Dismutasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27999633; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 21: | Baris 21: | ||
:<chem>2Sn^2+ -> Sn^4+ + Sn</chem> | :<chem>2Sn^2+ -> Sn^4+ + Sn</chem> | ||
Ini dipelajari menggunakan [[tartrat]] oleh [[Johan Gadolin]] pada tahun 1788. Dalam makalahnya versi Swedia ia menyebutnya 'söndring'. | Ini dipelajari menggunakan [[tartrat]] oleh [[Johan Gadolin]] pada tahun 1788. Dalam makalahnya versi Swedia ia menyebutnya 'söndring'.<ref>Gadolin Johan (1788) ''K. Sv. Vet. Acad. Handl.'' 1788, 186-197.</ref><ref>Gadolin Johan (1790) ''Crells Chem. Annalen'' 1790, I, 260-273.''</ref> | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
* Gas [[klor]] bereaksi dengan [[natrium hidroksida]] encer membentuk [[natrium klorida]], [[natrium klorat]] dan [[air]]. Persamaan ionik untuk reaksi ini sebagai berikut: | * Gas [[klor]] bereaksi dengan [[natrium hidroksida]] encer membentuk [[natrium klorida]], [[natrium klorat]] dan [[air]]. Persamaan ionik untuk reaksi ini sebagai berikut:<ref>Charlie Harding, David Arthur Johnson, Rob Janes, (2002), ''Elements of the P Block'', Published by Royal Society of Chemistry,</ref> | ||
:<chem>3Cl2 + 6OH^- -> 5Cl^- + ClO3^- + 3H2O</chem> | :<chem>3Cl2 + 6OH^- -> 5Cl^- + ClO3^- + 3H2O</chem> | ||
:Pereaksi gas klor berada dalam [[tingkat oksidasi]] 0. Dalam produknya, klor berada sebagai ion Cl dengan bilangan oksidasi −1, telah mengalami reduksi, sementara bilangan oksidasi klor dalam ion adalah +5, menandakan bahwa ia telah teroksidasi. | :Pereaksi gas klor berada dalam [[tingkat oksidasi]] 0. Dalam produknya, klor berada sebagai ion Cl dengan bilangan oksidasi −1, telah mengalami reduksi, sementara bilangan oksidasi klor dalam ion adalah +5, menandakan bahwa ia telah teroksidasi. | ||
* Brom fluorida mengalami reaksi disproporsionasi membentuk brom trifluorida: | * Brom fluorida mengalami reaksi disproporsionasi membentuk brom trifluorida:<ref>''Non Aqueous Media''.</ref> | ||
:<chem>3BrF -> BrF3 + Br2</chem> | :<chem>3BrF -> BrF3 + Br2</chem> | ||
* Dismutasi [[radikal bebas]] [[superoksida]] menjadi [[hidrogen peroksida]] dan [[oksigen]], yang dikatalisis dalam sistem hayati oleh [[enzim]] [[superoksida dismutase]]: | * Dismutasi [[radikal bebas]] [[superoksida]] menjadi [[hidrogen peroksida]] dan [[oksigen]], yang dikatalisis dalam sistem hayati oleh [[enzim]] [[superoksida dismutase]]: | ||
| Baris 41: | Baris 41: | ||
== Biokimia == | == Biokimia == | ||
Pada tahun 1937, [[Hans Adolf Krebs]], yang menemukan [[siklus asam sitrat]] hingga melambungkan namanya, mengkonfirmasi dismutasi anaerobik [[asam piruvat]] dalam [[asam laktat]], [[asam asetat]] dan [[karbon dioksida]] oleh bakteri tertentu menurut reaksi umum berikut: | Pada tahun 1937, [[Hans Adolf Krebs]], yang menemukan [[siklus asam sitrat]] hingga melambungkan namanya, mengkonfirmasi dismutasi anaerobik [[asam piruvat]] dalam [[asam laktat]], [[asam asetat]] dan [[karbon dioksida]] oleh bakteri tertentu menurut reaksi umum berikut:<ref>H.A. Krebs. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1266985/pdf/biochemj01050-0180.pdf LXXXVIII - Dismutation of pyruvic acid in gonoccus and staphylococcus]. ''Biochem J''. 1937. Vol. 31 (4). hlm. 661–671.</ref> | ||
:<chem>{2asam}\ {piruvat} + H2O -> {asam}\ {laktat} + {asam}\ {asetat} + CO2</chem> | :<chem>{2asam}\ {piruvat} + H2O -> {asam}\ {laktat} + {asam}\ {asetat} + CO2</chem> | ||
Dismutasi asam piruvat dalam molekul organik kecil lainnya (etanol + CO, atau laktat dan asetat, tergantung pada kondisi lingkungan) juga merupakan tahap penting dalam reaksi [[fermentasi]]. Reaksi fermentasi dapat pula dianggap sebagai disproporsionasi atau dismutasi [[reaksi biokimia]]. Memang, [[donor elektron|donor]] dan [[akseptor elektron]] dalam [[redoks|reaksi redoks]] yang memasok [[energi kimia]] dalam sistem biokimia kompleks ini adalah molekul organik yang sama dengan yang biasa bertindak selaku [[reduktor]] dan [[oksidator]]. | Dismutasi asam piruvat dalam molekul organik kecil lainnya (etanol + CO, atau laktat dan asetat, tergantung pada kondisi lingkungan) juga merupakan tahap penting dalam reaksi [[fermentasi]]. Reaksi fermentasi dapat pula dianggap sebagai disproporsionasi atau dismutasi [[reaksi biokimia]]. Memang, [[donor elektron|donor]] dan [[akseptor elektron]] dalam [[redoks|reaksi redoks]] yang memasok [[energi kimia]] dalam sistem biokimia kompleks ini adalah molekul organik yang sama dengan yang biasa bertindak selaku [[reduktor]] dan [[oksidator]]. | ||
Contoh lain reaksi dismutasi biokimia adalah disproporsionasi [[asetaldehida]] menjadi [[etanol]] dan [[asam asetat]]. | Contoh lain reaksi dismutasi biokimia adalah disproporsionasi [[asetaldehida]] menjadi [[etanol]] dan [[asam asetat]].<ref>[http://jb.asm.org/cgi/reprint/173/21/7012.pdf Biochemical basis of mitochondrial acetaldehyde dismutation in Saccharomyces cerevisiae]</ref> | ||
Sementara dalam [[Respirasi sel|respirasi]] elektron dipindahkan dari [[Substrat (kimia)|substrat]] ([[donor elektron]]) ke suatu [[akseptor elektron]], dalam fermentasi bagian molekul substrat itu sendiri menerima elektron. Oleh karenanya fermentasi adalah jenis disproporsionasi, dan tidak terlibat dalam perubahan [[tingkat oksidasi]] total dari substrat. Sebagian besar substrat fermentatif adalah molekul organik. Namun, jenis fermentasi yang langka dapat juga melibatkan disproporsionasi senyawa [[belerang]] anorganik dalam [[bakteri reduktor sulfat]] tertentu. | Sementara dalam [[Respirasi sel|respirasi]] elektron dipindahkan dari [[Substrat (kimia)|substrat]] ([[donor elektron]]) ke suatu [[akseptor elektron]], dalam fermentasi bagian molekul substrat itu sendiri menerima elektron. Oleh karenanya fermentasi adalah jenis disproporsionasi, dan tidak terlibat dalam perubahan [[tingkat oksidasi]] total dari substrat. Sebagian besar substrat fermentatif adalah molekul organik. Namun, jenis fermentasi yang langka dapat juga melibatkan disproporsionasi senyawa [[belerang]] anorganik dalam [[bakteri reduktor sulfat]] tertentu.<ref>[http://www.nature.com/nature/journal/v326/n6116/abs/326891a0.html A novel type of energy metabolism involving fermentation of inorganic sulfur compounds.]</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 58: | Baris 58: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dismutasi&oldid=27999633 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27999633 (2025-10-16T04:18:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dismutasi&oldid=27999633 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27999633 (2025-10-16T04:18:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.05
Disproporsionasi adalah jenis khusus reaksi redoks di mana suatu unsur dari suatu reaksi mengalami oksidasi dan reduksi sekaligus membentuk dua produk yang berbeda.
Senarai
Misalnya, fotolisis UV raksa(I) klorida → Hg + adalah disproporsionasi. Raksa(I) adalah dikation diatomik . Pada reaksi ini, ikatan kimia dalam ion molekuler putus, dan satu atom raksa direduksi menjadi raksa(0), dan atom lainnya dioksidasi menjadi raksa(II).
Reaksi sejenis, tetapi tanpa perubahan bilangan oksidasi, adalah reaksi disproporsionasi asam-basa yang teramati ketika spesies amfiprotik bereaksi dengan dirinya sendiri. Dua contoh umum untuk basa konjugat dari asam poliprotik adalah bikarbonat dan dihidrogenofosfat:
Bilangan oksidasi tetap pada reaksi asam-basa ini: O = -2, H = +1, C = +4, P = +5. Reaksi ini disebut juga autoionisasi.
Jenis lain disproporsionasi adalah disproporsionasi radikal, yang mana dua radikal membentuk alkana dan alkena.
Reaksi balik
Disproporsionasi balik, ketika suatu senyawa dalam tingkat oksidasi antara terbentuk dari dua senyawa dalam tingkat oksidasi yang lebih rendah dan lebih tinggi, disebut komproporsionasi, dikenal juga sebagai simproporsionasi.
Sejarah
Reaksi disproporsionasi pertama yang dipelajari adalah:
Ini dipelajari menggunakan tartrat oleh Johan Gadolin pada tahun 1788. Dalam makalahnya versi Swedia ia menyebutnya 'söndring'.[1][2]
Contoh
- Gas klor bereaksi dengan natrium hidroksida encer membentuk natrium klorida, natrium klorat dan air. Persamaan ionik untuk reaksi ini sebagai berikut:[3]
- Pereaksi gas klor berada dalam tingkat oksidasi 0. Dalam produknya, klor berada sebagai ion Cl dengan bilangan oksidasi −1, telah mengalami reduksi, sementara bilangan oksidasi klor dalam ion adalah +5, menandakan bahwa ia telah teroksidasi.
- Brom fluorida mengalami reaksi disproporsionasi membentuk brom trifluorida:[4]
- Dismutasi radikal bebas superoksida menjadi hidrogen peroksida dan oksigen, yang dikatalisis dalam sistem hayati oleh enzim superoksida dismutase:
- Tingkat oksidasi oksigen adalah −1/2 dalam anion radikal bebas superoksida, −1 dalam hidrogen peroksida, dan 0 dalam dioksigen.
- Dalam reaksi Canizzaro, aldehida diubah menjadi alkohol dan asam karboksilat. Dalam reaksi Tishchenko terkait, produk reaksi redoks organik adalah ester yang sesuai. Dalam penataan ulang Kornblum–DeLaMare, peroksida diubah menjadi keton dan alkohol.
- Disproporsionasi hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen dikatalisis oleh kalium iodida maupun enzim katalase:
- Reaksi Boudouard adalah contoh yang digunakan dalam metode HiPco untuk membuat karbon nanotube, karbon monoksida bertekanan tinggi terdisproporsionasi ketika dikatalisis pada permukaan partikel besi:
- Nitrogen mempunyai tingkat oksidasi +4 dalam nitrogen dioksida, tetapi ketika senyawa ini bereaksi dengan air, ia membentuk asam nitrat dan asam nitrit sekaligus, dengan tingkat oksidasi nitrogen masing-masing +5 dan +3:
Biokimia
Pada tahun 1937, Hans Adolf Krebs, yang menemukan siklus asam sitrat hingga melambungkan namanya, mengkonfirmasi dismutasi anaerobik asam piruvat dalam asam laktat, asam asetat dan karbon dioksida oleh bakteri tertentu menurut reaksi umum berikut:[5]
Dismutasi asam piruvat dalam molekul organik kecil lainnya (etanol + CO, atau laktat dan asetat, tergantung pada kondisi lingkungan) juga merupakan tahap penting dalam reaksi fermentasi. Reaksi fermentasi dapat pula dianggap sebagai disproporsionasi atau dismutasi reaksi biokimia. Memang, donor dan akseptor elektron dalam reaksi redoks yang memasok energi kimia dalam sistem biokimia kompleks ini adalah molekul organik yang sama dengan yang biasa bertindak selaku reduktor dan oksidator.
Contoh lain reaksi dismutasi biokimia adalah disproporsionasi asetaldehida menjadi etanol dan asam asetat.[6]
Sementara dalam respirasi elektron dipindahkan dari substrat (donor elektron) ke suatu akseptor elektron, dalam fermentasi bagian molekul substrat itu sendiri menerima elektron. Oleh karenanya fermentasi adalah jenis disproporsionasi, dan tidak terlibat dalam perubahan tingkat oksidasi total dari substrat. Sebagian besar substrat fermentatif adalah molekul organik. Namun, jenis fermentasi yang langka dapat juga melibatkan disproporsionasi senyawa belerang anorganik dalam bakteri reduktor sulfat tertentu.[7]
Lihat juga
Referensi
- ↑ Gadolin Johan (1788) K. Sv. Vet. Acad. Handl. 1788, 186-197.
- ↑ Gadolin Johan (1790) Crells Chem. Annalen 1790, I, 260-273.
- ↑ Charlie Harding, David Arthur Johnson, Rob Janes, (2002), Elements of the P Block, Published by Royal Society of Chemistry,
- ↑ Non Aqueous Media.
- ↑ H.A. Krebs. LXXXVIII - Dismutation of pyruvic acid in gonoccus and staphylococcus. Biochem J. 1937. Vol. 31 (4). hlm. 661–671.
- ↑ Biochemical basis of mitochondrial acetaldehyde dismutation in Saccharomyces cerevisiae
- ↑ A novel type of energy metabolism involving fermentation of inorganic sulfur compounds.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27999633 (2025-10-16T04:18:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.