Lemak sterol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27779779; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Sterol.svg|thumb|right|280px|Struktur kimia Sterol]] | |||
Lemak sterol | '''Lemak sterol''' (, padat) adalah [[steroid]] tak jenuh dengan kerangka [[kolestana]] yang mengandung [[gugus fungsional|gugus]] [[hidroksil]]-3b dan rantai sisi [[senyawa alifatik|alifatik]] dengan minimal 8 [[atom]] [[karbon]] yang terikat.<ref>[http://www.cyberlipid.org/sterols/ster0003.htm Sterols]. ''Cyberlipid Center''.</ref> Lemak sterol merupakan kelompok penting di dalam [[steroid]]. | ||
Lemak sterol juga dikenal sebagai [[alkohol steroid]], sebuah subkelompok steroid dengan [[gugus fungsional|gugus]] [[hidroksil]] pada posisi ketiga dari cincin-A.<ref>Fahy E, Subramaniam S, Brown HA, ''et al.''. [http://www.jlr.org/cgi/content/full/46/5/839 A comprehensive classification system for lipids]. ''J. Lipid Res''. 2005. Vol. 46 (5). hlm. 839–61. doi:10.1194/jlr.E400004-JLR200.</ref> Lemak sterol bersifat [[amfipatik]] yang terbentuk dari ''acetyl-coenzyme A'' melalui jalur ''HMG-CoA reductase''. Biosintesis sterol selalu dianggap sebagai proses [[eukariota|eukariotik]] karena kekerapannya terjadi pada [[bakteri]]. Hanya diperlukan dua [[enzim]], ''squalene monooxygenase'' dan ''oxidosqualene cyclase'' untuk menghasilkan sterol dari [[skualena]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14660793?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum Phylogenetic and biochemical evidence for sterol synthesis in the bacterium Gemmata obscuriglobus]. ''Harvard University, Pearson A., et al''.</ref> [[Sekresi]] sterol dilakukan oleh [[astrosit]] dalam bentuk partikel [[lipoprotein]] berjenis [[kolesterol]], [[desmosterol]] dan [[latosterol]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15355983?dopt=Abstract Secretion of sterols and the NPC2 protein from primary astrocytes]. ''Institute of Biotechnology, University of Helsinki, Mutka AL, Lusa S, et al''.</ref> | |||
Sterol merupakan bagian yang penting dari [[senyawa organik]] dan sering kali berfungsi sebagai [[nukleus]]. Salah satu jenis sterol, yakni [[kolesterol]] mempunyai peranan yang vital bagi fungsi-fungsi seluler dan menjadi substrat awal () bagi [[vitamin]] yang larut dalam lemak, dan [[hormon steroid]]. | Sterol merupakan bagian yang penting dari [[senyawa organik]] dan sering kali berfungsi sebagai [[nukleus]]. Salah satu jenis sterol, yakni [[kolesterol]] mempunyai peranan yang vital bagi fungsi-fungsi seluler dan menjadi substrat awal () bagi [[vitamin]] yang larut dalam lemak, dan [[hormon steroid]]. | ||
| Baris 8: | Baris 9: | ||
Lemak sterol [[nabati]] disebut [[fitosterol]] dan yang [[hewani]] disebut [[zoosterol]]. Jenis zoosterol yang penting antara lain adalah [[kolesterol]] dan [[hormon steroid]]. Sedangkan pada fitosterol dikenal [[kampesterol]], [[sitosterol]] dan [[stigmasterol]]. [[Ergosterol]] adalah lemak sterol yang ditemukan pada [[membran sel]] [[fungi]] yang berfungsi layaknya [[kolesterol]] pada [[hewan]]. | Lemak sterol [[nabati]] disebut [[fitosterol]] dan yang [[hewani]] disebut [[zoosterol]]. Jenis zoosterol yang penting antara lain adalah [[kolesterol]] dan [[hormon steroid]]. Sedangkan pada fitosterol dikenal [[kampesterol]], [[sitosterol]] dan [[stigmasterol]]. [[Ergosterol]] adalah lemak sterol yang ditemukan pada [[membran sel]] [[fungi]] yang berfungsi layaknya [[kolesterol]] pada [[hewan]]. | ||
Sterol dapat dijumpai sebagai sterol bebas, ester sterol (terasilasi), eter alkil steril (teralkilasi), sterol sulfat, dan steril glikosida yang kemudiannya dapat terasilasi menjadi glikosida sterol berasil. Biosintesis sterol hampir selalu ditemukan pada makhluk [[eukariota]] dan hampir tidak ditemukan pada makhluk [[prokariota]]. Lintasan biosintetik sterol dapat diamati pada [[proteobakterium]]. | Sterol dapat dijumpai sebagai sterol bebas, ester sterol (terasilasi), eter alkil steril (teralkilasi), sterol sulfat, dan steril glikosida yang kemudiannya dapat terasilasi menjadi glikosida sterol berasil.<ref>[http://www.cyberlipid.org/sterols/ster0003.htm Sterols]. ''Cyberlipid Center''.</ref> Biosintesis sterol hampir selalu ditemukan pada makhluk [[eukariota]] dan hampir tidak ditemukan pada makhluk [[prokariota]]. Lintasan biosintetik sterol dapat diamati pada [[proteobakterium]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14660793?ordinalpos=1&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum Phylogenetic and biochemical evidence for sterol synthesis in the bacterium Gemmata obscuriglobus]. ''Harvard University, Pearson A., et al''.</ref> | ||
Klasifikasi lemak sterol sebagai berikut: | Klasifikasi lemak sterol sebagai berikut:<ref>[http://www.jlr.org/cgi/content-nw/full/46/5/839/TBL8 Sterol lipids [ST] classes and subclasses]. ''American Society for Biochemistry and Molecular Biology, Eoin Fahy, Shankar Subramaniam, et al''.</ref> | ||
* [[Kolesterol]] dan turunan | * [[Kolesterol]] dan turunan | ||
* [[Kolesteril ester]] | * [[Kolesteril ester]] | ||
| Baris 36: | Baris 37: | ||
== Sterol bebas == | == Sterol bebas == | ||
Sterol bebas adalah [[lemak]] tahan [[saponifikasi]] yang ditemukan dalam jumlah cukup banyak pada jaringan tubuh. Sterol mempunyai beberapa variasi [[molekul]] dari 3-hidroksisteroid kristal [[alkohol]] C27-C30. Lemak ini juga termasuk golongan [[triterpena]] karena merupakan turunan dari [[skualena]]. Kerangka [[sterana]] dari sterol dapat digunakan sebagai [[penanda biologi]] dalam [[proteomika]]. | Sterol bebas adalah [[lemak]]<ref>[http://www.cyberlipid.org/sterols/ster0003.htm Sterols]. ''Cyberlipid Center''.</ref> tahan [[saponifikasi]] yang ditemukan dalam jumlah cukup banyak pada jaringan tubuh. Sterol mempunyai beberapa variasi [[molekul]] dari 3-hidroksisteroid kristal [[alkohol]] C27-C30. Lemak ini juga termasuk golongan [[triterpena]] karena merupakan turunan dari [[skualena]]. Kerangka [[sterana]] dari sterol dapat digunakan sebagai [[penanda biologi]] dalam [[proteomika]]. | ||
Pada jaringan tubuh [[vertebrata]], sterol terbanyak yang ditemukan adalah [[kolesterol]] [[alkohol]] C27 yang terdistribusi di [[kelenjar adrenal]] (10%), [[jaringan saraf]] (2%), [[hati]] (0,2%) dan [[batu empedu]]. Bagian [[otak]] [[vertebrata]] merupakan [[organ]] dengan rasio [[kolesterol]] yang tertinggi sekitar 25% dari distribusi kolesterol di seluruh tubuh. Rumus bangun dasar kolesterol adalah sebuah cincin [[sterana]], merupakan sterol yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1758 oleh [[F.P. Poulletier de La Salle]] pada [[batu empedu]]. Pada tahun 1815, [[M.E. Chevreul]] memberi nama [[kolesterina]] untuk lemak hewani yang tidak dapat di [[saponifikasi]]. Rumus kimia C<sub>27</sub>H<sub>46</sub>O diajukan oleh [[F. Reinitzer]] pada tahun 1888 dan studi lebih lanjut dilakukan oleh [[H.O. Wieland]] antara tahun 1900 hingga 1932 dengan substrat [[asam empedu]] dan substansi terkait. | Pada jaringan tubuh [[vertebrata]], sterol terbanyak yang ditemukan adalah [[kolesterol]] [[alkohol]] C27 yang terdistribusi di [[kelenjar adrenal]] (10%), [[jaringan saraf]] (2%), [[hati]] (0,2%) dan [[batu empedu]]. Bagian [[otak]] [[vertebrata]] merupakan [[organ]] dengan rasio [[kolesterol]] yang tertinggi sekitar 25% dari distribusi kolesterol di seluruh tubuh. Rumus bangun dasar kolesterol adalah sebuah cincin [[sterana]], merupakan sterol yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1758 oleh [[F.P. Poulletier de La Salle]] pada [[batu empedu]]. Pada tahun 1815, [[M.E. Chevreul]] memberi nama [[kolesterina]] untuk lemak hewani yang tidak dapat di [[saponifikasi]]. Rumus kimia C<sub>27</sub>H<sub>46</sub>O diajukan oleh [[F. Reinitzer]] pada tahun 1888 dan studi lebih lanjut dilakukan oleh [[H.O. Wieland]] antara tahun 1900 hingga 1932 dengan substrat [[asam empedu]] dan substansi terkait. | ||
| Baris 43: | Baris 44: | ||
=== [[Desmosterol]] === | === [[Desmosterol]] === | ||
Desmosterol merupakan [[intermediat]] antara [[lanosterol]] dan [[kolesterol]]. Kegagalan dalam konversi demosterol menjadi kolesterol dapat mengakibatkan [[desmosterolosis]]. | Desmosterol merupakan [[intermediat]] antara [[lanosterol]] dan [[kolesterol]]. Kegagalan dalam konversi demosterol menjadi kolesterol dapat mengakibatkan [[desmosterolosis]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15355983?dopt=Abstract Secretion of sterols and the NPC2 protein from primary astrocytes]. ''Institute of Biotechnology, University of Helsinki, Mutka AL, Lusa S, et al''.</ref> | ||
Kadar desmosterol yang cukup tinggi dapat ditemukan pada [[otak]] [[hewan]] berusia muda dan tidak pada hewan pada usia kematangannya. Demosterol juga banyak ditemukan pada [[sel membran]] [[mamalia]], seperti [[astrosit]] dan ''red algae'' yang mengandung demosterol berjenis ''24-dehydrocholesterol'' dan ''22-dehydrocholesterol'' dalam konsentrasi tinggi. | Kadar desmosterol yang cukup tinggi dapat ditemukan pada [[otak]] [[hewan]] berusia muda dan tidak pada hewan pada usia kematangannya. Demosterol juga banyak ditemukan pada [[sel membran]] [[mamalia]], seperti [[astrosit]]<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8468532?dopt=Abstract Unique lipids of primate spermatozoa: desmosterol and docosahexaenoic acid]. ''Division of Endocrinology, Metabolism, and Clinical Nutrition, Oregon Health Sciences University, Lin DS, Connor WE, et al''.</ref> dan ''red algae'' yang mengandung demosterol berjenis ''24-dehydrocholesterol'' dan ''22-dehydrocholesterol'' dalam konsentrasi tinggi. | ||
=== [[Fitosterol]] === | === [[Fitosterol]] === | ||
Sterol pertama pada tumbuhan ditemukan pada sekitar tahun 1878 oleh [[Hesse O.]] dari biji ''Calabar'' () yang kemudian disebut ''phytosterine'', lalu stigmasterol. Kata '''Fitosterol''' baru diusulkan pada tahun 1897 untuk merujuk kepada semua jenis sterol nabati. | Sterol pertama pada tumbuhan ditemukan pada sekitar tahun 1878 oleh [[Hesse O.]] dari biji ''Calabar'' () yang kemudian disebut ''phytosterine'', lalu stigmasterol. Kata '''Fitosterol''' baru diusulkan pada tahun 1897 untuk merujuk kepada semua jenis sterol nabati. | ||
Umumnya fitosterol terdiri dari 28 hingga 30 atom karbon mirip dengan [[kolesterol]] kecuali pada rantai karbon 24 terdapat tambahan karbon ''supernumerary'' baik berjenis ''chirality'' a atau b. [[Gugus fungsional|Gugus]] alkil-24 ini adalah ciri dari semua jenis fitosterol. Fitosterol pada tanaman merupakan turunan dari [[sikloartenol]], pada fungi merupakan turunan dari [[lanosterol]]. Keduanya merupakan produk dari proses [[siklisasi]] [[skualena]]. | Umumnya fitosterol terdiri dari 28 hingga 30 atom karbon mirip dengan [[kolesterol]] kecuali pada rantai karbon 24 terdapat tambahan karbon ''supernumerary'' baik berjenis ''chirality'' a atau b. [[Gugus fungsional|Gugus]] alkil-24 ini adalah ciri dari semua jenis fitosterol. Fitosterol pada tanaman merupakan turunan dari [[sikloartenol]], pada fungi merupakan turunan dari [[lanosterol]]. Keduanya merupakan produk dari proses [[siklisasi]] [[skualena]].<ref>[http://www.cyberlipid.org/sterols/ster0003.htm Sterols]. ''Cyberlipid Center''.</ref> | ||
=== [[Oksisterol]] === | === [[Oksisterol]] === | ||
Salah satu jenis oksisterol () yaitu 24S-hidroksikolesterol, adalah produk dari hasil [[oksidasi]] [[kolesterol]] oleh [[enzim]] yang terjadi pada [[otak]]. Lemak ini ditemukan pada tahun 1953 pada otak [[kuda]] dan diberi nama ''cerebrosterol''. | Salah satu jenis oksisterol () yaitu 24S-hidroksikolesterol, adalah produk dari hasil [[oksidasi]] [[kolesterol]] oleh [[enzim]] yang terjadi pada [[otak]]. Lemak ini ditemukan pada tahun 1953 pada otak [[kuda]] dan diberi nama ''cerebrosterol''. | ||
Oksisterol ditengarai dapat menjadi petunjuk untuk penyakit [[Alzheimer]] dan memberikan perlindungan terhadap [[b-amiloid peptida]], jenis [[amiloidogenik peptida]] yang ditemukan pada plak () otak dari penderita Alzheimer. | Oksisterol ditengarai dapat menjadi petunjuk untuk penyakit [[Alzheimer]]<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10681402?ordinalpos=11&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum Plasma 24S-hydroxycholesterol (cerebrosterol) is increased in Alzheimer and vascular demented patients]. ''Department of Clinical Pharmacology, University of Bonn, Lütjohann D, Papassotiropoulos A, et al''.</ref> dan memberikan perlindungan terhadap [[b-amiloid peptida]], jenis [[amiloidogenik peptida]] yang ditemukan pada plak () otak dari penderita Alzheimer.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15148325?ordinalpos=4&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum Differential expression of cholesterol hydroxylases in Alzheimer's disease]. ''Departments of Pharmacology and Pathology, Loyola University Medical Center, Brown J 3rd, Theisler C, et al''.</ref> | ||
== Ester sterol == | == Ester sterol == | ||
| Baris 62: | Baris 62: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lemak+sterol&oldid=27779779 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27779779 (2025-09-05T02:33:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.04
Lemak sterol (, padat) adalah steroid tak jenuh dengan kerangka kolestana yang mengandung gugus hidroksil-3b dan rantai sisi alifatik dengan minimal 8 atom karbon yang terikat.[1] Lemak sterol merupakan kelompok penting di dalam steroid.
Lemak sterol juga dikenal sebagai alkohol steroid, sebuah subkelompok steroid dengan gugus hidroksil pada posisi ketiga dari cincin-A.[2] Lemak sterol bersifat amfipatik yang terbentuk dari acetyl-coenzyme A melalui jalur HMG-CoA reductase. Biosintesis sterol selalu dianggap sebagai proses eukariotik karena kekerapannya terjadi pada bakteri. Hanya diperlukan dua enzim, squalene monooxygenase dan oxidosqualene cyclase untuk menghasilkan sterol dari skualena.[3] Sekresi sterol dilakukan oleh astrosit dalam bentuk partikel lipoprotein berjenis kolesterol, desmosterol dan latosterol.[4]
Sterol merupakan bagian yang penting dari senyawa organik dan sering kali berfungsi sebagai nukleus. Salah satu jenis sterol, yakni kolesterol mempunyai peranan yang vital bagi fungsi-fungsi seluler dan menjadi substrat awal () bagi vitamin yang larut dalam lemak, dan hormon steroid.
Lemak sterol nabati disebut fitosterol dan yang hewani disebut zoosterol. Jenis zoosterol yang penting antara lain adalah kolesterol dan hormon steroid. Sedangkan pada fitosterol dikenal kampesterol, sitosterol dan stigmasterol. Ergosterol adalah lemak sterol yang ditemukan pada membran sel fungi yang berfungsi layaknya kolesterol pada hewan.
Sterol dapat dijumpai sebagai sterol bebas, ester sterol (terasilasi), eter alkil steril (teralkilasi), sterol sulfat, dan steril glikosida yang kemudiannya dapat terasilasi menjadi glikosida sterol berasil.[5] Biosintesis sterol hampir selalu ditemukan pada makhluk eukariota dan hampir tidak ditemukan pada makhluk prokariota. Lintasan biosintetik sterol dapat diamati pada proteobakterium.[6]
Klasifikasi lemak sterol sebagai berikut:[7]
- Kolesterol dan turunan
- Kolesteril ester
- Fitosterol dan turunan
- Marina sterol dan turunan
- Fungi sterol dan turunan
- Steroid
- C18 steroid (estrogens) dan turunan
- C19 steroid (androgens) dan turunan
- C21 steroid (gluco/mineralocorticoids, progestogins) dan turunan
- Sekosteroid
- Vitamin D2 dan turunan
- Vitamin D3 dan turunan
- Asam empedu
- C24 Asam empedu, alkohol, dan turunan
- C26 Asam empedu, alkohol, dan turunan
- C27 Asam empedu, alkohol, dan turunan
- C28 Asam empedu, alkohol, dan turunan
- Konjugasi Steroid
- Glucuronida
- Sulfat
- Glycine conjugates
- Taurine conjugates
- Hopanoid
Sterol bebas
Sterol bebas adalah lemak[8] tahan saponifikasi yang ditemukan dalam jumlah cukup banyak pada jaringan tubuh. Sterol mempunyai beberapa variasi molekul dari 3-hidroksisteroid kristal alkohol C27-C30. Lemak ini juga termasuk golongan triterpena karena merupakan turunan dari skualena. Kerangka sterana dari sterol dapat digunakan sebagai penanda biologi dalam proteomika.
Pada jaringan tubuh vertebrata, sterol terbanyak yang ditemukan adalah kolesterol alkohol C27 yang terdistribusi di kelenjar adrenal (10%), jaringan saraf (2%), hati (0,2%) dan batu empedu. Bagian otak vertebrata merupakan organ dengan rasio kolesterol yang tertinggi sekitar 25% dari distribusi kolesterol di seluruh tubuh. Rumus bangun dasar kolesterol adalah sebuah cincin sterana, merupakan sterol yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1758 oleh F.P. Poulletier de La Salle pada batu empedu. Pada tahun 1815, M.E. Chevreul memberi nama kolesterina untuk lemak hewani yang tidak dapat di saponifikasi. Rumus kimia C27H46O diajukan oleh F. Reinitzer pada tahun 1888 dan studi lebih lanjut dilakukan oleh H.O. Wieland antara tahun 1900 hingga 1932 dengan substrat asam empedu dan substansi terkait.
Beberapa lemak sterol yang dikenal umum antara lain kolesterol, lanosterol, 7-dehidrokolesterol, desmosterol, dinosterol, oksisterol/cerebrosterol, sikloartenol, ergosterol, sitosterol, stigmasterol, kampesterol, fukosterol, saringosterol, sitostanol, koprostanol, avenasterol
Desmosterol merupakan intermediat antara lanosterol dan kolesterol. Kegagalan dalam konversi demosterol menjadi kolesterol dapat mengakibatkan desmosterolosis.[9]
Kadar desmosterol yang cukup tinggi dapat ditemukan pada otak hewan berusia muda dan tidak pada hewan pada usia kematangannya. Demosterol juga banyak ditemukan pada sel membran mamalia, seperti astrosit[10] dan red algae yang mengandung demosterol berjenis 24-dehydrocholesterol dan 22-dehydrocholesterol dalam konsentrasi tinggi.
Sterol pertama pada tumbuhan ditemukan pada sekitar tahun 1878 oleh Hesse O. dari biji Calabar () yang kemudian disebut phytosterine, lalu stigmasterol. Kata Fitosterol baru diusulkan pada tahun 1897 untuk merujuk kepada semua jenis sterol nabati.
Umumnya fitosterol terdiri dari 28 hingga 30 atom karbon mirip dengan kolesterol kecuali pada rantai karbon 24 terdapat tambahan karbon supernumerary baik berjenis chirality a atau b. Gugus alkil-24 ini adalah ciri dari semua jenis fitosterol. Fitosterol pada tanaman merupakan turunan dari sikloartenol, pada fungi merupakan turunan dari lanosterol. Keduanya merupakan produk dari proses siklisasi skualena.[11]
Salah satu jenis oksisterol () yaitu 24S-hidroksikolesterol, adalah produk dari hasil oksidasi kolesterol oleh enzim yang terjadi pada otak. Lemak ini ditemukan pada tahun 1953 pada otak kuda dan diberi nama cerebrosterol.
Oksisterol ditengarai dapat menjadi petunjuk untuk penyakit Alzheimer[12] dan memberikan perlindungan terhadap b-amiloid peptida, jenis amiloidogenik peptida yang ditemukan pada plak () otak dari penderita Alzheimer.[13]
Ester sterol
Pada membran sel, sterol ditemukan pada bentuk dasarnya. Di luar itu, lemak sterol akan bersenyawa dengan asam fosforat atau asam lemak dalam ikatan ester. Pada jaringan tubuh, terutama pada hati, adrenal dan plasma darah, kolesterol ditemukan bersenyawa dengan asam lemak, khususnya asam lemak esensial, dan membentuk senyawa kolesterol ester. Ester dari kolestrerol dengan asam arasidonat menghasilkan kolesteril arasidonat.
Referensi
- ↑ Sterols. Cyberlipid Center.
- ↑ Fahy E, Subramaniam S, Brown HA, et al.. A comprehensive classification system for lipids. J. Lipid Res. 2005. Vol. 46 (5). hlm. 839–61. doi:10.1194/jlr.E400004-JLR200.
- ↑ Phylogenetic and biochemical evidence for sterol synthesis in the bacterium Gemmata obscuriglobus. Harvard University, Pearson A., et al.
- ↑ Secretion of sterols and the NPC2 protein from primary astrocytes. Institute of Biotechnology, University of Helsinki, Mutka AL, Lusa S, et al.
- ↑ Sterols. Cyberlipid Center.
- ↑ Phylogenetic and biochemical evidence for sterol synthesis in the bacterium Gemmata obscuriglobus. Harvard University, Pearson A., et al.
- ↑ Sterol lipids [ST classes and subclasses]. American Society for Biochemistry and Molecular Biology, Eoin Fahy, Shankar Subramaniam, et al.
- ↑ Sterols. Cyberlipid Center.
- ↑ Secretion of sterols and the NPC2 protein from primary astrocytes. Institute of Biotechnology, University of Helsinki, Mutka AL, Lusa S, et al.
- ↑ Unique lipids of primate spermatozoa: desmosterol and docosahexaenoic acid. Division of Endocrinology, Metabolism, and Clinical Nutrition, Oregon Health Sciences University, Lin DS, Connor WE, et al.
- ↑ Sterols. Cyberlipid Center.
- ↑ Plasma 24S-hydroxycholesterol (cerebrosterol) is increased in Alzheimer and vascular demented patients. Department of Clinical Pharmacology, University of Bonn, Lütjohann D, Papassotiropoulos A, et al.
- ↑ Differential expression of cholesterol hydroxylases in Alzheimer's disease. Departments of Pharmacology and Pathology, Loyola University Medical Center, Brown J 3rd, Theisler C, et al.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27779779 (2025-09-05T02:33:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.