Indikator kompleksometri: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27940945; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Indikator kompleksometri''' adalah suatu [[bahan pewarna|pewarna]] [[ionokromisme|ionokromik]] yang mengalami perubahan warna tertentu dengan adanya [[ion]] logam tertentu. Ia membentuk [[Kompleks koordinasi|kompleks]] lemah dengan ion-ion yang ada dalam larutan, yang memiliki warna berbeda secara signifikan dari bentuk yang ada di luar kompleks. Indikator kompleksometri juga dikenal sebagai indikator pM. | '''Indikator kompleksometri''' adalah suatu [[bahan pewarna|pewarna]] [[ionokromisme|ionokromik]] yang mengalami perubahan warna tertentu dengan adanya [[ion]] logam tertentu.<ref>Flaschka, H. [https://archive.org/details/complexometricti0000schw Complexometric titrations]. Methuen. 1969. ISBN 0-416-19290-4.</ref> Ia membentuk [[Kompleks koordinasi|kompleks]] lemah dengan ion-ion yang ada dalam larutan, yang memiliki warna berbeda secara signifikan dari bentuk yang ada di luar kompleks. Indikator kompleksometri juga dikenal sebagai indikator pM.<ref>M. A. Malati. ''Experimental Inorganic/Physical Chemistry: An Investigative, Integrated Approach to Practical Project Work (Horwood Series in Chemical Science)''. Albion/Horwood Pub. 1999. hlm. 20. ISBN 1-898563-47-0.</ref> | ||
==Titrasi kompleksometri== | ==Titrasi kompleksometri== | ||
Dalam [[Kimia analisis|kimia analitik]], indikator kompleksometri digunakan dalam [[titrasi kompleksometri]] untuk menunjukkan saat yang tepat ketika semua ion logam dalam larutan diasingkan oleh [[Pengelatan|zat pengelat]] (biasanya [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]]). Indikator seperti ini disebut juga sebagai '''indikator metalokromik'''. | Dalam [[Kimia analisis|kimia analitik]], indikator kompleksometri digunakan dalam [[titrasi kompleksometri]] untuk menunjukkan saat yang tepat ketika semua ion logam dalam larutan diasingkan oleh [[Pengelatan|zat pengelat]] (biasanya [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]]). Indikator seperti ini disebut juga sebagai '''indikator metalokromik'''. | ||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
==Indikator redoks== | ==Indikator redoks== | ||
Dalam beberapa keadaan, jika sistem titrasi merupakan sistem redoks yang kesetimbangannya dipengaruhi oleh penghilangan ion logam, [[indikator redoks]] dapat berfungsi sebagai indikator kompleksometri. | Dalam beberapa keadaan, jika sistem titrasi merupakan sistem redoks yang kesetimbangannya dipengaruhi oleh penghilangan ion logam, [[indikator redoks]] dapat berfungsi sebagai indikator kompleksometri. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indikator+kompleksometri&oldid=27940945 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940945 (2025-10-08T15:30:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indikator+kompleksometri&oldid=27940945 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940945 (2025-10-08T15:30:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.57
Indikator kompleksometri adalah suatu pewarna ionokromik yang mengalami perubahan warna tertentu dengan adanya ion logam tertentu.[1] Ia membentuk kompleks lemah dengan ion-ion yang ada dalam larutan, yang memiliki warna berbeda secara signifikan dari bentuk yang ada di luar kompleks. Indikator kompleksometri juga dikenal sebagai indikator pM.[2]
Titrasi kompleksometri
Dalam kimia analitik, indikator kompleksometri digunakan dalam titrasi kompleksometri untuk menunjukkan saat yang tepat ketika semua ion logam dalam larutan diasingkan oleh zat pengelat (biasanya EDTA). Indikator seperti ini disebut juga sebagai indikator metalokromik.
Indikator ini mungkin terdapat dalam fase cair lain yang setimbang dengan fase yang dititrasi. Indikator tersebut disebut sebagai indikator ekstraksi.
Beberapa indikator kompleksometri bersifat sensitif terhadap udara dan dapat dimusnahkan. Bila larutan tersebut kehilangan warna selama titrasi, satu atau dua tetes indikator segar mungkin harus ditambahkan.
Contoh
Indikator kompleksometri adalah molekul organik yang larut dalam air. Beberapa contohnya adalah:
- Kalsein dengan EDTA untuk kalsium
- Indikator Patton–Reeder dengan EDTA untuk kalsium dengan magnesium
- Kurkumin untuk boron, membentuk rososianina, meskipun perubahan warna merah pada kurkumin juga terjadi pada pH > 8,4
- Eriokrom Hitam T untuk aluminium, kadmium, seng, kalsium, dan magnesium
- Fast Sulphon Black dengan EDTA untuk tembaga
- Hematoksilin untuk tembaga
- Mureksida untuk kalsium dan unsur tanah jarang, tetapi juga untuk tembaga, nikel, kobalt, dan torium
- Xilenol jingga untuk galium, indium, dan skandium
Indikator redoks
Dalam beberapa keadaan, jika sistem titrasi merupakan sistem redoks yang kesetimbangannya dipengaruhi oleh penghilangan ion logam, indikator redoks dapat berfungsi sebagai indikator kompleksometri.
Referensi
- ↑ Flaschka, H. Complexometric titrations. Methuen. 1969. ISBN 0-416-19290-4.
- ↑ M. A. Malati. Experimental Inorganic/Physical Chemistry: An Investigative, Integrated Approach to Practical Project Work (Horwood Series in Chemical Science). Albion/Horwood Pub. 1999. hlm. 20. ISBN 1-898563-47-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27940945 (2025-10-08T15:30:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.