Lompat ke isi

Indium(III) hidroksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22846386; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Indium(III) hidroksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus In(OH)<sub>3</sub>. Kegunaan utamanya adalah sebagai pendahulu [[indium(III) oksida]], In<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Senyawa ini kadang-kadang ditemui dalam bentuk mineral langka [[dzalindit]].
'''Indium(III) hidroksida''' adalah [[senyawa kimia]] dengan rumus In(OH)<sub>3</sub>. Kegunaan utamanya adalah sebagai pendahulu [[indium(III) oksida]], In<sub>2</sub>O<sub>3</sub>.<ref>The Group 13 Metals Aluminium, Gallium, Indium and Thallium: Chemical Patterns and Peculiarities, Simon Aldridge, Anthony J. Downs, wiley, 2011,</ref> Senyawa ini kadang-kadang ditemui dalam bentuk mineral langka [[dzalindit]].


== Pembuatan dan reaksi ==
== Pembuatan dan reaksi ==
Netralisasi larutan garam In<sup>3+</sup> (seperti In(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>), indium nitrat atau larutan [[indium triklorida|InCl<sub>3</sub>]] menghasilkan endapan putih yang kemudian membentuk In(OH)<sub>3</sub>.
Netralisasi larutan garam In<sup>3+</sup> (seperti In(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>), indium nitrat atau larutan [[indium triklorida|InCl<sub>3</sub>]] menghasilkan endapan putih yang kemudian membentuk In(OH)<sub>3</sub>.<ref>T. Sato. ''Preparation and thermal decomposition of indium hydroxide''. ''Journal of Thermal Analysis and Calorimetry''. 2005. Vol. 82 (3). hlm. 775–782. doi:10.1007/s10973-005-0963-4.</ref><ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref>


In(OH)<sub>3</sub> bersifat [[amfoter]] seperti [[galium(III) hidroksida|Ga(OH)<sub>3</sub>]] dan [[aluminium hidroksida|Al(OH)<sub>3</sub>]], tetapi tidak seasam Ga(OH)<sub>3</sub> dan memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah di dalam alkali daripada asam, sehingga dapat digolongkan sebagai hidroksida bersifat basa.
In(OH)<sub>3</sub> bersifat [[amfoter]] seperti [[galium(III) hidroksida|Ga(OH)<sub>3</sub>]] dan [[aluminium hidroksida|Al(OH)<sub>3</sub>]], tetapi tidak seasam Ga(OH)<sub>3</sub><ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref> dan memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah di dalam alkali daripada asam,<ref>The Aqueous Chemistry of the Elements, George K. Schweitzer, Lester L. Pesterfield, Oxford University Press, 19 Dec 2009,</ref> sehingga dapat digolongkan sebagai hidroksida bersifat basa.<ref>Anthony John Downs. ''Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium''. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.</ref>
Pelarutan In(OH)<sub>3</sub> di dalam alkali yang kuat akan menghasilkan larutan yang mungkin mengandung In(OH)<sub>4</sub><sup>−</sup> atau In(OH)<sub>4</sub>(H<sub>2</sub>O)<sup>−</sup>
Pelarutan In(OH)<sub>3</sub> di dalam alkali yang kuat akan menghasilkan larutan yang mungkin mengandung In(OH)<sub>4</sub><sup>−</sup> atau In(OH)<sub>4</sub>(H<sub>2</sub>O)<sup>−</sup><ref>Anthony John Downs. ''Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium''. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.</ref>
Reaksi dengan asam asetat atau [[asam alkanoat]] kemungkinan akan menghasilkan asetat basa atau garam alkanoat, contohnya adalah In(OH)(OOCCH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>.
Reaksi dengan asam asetat atau [[asam alkanoat]] kemungkinan akan menghasilkan asetat basa atau garam alkanoat, contohnya adalah In(OH)(OOCCH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>.<ref>The Aqueous Chemistry of the Elements, George K. Schweitzer, Lester L. Pesterfield, Oxford University Press, 19 Dec 2009,</ref>


Pada tekanan 10MPa dan suhu 250-400&nbsp;°C, In(OH)<sub>3</sub> berubah menjadi indium oksida hidroksida, InO(OH).
Pada tekanan 10MPa dan suhu 250-400&nbsp;°C, In(OH)<sub>3</sub> berubah menjadi indium oksida hidroksida, InO(OH).<ref>Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) ''Inorganic Chemistry'', Elsevier</ref>


Dekomposisi In(OH)<sub>3</sub> secara sepat dengan tekanan 34 GPa akan menghasilkan beberapa logam indium.
Dekomposisi In(OH)<sub>3</sub> secara sepat dengan tekanan 34 GPa akan menghasilkan beberapa logam indium.<ref>Aleksander Gurlo. ''Pressure-Induced Decomposition of Indium Hydroxide''. ''Journal of the American Chemical Society''. 2010. Vol. 132 (36). hlm. 12674–12678. doi:10.1021/ja104278p.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium%28III%29+hidroksida&oldid=22846386 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22846386 (2023-02-03T05:36:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indium%28III%29+hidroksida&oldid=22846386 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22846386 (2023-02-03T05:36:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.07

Indium(III) hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus In(OH)3. Kegunaan utamanya adalah sebagai pendahulu indium(III) oksida, In2O3.[1] Senyawa ini kadang-kadang ditemui dalam bentuk mineral langka dzalindit.

Pembuatan dan reaksi

Netralisasi larutan garam In3+ (seperti In(NO3)3), indium nitrat atau larutan InCl3 menghasilkan endapan putih yang kemudian membentuk In(OH)3.[2][3]

In(OH)3 bersifat amfoter seperti Ga(OH)3 dan Al(OH)3, tetapi tidak seasam Ga(OH)3[4] dan memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah di dalam alkali daripada asam,[5] sehingga dapat digolongkan sebagai hidroksida bersifat basa.[6] Pelarutan In(OH)3 di dalam alkali yang kuat akan menghasilkan larutan yang mungkin mengandung In(OH)4 atau In(OH)4(H2O)[7] Reaksi dengan asam asetat atau asam alkanoat kemungkinan akan menghasilkan asetat basa atau garam alkanoat, contohnya adalah In(OH)(OOCCH3)2.[8]

Pada tekanan 10MPa dan suhu 250-400 °C, In(OH)3 berubah menjadi indium oksida hidroksida, InO(OH).[9]

Dekomposisi In(OH)3 secara sepat dengan tekanan 34 GPa akan menghasilkan beberapa logam indium.[10]

Referensi

  1. The Group 13 Metals Aluminium, Gallium, Indium and Thallium: Chemical Patterns and Peculiarities, Simon Aldridge, Anthony J. Downs, wiley, 2011,
  2. T. Sato. Preparation and thermal decomposition of indium hydroxide. Journal of Thermal Analysis and Calorimetry. 2005. Vol. 82 (3). hlm. 775–782. doi:10.1007/s10973-005-0963-4.
  3. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  4. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  5. The Aqueous Chemistry of the Elements, George K. Schweitzer, Lester L. Pesterfield, Oxford University Press, 19 Dec 2009,
  6. Anthony John Downs. Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.
  7. Anthony John Downs. Chemistry of aluminium, gallium, indium, and thallium. Springer. 1993. ISBN 0-7514-0103-X.
  8. The Aqueous Chemistry of the Elements, George K. Schweitzer, Lester L. Pesterfield, Oxford University Press, 19 Dec 2009,
  9. Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
  10. Aleksander Gurlo. Pressure-Induced Decomposition of Indium Hydroxide. Journal of the American Chemical Society. 2010. Vol. 132 (36). hlm. 12674–12678. doi:10.1021/ja104278p.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22846386 (2023-02-03T05:36:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.