigi): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27836705; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''[[Amalgam (kimia)|Amalgam]]''' adalah campuran dari dua atau beberapa [[logam]] yang salah satunya adalah merkuri atau [[air raksa]].
[[File:Filling.jpg|thumb|right|280px|Amalgam yang digunakan sebagai penambal gigi]]
Amalgam dapat berbentuk padat maupun cair tergantung jumlah air raksa yang digunakan.
 
Amalgam umumnya digunakan untuk menambal [[gigi]] yang berlubang. Bagian gigi yang rusak dihilangkan oleh [[dokter gigi]] dengan cara di[[bor]] dan kemudian ditambal dengan amalgam. Selain itu amalgam juga digunakan sebagai pelapis cermin. [[Perak]], [[timah putih]], [[seng]], dan [[emas]] merupakan jenis logam yang biasa digunakan sebagai amalgam.
'''[[Amalgam (kimia)|Amalgam]]''' adalah campuran dari dua atau beberapa [[logam]] yang salah satunya adalah merkuri atau [[air raksa]].<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref>
Penggunaan amalgam sebagai material untuk menambal gigi telah digunakan sejak awal abad ke-20. Sebelum penggunaan amalgam material yang digunakan adalah emas, tetapi pemasangan lembaran emas cukup sulit dan menghabiskan waktu serta biaya yang mahal. Amalgam memiliki kelebihan dibanding lembaran emas karena masa pemakaian yang lebih lama, pemasangan yang cukup mudah, serta tidak mahal.
Amalgam dapat berbentuk padat maupun cair tergantung jumlah air raksa yang digunakan.<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref>
Amalgam yang dipasangkan pada gigi dapat melepaskan kandungan merkuri dalam jumlah kecil ketika proses mengunyah. Proses pengolahan amalgam dengan bahan baku merkuri dapat menghasilkan limbah yang dapat mengganggu lingkungan.
Amalgam umumnya digunakan untuk menambal [[gigi]] yang berlubang.<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref> Bagian gigi yang rusak dihilangkan oleh [[dokter gigi]] dengan cara di[[bor]] dan kemudian ditambal dengan amalgam.<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref> Selain itu amalgam juga digunakan sebagai pelapis cermin.<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref> [[Perak]], [[timah putih]], [[seng]], dan [[emas]] merupakan jenis logam yang biasa digunakan sebagai amalgam.<ref>''Ensiklopedi Keluarga A-Z''. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.</ref>
Penggunaan amalgam sebagai material untuk menambal gigi telah digunakan sejak awal abad ke-20.<ref>Jack L. Ferracane. [http://books.google.co.id/books?id=L1Nv_hffJl8C&printsec=frontcover&source=gbs_ge_summary_r&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Materials in Dentistry: Principles and Applications]. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.</ref> Sebelum penggunaan amalgam material yang digunakan adalah emas, tetapi pemasangan lembaran emas cukup sulit dan menghabiskan waktu serta biaya yang mahal.<ref>Jack L. Ferracane. [http://books.google.co.id/books?id=L1Nv_hffJl8C&printsec=frontcover&source=gbs_ge_summary_r&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Materials in Dentistry: Principles and Applications]. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.</ref> Amalgam memiliki kelebihan dibanding lembaran emas karena masa pemakaian yang lebih lama, pemasangan yang cukup mudah, serta tidak mahal.<ref>Jack L. Ferracane. [http://books.google.co.id/books?id=L1Nv_hffJl8C&printsec=frontcover&source=gbs_ge_summary_r&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Materials in Dentistry: Principles and Applications]. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.</ref>
Amalgam yang dipasangkan pada gigi dapat melepaskan kandungan merkuri dalam jumlah kecil ketika proses mengunyah.<ref>[http://www.epa.gov/hg/dentalamalgam.html Mercury in Dental Amalgam]. U.S. Environmental Protection Agency.</ref> Proses pengolahan amalgam dengan bahan baku merkuri dapat menghasilkan limbah yang dapat mengganggu lingkungan.<ref>[http://www.epa.gov/hg/dentalamalgam.html Mercury in Dental Amalgam]. U.S. Environmental Protection Agency.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amalgam+%28kedokteran+gigi%29&oldid=27836705 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27836705 (2025-09-18T00:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amalgam+%28kedokteran+gigi%29&oldid=27836705 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27836705 (2025-09-18T00:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.05

Amalgam yang digunakan sebagai penambal gigi

Amalgam adalah campuran dari dua atau beberapa logam yang salah satunya adalah merkuri atau air raksa.[1] Amalgam dapat berbentuk padat maupun cair tergantung jumlah air raksa yang digunakan.[2] Amalgam umumnya digunakan untuk menambal gigi yang berlubang.[3] Bagian gigi yang rusak dihilangkan oleh dokter gigi dengan cara dibor dan kemudian ditambal dengan amalgam.[4] Selain itu amalgam juga digunakan sebagai pelapis cermin.[5] Perak, timah putih, seng, dan emas merupakan jenis logam yang biasa digunakan sebagai amalgam.[6] Penggunaan amalgam sebagai material untuk menambal gigi telah digunakan sejak awal abad ke-20.[7] Sebelum penggunaan amalgam material yang digunakan adalah emas, tetapi pemasangan lembaran emas cukup sulit dan menghabiskan waktu serta biaya yang mahal.[8] Amalgam memiliki kelebihan dibanding lembaran emas karena masa pemakaian yang lebih lama, pemasangan yang cukup mudah, serta tidak mahal.[9] Amalgam yang dipasangkan pada gigi dapat melepaskan kandungan merkuri dalam jumlah kecil ketika proses mengunyah.[10] Proses pengolahan amalgam dengan bahan baku merkuri dapat menghasilkan limbah yang dapat mengganggu lingkungan.[11]

Referensi

  1. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  2. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  3. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  4. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  5. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  6. Ensiklopedi Keluarga A-Z. PT Cipta Mitra Sanadi. 1991.
  7. Jack L. Ferracane. Materials in Dentistry: Principles and Applications. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.
  8. Jack L. Ferracane. Materials in Dentistry: Principles and Applications. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.
  9. Jack L. Ferracane. Materials in Dentistry: Principles and Applications. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. ISBN 0-7817-2733-2.
  10. Mercury in Dental Amalgam. U.S. Environmental Protection Agency.
  11. Mercury in Dental Amalgam. U.S. Environmental Protection Agency.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27836705 (2025-09-18T00:45:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.