Anggaran: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27978115; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Anggaran''' merupakan sejumlah [[uang]] yang dihabiskan dalam [[periode]] tertentu untuk melaksanakan suatu [[program]]. Tidak ada satu [[perusahaan]] pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan. | [[File:Grafik_anggaran.JPG|thumb|right|280px|Grafik anggaran]] | ||
'''Anggaran''' merupakan sejumlah [[uang]] yang dihabiskan dalam [[periode]] tertentu untuk melaksanakan suatu [[program]].<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.flatworldknowledge.com/node/28497 Metode Penganggaran] . Diakses 13 Mei 2010.</ref> Tidak ada satu [[perusahaan]] pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | |||
== Proses penyusunan anggaran == | == Proses penyusunan anggaran == | ||
Secara garis besar, proses penyusunan anggaran terbagi menjadi dua, yakni dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. | Secara garis besar, proses penyusunan anggaran terbagi menjadi dua, yakni dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.businessknowledgesource.com/finance/a_comparison_of_topdown_to_bottomup_budgeting_024713.html ''Perbandingan Anggaran Top-down dan Bottom-Up'']. Diakses 13 Mei 2010.</ref> | ||
=== Dari atas ke bawah === | === Dari atas ke bawah === | ||
Merupakan proses [[penyusunan]] anggaran tanpa penentuan [[tujuan]] sebelumnya dan tidak berlandaskan [[teori]] yang jelas. Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah [[uang]] dari pihak atasan kepada para [[karyawan]]nya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program. Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah: | Merupakan proses [[penyusunan]] anggaran tanpa penentuan [[tujuan]] sebelumnya dan tidak berlandaskan [[teori]] yang jelas.<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.dummies.com/how-to/content/choosing-a-budget-method.html Memilih Metode Anggaran]. Diakses 13 Mei 2010.</ref> Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah [[uang]] dari pihak atasan kepada para [[karyawan]]nya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program.<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.dummies.com/how-to/content/choosing-a-budget-method.html Memilih Metode Anggaran]. Diakses 13 Mei 2010.</ref> Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah: | ||
# Metode kemampuan adalah metode di mana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan [[produksi]] tanpa mepertimbangkan [[efek]] pengeluaran tersebut. | # Metode kemampuan adalah metode di mana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan [[produksi]] tanpa mepertimbangkan [[efek]] pengeluaran tersebut.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# Metode pembagian semena-mena merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari [[metode]] sebelumnya. Metode ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak membuat [[konsep]] pen[[distribusi]]an anggaran dengan baik. | # Metode pembagian semena-mena merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari [[metode]] sebelumnya.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Metode ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak membuat [[konsep]] pen[[distribusi]]an anggaran dengan baik.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# Metode persentase penjualan menggambarkan efek yang terjadi antara [[kegiatan]] [[iklan]] dan [[promosi]] yang dilakukan dengan [[persentase]] peningkatan [[penjualan]] di [[lapangan]]. Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu persentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan. | # Metode persentase penjualan menggambarkan efek yang terjadi antara [[kegiatan]] [[iklan]] dan [[promosi]] yang dilakukan dengan [[persentase]] peningkatan [[penjualan]] di [[lapangan]].<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu persentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya. Tiap perusahaan akan berusaha untuk melakukan [[promosi]] yang lebih baik dari para pesaingnya dengan tujuan untuk menguasai [[pangsa pasar]]. | # Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Tiap perusahaan akan berusaha untuk melakukan [[promosi]] yang lebih baik dari para pesaingnya dengan tujuan untuk menguasai [[pangsa pasar]].<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# [[Pengembalian investasi]] merupakan pengembalian [[keuntungan]] yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah [[uang]] yang telah dikeluarkan untuk iklan dan [[aktivitas]] promosi lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman [[modal]] dengan [[harapan]] akan adanya pengembalian modal suatu hari. | # [[Pengembalian investasi]] merupakan pengembalian [[keuntungan]] yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah [[uang]] yang telah dikeluarkan untuk iklan dan [[aktivitas]] promosi lainnya.<ref>Peppers, Don dan Rogers, Martha. 2005. ''Return on Customer: Creating Maximum Value for Your Scarcest Resource.'' Doubleday/Currency. Page 20-30.</ref> Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman [[modal]] dengan [[harapan]] akan adanya pengembalian modal suatu hari.<ref>Peppers, Don dan Rogers, Martha. 2005. ''Return on Customer: Creating Maximum Value for Your Scarcest Resource.'' Doubleday/Currency. Page 20-30.</ref> | ||
=== Dari bawah ke atas === | === Dari bawah ke atas === | ||
Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun. Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakan [[komunikasi strategis]] antara tujuan dengan anggaran. Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni: | Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun.<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.googobits.com/articles/p0-690-building-a-small-business-budget-from-the-bottom-up.html ''Membangun Bisnis Kecil dengan Anggaran Bottom-Up.''] . Diakses 13 Mei 2010.</ref> Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakan [[komunikasi strategis]] antara tujuan dengan anggaran.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni:<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# Metode tujuan dan tugas dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan. Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan [[tugas]] yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut. | # Metode tujuan dan tugas dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan [[tugas]] yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.googobits.com/articles/p0-690-building-a-small-business-budget-from-the-bottom-up.html ''Membangun Bisnis Kecil dengan Anggaran Bottom-Up.''] . Diakses 13 Mei 2010.</ref> | ||
# Metode pengembalian [[berkala]] menggunakan [[prinsip]] [[investasi]] di mana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu. Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami [[rugi]] dikarenakan biaya promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari [[hasil]] penjualan. Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai [[titik impas]] antara biaya [[promosi]] dengan keuntungan yang diterima. Setelah memasuki tahun ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan. Strategi ini hasilnya dirasakan dalam jangka [[panjang]]. | # Metode pengembalian [[berkala]] menggunakan [[prinsip]] [[investasi]] di mana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami [[rugi]] dikarenakan biaya promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari [[hasil]] penjualan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai [[titik impas]] antara biaya [[promosi]] dengan keuntungan yang diterima.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Setelah memasuki tahun ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Strategi ini hasilnya dirasakan dalam jangka [[panjang]].<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
# Metode perhitungan kuantitatif menggunakan sistem perhitungan [[statistik]] dengan mengolah [[data]] yang dimasukkan dalam [[komputer]] dengan teknik analisis regresi berganda. Metode ini jarang digunakan karena [[kompleks]] dalam pemakaiannya. | # Metode perhitungan kuantitatif menggunakan sistem perhitungan [[statistik]] dengan mengolah [[data]] yang dimasukkan dalam [[komputer]] dengan teknik analisis regresi berganda.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Metode ini jarang digunakan karena [[kompleks]] dalam pemakaiannya.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
== Alokasi anggaran == | == Alokasi anggaran == | ||
Setelah mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan [[program]], hal selanjutnya adalah bagaimana meng[[alokasi]]kan anggaran yang tersedia. Mengalokasikan anggaran berarti melakukan pembagian dana secara sistematis berdasarkan keseluruhan anggaran yang dimiliki perusahaan untuk melangsungkan program tersebut. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengalokasi4an anggaran mencakup [[potensial]] pasar, [[ukuran]] dan [[segmen]] pasar, [[kebijakan]] perusahaan, [[skala ekonomi]] [[periklanan]], dan [[karakteristik]] perusahaan. | Setelah mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan [[program]], hal selanjutnya adalah bagaimana meng[[alokasi]]kan anggaran yang tersedia.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Mengalokasikan anggaran berarti melakukan pembagian dana secara sistematis berdasarkan keseluruhan anggaran yang dimiliki perusahaan untuk melangsungkan program tersebut.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengalokasi4an anggaran mencakup [[potensial]] pasar, [[ukuran]] dan [[segmen]] pasar, [[kebijakan]] perusahaan, [[skala ekonomi]] [[periklanan]], dan [[karakteristik]] perusahaan.<ref>Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. ''Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition.'' McGraw-Hill, Inc. Bab 7.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 35: | Baris 34: | ||
* [http://www.worldwidewords.org/topicalwords/tw-bud1.htm Origin of the word] | * [http://www.worldwidewords.org/topicalwords/tw-bud1.htm Origin of the word] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anggaran&oldid=27978115 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27978115 (2025-10-15T17:06:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.08
Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program.[1] Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan.[2]
Proses penyusunan anggaran
Secara garis besar, proses penyusunan anggaran terbagi menjadi dua, yakni dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.[3]
Dari atas ke bawah
Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas.[4] Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada para karyawannya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program.[5] Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah:
- Metode kemampuan adalah metode di mana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan produksi tanpa mepertimbangkan efek pengeluaran tersebut.[6]
- Metode pembagian semena-mena merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya.[7] Metode ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak membuat konsep pendistribusian anggaran dengan baik.[8]
- Metode persentase penjualan menggambarkan efek yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan persentase peningkatan penjualan di lapangan.[9] Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu persentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan.[10]
- Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya.[11] Tiap perusahaan akan berusaha untuk melakukan promosi yang lebih baik dari para pesaingnya dengan tujuan untuk menguasai pangsa pasar.[12]
- Pengembalian investasi merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi lainnya.[13] Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman modal dengan harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.[14]
Dari bawah ke atas
Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun.[15] Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakan komunikasi strategis antara tujuan dengan anggaran.[16] Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni:[17]
- Metode tujuan dan tugas dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan.[18] Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan tugas yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.[19]
- Metode pengembalian berkala menggunakan prinsip investasi di mana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu.[20] Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami rugi dikarenakan biaya promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari hasil penjualan.[21] Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai titik impas antara biaya promosi dengan keuntungan yang diterima.[22] Setelah memasuki tahun ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan.[23] Strategi ini hasilnya dirasakan dalam jangka panjang.[24]
- Metode perhitungan kuantitatif menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda.[25] Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam pemakaiannya.[26]
Alokasi anggaran
Setelah mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan program, hal selanjutnya adalah bagaimana mengalokasikan anggaran yang tersedia.[27] Mengalokasikan anggaran berarti melakukan pembagian dana secara sistematis berdasarkan keseluruhan anggaran yang dimiliki perusahaan untuk melangsungkan program tersebut.[28] Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengalokasi4an anggaran mencakup potensial pasar, ukuran dan segmen pasar, kebijakan perusahaan, skala ekonomi periklanan, dan karakteristik perusahaan.[29]
Lihat juga
Pranala luar
Referensi
- ↑ Metode Penganggaran . Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Perbandingan Anggaran Top-down dan Bottom-Up. Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Memilih Metode Anggaran. Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Memilih Metode Anggaran. Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Peppers, Don dan Rogers, Martha. 2005. Return on Customer: Creating Maximum Value for Your Scarcest Resource. Doubleday/Currency. Page 20-30.
- ↑ Peppers, Don dan Rogers, Martha. 2005. Return on Customer: Creating Maximum Value for Your Scarcest Resource. Doubleday/Currency. Page 20-30.
- ↑ Membangun Bisnis Kecil dengan Anggaran Bottom-Up. . Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Membangun Bisnis Kecil dengan Anggaran Bottom-Up. . Diakses 13 Mei 2010.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
- ↑ Belch, Geroge E dan Belch, Michael A. 2004. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective, Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 7.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27978115 (2025-10-15T17:06:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.