Kuinina: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29426173; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Quinine.svg|thumb|right|280px|Quinine]] | |||
'''Kuinina''', '''kinina''' atau '''kina''' adalah [[alkaloid]] [[kristal]] putih alami yang memiliki rasa [[pahit]] dan mempunyai sifat [[antipiretik]] (penawar panas), [[antimalaria]], [[analgesik]] (penawar sakit), serta [[antiinflamasi]]. Senyawa [[stereoisomer]] dari [[kuinidina]] ini merupakan pengobatan efektif pertama untuk [[malaria]] yang disebabkan oleh ''[[Plasmodium falciparum]]'' dan mulai digunakan pada sekitar [[abad ke-17]]. Pengobatan malaria dengan kuinina tetap menjadi pilihan hingga [[1940-an]] sampai digantikan oleh obat-obatan lain. Perolehan kuinina dari kulit pohon [[kina]] pertama kali ditemukan oleh suku Indian [[Quechua]] di [[Peru]] dan dibawa ke [[Eropa]] pertama kali oleh [[Yesuit]]. | '''Kuinina''', '''kinina''' atau '''kina''' adalah [[alkaloid]] [[kristal]] putih alami yang memiliki rasa [[pahit]] dan mempunyai sifat [[antipiretik]] (penawar panas), [[antimalaria]], [[analgesik]] (penawar sakit), serta [[antiinflamasi]]. Senyawa [[stereoisomer]] dari [[kuinidina]] ini merupakan pengobatan efektif pertama untuk [[malaria]] yang disebabkan oleh ''[[Plasmodium falciparum]]'' dan mulai digunakan pada sekitar [[abad ke-17]]. Pengobatan malaria dengan kuinina tetap menjadi pilihan hingga [[1940-an]] sampai digantikan oleh obat-obatan lain. Perolehan kuinina dari kulit pohon [[kina]] pertama kali ditemukan oleh suku Indian [[Quechua]] di [[Peru]] dan dibawa ke [[Eropa]] pertama kali oleh [[Yesuit]]. | ||
== | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuinina&oldid=29426173 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29426173 (2026-07-06T15:33:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 22.59
Kuinina, kinina atau kina adalah alkaloid kristal putih alami yang memiliki rasa pahit dan mempunyai sifat antipiretik (penawar panas), antimalaria, analgesik (penawar sakit), serta antiinflamasi. Senyawa stereoisomer dari kuinidina ini merupakan pengobatan efektif pertama untuk malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan mulai digunakan pada sekitar abad ke-17. Pengobatan malaria dengan kuinina tetap menjadi pilihan hingga 1940-an sampai digantikan oleh obat-obatan lain. Perolehan kuinina dari kulit pohon kina pertama kali ditemukan oleh suku Indian Quechua di Peru dan dibawa ke Eropa pertama kali oleh Yesuit.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29426173 (2026-07-06T15:33:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.