Lompat ke isi

Gravimetri (kimia): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28126630; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gravimetri''' dalam ilmu [[kimia]] merupakan salah satu metode [[kimia analitik]] untuk menentukan kuantitas suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur [[berat]] komponen dalam keadaan murni setelah melalui [[proses pemisahan]]. Analisis gravimetri melibatkan proses isolasi dan pengukuran berat suatu [[unsur]] atau [[senyawa]] tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan.
[[File:Analytical_balance_mettler_ae-260.jpg|thumb|right|280px|Analytical balance mettler ae-260]]


Analisis gravimetri atau [[analisis kuantitatif (kimia)|analisis kuantitatif]] berdasarkan berat adalah suatu proses pengisolasian dan penimbangan suatu unsur atau senyawa tertentu dalam kondisi semurni mungkin. Analisis gravimetri berkaitan dengan perubahan suatu unsur atau radikal yang akan ditentukan kandungannya menjadi senyawa murni yang stabil yang dapat diubah menjadi bentuk yang cocok untuk ditimbang.
'''Gravimetri''' dalam ilmu [[kimia]] merupakan salah satu metode [[kimia analitik]] untuk menentukan kuantitas suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur [[berat]] komponen dalam keadaan murni setelah melalui [[proses pemisahan]]. Analisis gravimetri melibatkan proses isolasi dan pengukuran berat suatu [[unsur]] atau [[senyawa]] tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan.<ref>Khopkar S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.</ref>


Gravimetri dapat digunakan dalam analisis kadar [[air]]. Kadar air bahan bisa ditentukan dengan cara gravimetri evolusi langsung ataupun tidak langsung. Bila yang diukur ialah fase padatan dan kemudian fase gas dihitung berdasarkan padatan tersebut maka disebut gravimetri evolusi tidak langsung. Untuk penentuan [[kadar air]] suatu kristal dalam senyawa hidrat, dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110–130&nbsp;°C. Berkurangnya berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya.
Analisis gravimetri atau [[analisis kuantitatif (kimia)|analisis kuantitatif]] berdasarkan berat adalah suatu proses pengisolasian dan penimbangan suatu unsur atau senyawa tertentu dalam kondisi semurni mungkin. Analisis gravimetri berkaitan dengan perubahan suatu unsur atau radikal yang akan ditentukan kandungannya menjadi senyawa murni yang stabil yang dapat diubah menjadi bentuk yang cocok untuk ditimbang.<ref>Vogel, A. I., 1989, Vogel’s Textbook of Quantitative Chemical Analysis, 5th Ed, Longman Group, Harlow</ref>
 
Gravimetri dapat digunakan dalam analisis kadar [[air]]. Kadar air bahan bisa ditentukan dengan cara gravimetri evolusi langsung ataupun tidak langsung. Bila yang diukur ialah fase padatan dan kemudian fase gas dihitung berdasarkan padatan tersebut maka disebut gravimetri evolusi tidak langsung. Untuk penentuan [[kadar air]] suatu kristal dalam senyawa hidrat, dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110–130&nbsp;°C. Berkurangnya berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya.<ref>Darusman L K. 2001. Diktat Kimia Analitik 1 jilid 1. Bogor: Departemen Kimia FMIPA-IPB.</ref><ref>Douglas Skoog. [https://archive.org/details/fundamentalsofan0000skoo Fundamentals of Analytical Chemistry]. Saunders College Publishing Harcourt Brace. 1996. hlm. [https://archive.org/details/fundamentalsofan0000skoo/page/71 71]–96.</ref>


== Prosedur ==
== Prosedur ==
Baris 19: Baris 21:
== Contoh ==
== Contoh ==
=== Penentuan kandungan besi larutan garam Fe(III) ===
=== Penentuan kandungan besi larutan garam Fe(III) ===
Air amonia ditambahkan ke larutan garam besi, [[hidroksida]] yang diendapkan (bentuk endapan) disaring dan kemudian diubah menjadi besi(III) oksida dengan anil berat konstan. Massa oksida ditentukan dengan menimbang [[neraca analitik]].
Air amonia ditambahkan ke larutan garam besi, [[hidroksida]] yang diendapkan (bentuk endapan) disaring dan kemudian diubah menjadi besi(III) oksida dengan anil berat konstan. Massa oksida ditentukan dengan menimbang [[neraca analitik]].<ref>Holler, F. James. [https://archive.org/details/fundamentalsofan0000skoo Fundamentals of analytical chemistry]. Saunders College Pub. 1996. ISBN 978-0-03-005938-4.</ref>


: <math>\mathrm{ NH_3 + H_2O \rightleftharpoons OH^- + NH_4^+ }</math> (reaksi dasar amonia)
: <math>\mathrm{ NH_3 + H_2O \rightleftharpoons OH^- + NH_4^+ }</math> (reaksi dasar amonia)
Baris 53: Baris 55:


=== Penentuan nikel(II) ===
=== Penentuan nikel(II) ===
Larutan alkohol dimetilglioksim ditambahkan tetes demi tetes ke dalam larutan sampel berair yang mengandung nikel(II) sampai tidak terbentuk endapan kemerahan lebih lanjut. Kemudian etanol direbus. Kemudian disaring melalui frit kaca. Setelah mencuci endapan, keringkan dalam lemari pengering hingga massa konstan. Persamaan gas reaksi, di mana dimethylglyoxime disingkat menjadi H [DMG]:
Larutan alkohol dimetilglioksim ditambahkan tetes demi tetes ke dalam larutan sampel berair yang mengandung nikel(II) sampai tidak terbentuk endapan kemerahan lebih lanjut. Kemudian etanol direbus.<ref>Girolami, G.. S. [https://archive.org/details/synthesistechniq0000giro Synthesis and Technique in Inorganic Chemistry: A Laboratory Manual]. 1999. hlm. [https://archive.org/details/synthesistechniq0000giro/page/213 213]–215.</ref> Kemudian disaring melalui frit kaca. Setelah mencuci endapan, keringkan dalam lemari pengering hingga massa konstan. Persamaan gas reaksi, di mana dimethylglyoxime disingkat menjadi H [DMG]:<ref>Lev Tschugaeff. [https://zenodo.org/record/1426158 Über ein neues, empfindliches Reagens auf Nickel]. ''Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft''. 1905. Vol. 38 (3). hlm. 2520–2522. doi:10.1002/cber.19050380317.</ref>


: <math>\mathrm{ Ni^{2+} + \ 2 \ H[DMG] \rightarrow \ Ni[DMG]_2 \downarrow +\  2 \ H^+ }</math>
: <math>\mathrm{ Ni^{2+} + \ 2 \ H[DMG] \rightarrow \ Ni[DMG]_2 \downarrow +\  2 \ H^+ }</math>
Baris 82: Baris 84:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gravimetri+%28kimia%29&oldid=28126630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126630 (2025-10-22T01:55:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gravimetri+%28kimia%29&oldid=28126630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126630 (2025-10-22T01:55:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.12

Analytical balance mettler ae-260

Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode kimia analitik untuk menentukan kuantitas suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri melibatkan proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan.[1]

Analisis gravimetri atau analisis kuantitatif berdasarkan berat adalah suatu proses pengisolasian dan penimbangan suatu unsur atau senyawa tertentu dalam kondisi semurni mungkin. Analisis gravimetri berkaitan dengan perubahan suatu unsur atau radikal yang akan ditentukan kandungannya menjadi senyawa murni yang stabil yang dapat diubah menjadi bentuk yang cocok untuk ditimbang.[2]

Gravimetri dapat digunakan dalam analisis kadar air. Kadar air bahan bisa ditentukan dengan cara gravimetri evolusi langsung ataupun tidak langsung. Bila yang diukur ialah fase padatan dan kemudian fase gas dihitung berdasarkan padatan tersebut maka disebut gravimetri evolusi tidak langsung. Untuk penentuan kadar air suatu kristal dalam senyawa hidrat, dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110–130 °C. Berkurangnya berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya.[3][4]

Prosedur

Pengendapan

Di sini, ion atau molekul dibawa ke dalam bentuk endapan. Senyawa yang diendapkan disaring. Filtrasi dapat berlangsung di wadah saringan porselen atau wadah saringan kaca atau kertas saring (di mana digunakan kertas saring bebas-abu). Sisa filter kemudian dicuci dan dikeringkan. Jika Anda telah memfilter dengan kertas saring, itu masih perlu di-abu. Dalam beberapa kasus, bentuk presipitasi diubah menjadi bentuk penimbangan stoikiometrik dengan anil dalam tungku yang dirancang khusus (tanur), sehingga bahan dapat ditentukan secara kuantitatif.

Bentuk presipitasi dan penimbangan terkadang identik. Hal ini terutama terjadi jika endapan memiliki stoikiometri yang jelas dan, misalnya, tidak ada perubahan jumlah air kristalisasi yang terikat: ketika menentukan ion sulfat sebagai barium sulfat, nikel dengan diasetildioksim atau kalium dengan natrium tetraphenylborate. Contoh di mana bentuk presipitasi dan bentuk penimbangan tidak identik adalah penentuan besi sebagai besi(III) oksida yang tercantum di bawah ini.

Elektrogravimetri

Dalam elektrogravimetri, zat yang dicari disimpan pada elektrode dan kemudian ditimbang.

Termogravimetri

Dalam metode analisis termogravimetri, perubahan massa zat sebagai fungsi suhu diperiksa. Contoh sederhana dari ini adalah metode gravimetri untuk menentukan kelembapan.

Contoh

Penentuan kandungan besi larutan garam Fe(III)

Air amonia ditambahkan ke larutan garam besi, hidroksida yang diendapkan (bentuk endapan) disaring dan kemudian diubah menjadi besi(III) oksida dengan anil berat konstan. Massa oksida ditentukan dengan menimbang neraca analitik.[5]

NH3+H2OOH+NH4+ (reaksi dasar amonia)
Fe3++ 3 OH+ x H2O  Fe(OH)3x H2O (bentuk presipitasi)
2Fe(OH)3x H2O 800oCΔ Fe2O3 + (x+3) H2O(bentuk penimbangan)

Massa yang dicari dari elemen yang akan ditentukan (dalam contoh besi kami) sebanding dengan massa seimbang A dari bentuk penimbangan (di sini Fe2O3). Faktor proporsionalitas lambda (faktor gravimetri) menunjukkan proporsi di mana massa a terkandung dalam massa seimbang A.

Dari massa seimbang Fe2O3 hasil dari perkalian dengan faktor λ massa a dari elemen yang akan ditentukan.

λ=aA bzw. Aλ=a.

λ berisi rasio massa molar elemen yang akan ditentukan, Ms, dengan massa molar panci penimbang, Mw . Selain itu, λ juga harus memperhitungkan "seberapa sering" satuan rumus zat yang dicari pada akhirnya ditemukan dalam bentuk penimbangan per satuan rumus. Dalam contoh ini ada 2 atom besi per unit formula dari produk penimbangan. Ini diungkapkan oleh koefisien stoikiometrik k, di sini k = 2:

λ=

di mana k adalah koefisien stoikiometrik, Ms berat molekul zat yang Anda cari Mw berat molekul wajan.

Dalam contoh kami, kami menganggap bahwa kami memiliki berat 1,25 g Fe2O3. Berapa banyak zat besi yang awalnya mengandung larutan garam Fe (III) kami?

Penyisipan

A = m(Fe2O3)= 1,25 g
k = 2
Ms = M(Fe) = 55,845 g/mol
Mw = M(Fe2O3) = 159,69 g/mol

menghasilkan:

a = m (Fe) = 0,874 g.

Ini berarti bahwa larutan garam Fe (III) mengandung 874 mg zat besi.

Penentuan sulfat

Larutan sampel yang mengandung sulfat diasamkan dengan asam klorida. Larutan barium klorida 0,1 M ditambahkan dengan pengadukan menetes sampai tidak ada lagi bentuk curah hujan di titik jatuh. Curah hujan dianil (untuk pematangan Ostwald) di bak pasir semalam. Dengan mengorbankan kristalit kecil, terbentuk kristal yang lebih besar yang lebih mudah disaring. Endapan disaring, dicuci dengan air dan etanol dan dikeringkan. Endapan kemudian dikalsinasi menjadi berat konstan pada 600 °C. Biasanya, ini tidak memakan waktu lebih dari 2-3 jam.

SO42+ Ba2+ BaSO4(bentuk stabil dan penimbangan)

Penentuan nikel(II)

Larutan alkohol dimetilglioksim ditambahkan tetes demi tetes ke dalam larutan sampel berair yang mengandung nikel(II) sampai tidak terbentuk endapan kemerahan lebih lanjut. Kemudian etanol direbus.[6] Kemudian disaring melalui frit kaca. Setelah mencuci endapan, keringkan dalam lemari pengering hingga massa konstan. Persamaan gas reaksi, di mana dimethylglyoxime disingkat menjadi H [DMG]:[7]

Ni2++ 2 H[DMG] Ni[DMG]2+ 2 H+

Metode gravimetri untuk pengukuran kadar air

Metode yang paling umum digunakan untuk mengukur kadar air sampel material adalah metode gravimetri. Kadar air dari sampel bahan ditentukan oleh penurunan berat badan selama pengeringan.

Sampel bahan dikemas kedap udara setelah ditimbang dan ditimbang. Sampel kemudian dikeringkan dalam oven pengeringan sekitar 105 °C sampai berat konstan tercapai selama penimbangan berturut-turut. Waktu dan suhu pengeringan tergantung pada bahan dan ditentukan dalam standar yang relevan. Tidak ada air yang terikat secara kimia mungkin dilepaskan selama pengeringan. Oleh karena itu suhu pengeringan gipsum hanya 40 °C. Setelah kering, sampel material ditimbang lagi. Kadar air dari sampel bahan dapat ditentukan dari perbedaan dalam penimbangan.

Kadar air gravimetrik Wg hasil dari massa sampel basah mf dan massa sampel kering mt:

Wg=mfmtmt

Kelebihan

Prosedur untuk mengambil sampel dan prosedur pengeringan diakui sebagai metode referensi. Banyak metode lain dibandingkan dengan metode ini atau metode tidak langsung dikalibrasi. Kelebihan dari metode ini adalah penanganan yang relatif sederhana dan akurasi yang umumnya baik

Kekurangan

Kerugian dari proses gravimetri adalah bahwa transformasi kimia akibat proses oksidasi dapat terjadi ketika mengeringkan bahan organik. Karena penghilangan oksigen, ini dapat memengaruhi penimbangan selanjutnya ke nilai yang lebih tinggi. Dengan cara yang sama, bisa juga terjadi dekomposisi termal dengan penurunan berat badan yang dihasilkan. Jadi dalam tanah koloid seperti tanah liat atau tanah liat, pemindahan total air yang tersimpan hanya mungkin dilakukan dengan menghancurkan struktur koloid.

Metode gravimetri tidak direkomendasikan untuk pengukuran lapangan jangka panjang. Namun, ini ditetapkan sebagai metode referensi untuk pengukuran laboratorium. Waktu pengeringan yang panjang dapat dicapai dengan pengeringan cepat

  • Pemanas inframerah,
  • Kompor listrik,
  • Pembakar gas atau
  • Oven microwave

Metode pengukuran langsung lainnya untuk menentukan kadar air dalam tanah belum ditetapkan. Ini sebagian disebabkan oleh penanganan yang rumit, upaya yang diperlukan atau akurasi yang rendah.

Referensi

  1. Khopkar S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  2. Vogel, A. I., 1989, Vogel’s Textbook of Quantitative Chemical Analysis, 5th Ed, Longman Group, Harlow
  3. Darusman L K. 2001. Diktat Kimia Analitik 1 jilid 1. Bogor: Departemen Kimia FMIPA-IPB.
  4. Douglas Skoog. Fundamentals of Analytical Chemistry. Saunders College Publishing Harcourt Brace. 1996. hlm. 71–96.
  5. Holler, F. James. Fundamentals of analytical chemistry. Saunders College Pub. 1996. ISBN 978-0-03-005938-4.
  6. Girolami, G.. S. Synthesis and Technique in Inorganic Chemistry: A Laboratory Manual. 1999. hlm. 213–215.
  7. Lev Tschugaeff. Über ein neues, empfindliches Reagens auf Nickel. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 1905. Vol. 38 (3). hlm. 2520–2522. doi:10.1002/cber.19050380317.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28126630 (2025-10-22T01:55:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.