Penuaan penduduk: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29523234; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Penuaan penduduk''', dalam konteks [[demografi]], merujuk pada peningkatan rata-rata usia suatu [[Penduduk|populasi]] atau [[negara]] karena menurunnya [[tingkat kelahiran]] dan meningkatnya [[harapan hidup]]. Fenomena ini terjadi secara luas di negara-[[negara maju]] dan sebagian besar [[negara berkembang]]. Seiring dengan itu, terdapat 18 negara yang dianggap sebagai "outlier demografis" oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]], yang mengalami perubahan demografis yang berbeda dari kebanyakan negara lainnya. Sejak tahun 1950, terjadi peningkatan tiga kali lipat jumlah penduduk yang berusia 60 tahun ke atas, mencapai 600 juta pada tahun 2000 dan melebihi 700 juta pada tahun 2006. Berdasarkan prediksi, diperkirakan bahwa populasi lansia dan [[Geriatri|geriatrik]] akan mencapai angka 2,1 miliar pada tahun 2050. | [[File:2017_world_map,_median_age_by_country.svg|thumb|right|280px|Usia rata-rata menurut negara]] | ||
'''Penuaan penduduk''', dalam konteks [[demografi]], merujuk pada peningkatan rata-rata usia suatu [[Penduduk|populasi]] atau [[negara]] karena menurunnya [[tingkat kelahiran]] dan meningkatnya [[harapan hidup]]. Fenomena ini terjadi secara luas di negara-[[negara maju]] dan sebagian besar [[negara berkembang]]. Seiring dengan itu, terdapat 18 negara yang dianggap sebagai "outlier demografis" oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]], yang mengalami perubahan demografis yang berbeda dari kebanyakan negara lainnya.<sup class="reference" id="wu-cite-1">[[#wu-ref-1|[1]]]</sup> Sejak tahun 1950, terjadi peningkatan tiga kali lipat jumlah penduduk yang berusia 60 tahun ke atas, mencapai 600 juta pada tahun 2000 dan melebihi 700 juta pada tahun 2006. Berdasarkan prediksi, diperkirakan bahwa populasi lansia dan [[Geriatri|geriatrik]] akan mencapai angka 2,1 miliar pada tahun 2050.<sup class="reference" id="wu-cite-2">[[#wu-ref-2|[2]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-3">[[#wu-ref-3|[3]]]</sup> | |||
== Ringkasan == | == Ringkasan == | ||
Penuaan penduduk adalah pergeseran distribusi penduduk suatu negara ke arah usia yang lebih tua. Hal itu terlihat dari meningkatnya [[proporsi]] penduduk [[Piramida penduduk|usia rata-rata dan median]], penurunan proporsi penduduk usia [[Anak|anak-anak]], dan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia. Penuaan penduduk terjadi di seluruh dunia dan paling progresif di negara-negara maju, tetapi tumbuh lebih cepat di negara kurang berkembang, yang berarti bahwa penduduk lanjut usia akan semakin terpusat di negara kurang berkembang. The Oxford Institute of Population Ageing menyimpulkan bahwa penuaan populasi telah melambat secara signifikan di [[Eropa]] dan akan memiliki dampak besar ke depan di [[Asia]], terutama karena Asia berada dalam tahap lima (tingkat kelahiran yang sangat rendah dan tingkat kematian yang rendah) dari [[Transisi demografi|model transisi demografis]]. | Penuaan penduduk adalah pergeseran distribusi penduduk suatu negara ke arah usia yang lebih tua. Hal itu terlihat dari meningkatnya [[proporsi]] penduduk [[Piramida penduduk|usia rata-rata dan median]], penurunan proporsi penduduk usia [[Anak|anak-anak]], dan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia. Penuaan penduduk terjadi di seluruh dunia dan paling progresif di negara-negara maju, tetapi tumbuh lebih cepat di negara kurang berkembang, yang berarti bahwa penduduk lanjut usia akan semakin terpusat di negara kurang berkembang.<sup class="reference" id="wu-cite-4">[[#wu-ref-4|[4]]]</sup> The Oxford Institute of Population Ageing menyimpulkan bahwa penuaan populasi telah melambat secara signifikan di [[Eropa]] dan akan memiliki dampak besar ke depan di [[Asia]], terutama karena Asia berada dalam tahap lima (tingkat kelahiran yang sangat rendah dan tingkat kematian yang rendah) dari [[Transisi demografi|model transisi demografis]].<sup class="reference" id="wu-cite-5">[[#wu-ref-5|[5]]]</sup> | ||
Usia rata-rata pada negara-negara maju sesuai dengan klasifikasi PBB (jumlah populasi 1,2 miliar pada tahun 2005) naik dari 28 pada tahun 1950 menjadi 40 pada tahun 2010 dan diprediksi akan meningkat menjadi 44 pada tahun 2050. Untuk negara berkembang, usia rata-rata akan berubah dari 26 tahun pada tahun 2010 menjadi 35 tahun pada tahun 2050. Angka usia yang sesuai untuk dunia secara keseluruhan adalah 24 pada tahun 1950, 29 pada tahun 2010, dan 36 pada tahun 2050. | Usia rata-rata pada negara-negara maju sesuai dengan klasifikasi PBB (jumlah populasi 1,2 miliar pada tahun 2005) naik dari 28 pada tahun 1950 menjadi 40 pada tahun 2010 dan diprediksi akan meningkat menjadi 44 pada tahun 2050. Untuk negara berkembang, usia rata-rata akan berubah dari 26 tahun pada tahun 2010 menjadi 35 tahun pada tahun 2050. Angka usia yang sesuai untuk dunia secara keseluruhan adalah 24 pada tahun 1950, 29 pada tahun 2010, dan 36 pada tahun 2050.<sup class="reference" id="wu-cite-6">[[#wu-ref-6|[6]]]</sup> | ||
Penyebab penuaan populasi muncul dari efek demografis yang saling terkait: peningkatan [[harapan hidup]] dan penurunan [[kesuburan]]. Peningkatan [[harapan hidup]] meningkatkan usia rata-rata populasi karena meningkatnya jumlah orang tua yang bertahan hidup. Penurunan kesuburan mengurangi jumlah bayi, turut juga menurunkan jumlah orang usia muda. Penurunan [[fertilitas]] berkontribusi pada sebagian besar populasi yang menua di dunia. Penurunan besar tingkat kesuburan keseluruhan selama setengah abad terakhir terutama berpengaruh pada penuaan populasi di negara-negara paling maju di dunia. Karena banyak negara berkembang mengalami transisi [[fertilitas]] yang lebih cepat, mereka mengalami penuaan populasi yang lebih cepat daripada negara-negara maju saat ini. | Penyebab penuaan populasi muncul dari efek demografis yang saling terkait: peningkatan [[harapan hidup]] dan penurunan [[kesuburan]]. Peningkatan [[harapan hidup]] meningkatkan usia rata-rata populasi karena meningkatnya jumlah orang tua yang bertahan hidup. Penurunan kesuburan mengurangi jumlah bayi, turut juga menurunkan jumlah orang usia muda. Penurunan [[fertilitas]] berkontribusi pada sebagian besar populasi yang menua di dunia.<sup class="reference" id="wu-cite-7">[[#wu-ref-7|[7]]]</sup> Penurunan besar tingkat kesuburan keseluruhan selama setengah abad terakhir terutama berpengaruh pada penuaan populasi di negara-negara paling maju di dunia. Karena banyak negara berkembang mengalami transisi [[fertilitas]] yang lebih cepat, mereka mengalami penuaan populasi yang lebih cepat daripada negara-negara maju saat ini. | ||
Penuaan populasi keseluruhan cenderung meningkat dalam tiga dekade ke depan; | Penuaan populasi keseluruhan cenderung meningkat dalam tiga dekade ke depan; <sup class="reference" id="wu-cite-8">[[#wu-ref-8|[8]]]</sup> tetapi, sedikit negara yang mengetahui populasi lanjut usia penduduknya dalam kondisi kesehatan yang baik atau buruk. Mengetahui kompresi [[morbiditas]] akan menunjukkan berkurangnya kondisi [[kesehatan]] yang buruk di usia tua.<sup class="reference" id="wu-cite-9">[[#wu-ref-9|[9]]]</sup> Pilihan lain diajukan untuk situasi keseimbangan dinamis.<sup class="reference" id="wu-cite-10">[[#wu-ref-10|[10]]]</sup> Hal itu adalah informasi penting bagi pemerintah jika batas umur terus meningkat, seperti yang diyakini oleh beberapa [[peneliti]].<sup class="reference" id="wu-cite-11">[[#wu-ref-11|[11]]]</sup> Rangkaian penelitian kesehatan rumah tangga [[Organisasi Kesehatan Dunia]] (WHO) memberikan bukti kesehatan dan kesejahteraan yang dibutuhkan, seperti Survei Kesehatan Dunia, <sup class="reference" id="wu-cite-12">[[#wu-ref-12|[12]]]</sup> dan Studi tentang Penuaan Global dan Kesehatan Dewasa (SAGE). Survei dilakukan pada 70 negara mencakup 308.000 responden berusia 18 tahun dan 81.000 berusia 50 tahun. | ||
Survei Penuaan Global dipimpin oleh George Leeson, meneliti sikap, harapan, dan perilaku menuju kehidupan selanjutnya dan [[pensiun]]. Penelitian diikuti oleh 44.000 orang berusia 40–80 tahun di 24 negara dari seluruh dunia, mengungkapkan bahwa banyak orang mulai menyadari peningkatan penuaan populasi dunia dan implikasinya terhadap kehidupan dan anak cucu mereka. | Survei Penuaan Global dipimpin oleh George Leeson, meneliti sikap, harapan, dan perilaku menuju kehidupan selanjutnya dan [[pensiun]]. Penelitian diikuti oleh 44.000 orang berusia 40–80 tahun di 24 negara dari seluruh dunia, mengungkapkan bahwa banyak orang mulai menyadari peningkatan penuaan populasi dunia dan implikasinya terhadap kehidupan dan anak cucu mereka. | ||
[[Kanada]] memiliki tingkat [[imigrasi]] [[per kapita]] yang tertinggi di dunia, sebagian digunakan untuk mengatasi tantangan penuaan populasi. Pendapat yang berbeda diungkapkan oleh C.D. Howe Institute, sebuah lembaga pemikir yang cenderung [[Konservatisme|konservatif]], yang menyatakan bahwa [[imigrasi]] tidak dapat dianggap sebagai solusi yang efektif dalam menghadapi masalah penuaan populasi. | [[Kanada]] memiliki tingkat [[imigrasi]] [[per kapita]] yang tertinggi di dunia, sebagian digunakan untuk mengatasi tantangan penuaan populasi. Pendapat yang berbeda diungkapkan oleh C.D. Howe Institute, sebuah lembaga pemikir yang cenderung [[Konservatisme|konservatif]], yang menyatakan bahwa [[imigrasi]] tidak dapat dianggap sebagai solusi yang efektif dalam menghadapi masalah penuaan populasi. <sup class="reference" id="wu-cite-13">[[#wu-ref-13|[13]]]</sup> Kesimpulan serupa juga ditemukan dalam penelitian oleh para pakar [[demografi]] Peter McDonald dan Rebecca Kippen, yang mengomentari bahwa "dalam menghadapi penurunan tingkat kelahiran di bawah tingkat penggantian, tingkat migrasi bersih tahunan yang semakin tinggi akan menjadi suatu kebutuhan untuk mencapai bahkan pertumbuhan populasi nol." <sup class="reference" id="wu-cite-14">[[#wu-ref-14|[14]]]</sup> | ||
== Keadaan seluruh dunia == | == Keadaan seluruh dunia == | ||
Populasi lansia di dunia tumbuh secara dramatis. | Populasi lansia di dunia tumbuh secara dramatis.<sup class="reference" id="wu-cite-15">[[#wu-ref-15|[15]]]</sup> | ||
] | ] | ||
Benua [[Asia]] dan [[Afrika]] adalah dua daerah yang memiliki banyak negara dengan jumlah populasi lanjut usia yang signifikan. Dalam waktu 20 tahun ke depan, banyak negara di kawasan ini akan menghadapi situasi di mana kelompok usia di atas 65 tahun akan menjadi kelompok populasi terbesar dengan usia rata-rata mendekati 50 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [[Universitas Washington]], diperkirakan pada tahun 2100 akan ada sekitar 2,4 miliar orang yang berusia di atas 65 tahun, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan 1,7 miliar orang yang berusia di bawah 20 tahun. The Oxford Institute of Population Aging, yang merupakan sebuah lembaga [[Penelitian|riset]] terkemuka, memiliki fokus khusus dalam mempelajari [[fenomena]] penuaan populasi global. Melalui penelitian yang teliti, lembaga ini telah mengungkapkan bahwa banyak pandangan umum mengenai penuaan [[global]] ternyata didasarkan pada [[mitos]] dan [[persepsi]] yang keliru. Dalam bukunya yang berjudul "Aging Societies", [[Profesor]] Sarah Harper, selaku direktur Institut, secara jelas menggambarkan peluang besar yang dapat dihadapi oleh dunia saat populasi manusia semakin menua. | Benua [[Asia]] dan [[Afrika]] adalah dua daerah yang memiliki banyak negara dengan jumlah populasi lanjut usia yang signifikan. Dalam waktu 20 tahun ke depan, banyak negara di kawasan ini akan menghadapi situasi di mana kelompok usia di atas 65 tahun akan menjadi kelompok populasi terbesar dengan usia rata-rata mendekati 50 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [[Universitas Washington]], diperkirakan pada tahun 2100 akan ada sekitar 2,4 miliar orang yang berusia di atas 65 tahun, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan 1,7 miliar orang yang berusia di bawah 20 tahun.<sup class="reference" id="wu-cite-16">[[#wu-ref-16|[16]]]</sup> The Oxford Institute of Population Aging, yang merupakan sebuah lembaga [[Penelitian|riset]] terkemuka, memiliki fokus khusus dalam mempelajari [[fenomena]] penuaan populasi global. Melalui penelitian yang teliti, lembaga ini telah mengungkapkan bahwa banyak pandangan umum mengenai penuaan [[global]] ternyata didasarkan pada [[mitos]] dan [[persepsi]] yang keliru. Dalam bukunya yang berjudul "Aging Societies", [[Profesor]] Sarah Harper, selaku direktur Institut, secara jelas menggambarkan peluang besar yang dapat dihadapi oleh dunia saat populasi manusia semakin menua. | ||
Di banyak negara maju, tingkat kesuburan penduduk telah turun di bawah tingkat penggantian generasi, yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang sangat bergantung pada imigrasi dan momentum populasi dari generasi sebelumnya yang mengalami peningkatan harapan hidup. | Di banyak negara maju, tingkat kesuburan penduduk telah turun di bawah tingkat penggantian generasi, yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang sangat bergantung pada imigrasi dan momentum populasi dari generasi sebelumnya yang mengalami peningkatan harapan hidup. | ||
Data menunjukkan bahwa dari jumlah kematian harian sekitar 150.000 orang di seluruh dunia, sekitar dua pertiga atau sekitar 100.000 orang meninggal akibat penyebab yang terkait dengan penuaan. Di negara-negara industri, proporsi itu jauh lebih tinggi dan mencapai 90%. | Data menunjukkan bahwa dari jumlah kematian harian sekitar 150.000 orang di seluruh dunia, sekitar dua pertiga atau sekitar 100.000 orang meninggal akibat penyebab yang terkait dengan penuaan.<sup class="reference" id="wu-cite-17">[[#wu-ref-17|[17]]]</sup> Di negara-negara industri, proporsi itu jauh lebih tinggi dan mencapai 90%. <sup class="reference" id="wu-cite-18">[[#wu-ref-18|[18]]]</sup> | ||
== Kesejahteraan dan kebijakan sosial == | == Kesejahteraan dan kebijakan sosial == | ||
Dampak ekonomi dari penuaan populasi signifikan. Individu yang lebih tua cenderung memiliki [[tabungan]] [[per kapita]] yang lebih tinggi daripada individu yang lebih muda, tetapi menghabiskan lebih sedikit. Bergantung pada kisaran usia di mana perubahan ini terjadi, penuaan populasi mengakibatkan [[suku bunga]] yang lebih rendah dan manfaat ekonomi dari [[inflasi]] yang lebih rendah. | Dampak ekonomi dari penuaan populasi signifikan. Individu yang lebih tua cenderung memiliki [[tabungan]] [[per kapita]] yang lebih tinggi daripada individu yang lebih muda, tetapi menghabiskan lebih sedikit. Bergantung pada kisaran usia di mana perubahan ini terjadi, penuaan populasi mengakibatkan [[suku bunga]] yang lebih rendah dan manfaat ekonomi dari [[inflasi]] yang lebih rendah. | ||
Namun, penuaan penduduk juga berdampak pada beberapa kategori pengeluaran, termasuk pengeluaran yang dipenuhi oleh dana publik. Salah satu area pengeluaran terbesar saat ini di banyak negara adalah perawatan kesehatan, yang biayanya cenderung meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia populasi. Hal ini menghadirkan tantangan bagi pemerintah dalam memilih antara meningkatkan pajak, termasuk kemungkinan mengubah pajak dari pendapatan ke konsumsi, atau mengurangi peran pemerintah dalam penyediaan perawatan kesehatan. Namun, penelitian terbaru di beberapa negara menunjukkan bahwa peningkatan biaya perawatan kesehatan yang dramatis lebih disebabkan oleh kenaikan biaya obat-obatan, pemeriksaan dokter, dan penggunaan tes diagnostik yang lebih tinggi oleh semua kelompok umur, bukan hanya oleh populasi yang menua seperti yang sering diklaim sebelumnya. | Namun, penuaan penduduk juga berdampak pada beberapa kategori pengeluaran, termasuk pengeluaran yang dipenuhi oleh dana publik. Salah satu area pengeluaran terbesar saat ini di banyak negara adalah perawatan kesehatan, yang biayanya cenderung meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia populasi. Hal ini menghadirkan tantangan bagi pemerintah dalam memilih antara meningkatkan pajak, termasuk kemungkinan mengubah pajak dari pendapatan ke konsumsi, atau mengurangi peran pemerintah dalam penyediaan perawatan kesehatan. Namun, penelitian terbaru di beberapa negara menunjukkan bahwa peningkatan biaya perawatan kesehatan yang dramatis lebih disebabkan oleh kenaikan biaya obat-obatan, pemeriksaan dokter, dan penggunaan tes diagnostik yang lebih tinggi oleh semua kelompok umur, bukan hanya oleh populasi yang menua seperti yang sering diklaim sebelumnya.<sup class="reference" id="wu-cite-19">[[#wu-ref-19|[19]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-20">[[#wu-ref-20|[20]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-21">[[#wu-ref-21|[21]]]</sup> | ||
Pengeluaran terbesar kedua yang biasanya dikeluarkan oleh sebagian besar pemerintah adalah dalam bidang pendidikan. Namun, pengeluaran ini cenderung mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia populasi, terutama karena jumlah generasi muda yang mungkin melanjutkan [[Perguruan tinggi|pendidikan tinggi]] menjadi lebih sedikit, mengingat mereka akan dibutuhkan sebagai bagian dari angkatan kerja di masa depan. | Pengeluaran terbesar kedua yang biasanya dikeluarkan oleh sebagian besar pemerintah adalah dalam bidang pendidikan. Namun, pengeluaran ini cenderung mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia populasi, terutama karena jumlah generasi muda yang mungkin melanjutkan [[Perguruan tinggi|pendidikan tinggi]] menjadi lebih sedikit, mengingat mereka akan dibutuhkan sebagai bagian dari angkatan kerja di masa depan. | ||
| Baris 33: | Baris 35: | ||
[[Sistem Jaminan Sosial Nasional|Sistem jaminan sosial]] juga menghadapi tantangan dalam menghadapi penuaan penduduk. Sistem pensiun dengan manfaat pasti yang ada sebelumnya menghadapi masalah keberlanjutan akibat meningkatnya harapan hidup. Perpanjangan usia pensiun sering kali tidak diiringi dengan perpanjangan usia kerja aktif atau peningkatan iuran pensiun, yang mengakibatkan penurunan rasio penggantian antara iuran yang dibayarkan dan manfaat yang diterima. | [[Sistem Jaminan Sosial Nasional|Sistem jaminan sosial]] juga menghadapi tantangan dalam menghadapi penuaan penduduk. Sistem pensiun dengan manfaat pasti yang ada sebelumnya menghadapi masalah keberlanjutan akibat meningkatnya harapan hidup. Perpanjangan usia pensiun sering kali tidak diiringi dengan perpanjangan usia kerja aktif atau peningkatan iuran pensiun, yang mengakibatkan penurunan rasio penggantian antara iuran yang dibayarkan dan manfaat yang diterima. | ||
Penuaan populasi juga memiliki dampak pada angkatan kerja. Dengan pekerja yang semakin tua, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, dan [[sumber daya manusia]] dari angkatan kerja yang menua cenderung menurun, yang dapat mengurangi [[produktivitas]] tenaga kerja. | Penuaan populasi juga memiliki dampak pada angkatan kerja. Dengan pekerja yang semakin tua, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, dan [[sumber daya manusia]] dari angkatan kerja yang menua cenderung menurun, yang dapat mengurangi [[produktivitas]] tenaga kerja.<sup class="reference" id="wu-cite-22">[[#wu-ref-22|[22]]]</sup> | ||
Harapan akan terus berlanjutnya penuaan populasi memunculkan pertanyaan tentang kemampuan [[negara kesejahteraan]] dalam memenuhi kebutuhan penduduk. Pada awal tahun 2000-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman untuk mendorong "penuaan aktif" dan membantu pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan populasi yang semakin menua, terkait dengan isu urbanisasi, perumahan, transportasi, partisipasi sosial, layanan kesehatan, dan sebagainya. Pedoman tersebut dikenal sebagai Global Age-Friendly Cities, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia, serta mempromosikan partisipasi aktif dan kualitas hidup yang optimal bagi mereka yang menua. Pemerintah daerah memiliki posisi yang strategis dalam memenuhi kebutuhan penduduk lokal yang berskala lebih kecil, tetapi karena perbedaan sumber daya antara daerah-daerah tersebut (seperti [[pajak properti]], keberadaan organisasi masyarakat), peningkatan tanggung jawab pada pemerintah daerah cenderung berpotensi meningkatkan ketidaksetaraan antara daerah yang satu dengan yang lain. | Harapan akan terus berlanjutnya penuaan populasi memunculkan pertanyaan tentang kemampuan [[negara kesejahteraan]] dalam memenuhi kebutuhan penduduk. Pada awal tahun 2000-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman untuk mendorong "penuaan aktif" dan membantu pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan populasi yang semakin menua, terkait dengan isu urbanisasi, perumahan, transportasi, partisipasi sosial, layanan kesehatan, dan sebagainya. Pedoman tersebut dikenal sebagai Global Age-Friendly Cities, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia, serta mempromosikan partisipasi aktif dan kualitas hidup yang optimal bagi mereka yang menua.<sup class="reference" id="wu-cite-23">[[#wu-ref-23|[23]]]</sup> Pemerintah daerah memiliki posisi yang strategis dalam memenuhi kebutuhan penduduk lokal yang berskala lebih kecil, tetapi karena perbedaan sumber daya antara daerah-daerah tersebut (seperti [[pajak properti]], keberadaan organisasi masyarakat), peningkatan tanggung jawab pada pemerintah daerah cenderung berpotensi meningkatkan ketidaksetaraan antara daerah yang satu dengan yang lain.<sup class="reference" id="wu-cite-24">[[#wu-ref-24|[24]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-25">[[#wu-ref-25|[25]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-26">[[#wu-ref-26|[26]]]</sup> Di Kanada, lansia yang paling beruntung dan lebih sehat cenderung tinggal di kota yang lebih makmur yang menawarkan berbagai layanan, tetapi yang kurang beruntung kekurangan akses ke tingkat sumber daya yang sama.<sup class="reference" id="wu-cite-27">[[#wu-ref-27|[27]]]</sup> Tempat tinggal pribadi untuk lansia juga menyediakan banyak layanan yang berkaitan dengan kesehatan dan partisipasi sosial (misalnya apotek, kegiatan kelompok, dan acara) di lokasi, tetapi tidak dapat diakses oleh mereka yang kurang beruntung.<sup class="reference" id="wu-cite-28">[[#wu-ref-28|[28]]]</sup> Juga, gerontologi lingkungan menunjukkan pentingnya lingkungan dalam penuaan aktif.<sup class="reference" id="wu-cite-29">[[#wu-ref-29|[29]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-30">[[#wu-ref-30|[30]]]</sup> <sup class="reference" id="wu-cite-31">[[#wu-ref-31|[31]]]</sup> Faktanya, mempromosikan lingkungan yang baik (alami, dibangun, sosial) pada penuaan dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup serta mengurangi masalah kecacatan dan ketergantungan, dan, secara umum, pengeluaran sosial dan pengeluaran kesehatan.<sup class="reference" id="wu-cite-32">[[#wu-ref-32|[32]]]</sup> | ||
Populasi yang menua dapat menjadi insentif bagi kemajuan teknologi, mengingat adanya hipotesis bahwa dampak dari penurunan angkatan kerja dapat diimbangi dengan peningkatan [[otomatisasi]] dan produktivitas. | Populasi yang menua dapat menjadi insentif bagi kemajuan teknologi, mengingat adanya hipotesis bahwa dampak dari penurunan angkatan kerja dapat diimbangi dengan peningkatan [[otomatisasi]] dan produktivitas. | ||
Umumnya [[Afrika Barat]], terutama di Ghana, implikasi [[kebijakan sosial]] yang timbul dari penuaan demografis melibatkan banyak dimensi, seperti distribusi antara daerah perkotaan dan pedesaan, komposisi gender, tingkat melek huruf atau buta huruf, serta riwayat pekerjaan dan keamanan pendapatan para penduduk yang menua. | Umumnya [[Afrika Barat]], terutama di Ghana, implikasi [[kebijakan sosial]] yang timbul dari penuaan demografis melibatkan banyak dimensi, seperti distribusi antara daerah perkotaan dan pedesaan, komposisi gender, tingkat melek huruf atau buta huruf, serta riwayat pekerjaan dan keamanan pendapatan para penduduk yang menua. <sup class="reference" id="wu-cite-33">[[#wu-ref-33|[33]]]</sup> Kebijakan saat ini tentang penuaan di Ghana tampaknya terputus-putus, dan gagasan tentang dokumen untuk meningkatkan kebijakan tentang penuaan populasi belum dilaksanakan secara konkret, <sup class="reference" id="wu-cite-34">[[#wu-ref-34|[34]]]</sup> mungkin sebagian karena banyak argumen bahwa orang tua hanyalah sebagian kecil dari populasi <sup class="reference" id="wu-cite-35">[[#wu-ref-35|[35]]]</sup> | ||
Banyak negara global saat ini menghadapi penuaan populasi, yang mendorong mereka untuk meningkatkan usia penerimaan manfaat jaminan hari tua dari 60 tahun menjadi 65 tahun sebagai langkah untuk mengurangi beban biaya skema PDB. | Banyak negara global saat ini menghadapi penuaan populasi, yang mendorong mereka untuk meningkatkan usia penerimaan manfaat jaminan hari tua dari 60 tahun menjadi 65 tahun sebagai langkah untuk mengurangi beban biaya skema PDB. <sup class="reference" id="wu-cite-36">[[#wu-ref-36|[36]]]</sup> Diskriminasi berdasarkan usia dapat dijelaskan sebagai suatu bentuk penolakan yang sistematis dan terorganisir terhadap hak-hak orang dewasa berdasarkan usia mereka, yang dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, atau institusi. <sup class="reference" id="wu-cite-37">[[#wu-ref-37|[37]]]</sup> Beberapa bentuk pelecehan dapat timbul akibat kurangnya pengetahuan, kelalaian, prasangka, dan penggunaan stereotip. Sementara itu, variasi diskriminasi dapat muncul dalam bentuk akses ekonomi, akses sosial, akses waktu, dan akses administratif.<sup class="reference" id="wu-cite-38">[[#wu-ref-38|[38]]]</sup> | ||
Di banyak negara di seluruh dunia, terutama di negara-negara di Afrika, populasi lanjut usia sering kali merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi kemiskinan dan berada di bawah [[garis kemiskinan]]. | Di banyak negara di seluruh dunia, terutama di negara-negara di Afrika, populasi lanjut usia sering kali merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi kemiskinan dan berada di bawah [[garis kemiskinan]]. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<ol class="references wiki-unissula-manual-references"> | |||
<li id="wu-ref-1">None. [http://archive.org/details/humandevelopment0000unse_y0c2 Human development report 2005 : international cooperation at a crossroads : aid, trade and security in an unequal world]. [New York] : [Oxford University Press]. 2005. ISBN 978-0-19-530511-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-1|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-2">Chuks J. Mba. [https://www.hindawi.com/journals/jar/2010/672157/ Population Ageing in Ghana: Research Gaps and the Way Forward]. ''Journal of Aging Research''. 2010-09-29. Vol. 2010. hlm. e672157. doi:10.4061/2010/672157. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-2|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-3">Paul Alhassan Issahaku. [https://doi.org/10.1108/01443331311308230 Policy implications of population ageing in West Africa]. ''International Journal of Sociology and Social Policy''. 2013-01-01. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-3|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-4">United Nations. [https://www.un.org/en/development/desa/population/publications/pdf/ageing/WorldPopulationAgeing2013.pdf World Population Ageing 2013]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-4|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-5">Mostafa Shaban. [https://www.researchgate.net/publication/347007291 Dr]. lambert academic publishing. 2020. ISBN 978-620-3-19697-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-5|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-6">United Nations. [https://www.un.org/en/development/desa/population/publications/pdf/ageing/WorldPopulationAgeing2013.pdf World Ageing Population 2013]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-6|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-7">Weil, David N., "The Economics of Population Aging" in Mark R. Rosenzweig and Oded Stark, eds., Handbook of Population and Family Economics, New York: Elsevier, 1997, 967-1014. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-7|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-8">W. Lutz. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2008-02-07_451_7179/page/716 The coming acceleration of global population ageing]. ''Nature''. 2008-02-07. Vol. 451 (7179). hlm. 716–719. doi:10.1038/nature06516. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-8|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-9">J. F. Fries. ''Aging, Natural Death, and the Compression of Morbidity''. ''The New England Journal of Medicine''. 1980-07-17. Vol. 303 (3). hlm. 130–5. doi:10.1056/NEJM198007173030304. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-9|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-10">Manton KG. [https://semanticscholar.org/paper/251577e1614812d7be16110ee1df35afacb5f7c6 Manton, 1982]. ''Milbank Mem Fund Q Health Soc''. 1982. Vol. 60 (2). hlm. 183–244. doi:10.2307/3349767. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-10|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-11">J. Oeppen. [https://archive.org/details/sim_science_2002-05-10_296_5570/page/1029 Broken Limits to Life Expectancy]. ''Science''. 2002-05-10. Vol. 296 (5570). hlm. 1029–31. doi:10.1126/science.1069675. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-11|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-12">[https://www.who.int/healthinfo/survey/en/index.html Current Status of the World Health Survey]. ''who.int''. 2011. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-12|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-13">Yvan Guillemette. [http://www.cdhowe.org/pdf/backgrounder_96.pdf No Elixir of Youth]. ''Backgrounder''. September 2006. Vol. 96. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-13|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-14">Peter McDonald. [http://adsri.anu.edu.au/pubs/Kippen/pop_futures_A&NZ.pdf Population Futures for Australia and New Zealand: An Analysis of the Options]. ''New Zealand Population Review''. 2000. Vol. 26 (2). <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-14|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-15">[https://www.nih.gov/news-events/news-releases/worlds-older-population-grows-dramatically World's older population grows dramatically]. ''National Institute on Aging''. 2016-03-28. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-15|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-16">Fiona Harvey. [https://www.theguardian.com/world/2020/jul/15/world-population-in-2100-could-be-2-billion-below-un-forecasts-study-suggests World population in 2100 could be 2 billion below UN forecasts, study suggests]. ''The Guardian''. 2020-07-15. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-16|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-17">Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-17|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-18">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penuaan+penduduk&oldid=29523234 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-18|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-19">[https://www.thestar.com/opinion/editorialopinion/2011/09/13/dont_blame_aging_boomers.html Don't blame aging boomers | Toronto Star]. ''Thestar.com''. 2011-09-13. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-19|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-20">[http://www2.canada.com/windsorstar/news/editorial/story.html?id=19c8adcf-c1f7-4508-9571-9b6e753427a2 Don't blame the elderly for health care costs]. canada.com. 2008-01-30. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-20|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-21">[http://umanitoba.ca/outreach/evidencenetwork/aging-population/agingmore1 The Silver Tsunami That Isn't]. Umanitoba.ca. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-21|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-22">Mercedia Stevenson White. ''The Impact of an Aging Population in the Workplace''. ''Workplace Health & Safety''. October 2018. Vol. 66 (10). hlm. 493–498. doi:10.1177/2165079917752191. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-22|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-23">World Health Organization. [https://www.who.int/ageing/publications/Global_age_friendly_cities_Guide_English.pdf Global age-friendly cities: a guide]. ''WHO''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-23|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-24">M Daly. [http://revistas.usal.es/index.php/1130-2887/article/view/alh20157183101 The concept of social care and the analysis of contemporary welfare states]. ''British Journal of Sociology''. 2000. Vol. 51 (2). hlm. 281–298. doi:10.1111/j.1468-4446.2000.00281.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-24|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-25">J Mohan. [https://archive.org/details/sim_progress-in-human-geography_2003-06_27_3/page/363 Geography and social policy : spatial divisions of welfare]. ''Progress in Human Geography''. 2003. Vol. 27 (3). hlm. 363–374. doi:10.1191/0309132503ph432pr. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-25|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-26">G-B Trydegard. ''Inequality in the welfare state ? Local variation in care of elderly – the case of Sweden''. ''International Journal of Social Welfare''. 2001. Vol. 10 (3). hlm. 174–184. doi:10.1111/1468-2397.00170. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-26|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-27">M W Rosenberg. [https://archive.org/details/sim_horizons_spring-1999_26_1/page/18 Vieillir au Canada : les collectivités riches et les collectivités pauvres en services]. ''Horizons''. 1999. Vol. 2. hlm. 18. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-27|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-28">J Aronson. [https://archive.org/details/canadian-public-policy_2001-06_27_2/page/151 Manufacturing social exclusion in the home care market]. ''Canadian Public Policy''. 2001. Vol. 27 (2). hlm. 151–165. doi:10.2307/3552194. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-28|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-29">Sánchez-González, Diego. ''Environmental Gerontology in Europe and Latin America''. Springer Publishing Company. 2016. hlm. 284. ISBN 978-3-319-21418-4. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-29|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-30">Rowles, Graham D. ''Environmental Gerontology: Making Meaningful Places in Old Age''. Springer Publishing Company. 2013. hlm. 320. ISBN 978-0826108135. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-30|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-31">Scheidt, Rick J. ''Environmental Gerontology. What Now?''. Routledge. 2013. hlm. 338. ISBN 978-0-415-62616-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-31|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-32">D Sanchez-Gonzalez. ''The physical-social environment and aging from environmental gerontology and geography. Socio-spatial implications for Latin America''. ''Revista de Geografía Norte Grande''. 2015. Vol. 60 (1). hlm. 97–114. doi:10.4067/S0718-34022015000100006. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-32|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-33">Paul Issahaku. ''Policy Implications of Population Ageing in West Africa''. ''International Journal of Sociology and Social Policy''. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-33|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-34">Paul Issahaku. ''Policy Implications of Population Ageing in West Africa''. ''International Journal of Sociology and Social Policy''. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-34|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-35">Job Ogonda. [http://www.ifa-fiv.org/wp-content/uploads/2012/11/061_Age-Discrimination-in-Africa-Age-Concern-England-DaneAge-Association-IFA-2006.pdf Age Discrimination in Africa]. May 2006. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-35|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-36">Paul Issahaku. ''Policy Implications of Population Ageing in West Africa''. ''International Journal of Sociology and Social Policy''. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-36|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-37">Job Ogonda. [http://www.ifa-fiv.org/wp-content/uploads/2012/11/061_Age-Discrimination-in-Africa-Age-Concern-England-DaneAge-Association-IFA-2006.pdf Age Discrimination in Africa]. May 2006. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-37|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-38">Edward Gerlock. [http://www.ifa-fiv.org/wp-content/uploads/2012/11/061_Discrimination-of-Older-People-in-Asia-Age-Concern-England-DaneAge-Association-IFA-2006.pdf Discrimination of Older People in Asia]. May 2006. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-38|↑]]</span></li> | |||
</ol> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penuaan+penduduk&oldid=29523234 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29523234 (2026-08-04T07:36:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.01

Penuaan penduduk, dalam konteks demografi, merujuk pada peningkatan rata-rata usia suatu populasi atau negara karena menurunnya tingkat kelahiran dan meningkatnya harapan hidup. Fenomena ini terjadi secara luas di negara-negara maju dan sebagian besar negara berkembang. Seiring dengan itu, terdapat 18 negara yang dianggap sebagai "outlier demografis" oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mengalami perubahan demografis yang berbeda dari kebanyakan negara lainnya.[1] Sejak tahun 1950, terjadi peningkatan tiga kali lipat jumlah penduduk yang berusia 60 tahun ke atas, mencapai 600 juta pada tahun 2000 dan melebihi 700 juta pada tahun 2006. Berdasarkan prediksi, diperkirakan bahwa populasi lansia dan geriatrik akan mencapai angka 2,1 miliar pada tahun 2050.[2] [3]
Ringkasan
Penuaan penduduk adalah pergeseran distribusi penduduk suatu negara ke arah usia yang lebih tua. Hal itu terlihat dari meningkatnya proporsi penduduk usia rata-rata dan median, penurunan proporsi penduduk usia anak-anak, dan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia. Penuaan penduduk terjadi di seluruh dunia dan paling progresif di negara-negara maju, tetapi tumbuh lebih cepat di negara kurang berkembang, yang berarti bahwa penduduk lanjut usia akan semakin terpusat di negara kurang berkembang.[4] The Oxford Institute of Population Ageing menyimpulkan bahwa penuaan populasi telah melambat secara signifikan di Eropa dan akan memiliki dampak besar ke depan di Asia, terutama karena Asia berada dalam tahap lima (tingkat kelahiran yang sangat rendah dan tingkat kematian yang rendah) dari model transisi demografis.[5]
Usia rata-rata pada negara-negara maju sesuai dengan klasifikasi PBB (jumlah populasi 1,2 miliar pada tahun 2005) naik dari 28 pada tahun 1950 menjadi 40 pada tahun 2010 dan diprediksi akan meningkat menjadi 44 pada tahun 2050. Untuk negara berkembang, usia rata-rata akan berubah dari 26 tahun pada tahun 2010 menjadi 35 tahun pada tahun 2050. Angka usia yang sesuai untuk dunia secara keseluruhan adalah 24 pada tahun 1950, 29 pada tahun 2010, dan 36 pada tahun 2050.[6]
Penyebab penuaan populasi muncul dari efek demografis yang saling terkait: peningkatan harapan hidup dan penurunan kesuburan. Peningkatan harapan hidup meningkatkan usia rata-rata populasi karena meningkatnya jumlah orang tua yang bertahan hidup. Penurunan kesuburan mengurangi jumlah bayi, turut juga menurunkan jumlah orang usia muda. Penurunan fertilitas berkontribusi pada sebagian besar populasi yang menua di dunia.[7] Penurunan besar tingkat kesuburan keseluruhan selama setengah abad terakhir terutama berpengaruh pada penuaan populasi di negara-negara paling maju di dunia. Karena banyak negara berkembang mengalami transisi fertilitas yang lebih cepat, mereka mengalami penuaan populasi yang lebih cepat daripada negara-negara maju saat ini.
Penuaan populasi keseluruhan cenderung meningkat dalam tiga dekade ke depan; [8] tetapi, sedikit negara yang mengetahui populasi lanjut usia penduduknya dalam kondisi kesehatan yang baik atau buruk. Mengetahui kompresi morbiditas akan menunjukkan berkurangnya kondisi kesehatan yang buruk di usia tua.[9] Pilihan lain diajukan untuk situasi keseimbangan dinamis.[10] Hal itu adalah informasi penting bagi pemerintah jika batas umur terus meningkat, seperti yang diyakini oleh beberapa peneliti.[11] Rangkaian penelitian kesehatan rumah tangga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan bukti kesehatan dan kesejahteraan yang dibutuhkan, seperti Survei Kesehatan Dunia, [12] dan Studi tentang Penuaan Global dan Kesehatan Dewasa (SAGE). Survei dilakukan pada 70 negara mencakup 308.000 responden berusia 18 tahun dan 81.000 berusia 50 tahun.
Survei Penuaan Global dipimpin oleh George Leeson, meneliti sikap, harapan, dan perilaku menuju kehidupan selanjutnya dan pensiun. Penelitian diikuti oleh 44.000 orang berusia 40–80 tahun di 24 negara dari seluruh dunia, mengungkapkan bahwa banyak orang mulai menyadari peningkatan penuaan populasi dunia dan implikasinya terhadap kehidupan dan anak cucu mereka.
Kanada memiliki tingkat imigrasi per kapita yang tertinggi di dunia, sebagian digunakan untuk mengatasi tantangan penuaan populasi. Pendapat yang berbeda diungkapkan oleh C.D. Howe Institute, sebuah lembaga pemikir yang cenderung konservatif, yang menyatakan bahwa imigrasi tidak dapat dianggap sebagai solusi yang efektif dalam menghadapi masalah penuaan populasi. [13] Kesimpulan serupa juga ditemukan dalam penelitian oleh para pakar demografi Peter McDonald dan Rebecca Kippen, yang mengomentari bahwa "dalam menghadapi penurunan tingkat kelahiran di bawah tingkat penggantian, tingkat migrasi bersih tahunan yang semakin tinggi akan menjadi suatu kebutuhan untuk mencapai bahkan pertumbuhan populasi nol." [14]
Keadaan seluruh dunia
Populasi lansia di dunia tumbuh secara dramatis.[15]
] Benua Asia dan Afrika adalah dua daerah yang memiliki banyak negara dengan jumlah populasi lanjut usia yang signifikan. Dalam waktu 20 tahun ke depan, banyak negara di kawasan ini akan menghadapi situasi di mana kelompok usia di atas 65 tahun akan menjadi kelompok populasi terbesar dengan usia rata-rata mendekati 50 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Washington, diperkirakan pada tahun 2100 akan ada sekitar 2,4 miliar orang yang berusia di atas 65 tahun, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan 1,7 miliar orang yang berusia di bawah 20 tahun.[16] The Oxford Institute of Population Aging, yang merupakan sebuah lembaga riset terkemuka, memiliki fokus khusus dalam mempelajari fenomena penuaan populasi global. Melalui penelitian yang teliti, lembaga ini telah mengungkapkan bahwa banyak pandangan umum mengenai penuaan global ternyata didasarkan pada mitos dan persepsi yang keliru. Dalam bukunya yang berjudul "Aging Societies", Profesor Sarah Harper, selaku direktur Institut, secara jelas menggambarkan peluang besar yang dapat dihadapi oleh dunia saat populasi manusia semakin menua.
Di banyak negara maju, tingkat kesuburan penduduk telah turun di bawah tingkat penggantian generasi, yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang sangat bergantung pada imigrasi dan momentum populasi dari generasi sebelumnya yang mengalami peningkatan harapan hidup.
Data menunjukkan bahwa dari jumlah kematian harian sekitar 150.000 orang di seluruh dunia, sekitar dua pertiga atau sekitar 100.000 orang meninggal akibat penyebab yang terkait dengan penuaan.[17] Di negara-negara industri, proporsi itu jauh lebih tinggi dan mencapai 90%. [18]
Kesejahteraan dan kebijakan sosial
Dampak ekonomi dari penuaan populasi signifikan. Individu yang lebih tua cenderung memiliki tabungan per kapita yang lebih tinggi daripada individu yang lebih muda, tetapi menghabiskan lebih sedikit. Bergantung pada kisaran usia di mana perubahan ini terjadi, penuaan populasi mengakibatkan suku bunga yang lebih rendah dan manfaat ekonomi dari inflasi yang lebih rendah.
Namun, penuaan penduduk juga berdampak pada beberapa kategori pengeluaran, termasuk pengeluaran yang dipenuhi oleh dana publik. Salah satu area pengeluaran terbesar saat ini di banyak negara adalah perawatan kesehatan, yang biayanya cenderung meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia populasi. Hal ini menghadirkan tantangan bagi pemerintah dalam memilih antara meningkatkan pajak, termasuk kemungkinan mengubah pajak dari pendapatan ke konsumsi, atau mengurangi peran pemerintah dalam penyediaan perawatan kesehatan. Namun, penelitian terbaru di beberapa negara menunjukkan bahwa peningkatan biaya perawatan kesehatan yang dramatis lebih disebabkan oleh kenaikan biaya obat-obatan, pemeriksaan dokter, dan penggunaan tes diagnostik yang lebih tinggi oleh semua kelompok umur, bukan hanya oleh populasi yang menua seperti yang sering diklaim sebelumnya.[19] [20] [21]
Pengeluaran terbesar kedua yang biasanya dikeluarkan oleh sebagian besar pemerintah adalah dalam bidang pendidikan. Namun, pengeluaran ini cenderung mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia populasi, terutama karena jumlah generasi muda yang mungkin melanjutkan pendidikan tinggi menjadi lebih sedikit, mengingat mereka akan dibutuhkan sebagai bagian dari angkatan kerja di masa depan.
Sistem jaminan sosial juga menghadapi tantangan dalam menghadapi penuaan penduduk. Sistem pensiun dengan manfaat pasti yang ada sebelumnya menghadapi masalah keberlanjutan akibat meningkatnya harapan hidup. Perpanjangan usia pensiun sering kali tidak diiringi dengan perpanjangan usia kerja aktif atau peningkatan iuran pensiun, yang mengakibatkan penurunan rasio penggantian antara iuran yang dibayarkan dan manfaat yang diterima.
Penuaan populasi juga memiliki dampak pada angkatan kerja. Dengan pekerja yang semakin tua, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, dan sumber daya manusia dari angkatan kerja yang menua cenderung menurun, yang dapat mengurangi produktivitas tenaga kerja.[22]
Harapan akan terus berlanjutnya penuaan populasi memunculkan pertanyaan tentang kemampuan negara kesejahteraan dalam memenuhi kebutuhan penduduk. Pada awal tahun 2000-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman untuk mendorong "penuaan aktif" dan membantu pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan populasi yang semakin menua, terkait dengan isu urbanisasi, perumahan, transportasi, partisipasi sosial, layanan kesehatan, dan sebagainya. Pedoman tersebut dikenal sebagai Global Age-Friendly Cities, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia, serta mempromosikan partisipasi aktif dan kualitas hidup yang optimal bagi mereka yang menua.[23] Pemerintah daerah memiliki posisi yang strategis dalam memenuhi kebutuhan penduduk lokal yang berskala lebih kecil, tetapi karena perbedaan sumber daya antara daerah-daerah tersebut (seperti pajak properti, keberadaan organisasi masyarakat), peningkatan tanggung jawab pada pemerintah daerah cenderung berpotensi meningkatkan ketidaksetaraan antara daerah yang satu dengan yang lain.[24] [25] [26] Di Kanada, lansia yang paling beruntung dan lebih sehat cenderung tinggal di kota yang lebih makmur yang menawarkan berbagai layanan, tetapi yang kurang beruntung kekurangan akses ke tingkat sumber daya yang sama.[27] Tempat tinggal pribadi untuk lansia juga menyediakan banyak layanan yang berkaitan dengan kesehatan dan partisipasi sosial (misalnya apotek, kegiatan kelompok, dan acara) di lokasi, tetapi tidak dapat diakses oleh mereka yang kurang beruntung.[28] Juga, gerontologi lingkungan menunjukkan pentingnya lingkungan dalam penuaan aktif.[29] [30] [31] Faktanya, mempromosikan lingkungan yang baik (alami, dibangun, sosial) pada penuaan dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup serta mengurangi masalah kecacatan dan ketergantungan, dan, secara umum, pengeluaran sosial dan pengeluaran kesehatan.[32]
Populasi yang menua dapat menjadi insentif bagi kemajuan teknologi, mengingat adanya hipotesis bahwa dampak dari penurunan angkatan kerja dapat diimbangi dengan peningkatan otomatisasi dan produktivitas.
Umumnya Afrika Barat, terutama di Ghana, implikasi kebijakan sosial yang timbul dari penuaan demografis melibatkan banyak dimensi, seperti distribusi antara daerah perkotaan dan pedesaan, komposisi gender, tingkat melek huruf atau buta huruf, serta riwayat pekerjaan dan keamanan pendapatan para penduduk yang menua. [33] Kebijakan saat ini tentang penuaan di Ghana tampaknya terputus-putus, dan gagasan tentang dokumen untuk meningkatkan kebijakan tentang penuaan populasi belum dilaksanakan secara konkret, [34] mungkin sebagian karena banyak argumen bahwa orang tua hanyalah sebagian kecil dari populasi [35]
Banyak negara global saat ini menghadapi penuaan populasi, yang mendorong mereka untuk meningkatkan usia penerimaan manfaat jaminan hari tua dari 60 tahun menjadi 65 tahun sebagai langkah untuk mengurangi beban biaya skema PDB. [36] Diskriminasi berdasarkan usia dapat dijelaskan sebagai suatu bentuk penolakan yang sistematis dan terorganisir terhadap hak-hak orang dewasa berdasarkan usia mereka, yang dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, atau institusi. [37] Beberapa bentuk pelecehan dapat timbul akibat kurangnya pengetahuan, kelalaian, prasangka, dan penggunaan stereotip. Sementara itu, variasi diskriminasi dapat muncul dalam bentuk akses ekonomi, akses sosial, akses waktu, dan akses administratif.[38]
Di banyak negara di seluruh dunia, terutama di negara-negara di Afrika, populasi lanjut usia sering kali merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi kemiskinan dan berada di bawah garis kemiskinan.
Referensi
- None. Human development report 2005 : international cooperation at a crossroads : aid, trade and security in an unequal world. [New York] : [Oxford University Press]. 2005. ISBN 978-0-19-530511-1. ↑
- Chuks J. Mba. Population Ageing in Ghana: Research Gaps and the Way Forward. Journal of Aging Research. 2010-09-29. Vol. 2010. hlm. e672157. doi:10.4061/2010/672157. ↑
- Paul Alhassan Issahaku. Policy implications of population ageing in West Africa. International Journal of Sociology and Social Policy. 2013-01-01. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. ↑
- United Nations. World Population Ageing 2013. ↑
- Mostafa Shaban. Dr. lambert academic publishing. 2020. ISBN 978-620-3-19697-9. ↑
- United Nations. World Ageing Population 2013. ↑
- Weil, David N., "The Economics of Population Aging" in Mark R. Rosenzweig and Oded Stark, eds., Handbook of Population and Family Economics, New York: Elsevier, 1997, 967-1014. ↑
- W. Lutz. The coming acceleration of global population ageing. Nature. 2008-02-07. Vol. 451 (7179). hlm. 716–719. doi:10.1038/nature06516. ↑
- J. F. Fries. Aging, Natural Death, and the Compression of Morbidity. The New England Journal of Medicine. 1980-07-17. Vol. 303 (3). hlm. 130–5. doi:10.1056/NEJM198007173030304. ↑
- Manton KG. Manton, 1982. Milbank Mem Fund Q Health Soc. 1982. Vol. 60 (2). hlm. 183–244. doi:10.2307/3349767. ↑
- J. Oeppen. Broken Limits to Life Expectancy. Science. 2002-05-10. Vol. 296 (5570). hlm. 1029–31. doi:10.1126/science.1069675. ↑
- Current Status of the World Health Survey. who.int. 2011. ↑
- Yvan Guillemette. No Elixir of Youth. Backgrounder. September 2006. Vol. 96. ↑
- Peter McDonald. Population Futures for Australia and New Zealand: An Analysis of the Options. New Zealand Population Review. 2000. Vol. 26 (2). ↑
- World's older population grows dramatically. National Institute on Aging. 2016-03-28. ↑
- Fiona Harvey. World population in 2100 could be 2 billion below UN forecasts, study suggests. The Guardian. 2020-07-15. ↑
- Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. ↑
- sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia ↑
- Don't blame aging boomers | Toronto Star. Thestar.com. 2011-09-13. ↑
- Don't blame the elderly for health care costs. canada.com. 2008-01-30. ↑
- The Silver Tsunami That Isn't. Umanitoba.ca. ↑
- Mercedia Stevenson White. The Impact of an Aging Population in the Workplace. Workplace Health & Safety. October 2018. Vol. 66 (10). hlm. 493–498. doi:10.1177/2165079917752191. ↑
- World Health Organization. Global age-friendly cities: a guide. WHO. ↑
- M Daly. The concept of social care and the analysis of contemporary welfare states. British Journal of Sociology. 2000. Vol. 51 (2). hlm. 281–298. doi:10.1111/j.1468-4446.2000.00281.x. ↑
- J Mohan. Geography and social policy : spatial divisions of welfare. Progress in Human Geography. 2003. Vol. 27 (3). hlm. 363–374. doi:10.1191/0309132503ph432pr. ↑
- G-B Trydegard. Inequality in the welfare state ? Local variation in care of elderly – the case of Sweden. International Journal of Social Welfare. 2001. Vol. 10 (3). hlm. 174–184. doi:10.1111/1468-2397.00170. ↑
- M W Rosenberg. Vieillir au Canada : les collectivités riches et les collectivités pauvres en services. Horizons. 1999. Vol. 2. hlm. 18. ↑
- J Aronson. Manufacturing social exclusion in the home care market. Canadian Public Policy. 2001. Vol. 27 (2). hlm. 151–165. doi:10.2307/3552194. ↑
- Sánchez-González, Diego. Environmental Gerontology in Europe and Latin America. Springer Publishing Company. 2016. hlm. 284. ISBN 978-3-319-21418-4. ↑
- Rowles, Graham D. Environmental Gerontology: Making Meaningful Places in Old Age. Springer Publishing Company. 2013. hlm. 320. ISBN 978-0826108135. ↑
- Scheidt, Rick J. Environmental Gerontology. What Now?. Routledge. 2013. hlm. 338. ISBN 978-0-415-62616-3. ↑
- D Sanchez-Gonzalez. The physical-social environment and aging from environmental gerontology and geography. Socio-spatial implications for Latin America. Revista de Geografía Norte Grande. 2015. Vol. 60 (1). hlm. 97–114. doi:10.4067/S0718-34022015000100006. ↑
- Paul Issahaku. Policy Implications of Population Ageing in West Africa. International Journal of Sociology and Social Policy. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. ↑
- Paul Issahaku. Policy Implications of Population Ageing in West Africa. International Journal of Sociology and Social Policy. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. ↑
- Job Ogonda. Age Discrimination in Africa. May 2006. ↑
- Paul Issahaku. Policy Implications of Population Ageing in West Africa. International Journal of Sociology and Social Policy. 2013. Vol. 33 (3/4). hlm. 186–202. doi:10.1108/01443331311308230. ↑
- Job Ogonda. Age Discrimination in Africa. May 2006. ↑
- Edward Gerlock. Discrimination of Older People in Asia. May 2006. ↑
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29523234 (2026-08-04T07:36:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.