Bismut(III) oksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27987562; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Bismut(III) oksida''' adalah senyawa [[bismut]] yang paling diperlukan di dalam bidang perindustrian. Senyawa ini juga merupakan titik awal dalam proses atau percobaan kimia yang berkaitan dengan unsur [[bismut]]. Senyawa ini dapat ditemui secara alami dalam bentuk mineral [[bismit]] (monoklinik) dan sfaerobismoit (tetragonal, jauh lebih langka), tetapi biasanya diperoleh sebagai produk sampingan dari proses peleburan bijih [[tembaga]] dan [[timbal]]. Bismut trioksida sering kali digunakan untuk menghasilkan efek "[[telur naga]]" dalam [[kembang api]] sebagai pengganti [[timbal merah]]. | [[File:Bismuth(III)_oxide_2.jpg|thumb|right|280px|Bismuth(III) oxide 2]] | ||
'''Bismut(III) oksida''' adalah senyawa [[bismut]] yang paling diperlukan di dalam bidang perindustrian. Senyawa ini juga merupakan titik awal dalam proses atau percobaan kimia yang berkaitan dengan unsur [[bismut]]. Senyawa ini dapat ditemui secara alami dalam bentuk mineral [[bismit]] (monoklinik) dan sfaerobismoit (tetragonal, jauh lebih langka), tetapi biasanya diperoleh sebagai produk sampingan dari proses peleburan bijih [[tembaga]] dan [[timbal]]. Bismut trioksida sering kali digunakan untuk menghasilkan efek "[[telur naga]]" dalam [[kembang api]] sebagai pengganti [[timbal merah]].<ref>Pradyot Patnaik. ''Handbook of Inorganic Chemical Compounds''. McGraw-Hill. 2003. hlm. 243. ISBN 0-07-049439-8.</ref> | |||
== Struktur == | == Struktur == | ||
Struktur Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub> berbeda dengan [[arsen(III) oksida]], As<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, dan [[antimon(III) oksida]], Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. | Struktur Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub> berbeda dengan [[arsen(III) oksida]], As<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, dan [[antimon(III) oksida]], Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>.<ref>Wells, A.F. (1984) ''Structural Inorganic Chemistry''. 5th. London, England: Oxford University Press. hlm.890</ref> | ||
Bismut oksida, Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki lima [[polimorf]] kristalografi. Fase dalam suhu ruangan, α-Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki struktur kristal [[monoklinik]]. Terdapat tiga fase dalam suhu yang tinggi, yaitu fase β yang berbentuk [[tetragonal]], fase γ yang berbentuk [[kubik berpusat badan]], dan fase δ yang berbentuk kubik. | Bismut oksida, Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki lima [[polimorf]] kristalografi. Fase dalam suhu ruangan, α-Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki struktur kristal [[monoklinik]]. Terdapat tiga fase dalam suhu yang tinggi, yaitu fase β yang berbentuk [[tetragonal]], fase γ yang berbentuk [[kubik berpusat badan]], dan fase δ yang berbentuk kubik. | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
Oksidasi dengan [[amonium persulfat]] dan soda encer akan menghasilkan [[bismut tetraoksida]]. Elektrolisis bismut(III) oksida di dalam larutan alkali yang panas dan memiliki konsentrasi tinggi akan menghasilkan endapan merah [[bismut(V) oksida]]. Bismut(III) oksida juga dapat bereaksi dengan asam-asam mineral untuk menghasilkan garam-garam bismut(III). | Oksidasi dengan [[amonium persulfat]] dan soda encer akan menghasilkan [[bismut tetraoksida]]. Elektrolisis bismut(III) oksida di dalam larutan alkali yang panas dan memiliki konsentrasi tinggi akan menghasilkan endapan merah [[bismut(V) oksida]]. Bismut(III) oksida juga dapat bereaksi dengan asam-asam mineral untuk menghasilkan garam-garam bismut(III). | ||
== Bacaan lanjut == | == Bacaan lanjut == | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bismut%28III%29+oksida&oldid=27987562 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27987562 (2025-10-15T22:01:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.03

Bismut(III) oksida adalah senyawa bismut yang paling diperlukan di dalam bidang perindustrian. Senyawa ini juga merupakan titik awal dalam proses atau percobaan kimia yang berkaitan dengan unsur bismut. Senyawa ini dapat ditemui secara alami dalam bentuk mineral bismit (monoklinik) dan sfaerobismoit (tetragonal, jauh lebih langka), tetapi biasanya diperoleh sebagai produk sampingan dari proses peleburan bijih tembaga dan timbal. Bismut trioksida sering kali digunakan untuk menghasilkan efek "telur naga" dalam kembang api sebagai pengganti timbal merah.[1]
Struktur
Struktur Bi2O3 berbeda dengan arsen(III) oksida, As2O3, dan antimon(III) oksida, Sb2O3.[2]
Bismut oksida, Bi2O3, memiliki lima polimorf kristalografi. Fase dalam suhu ruangan, α-Bi2O3, memiliki struktur kristal monoklinik. Terdapat tiga fase dalam suhu yang tinggi, yaitu fase β yang berbentuk tetragonal, fase γ yang berbentuk kubik berpusat badan, dan fase δ yang berbentuk kubik.
Preparasi
Bismut trioksida dibuat dari bismut subnitrat. Bismut subnitrat sendiri dihasilkan dengan melarutkan bismut ke dalam asam nitrat yang panas. Penambahan natrium hidroksida yang berlebih disertai dengan pemanasan akan mengakibatkan pengendapan bismut(III) oksida sebagai bubuk kuning yang berat.
Reaksi
Oksidasi dengan amonium persulfat dan soda encer akan menghasilkan bismut tetraoksida. Elektrolisis bismut(III) oksida di dalam larutan alkali yang panas dan memiliki konsentrasi tinggi akan menghasilkan endapan merah bismut(V) oksida. Bismut(III) oksida juga dapat bereaksi dengan asam-asam mineral untuk menghasilkan garam-garam bismut(III).
Bacaan lanjut
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27987562 (2025-10-15T22:01:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.