Lompat ke isi

Es: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29312935; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Es''' (), '''air beku''' atau '''air batu''' adalah [[Air|air yang]] [[Pembekuan|dibekukan]] menjadi bentuk [[padat]]. Bergantung pada adanya [[Ketidakmurnian|kotoran]] seperti partikel tanah atau gelembung udara, dapat terlihat transparan atau [[Opacity (optik)|warna]] kebiru-biruan yang kurang lebih [[Opacity (optik)|buram]]. Pembekuan ini umumnya terjadi bila air didinginkan di bawah suhu 0 [[Celsius|°C]] (273.15 [[Kelvin|K]], 32 [[Fahrenheit|°F]]) pada [[Atmosfer (satuan)|tekanan atmosfer standar]]. Es dapat terbentuk pada suhu yang lebih tinggi dengan tekanan yang lebih tinggi juga, dan air akan tetap sebagai cairan atau gas sampai -30 °C pada tekanan yang lebih rendah.
'''Es''' (), '''air beku''' atau '''air batu''' adalah [[Air|air yang]] [[Pembekuan|dibekukan]] menjadi bentuk [[padat]].<ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/ice Definition of ICE]. ''www.merriam-webster.com''.</ref><ref>[http://www.dictionary.com/browse/ice the definition of ice]. ''www.dictionary.com''.</ref> Bergantung pada adanya [[Ketidakmurnian|kotoran]] seperti partikel tanah atau gelembung udara, dapat terlihat transparan atau [[Opacity (optik)|warna]] kebiru-biruan yang kurang lebih [[Opacity (optik)|buram]]. Pembekuan ini umumnya terjadi bila air didinginkan di bawah suhu 0&nbsp;[[Celsius|°C]] (273.15&nbsp;[[Kelvin|K]], 32&nbsp;[[Fahrenheit|°F]]) pada [[Atmosfer (satuan)|tekanan atmosfer standar]]. Es dapat terbentuk pada suhu yang lebih tinggi dengan tekanan yang lebih tinggi juga, dan air akan tetap sebagai cairan atau gas sampai -30&nbsp;°C pada tekanan yang lebih rendah.


Di [[Tata Surya]], es berlimpah dan muncul secara alami dari [[Merkurius]] hingga sejauh objek [[awan Oort]]. Di luar Tata Surya, es terbentuk sebagai [[es antarbintang]]. Es berlimpah di permukaan [[bumi]]  khususnya [[Tudung es kutub|di daerah kutub]] dan di atas [[garis salju]]  dan sebagai bentuk umum [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] dan [[Deposisi (transisi fase)|pengendapan]] memainkan peran kunci dalam [[siklus air]] dan [[iklim]] Bumi. Es jatuh dari atmosfer sebagai butiran salju dan hujan es atau terjadi sebagai es atau [[Lonjakan es|paku es]].
Di [[Tata Surya]], es berlimpah dan muncul secara alami dari [[Merkurius]] hingga sejauh objek [[awan Oort]]. Di luar Tata Surya, es terbentuk sebagai [[es antarbintang]]. Es berlimpah di permukaan [[bumi]]  khususnya [[Tudung es kutub|di daerah kutub]] dan di atas [[garis salju]]<ref>Prockter, Louise M. [http://www.jhuapl.edu/techdigest/TD/td2602/Prockter.pdf Ice in the Solar System]. ''Johns Hopkins APL Technical Digest''. 2005. Vol. 26 (2). hlm. 175.</ref> dan sebagai bentuk umum [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] dan [[Deposisi (transisi fase)|pengendapan]] memainkan peran kunci dalam [[siklus air]] dan [[iklim]] Bumi. Es jatuh dari atmosfer sebagai butiran salju dan hujan es atau terjadi sebagai es atau [[Lonjakan es|paku es]].


[[Molekul]] es memiliki delapan belas atau lebih [[Fase benda|fase]] berbeda ([[Pengepakan lingkup|geometri pengemasan]]) yang bergantung pada suhu dan tekanan. Ketika air didinginkan dengan cepat ([[pendinginan]]), hingga tiga jenis [[Es tak berbentuk|es amorf]] dapat terbentuk tergantung pada sejarah tekanan dan suhunya. Ketika didinginkan, penerowongan proton yang berkorelasi lambat terjadi di bawah -253,15&nbsp;°C ( K, °F) memunculkan [[fenomena kuantum makroskopis]]. Hampir semua es di permukaan bumi dan di atmosfernya adalah [[struktur kristal]] [[Sistem kristal heksagonal|heksagonal]] yang dilambangkan sebagai [[Es Ih|es I<sub>h</sub>]] (diucapkan sebagai "es satu h") dengan jejak kecil es kubus yang dilambangkan sebagai [[Es Ic|es I<sub>c</sub>]]. [[Perubahan wujud zat|Transisi fase]] paling umum ke es I<sub>h</sub> terjadi ketika air cair didinginkan di bawah °C ( K, °F) pada [[Atmosfer (satuan)|tekanan atmosfer standar]]. Es juga dapat [[Deposisi (transisi fase)|diendapkan]] langsung oleh [[uap air]], seperti yang terjadi pada pembekuan. Transisi dari es menjadi air cair dan dari es langsung menjadi uap air adalah [[Sublimasi (kimia)|sublimasi]].
[[Molekul]] es memiliki delapan belas atau lebih [[Fase benda|fase]] berbeda ([[Pengepakan lingkup|geometri pengemasan]]) yang bergantung pada suhu dan tekanan. Ketika air didinginkan dengan cepat ([[pendinginan]]), hingga tiga jenis [[Es tak berbentuk|es amorf]] dapat terbentuk tergantung pada sejarah tekanan dan suhunya. Ketika didinginkan, penerowongan proton yang berkorelasi lambat terjadi di bawah -253,15&nbsp;°C ( K, °F) memunculkan [[fenomena kuantum makroskopis]]. Hampir semua es di permukaan bumi dan di atmosfernya adalah [[struktur kristal]] [[Sistem kristal heksagonal|heksagonal]] yang dilambangkan sebagai [[Es Ih|es I<sub>h</sub>]] (diucapkan sebagai "es satu h") dengan jejak kecil es kubus yang dilambangkan sebagai [[Es Ic|es I<sub>c</sub>]]. [[Perubahan wujud zat|Transisi fase]] paling umum ke es I<sub>h</sub> terjadi ketika air cair didinginkan di bawah °C ( K, °F) pada [[Atmosfer (satuan)|tekanan atmosfer standar]]. Es juga dapat [[Deposisi (transisi fase)|diendapkan]] langsung oleh [[uap air]], seperti yang terjadi pada pembekuan. Transisi dari es menjadi air cair dan dari es langsung menjadi uap air adalah [[Sublimasi (kimia)|sublimasi]].
Baris 8: Baris 8:


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Kata "es" diambil dari [[bahasa Belanda]] ''ijs'', karena di Indonesia tidak dijumpai es secara alami, jadi tidak ada padanan resmi dalam bahasa Indonesia untuk istilah tersebut kecuali ibun. Di [[Malaysia]] "es" biasa disebut "air batu" selain ''ais''.
Kata "es" diambil dari [[bahasa Belanda]] ''ijs'', karena di Indonesia tidak dijumpai es secara alami, jadi tidak ada padanan resmi dalam bahasa Indonesia untuk istilah tersebut kecuali ibun.<ref>Lihat: https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/ibun</ref> Di [[Malaysia]] "es" biasa disebut "air batu" selain ''ais''.
Dalam bahasa suku aceh "éh".
Dalam bahasa suku aceh "éh".


== Ciri fisik ==
== Ciri fisik ==
Sebagai padatan anorganik kristal yang terjadi secara alami dengan [[struktur]] yang teratur, es dianggap sebagai [[mineral]]. Ia memiliki struktur [[kristal]] biasa berdasarkan pada [[molekul]] air, yang terdiri dari satu atom [[Oksigen|oksigen yang]] [[Ikatan kovalen|secara kovalen]] berikatan dengan dua [[atom hidrogen]], atau H – O – H. Namun, banyak sifat fisik air dan es dikendalikan oleh pembentukan [[ikatan hidrogen]] antara oksigen dan atom hidrogen yang berdekatan. Meskipun ikatannya lemah, ia tetap penting dalam mengendalikan struktur air dan es.
Sebagai padatan anorganik kristal yang terjadi secara alami dengan [[struktur]] yang teratur, es dianggap sebagai [[mineral]].<ref>Ayhan Demirbas. [https://books.google.com/books?id=WFefWAq1Sh0C&pg=PA90 Methane Gas Hydrate]. Springer Science & Business Media. 2010. hlm. 90. ISBN 978-1-84882-872-8.</ref><ref>[https://www.minerals.net/mineral/ice.aspx The Mineral Ice]. ''minerals.net''.</ref> Ia memiliki struktur [[kristal]] biasa berdasarkan pada [[molekul]] air, yang terdiri dari satu atom [[Oksigen|oksigen yang]] [[Ikatan kovalen|secara kovalen]] berikatan dengan dua [[atom hidrogen]], atau H – O – H. Namun, banyak sifat fisik air dan es dikendalikan oleh pembentukan [[ikatan hidrogen]] antara oksigen dan atom hidrogen yang berdekatan. Meskipun ikatannya lemah, ia tetap penting dalam mengendalikan struktur air dan es.
 
Sifat air yang tidak biasa adalah bahwa bentuk padatnya — es beku pada tekanan atmosfer — kira-kira 8,3% lebih padat daripada bentuk cairnya, ini setara dengan ekspansi volumetrik 9%. [[Massa jenis|Kepadatan]] es adalah 0,9167 –0,9168 g/cm<sup>3</sup> pada 0&nbsp;°C dan tekanan atmosfer standar (101.325 Pa), sedangkan air memiliki kerapatan 0.9998 –0.999863 g/cm<sup>3</sup> pada suhu dan tekanan yang sama. Air cair paling padat, dengan kerapatan 1 g/cm<sup>3</sup> pada suhu 4&nbsp;°C dan menjadi tidak begitu padat ketika molekul air mulai membentuk [[kristal]] [[Kristal es|es]] [[Heksagonal (sistem kristal)|heksagonal]] saat titik beku tercapai. Hal ini disebabkan ikatan hidrogen mendominasi gaya antar molekul, yang menghasilkan pengemasan molekul yang kurang padat dalam padatan. Kepadatan es sedikit meningkat dengan penurunan suhu dan memiliki nilai 0,9340 g/cm<sup>3</sup> pada suhu -180&nbsp;°C (93 K).
 
== Referensi ==


Sifat air yang tidak biasa adalah bahwa bentuk padatnya — es beku pada tekanan atmosfer — kira-kira 8,3% lebih padat daripada bentuk cairnya, ini setara dengan ekspansi volumetrik 9%. [[Massa jenis|Kepadatan]] es adalah 0,9167<ref>Allan H. Harvey. ''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2017. ISBN 978-1-4987-5429-3.</ref> –0,9168 g/cm<sup>3</sup> pada 0&nbsp;°C dan tekanan atmosfer standar (101.325 Pa), sedangkan air memiliki kerapatan 0.9998<ref>Allan H. Harvey. ''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2017. ISBN 978-1-4987-5429-3.</ref> –0.999863 g/cm<sup>3</sup> pada suhu dan tekanan yang sama. Air cair paling padat, dengan kerapatan 1 g/cm<sup>3</sup> pada suhu 4&nbsp;°C dan menjadi tidak begitu padat ketika molekul air mulai membentuk [[kristal]] [[Kristal es|es]] [[Heksagonal (sistem kristal)|heksagonal]] saat titik beku tercapai. Hal ini disebabkan ikatan hidrogen mendominasi gaya antar molekul, yang menghasilkan pengemasan molekul yang kurang padat dalam padatan. Kepadatan es sedikit meningkat dengan penurunan suhu dan memiliki nilai 0,9340 g/cm<sup>3</sup> pada suhu -180&nbsp;°C (93 K).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Es&oldid=29312935 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 35: Baris 32:
* [https://web.archive.org/web/20010411145220/http://www.martin.chaplin.btinternet.co.uk/phase.html The phase diagrams of water with some high pressure diagrams]
* [https://web.archive.org/web/20010411145220/http://www.martin.chaplin.btinternet.co.uk/phase.html The phase diagrams of water with some high pressure diagrams]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Es&oldid=29312935 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29312935 (2026-06-04T18:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Es&oldid=29312935 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29312935 (2026-06-04T18:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.05

Es (), air beku atau air batu adalah air yang dibekukan menjadi bentuk padat.[1][2] Bergantung pada adanya kotoran seperti partikel tanah atau gelembung udara, dapat terlihat transparan atau warna kebiru-biruan yang kurang lebih buram. Pembekuan ini umumnya terjadi bila air didinginkan di bawah suhu 0 °C (273.15 K, 32 °F) pada tekanan atmosfer standar. Es dapat terbentuk pada suhu yang lebih tinggi dengan tekanan yang lebih tinggi juga, dan air akan tetap sebagai cairan atau gas sampai -30 °C pada tekanan yang lebih rendah.

Di Tata Surya, es berlimpah dan muncul secara alami dari Merkurius hingga sejauh objek awan Oort. Di luar Tata Surya, es terbentuk sebagai es antarbintang. Es berlimpah di permukaan bumi khususnya di daerah kutub dan di atas garis salju[3] dan sebagai bentuk umum presipitasi dan pengendapan memainkan peran kunci dalam siklus air dan iklim Bumi. Es jatuh dari atmosfer sebagai butiran salju dan hujan es atau terjadi sebagai es atau paku es.

Molekul es memiliki delapan belas atau lebih fase berbeda (geometri pengemasan) yang bergantung pada suhu dan tekanan. Ketika air didinginkan dengan cepat (pendinginan), hingga tiga jenis es amorf dapat terbentuk tergantung pada sejarah tekanan dan suhunya. Ketika didinginkan, penerowongan proton yang berkorelasi lambat terjadi di bawah -253,15 °C ( K, °F) memunculkan fenomena kuantum makroskopis. Hampir semua es di permukaan bumi dan di atmosfernya adalah struktur kristal heksagonal yang dilambangkan sebagai es Ih (diucapkan sebagai "es satu h") dengan jejak kecil es kubus yang dilambangkan sebagai es Ic. Transisi fase paling umum ke es Ih terjadi ketika air cair didinginkan di bawah °C ( K, °F) pada tekanan atmosfer standar. Es juga dapat diendapkan langsung oleh uap air, seperti yang terjadi pada pembekuan. Transisi dari es menjadi air cair dan dari es langsung menjadi uap air adalah sublimasi.

Es digunakan dalam berbagai cara, termasuk pendinginan, olahraga musim dingin, dan pahatan es.

Etimologi

Kata "es" diambil dari bahasa Belanda ijs, karena di Indonesia tidak dijumpai es secara alami, jadi tidak ada padanan resmi dalam bahasa Indonesia untuk istilah tersebut kecuali ibun.[4] Di Malaysia "es" biasa disebut "air batu" selain ais. Dalam bahasa suku aceh "éh".

Ciri fisik

Sebagai padatan anorganik kristal yang terjadi secara alami dengan struktur yang teratur, es dianggap sebagai mineral.[5][6] Ia memiliki struktur kristal biasa berdasarkan pada molekul air, yang terdiri dari satu atom oksigen yang secara kovalen berikatan dengan dua atom hidrogen, atau H – O – H. Namun, banyak sifat fisik air dan es dikendalikan oleh pembentukan ikatan hidrogen antara oksigen dan atom hidrogen yang berdekatan. Meskipun ikatannya lemah, ia tetap penting dalam mengendalikan struktur air dan es.

Sifat air yang tidak biasa adalah bahwa bentuk padatnya — es beku pada tekanan atmosfer — kira-kira 8,3% lebih padat daripada bentuk cairnya, ini setara dengan ekspansi volumetrik 9%. Kepadatan es adalah 0,9167[7] –0,9168 g/cm3 pada 0 °C dan tekanan atmosfer standar (101.325 Pa), sedangkan air memiliki kerapatan 0.9998[8] –0.999863 g/cm3 pada suhu dan tekanan yang sama. Air cair paling padat, dengan kerapatan 1 g/cm3 pada suhu 4 °C dan menjadi tidak begitu padat ketika molekul air mulai membentuk kristal es heksagonal saat titik beku tercapai. Hal ini disebabkan ikatan hidrogen mendominasi gaya antar molekul, yang menghasilkan pengemasan molekul yang kurang padat dalam padatan. Kepadatan es sedikit meningkat dengan penurunan suhu dan memiliki nilai 0,9340 g/cm3 pada suhu -180 °C (93 K).[9]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Definition of ICE. www.merriam-webster.com.
  2. the definition of ice. www.dictionary.com.
  3. Prockter, Louise M. Ice in the Solar System. Johns Hopkins APL Technical Digest. 2005. Vol. 26 (2). hlm. 175.
  4. Lihat: https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/ibun
  5. Ayhan Demirbas. Methane Gas Hydrate. Springer Science & Business Media. 2010. hlm. 90. ISBN 978-1-84882-872-8.
  6. The Mineral Ice. minerals.net.
  7. Allan H. Harvey. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2017. ISBN 978-1-4987-5429-3.
  8. Allan H. Harvey. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2017. ISBN 978-1-4987-5429-3.
  9. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29312935 (2026-06-04T18:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.