Air bekas: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 17906802; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Air bekas''', yang termasuk [[air]] ini adalah air [[limbah]], air kotor, air buangan dari [[dapur]], air dari [[kamar mandi]], dan air sebagai sisa proses [[perusahaan]] atau [[industri]]. Produksi air bekas, jumlah dan [[komposisi]]nya dipengaruhi oleh faktor kepadatan [[penduduk]], [[urbanisasi]], industri, [[teknologi]], dan sikap anggota [[masyarakat]]. Meningkatnya penggunaan air di satu pihak dan berkurangnya sumber air di lain pihak menambah peliknya masalah air bekas karena [[manusia]] terpaksa menggunakan kembali air bekas itu. Di [[negara]] berkembang, masalah pembuangan dan pengolahan air bekas akan menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu sepuluh [[tahun]] (di kota), sedangkan di negara yang sudah maju dengan penambahan pelayanan sebanyak 4 %, besarnya masalah menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu dua puluh tahun. Pertimbangan umum mengenai air bekas adalah: air bekas dapat menjadi sumber [[penyakit]] [[kolera]], [[tifus]] abdomen, dan penyakit lain. Selain itu, air bekas juga berakibat buruk pada sumber air, baik fisik, [[kimia]], maupun bilogis. Dan yang terakhir adalah bahwa air bekas dapat menjadi tepat berkembang biaknya vektor penyakit, mengakibatkan bau tidak sedap, mengganggu kehidupan dalam air, mengganggu penggunaan [[kolam]], [[sungai]] atau [[danau]] untuk keperluan [[rekreasi]], [[angkutan]], [[pertanian]], dan sebagainya. | '''Air bekas''', yang termasuk [[air]] ini adalah air [[limbah]], air kotor, air buangan dari [[dapur]], air dari [[kamar mandi]], dan air sebagai sisa proses [[perusahaan]] atau [[industri]].<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref><ref>[http://www.iptek.net.id/ind/warintek/5e4.html PEMBUATAN SALURAN AIR BEKAS MANDI DAN CUCI]. IPTEK web.</ref> Produksi air bekas, jumlah dan [[komposisi]]nya dipengaruhi oleh faktor kepadatan [[penduduk]], [[urbanisasi]], industri, [[teknologi]], dan sikap anggota [[masyarakat]].<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> Meningkatnya penggunaan air di satu pihak dan berkurangnya sumber air di lain pihak menambah peliknya masalah air bekas karena [[manusia]] terpaksa menggunakan kembali air bekas itu.<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> Di [[negara]] berkembang, masalah pembuangan dan pengolahan air bekas akan menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu sepuluh [[tahun]] (di kota), sedangkan di negara yang sudah maju dengan penambahan pelayanan sebanyak 4 %, besarnya masalah menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu dua puluh tahun.<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> Pertimbangan umum mengenai air bekas adalah: air bekas dapat menjadi sumber [[penyakit]] [[kolera]], [[tifus]] abdomen, dan penyakit lain.<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> Selain itu, air bekas juga berakibat buruk pada sumber air, baik fisik, [[kimia]], maupun bilogis.<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> Dan yang terakhir adalah bahwa air bekas dapat menjadi tepat berkembang biaknya vektor penyakit, mengakibatkan bau tidak sedap, mengganggu kehidupan dalam air, mengganggu penggunaan [[kolam]], [[sungai]] atau [[danau]] untuk keperluan [[rekreasi]], [[angkutan]], [[pertanian]], dan sebagainya.<ref>Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+bekas&oldid=17906802 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 17906802 (2021-02-01T03:04:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air+bekas&oldid=17906802 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 17906802 (2021-02-01T03:04:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.59
Air bekas, yang termasuk air ini adalah air limbah, air kotor, air buangan dari dapur, air dari kamar mandi, dan air sebagai sisa proses perusahaan atau industri.[1][2] Produksi air bekas, jumlah dan komposisinya dipengaruhi oleh faktor kepadatan penduduk, urbanisasi, industri, teknologi, dan sikap anggota masyarakat.[3] Meningkatnya penggunaan air di satu pihak dan berkurangnya sumber air di lain pihak menambah peliknya masalah air bekas karena manusia terpaksa menggunakan kembali air bekas itu.[4] Di negara berkembang, masalah pembuangan dan pengolahan air bekas akan menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu sepuluh tahun (di kota), sedangkan di negara yang sudah maju dengan penambahan pelayanan sebanyak 4 %, besarnya masalah menjadi dua kali lipat dalam kurun waktu dua puluh tahun.[5] Pertimbangan umum mengenai air bekas adalah: air bekas dapat menjadi sumber penyakit kolera, tifus abdomen, dan penyakit lain.[6] Selain itu, air bekas juga berakibat buruk pada sumber air, baik fisik, kimia, maupun bilogis.[7] Dan yang terakhir adalah bahwa air bekas dapat menjadi tepat berkembang biaknya vektor penyakit, mengakibatkan bau tidak sedap, mengganggu kehidupan dalam air, mengganggu penggunaan kolam, sungai atau danau untuk keperluan rekreasi, angkutan, pertanian, dan sebagainya.[8]
Referensi
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ PEMBUATAN SALURAN AIR BEKAS MANDI DAN CUCI. IPTEK web.
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
- ↑ Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 121
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 17906802 (2021-02-01T03:04:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.