Lompat ke isi

Pembajakan kapal kelompok Abu Sayyaf 2016: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23105879; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pembajakan kapal kelompok Abu Sayyaf''' adalah peristiwa [[pembajakan]] dan penyanderaan kapal Indonesia, di mana pelaku penyanderaan kapal ini adalah kelompok [[Abu Sayyaf]]. Dua kapal Tugboat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang membawa 7.000 ton batu bara serta 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia hilang kontak pada hari Senin, [[28 Maret]] [[2016]] ketika berada di wilayah [[Filipina]].
'''Pembajakan kapal kelompok Abu Sayyaf''' adalah peristiwa [[pembajakan]] dan penyanderaan kapal Indonesia, di mana pelaku penyanderaan kapal ini adalah kelompok [[Abu Sayyaf]].<ref>Muhammad Ali. [http://news.liputan6.com/read/2470075/siapa-kelompok-abu-sayyaf-terduga-pembajak-kapal-ri-di-filipina Siapa Kelompok Abu Sayyaf Terduga Pembajak Kapal RI di Filipina]. ''Liputan6.com''.</ref> Dua kapal Tugboat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang membawa 7.000 ton batu bara serta 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia<ref>[http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160329_indonesia_kapal_dibajak_filipina Dua kapal Indonesia dibajak di Filipina, 10 WNI disandera]. ''BBC Indonesia''.</ref> hilang kontak pada hari Senin, [[28 Maret]] [[2016]] ketika berada di wilayah [[Filipina]].<ref>Andreas Gerry Tuwo. [http://news.liputan6.com/read/2470210/menlu-pembajak-kapal-mengaku-dari-kelompok-abu-sayyaf Menlu: Pembajak Kapal Mengaku dari Kelompok Abu Sayyaf]. ''Liputan6.com''.</ref>


== Kronologi ==
== Kronologi ==
Dua kapal pembawa [[batu bara]] berangkat dari Sungai Puting, [[Kalimantan Selatan]] bertolak ke [[Filipina]] Selatan pada tanggal [[15 Maret]] [[2016]]. Ketika melintasi Basilan Island, di mana terdapat beberapa pulau kecil yang tidak sering dilalui oleh petugas patroli, kapal tersebut dikejar oleh para pembajak dengan menggunakan kapal cepat (''speedboat''). Dengan ukuran kapal yang kecil dan muatan batu bara yang banyak, kapal pengangkut seperti ini sering menjadi sasaran para pembajak di perbatasan-perbatasan negara, dalam hal ini, [[Filipina]].
Dua kapal pembawa [[batu bara]] berangkat dari Sungai Puting, [[Kalimantan Selatan]] bertolak ke [[Filipina]] Selatan<ref>[https://nasional.tempo.co/read/news/2016/03/30/078758151/panglima-tni-ungkap-motif-pembajakan-kapal-oleh-abu-sayyaf Panglima TNI Ungkap Motif Pembajakan Kapal oleh Abu Sayyaf]. ''Tempo.co''.</ref> pada tanggal [[15 Maret]] [[2016]]. Ketika melintasi Basilan Island, di mana terdapat beberapa pulau kecil yang tidak sering dilalui oleh petugas patroli, kapal tersebut dikejar oleh para pembajak dengan menggunakan kapal cepat (''speedboat''). Dengan ukuran kapal yang kecil dan muatan batu bara yang banyak, kapal pengangkut seperti ini sering menjadi sasaran para pembajak di perbatasan-perbatasan negara, dalam hal ini, [[Filipina]].<ref>Moch Harun Syah. [http://news.liputan6.com/read/2472708/cerita-kapten-kapal-tugboat-jadi-target-perompak-abu-sayyaf Cerita Kapten Kapal Tugboat Jadi Target Perompak Abu Sayyaf]. ''Liputan6.com''.</ref>


Para pembajak itu lalu menyandera dua kapal itu beserta awak kapal dengan menggunakan [[senjata api]]. Mereka (pembajak yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf) lalu menghubungi pemilik kapal untuk meminta uang tebusan sebesar 50 juta [[Peso]] (setara dengan 14,2 miliar Rupiah) untuk dipenuhi paling lambat hingga tanggal [[31 Maret]] [[2016]].
Para pembajak itu lalu menyandera dua kapal itu beserta awak kapal dengan menggunakan [[senjata api]].<ref>[https://nasional.tempo.co/read/news/2016/03/31/078758384/cara-bebaskan-abk-dari-abu-sayyaf-ini-kata-eks-panglima-tni Cara Bebaskan ABK dari Abu Sayyaf, Ini Kata Eks Panglima TNI]. ''Tempo.co''.</ref> Mereka (pembajak yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf) lalu menghubungi pemilik kapal untuk meminta uang tebusan sebesar 50 juta [[Peso]] (setara dengan 14,2 miliar Rupiah) untuk dipenuhi paling lambat hingga tanggal [[31 Maret]] [[2016]].<ref>[http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160329_indonesia_kapal_dibajak_filipina Dua kapal Indonesia dibajak di Filipina, 10 WNI disandera]. ''BBC Indonesia''.</ref>


Berdasarkan keadaan terakhir pada tanggal 29 Maret 2016, Kapal Brahma 12 telah dilepaskan dan saat ini berada di tangan otoritas Filipina. Pihak Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut juga telah menegaskan untuk memantau keadaan perairan Indonesia, khususnya di perbatasan negara Indonesia dengan Filipina. Patroli ini menggunakan empat kapal perang, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ami dan KRI Mandau.
Berdasarkan keadaan terakhir pada tanggal 29 Maret 2016, Kapal Brahma 12 telah dilepaskan dan saat ini berada di tangan otoritas Filipina.<ref>[http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160329_indonesia_kapal_dibajak_filipina Dua kapal Indonesia dibajak di Filipina, 10 WNI disandera]. ''BBC Indonesia''.</ref> Pihak Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut juga telah menegaskan untuk memantau keadaan perairan Indonesia, khususnya di perbatasan negara Indonesia dengan Filipina. Patroli ini menggunakan empat kapal perang, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ami dan KRI Mandau.<ref>[http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160329_indonesia_kapal_dibajak_filipina Dua kapal Indonesia dibajak di Filipina, 10 WNI disandera]. ''BBC Indonesia''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembajakan+kapal+kelompok+Abu+Sayyaf+2016&oldid=23105879 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23105879 (2023-03-13T10:55:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembajakan+kapal+kelompok+Abu+Sayyaf+2016&oldid=23105879 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23105879 (2023-03-13T10:55:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.05

Pembajakan kapal kelompok Abu Sayyaf adalah peristiwa pembajakan dan penyanderaan kapal Indonesia, di mana pelaku penyanderaan kapal ini adalah kelompok Abu Sayyaf.[1] Dua kapal Tugboat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang membawa 7.000 ton batu bara serta 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia[2] hilang kontak pada hari Senin, 28 Maret 2016 ketika berada di wilayah Filipina.[3]

Kronologi

Dua kapal pembawa batu bara berangkat dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan bertolak ke Filipina Selatan[4] pada tanggal 15 Maret 2016. Ketika melintasi Basilan Island, di mana terdapat beberapa pulau kecil yang tidak sering dilalui oleh petugas patroli, kapal tersebut dikejar oleh para pembajak dengan menggunakan kapal cepat (speedboat). Dengan ukuran kapal yang kecil dan muatan batu bara yang banyak, kapal pengangkut seperti ini sering menjadi sasaran para pembajak di perbatasan-perbatasan negara, dalam hal ini, Filipina.[5]

Para pembajak itu lalu menyandera dua kapal itu beserta awak kapal dengan menggunakan senjata api.[6] Mereka (pembajak yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf) lalu menghubungi pemilik kapal untuk meminta uang tebusan sebesar 50 juta Peso (setara dengan 14,2 miliar Rupiah) untuk dipenuhi paling lambat hingga tanggal 31 Maret 2016.[7]

Berdasarkan keadaan terakhir pada tanggal 29 Maret 2016, Kapal Brahma 12 telah dilepaskan dan saat ini berada di tangan otoritas Filipina.[8] Pihak Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut juga telah menegaskan untuk memantau keadaan perairan Indonesia, khususnya di perbatasan negara Indonesia dengan Filipina. Patroli ini menggunakan empat kapal perang, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ami dan KRI Mandau.[9]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23105879 (2023-03-13T10:55:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.