Lompat ke isi

Ekosistem laut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29433518; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Ekosistem laut''' atau disebut juga '''tata lingkungan bahari''' merupakan [[ekosistem]] yang terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/litoral, dan ekosistem pasang surut.
[[File:Blue_Linckia_Starfish.JPG|thumb|right|280px|Bintang laut Linckia biru]]


Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
'''Ekosistem laut''' atau disebut juga '''tata lingkungan bahari''' merupakan [[ekosistem]] yang terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/litoral, dan ekosistem pasang surut.<ref>Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. ''Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>
 
Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.<ref>Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. ''Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>
# Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati [[khatulistiwa]] semakin tinggi.
# Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati [[khatulistiwa]] semakin tinggi.
# [[NaCl]] mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
# [[NaCl]] mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
Baris 7: Baris 9:
# Memiliki variasi perbedaan [[suhu]] di permukaan dengan di kedalaman.
# Memiliki variasi perbedaan [[suhu]] di permukaan dengan di kedalaman.


Ekosistem laut juga berperan penting bagi lingkungan di daratan. 50% [[oksigen]] yang diisap organisme di daratan berasal dari [[fitoplankton]] di lautan. [[Habitat]] pantai ([[estuari]], [[hutan bakau]], dan sebagainya) merupakan kawasan paling produktif di bumi. Ekosistem [[terumbu karang]] menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis organisme dengan [[keanekaragaman hayati]] tingkat tinggi di lautan.
Ekosistem laut juga berperan penting bagi lingkungan di daratan. 50% [[oksigen]] yang diisap organisme di daratan berasal dari [[fitoplankton]] di lautan. [[Habitat]] pantai ([[estuari]], [[hutan bakau]], dan sebagainya) merupakan kawasan paling produktif di bumi. Ekosistem [[terumbu karang]] menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis organisme dengan [[keanekaragaman hayati]] tingkat tinggi di lautan.<ref>[http://www.epa.gov/bioiweb1/aquatic/marine.html Marine Ecosystems | Biological Indicators of Watershed Health | US EPA].</ref>


Ekosistem lautan pada umumnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga diperkirakan memiliki ketahanan yang baik terhadap [[spesies invasif]]. Namun beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif telah ditemukan dan mekanisme yang menentukan kesuksesan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti.
Ekosistem lautan pada umumnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga diperkirakan memiliki ketahanan yang baik terhadap [[spesies invasif]]. Namun beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif telah ditemukan dan mekanisme yang menentukan kesuksesan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti.<ref>Stachowicz, Fried, Osman, Whitlatch ESA Online Journals - BIODIVERSITY, INVASION RESISTANCE, AND MARINE ECOSYSTEM FUNCTION: RECONCILING PATTERN AND PROCESS. http://www.esajournals.org/doi/abs/10.1890/0012-9658%282002%29083%5B2575%3ABIRAME%5D2.0.CO%3B2?journalCode=ecol.</ref>


== Zonasi ==
== Zonasi ==
Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan [[bumi]]. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya Matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya Matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Di antara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.
Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan [[bumi]]. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya Matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya Matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Di antara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.<ref>Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. ''Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>


Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi ''[[zona litoral]], [[Zona Neritik|neritik]], dan oseanik''. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi ''epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik,'' dan ''hadal pelagik.''
Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi ''[[zona litoral]], [[Zona Neritik|neritik]], dan oseanik''. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi ''epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik,'' dan ''hadal pelagik.''<ref>Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. ''Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>


=== Zona litoral/ekosistem perairan dangkal ===
=== Zona litoral/ekosistem perairan dangkal ===
 
Komunitas ekosistem perairan dalam di [[Indonesia]] belum banyak diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk meneliti hingga mencapai perairan dalam, tetapi secara umum keanekaragaman komunitas kehidupan yang ada pada perairan dalam tersebut tidaklah setinggi ekosistem di tempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai, tidak terdapat produsen karena pada daerah ini cahaya Matahari dapa sampai ke permukaan. Makanan konsumen berasal dari plankton yang melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Jadi, di dalam laut ini terjadi peristiwa makan dan dimakan. karena gerakan air dalam pantai ke tengah laut pada lapis atas. .<ref>Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. ''Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>
Komunitas ekosistem perairan dalam di [[Indonesia]] belum banyak diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk meneliti hingga mencapai perairan dalam, tetapi secara umum keanekaragaman komunitas kehidupan yang ada pada perairan dalam tersebut tidaklah setinggi ekosistem di tempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai, tidak terdapat produsen karena pada daerah ini cahaya Matahari dapa sampai ke permukaan. Makanan konsumen berasal dari plankton yang melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Jadi, di dalam laut ini terjadi peristiwa makan dan dimakan. karena gerakan air dalam pantai ke tengah laut pada lapis atas. .


=== Zona neritik ===
=== Zona neritik ===
Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara dinding batu yang terjal/curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh berbagai jenis [[tumbuhan ganggang]] dan atau [[Rumput|rerumputan]].<ref>Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. ''Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>


Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara dinding batu yang terjal/curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh berbagai jenis [[tumbuhan ganggang]] dan atau [[Rumput|rerumputan]].
Jenis ekosistem pantai pasirdangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut.<ref>Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. ''Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>
 
Jenis ekosistem pantai pasirdangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut.
* [[Ekosistem terumbu karang]]
* [[Ekosistem terumbu karang]]
* [[Ekosistem pantai batu]]
* [[Ekosistem pantai batu]]
Baris 30: Baris 30:


=== Zona oseanik ===
=== Zona oseanik ===
Zona oseanik merupakan wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak dapat ditembus cahaya Matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya paling gelap. Akibatnya bagian air dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air dibawahnya, karena ada perbedaan suhu. Batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah ini banyak ikannya.
Zona oseanik merupakan wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak dapat ditembus cahaya Matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya paling gelap. Akibatnya bagian air dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air dibawahnya, karena ada perbedaan suhu. Batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah ini banyak ikannya.<ref>Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. ''Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X''. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 38: Baris 38:
* [[Ekosistem perairan]]
* [[Ekosistem perairan]]
* [[Ekosistem darat]]
* [[Ekosistem darat]]
== Referensi ==


== Bahan bacaan terkait ==
== Bahan bacaan terkait ==
Baris 51: Baris 48:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.epa.gov/bioiweb1/aquatic/marine.html U.S. Environmental Protection Agency—EPA: Marine Ecosystems]
* [http://www.epa.gov/bioiweb1/aquatic/marine.html U.S. Environmental Protection Agency—EPA: Marine Ecosystems]
* [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/365256/marine-ecosystem Encyclopædia Britannica Online: "Marine ecosystem"] — (2008).
* [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/365256/marine-ecosystem Encyclopædia Britannica Online: "Marine ecosystem"] — (2008).
* [http://ocean.si.edu/ Smithsonian Institution: Ocean Portal]
* [http://ocean.si.edu/ Smithsonian Institution: Ocean Portal]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekosistem+laut&oldid=29433518 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29433518 (2026-07-08T13:53:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekosistem+laut&oldid=29433518 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29433518 (2026-07-08T13:53:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.04

Bintang laut Linckia biru

Ekosistem laut atau disebut juga tata lingkungan bahari merupakan ekosistem yang terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/litoral, dan ekosistem pasang surut.[1]

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.[2]

  1. Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
  2. NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
  3. Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
  4. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.

Ekosistem laut juga berperan penting bagi lingkungan di daratan. 50% oksigen yang diisap organisme di daratan berasal dari fitoplankton di lautan. Habitat pantai (estuari, hutan bakau, dan sebagainya) merupakan kawasan paling produktif di bumi. Ekosistem terumbu karang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis organisme dengan keanekaragaman hayati tingkat tinggi di lautan.[3]

Ekosistem lautan pada umumnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga diperkirakan memiliki ketahanan yang baik terhadap spesies invasif. Namun beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif telah ditemukan dan mekanisme yang menentukan kesuksesan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti.[4]

Zonasi

Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan bumi. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya Matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya Matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Di antara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.[5]

Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi zona litoral, neritik, dan oseanik. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik, dan hadal pelagik.[6]

Zona litoral/ekosistem perairan dangkal

Komunitas ekosistem perairan dalam di Indonesia belum banyak diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk meneliti hingga mencapai perairan dalam, tetapi secara umum keanekaragaman komunitas kehidupan yang ada pada perairan dalam tersebut tidaklah setinggi ekosistem di tempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai, tidak terdapat produsen karena pada daerah ini cahaya Matahari dapa sampai ke permukaan. Makanan konsumen berasal dari plankton yang melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Jadi, di dalam laut ini terjadi peristiwa makan dan dimakan. karena gerakan air dalam pantai ke tengah laut pada lapis atas. .[7]

Zona neritik

Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara dinding batu yang terjal/curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh berbagai jenis tumbuhan ganggang dan atau rerumputan.[8]

Jenis ekosistem pantai pasirdangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut.[9]

Zona oseanik

Zona oseanik merupakan wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak dapat ditembus cahaya Matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya paling gelap. Akibatnya bagian air dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air dibawahnya, karena ada perbedaan suhu. Batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah ini banyak ikannya.[10]

Lihat pula

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Referensi

  1. Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  2. Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  3. Marine Ecosystems | Biological Indicators of Watershed Health | US EPA.
  4. Stachowicz, Fried, Osman, Whitlatch ESA Online Journals - BIODIVERSITY, INVASION RESISTANCE, AND MARINE ECOSYSTEM FUNCTION: RECONCILING PATTERN AND PROCESS. http://www.esajournals.org/doi/abs/10.1890/0012-9658%282002%29083%5B2575%3ABIRAME%5D2.0.CO%3B2?journalCode=ecol.
  5. Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  6. Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  7. Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  8. Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  9. Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.
  10. Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29433518 (2026-07-08T13:53:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.