Revolusi kimia: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28484600; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Revolusi kimia''', disebut pula sebagai ''revolusi kimia pertama'', merupakan perumusan ulang awal [[kimia]] yang berpuncak pada [[hukum kekekalan massa]] dan teori [[pembakaran]] [[oksigen]]. Selama abad ke-19 dan abad ke-20, transformasi ini dipengaruhi oleh karya kimiawan Prancis [[Antoine Lavoisier]] ("Bapak Kimia Modern"). Namun, karya terbarunya mengenai sejarah kimia modern awal menganggap bahwa revolusi kimia terdiri dari perubahan teori dan praktik kimia secara bertahap yang tumbuh selama dua abad. [[Revolusi ilmiah]] berlangsung selama abad ke-16 dan abad ke-17 sementara revolusi kimia berlangsung selama abad ke-17 dan abad ke-18. | '''Revolusi kimia''', disebut pula sebagai ''revolusi kimia pertama'', merupakan perumusan ulang awal [[kimia]] yang berpuncak pada [[hukum kekekalan massa]] dan teori [[pembakaran]] [[oksigen]]. Selama abad ke-19 dan abad ke-20, transformasi ini dipengaruhi oleh karya kimiawan Prancis [[Antoine Lavoisier]] ("Bapak Kimia Modern").<ref>[http://www3.wooster.edu/chemistry/is/brubaker/intro.html The First Chemical Revolution] –the Instrument Project, The College of Wooster</ref> Namun, karya terbarunya mengenai sejarah kimia modern awal menganggap bahwa revolusi kimia terdiri dari perubahan teori dan praktik kimia secara bertahap yang tumbuh selama dua abad.<ref>Matthew Daniel Eddy. [https://www.academia.edu/6629576/_with_Seymour_H._Mauskopf_and_William_R._Newman_An_Introduction_to_Chemical_Knowledge_in_the_Early_Modern_World_Osiris_26_2014_1-15 An Introduction to Chemical Knowledge in the Early Modern World]. ''Osiris''. 2014. Vol. 29. hlm. 1–15. doi:10.1086/678110.</ref> [[Revolusi ilmiah]] berlangsung selama abad ke-16 dan abad ke-17 sementara revolusi kimia berlangsung selama abad ke-17 dan abad ke-18.<ref>Matthew Daniel Eddy, Seymour Mauskopf and William R. Newman (Eds.). [https://www.academia.edu/3088576/Chemical_Knowledge_in_the_Early_Modern_World_2014_._Co-edited_with_Seymour_Mauskopf_and_William_Newman Chemical Knowledge in the Early Modern World]. University of Chicago Press. 2014.</ref> | ||
== Faktor utama == | == Faktor utama == | ||
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi revolusi kimia pertama. Pertama, terdapat bentuk-bentuk analisis [[gravimetri]] yang muncul dari [[alkimia]] serta jenis instrumen baru yang dikembangkan dalam konteks medis dan industri. Dalam pengaturan ini, kimiawan semakin menantang hipotesis yang telah diajukan oleh tokoh-tokoh [[Yunani kuno]]. Sebagai contoh, ahli kimia mulai menegaskan bahwa semua struktur terdiri dari lebih dari [[Elemen klasik|empat elemen]] Yunani kuno atau [[Elemen klasik#Elemen dalam alkimia Pertengahan|delapan elemen]] alkimia [[abad Pertengahan|Pertengahan]]. Alkimiawan Irlandia, [[Robert Boyle]], meletakkan fondasi bagi revolusi kimia, melalui filosofi korpuskular mekanisnya, yang kemudian sangat bergantung pada [[Korpuskularianisme|teori korpuskular]] dan [[metode ilmiah|metode eksperimental]] yang merujuk pada era [[pseudo-Geber]]. | Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi revolusi kimia pertama. Pertama, terdapat bentuk-bentuk analisis [[gravimetri]] yang muncul dari [[alkimia]] serta jenis instrumen baru yang dikembangkan dalam konteks medis dan industri. Dalam pengaturan ini, kimiawan semakin menantang hipotesis yang telah diajukan oleh tokoh-tokoh [[Yunani kuno]]. Sebagai contoh, ahli kimia mulai menegaskan bahwa semua struktur terdiri dari lebih dari [[Elemen klasik|empat elemen]] Yunani kuno atau [[Elemen klasik#Elemen dalam alkimia Pertengahan|delapan elemen]] alkimia [[abad Pertengahan|Pertengahan]]. Alkimiawan Irlandia, [[Robert Boyle]], meletakkan fondasi bagi revolusi kimia, melalui filosofi korpuskular mekanisnya, yang kemudian sangat bergantung pada [[Korpuskularianisme|teori korpuskular]] dan [[metode ilmiah|metode eksperimental]] yang merujuk pada era [[pseudo-Geber]].<ref>Ursula Klein. ''Styles of Experimentation and Alchemical Matter Theory in the Scientific Revolution''. ''Metascience''. Springer. Juli 2007. Vol. 16 (2). hlm. 247–256 [247]. doi:10.1007/s11016-007-9095-8.</ref> | ||
Faktor-faktor lainnya termasuk teknik eksperimen baru serta penemuan 'udara tetap' ([[karbon dioksida]]) oleh [[Joseph Black]] pada pertengahan abad ke-18. Penemuan ini cukup penting karena secara empiris membuktikan bahwa 'udara' tidak terdiri dari satu zat saja dan karena telah menjadikan 'gas' sebagai zat eksperimen yang penting. Mendekati akhir abad ke-18, percobaan oleh [[Henry Cavendish]] dan [[Joseph Priestley]] lebih jauh membuktikan bahwa [[udara]] bukanlah [[unsur kimia|unsur]] tetapi tersusun dari beberapa [[gas]] yang berbeda. Lavoisier juga menerjemahkan nama zat kimia ke dalam bahasa tata nama yang lebih menarik bagi ilmuwan pada abad ke-19. Perubahan tersebut berlangsung dalam suasana ketika [[revolusi industri]] menarik minat banyak masyarakat dalam mempelajari dan mempraktikkan kimia. Ketika menggambarkan tugas untuk menciptakan kembali tata nama kimia, Lavoisier berusaha untuk memanfaatkan sentralitas baru kimia dengan membuat klaim yang agak [[hiperbola|hiperbolis]] bahwa:<ref>B. Jaffe. [https://archive.org/details/cruciblesstoryof0000jaff Crucibles: The Story of Chemistry from Alchemy to Nuclear Fission]. Dover Publications. 1976. ISBN 978-0-486-23342-0.</ref> | |||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
| Baris 18: | Baris 14: | ||
* [http://www.uv.es/bertomeu/revquim/biblio/bibliorvq.htm Bibliografi revolusi kimia] –Universitas Valencia | * [http://www.uv.es/bertomeu/revquim/biblio/bibliorvq.htm Bibliografi revolusi kimia] –Universitas Valencia | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Revolusi+kimia&oldid=28484600 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484600 (2025-11-14T08:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Revolusi+kimia&oldid=28484600 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484600 (2025-11-14T08:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.13
Revolusi kimia, disebut pula sebagai revolusi kimia pertama, merupakan perumusan ulang awal kimia yang berpuncak pada hukum kekekalan massa dan teori pembakaran oksigen. Selama abad ke-19 dan abad ke-20, transformasi ini dipengaruhi oleh karya kimiawan Prancis Antoine Lavoisier ("Bapak Kimia Modern").[1] Namun, karya terbarunya mengenai sejarah kimia modern awal menganggap bahwa revolusi kimia terdiri dari perubahan teori dan praktik kimia secara bertahap yang tumbuh selama dua abad.[2] Revolusi ilmiah berlangsung selama abad ke-16 dan abad ke-17 sementara revolusi kimia berlangsung selama abad ke-17 dan abad ke-18.[3]
Faktor utama
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi revolusi kimia pertama. Pertama, terdapat bentuk-bentuk analisis gravimetri yang muncul dari alkimia serta jenis instrumen baru yang dikembangkan dalam konteks medis dan industri. Dalam pengaturan ini, kimiawan semakin menantang hipotesis yang telah diajukan oleh tokoh-tokoh Yunani kuno. Sebagai contoh, ahli kimia mulai menegaskan bahwa semua struktur terdiri dari lebih dari empat elemen Yunani kuno atau delapan elemen alkimia Pertengahan. Alkimiawan Irlandia, Robert Boyle, meletakkan fondasi bagi revolusi kimia, melalui filosofi korpuskular mekanisnya, yang kemudian sangat bergantung pada teori korpuskular dan metode eksperimental yang merujuk pada era pseudo-Geber.[4]
Faktor-faktor lainnya termasuk teknik eksperimen baru serta penemuan 'udara tetap' (karbon dioksida) oleh Joseph Black pada pertengahan abad ke-18. Penemuan ini cukup penting karena secara empiris membuktikan bahwa 'udara' tidak terdiri dari satu zat saja dan karena telah menjadikan 'gas' sebagai zat eksperimen yang penting. Mendekati akhir abad ke-18, percobaan oleh Henry Cavendish dan Joseph Priestley lebih jauh membuktikan bahwa udara bukanlah unsur tetapi tersusun dari beberapa gas yang berbeda. Lavoisier juga menerjemahkan nama zat kimia ke dalam bahasa tata nama yang lebih menarik bagi ilmuwan pada abad ke-19. Perubahan tersebut berlangsung dalam suasana ketika revolusi industri menarik minat banyak masyarakat dalam mempelajari dan mempraktikkan kimia. Ketika menggambarkan tugas untuk menciptakan kembali tata nama kimia, Lavoisier berusaha untuk memanfaatkan sentralitas baru kimia dengan membuat klaim yang agak hiperbolis bahwa:[5]
Bacaan lebih lanjut
- William B. Jensen, "Logic, History, and the Chemistry Textbook: III. One Chemical Revolution or Three? ", Journal of Chemical Education, Vol. 75, No. 8, Agustus 1998
- Lihat pula ulasan buku oleh Seymour Mauskopf dalam HYLE--International Journal for Philosophy of Chemistry, Vol. 17, No.1 (2011), hlm. 41–46.
Pranala luar
- Chemistry:: The chemical revolution–Encyclopædia Britannica
- Bibliografi revolusi kimia –Universitas Valencia
Referensi
- ↑ The First Chemical Revolution –the Instrument Project, The College of Wooster
- ↑ Matthew Daniel Eddy. An Introduction to Chemical Knowledge in the Early Modern World. Osiris. 2014. Vol. 29. hlm. 1–15. doi:10.1086/678110.
- ↑ Matthew Daniel Eddy, Seymour Mauskopf and William R. Newman (Eds.). Chemical Knowledge in the Early Modern World. University of Chicago Press. 2014.
- ↑ Ursula Klein. Styles of Experimentation and Alchemical Matter Theory in the Scientific Revolution. Metascience. Springer. Juli 2007. Vol. 16 (2). hlm. 247–256 [247]. doi:10.1007/s11016-007-9095-8.
- ↑ B. Jaffe. Crucibles: The Story of Chemistry from Alchemy to Nuclear Fission. Dover Publications. 1976. ISBN 978-0-486-23342-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28484600 (2025-11-14T08:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.