Lompat ke isi

Berilium hidroksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26972206; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Berilium hidroksida''' (Be(OH)<sub>2</sub>) adalah [[hidroksida]] yang bersifat [[amfoterik|amfoter]] yang dapat larut dalam [[asam]] dan [[basa]]. Di dalam dunia perindustrian, senyawa ini merupakan produk sampingan dalam proses ekstraksi logam berilium dari bijih [[beril]] dan [[bertrandit]]. Berilium hidroksida yang murni jarang ditemui di alam (dalam bentuk mineral behoit dengan struktur ortorombik) atau sangat jarang (dalam bentuk klinobehoit dengan struktur monoklinik). Saat basa ditambahkan ke dalam larutan garam berilium, terbentuk-lah versi α (sebuah gel). Jika dibiarkan saja atau diuapkan, versi β yang berstruktur rombik akan mengalami pengendapan. Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan [[seng hidroksida]], Zn(OH)<sub>2</sub>.
[[File:Be(OH)2.png|thumb|right|280px|Be(OH)2]]
 
'''Berilium hidroksida''' (Be(OH)<sub>2</sub>) adalah [[hidroksida]] yang bersifat [[amfoterik|amfoter]] yang dapat larut dalam [[asam]] dan [[basa]]. Di dalam dunia perindustrian, senyawa ini merupakan produk sampingan dalam proses ekstraksi logam berilium dari bijih [[beril]] dan [[bertrandit]].<ref>Jessica Elzea Kogel, Nikhil C. Trivedi, James M. Barker and Stanley T. Krukowski, 2006, Industrial Minerals & Rocks: Commodities, Markets, and Uses, 7th edition, SME,</ref> Berilium hidroksida yang murni jarang ditemui di alam (dalam bentuk mineral behoit dengan struktur ortorombik) atau sangat jarang (dalam bentuk klinobehoit dengan struktur monoklinik).<ref>Mindat, http://www.mindat.org/min-603.html</ref><ref>Mindat, http://www.mindat.org/min-1066.html</ref> Saat basa ditambahkan ke dalam larutan garam berilium, terbentuk-lah versi α (sebuah gel). Jika dibiarkan saja atau diuapkan, versi β yang berstruktur rombik akan mengalami pengendapan.<ref>Mary Eagleson, 1994, Concise encyclopedia chemistry, Walter de Gruyter,</ref> Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan [[seng hidroksida]], Zn(OH)<sub>2</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium+hidroksida&oldid=26972206 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Senyawa ini jika direaksikan dengan alkali akan membentuk anion tetrahidroksidoberilat(2-). Contohnya, dalam reaksi dengan [[natrium hidroksida]]:
Senyawa ini jika direaksikan dengan alkali akan membentuk anion tetrahidroksidoberilat(2-).<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref> Contohnya, dalam reaksi dengan [[natrium hidroksida]]:


:2NaOH(aq) + Be(OH)<sub>2</sub>(s) → Na<sub>2</sub>Be(OH)<sub>4</sub>(aq)
:2NaOH(aq) + Be(OH)<sub>2</sub>(s) → Na<sub>2</sub>Be(OH)<sub>4</sub>(aq)


Jika bereaksi dengan asam, akan terbentuk garam berilium. Contohnya, dalam reaksi dengan [[asam sulfat]] (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) akan terbentuk [[berilium sulfat]]):
Jika bereaksi dengan asam, akan terbentuk garam berilium.<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref> Contohnya, dalam reaksi dengan [[asam sulfat]] (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) akan terbentuk [[berilium sulfat]]):


:Be(OH)<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> → BeSO<sub>4</sub> + 2H<sub>2</sub>O
:Be(OH)<sub>2</sub> + H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> → BeSO<sub>4</sub> + 2H<sub>2</sub>O


Berilium hidroksida mengalami dehidrasi pada suhu 400&nbsp;°C dan membentuk bubuk putih [[berilium oksida]] yang dapat larut:
Berilium hidroksida mengalami dehidrasi pada suhu 400&nbsp;°C dan membentuk bubuk putih [[berilium oksida]] yang dapat larut:<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref>
:Be(OH)<sub>2</sub> → BeO + H<sub>2</sub>O
:Be(OH)<sub>2</sub> → BeO + H<sub>2</sub>O
Pemanasan lebih lanjut akan menghasilkan BeO yang tidak dapat larut dalam asam.
Pemanasan lebih lanjut akan menghasilkan BeO yang tidak dapat larut dalam asam.<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium+hidroksida&oldid=26972206 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26972206 (2025-02-27T02:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium+hidroksida&oldid=26972206 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26972206 (2025-02-27T02:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.04

Be(OH)2

Berilium hidroksida (Be(OH)2) adalah hidroksida yang bersifat amfoter yang dapat larut dalam asam dan basa. Di dalam dunia perindustrian, senyawa ini merupakan produk sampingan dalam proses ekstraksi logam berilium dari bijih beril dan bertrandit.[1] Berilium hidroksida yang murni jarang ditemui di alam (dalam bentuk mineral behoit dengan struktur ortorombik) atau sangat jarang (dalam bentuk klinobehoit dengan struktur monoklinik).[2][3] Saat basa ditambahkan ke dalam larutan garam berilium, terbentuk-lah versi α (sebuah gel). Jika dibiarkan saja atau diuapkan, versi β yang berstruktur rombik akan mengalami pengendapan.[4] Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan seng hidroksida, Zn(OH)2.[5]

Reaksi

Senyawa ini jika direaksikan dengan alkali akan membentuk anion tetrahidroksidoberilat(2-).[6] Contohnya, dalam reaksi dengan natrium hidroksida:

2NaOH(aq) + Be(OH)2(s) → Na2Be(OH)4(aq)

Jika bereaksi dengan asam, akan terbentuk garam berilium.[7] Contohnya, dalam reaksi dengan asam sulfat (H2SO4) akan terbentuk berilium sulfat):

Be(OH)2 + H2SO4 → BeSO4 + 2H2O

Berilium hidroksida mengalami dehidrasi pada suhu 400 °C dan membentuk bubuk putih berilium oksida yang dapat larut:[8]

Be(OH)2 → BeO + H2O

Pemanasan lebih lanjut akan menghasilkan BeO yang tidak dapat larut dalam asam.[9]

Referensi

  1. Jessica Elzea Kogel, Nikhil C. Trivedi, James M. Barker and Stanley T. Krukowski, 2006, Industrial Minerals & Rocks: Commodities, Markets, and Uses, 7th edition, SME,
  2. Mindat, http://www.mindat.org/min-603.html
  3. Mindat, http://www.mindat.org/min-1066.html
  4. Mary Eagleson, 1994, Concise encyclopedia chemistry, Walter de Gruyter,
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  7. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  8. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  9. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26972206 (2025-02-27T02:08:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.