Lompat ke isi

Rijang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28070951; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Rijang''' atau '''batu api''' ([[Bahasa Inggris]]: ''flint'', ''flintstone'') adalah [[batuan endapan]] [[silikat]] [[kriptokristalin]] dengan permukaan licin. Disebut "batu api" karena jika diadu dengan [[baja]] atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.
[[File:Flint.jpg|thumb|right|280px|Sebuah nodul rijang berukuran 3,8 cm]]
 
'''Rijang''' atau '''batu api'''<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rijang&oldid=28070951 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> ([[Bahasa Inggris]]: ''flint'', ''flintstone'') adalah [[batuan endapan]] [[silikat]] [[kriptokristalin]] dengan permukaan licin. Disebut "batu api" karena jika diadu dengan [[baja]] atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.


Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk [[nodul]] pada batuan endapan seperti [[kapur]] atau [[gamping]]. Sejak [[Zaman Batu]], rijang banyak dipergunakan untuk membuat [[senjata]] dan [[peralatan]] seperti [[pedang]], mata anak panah, [[pisau]], [[kapak]], dll.
Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk [[nodul]] pada batuan endapan seperti [[kapur]] atau [[gamping]]. Sejak [[Zaman Batu]], rijang banyak dipergunakan untuk membuat [[senjata]] dan [[peralatan]] seperti [[pedang]], mata anak panah, [[pisau]], [[kapak]], dll.


Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tetapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses [[diagenesis]]. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa [[gelatin]] yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh [[mollusca|moluska]], yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.
Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tetapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses [[diagenesis]]. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa [[gelatin]] yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh [[mollusca|moluska]], yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  [http://www.theaaca.com/Learning_Center/flintvs.htm Flint vs Chert Authentic Artefacts Collectors Assn.]  
 
*  [http://www.theaaca.com/Learning_Center/flintvs.htm Flint vs Chert Authentic Artefacts Collectors Assn.]
*  [http://www.science.uwaterloo.ca/earth/waton/f9811.html General quartz & silica ref.]
*  [http://www.science.uwaterloo.ca/earth/waton/f9811.html General quartz & silica ref.]
*  [http://www.flintsource.net/ Flintsource.net European Artefacts - detailed site]
*  [http://www.flintsource.net/ Flintsource.net European Artefacts - detailed site]
*  [http://www.wildwoodsurvival.com/survival/fire/flintandsteel/RBclarifications.html Flint and steel clarifications]
*  [http://www.wildwoodsurvival.com/survival/fire/flintandsteel/RBclarifications.html Flint and steel clarifications]


flint forever
flint forever


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rijang&oldid=28070951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28070951 (2025-10-17T14:30:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rijang&oldid=28070951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28070951 (2025-10-17T14:30:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.05

Berkas:Flint.jpg
Sebuah nodul rijang berukuran 3,8 cm

Rijang atau batu api[1] (Bahasa Inggris: flint, flintstone) adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin. Disebut "batu api" karena jika diadu dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.

Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping. Sejak Zaman Batu, rijang banyak dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang, mata anak panah, pisau, kapak, dll.

Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tetapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses diagenesis. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh moluska, yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.

Pranala luar

flint forever

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28070951 (2025-10-17T14:30:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.