Lompat ke isi

Lilin karnauba: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29300592; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Karnauba''' (;  ), disebut juga "lilin Brasil" atau "lilin palem", adalah [[lilin]] dari daun-daun palem ''[[Copernicia prunifera]]'' (Sinonim: Copernicia cerifera), tanaman asli yang hanya tumbuh di bagian timur laut [[Brasil]], di negara bagian [[Piauí]], [[Ceará]], [[Maranhão]], [[Bahia]], dan [[Rio Grande do Norte]].
[[File:Carnauba_wax.jpg|thumb|right|280px|Carnauba wax]]


Dikenal sebagai "ratu lilin" dan dalam keadaan murni, biasanya berbentuk serpihan kuning kecoklatan yang keras. Lilin ini dibuat dari daun-daun palem karnauba yang dikumpulkan lalu dikeringkan, setelah itu dipukul untuk melepaskan kandungan lilinnya, kemudian dimurnikan dan diputihkan menjadi lilin. Dalam kategori zat [[bahan tambahan pangan]], [[nomor E]]-nya adalah '''E903'''.
'''Karnauba''' (;  ), disebut juga "lilin Brasil" atau "lilin palem", adalah [[lilin]] dari daun-daun palem ''[[Copernicia prunifera]]'' (Sinonim: Copernicia cerifera), tanaman asli yang hanya tumbuh di bagian timur laut [[Brasil]], di negara bagian [[Piauí]], [[Ceará]], [[Maranhão]], [[Bahia]], dan [[Rio Grande do Norte]].<ref>J. Vernon Steinle. ''Carnauba wax: an expedition to its source''. ''Industrial & Engineering Chemistry''. September 1936. Vol. 28 (9). hlm. 1004–1008. doi:10.1021/ie50321a003.</ref>
 
Dikenal sebagai "ratu lilin"<ref>Edward J. Parish. [https://archive.org/details/foodlipidschemis0000unse_d1u7 Food lipids: chemistry, nutrition, and biochemistry]. M. Dekker. 2002. hlm. [https://archive.org/details/foodlipidschemis0000unse_d1u7/page/103 103]. ISBN 0-8247-0749-4.</ref> dan dalam keadaan murni, biasanya berbentuk serpihan kuning kecoklatan yang keras. Lilin ini dibuat dari daun-daun palem karnauba yang dikumpulkan lalu dikeringkan, setelah itu dipukul untuk melepaskan kandungan lilinnya, kemudian dimurnikan dan diputihkan menjadi lilin.<ref>BMU-IKI/GIZ Associacao Caatinga. [https://www.acaatinga.org.br/wp-content/uploads/carnauba_production_chain_-_good_practices_manual.pdf Good Practices Manual for the Carnauba supply chain]. 2019.</ref> Dalam kategori zat [[bahan tambahan pangan]], [[nomor E]]-nya adalah '''E903'''.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lilin+karnauba&oldid=29300592 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29300592 (2026-06-01T02:23:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lilin+karnauba&oldid=29300592 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29300592 (2026-06-01T02:23:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 22.58

Carnauba wax

Karnauba (; ), disebut juga "lilin Brasil" atau "lilin palem", adalah lilin dari daun-daun palem Copernicia prunifera (Sinonim: Copernicia cerifera), tanaman asli yang hanya tumbuh di bagian timur laut Brasil, di negara bagian Piauí, Ceará, Maranhão, Bahia, dan Rio Grande do Norte.[1]

Dikenal sebagai "ratu lilin"[2] dan dalam keadaan murni, biasanya berbentuk serpihan kuning kecoklatan yang keras. Lilin ini dibuat dari daun-daun palem karnauba yang dikumpulkan lalu dikeringkan, setelah itu dipukul untuk melepaskan kandungan lilinnya, kemudian dimurnikan dan diputihkan menjadi lilin.[3] Dalam kategori zat bahan tambahan pangan, nomor E-nya adalah E903.

Referensi

  1. J. Vernon Steinle. Carnauba wax: an expedition to its source. Industrial & Engineering Chemistry. September 1936. Vol. 28 (9). hlm. 1004–1008. doi:10.1021/ie50321a003.
  2. Edward J. Parish. Food lipids: chemistry, nutrition, and biochemistry. M. Dekker. 2002. hlm. 103. ISBN 0-8247-0749-4.
  3. BMU-IKI/GIZ Associacao Caatinga. Good Practices Manual for the Carnauba supply chain. 2019.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29300592 (2026-06-01T02:23:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.