Lompat ke isi

Elektroforesis dua dimensi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28656449; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Elektroforesis dua dimensi''' ('''2-DE''' atau '''elektroforesis 2-D''') adalah suatu teknik analisis [[protein]] dengan melakukan pemisahan protein menggunakan dua dimensi. Teknik ini sering digunakan untuk studi [[proteomika]] (analisis molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari [[ekspresi gen]] dalam sel), deteksi marker penyakit, penelitian kanker dan obat, pemeriksaan kemurnian, dan juga purifikasi (pemurnian) protein skala mikro. Hal ini dikarenakan, elektroforesis 2-D mampu memisahkan hingga ribuan protein secara bersamaan.
'''Elektroforesis dua dimensi''' ('''2-DE''' atau '''elektroforesis 2-D''') adalah suatu teknik analisis [[protein]] dengan melakukan pemisahan protein menggunakan dua dimensi.<ref>Thierry Rabilloud. [https://archive.org/details/proteomeresearch00trab Proteome Research: Two-Dimensional Gel Electrophoresis and Identification Methods (Principles and Practice)]. Springer. 1999.</ref> Teknik ini sering digunakan untuk studi [[proteomika]] (analisis molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari [[ekspresi gen]] dalam sel), deteksi marker penyakit, penelitian kanker dan obat, pemeriksaan kemurnian, dan juga purifikasi (pemurnian) protein skala mikro.<ref>Andrew J. Link. ''2-D Proteome Analysis Protocols (Methods in Molecular Biology)''. Humana Press. 1999.</ref> Hal ini dikarenakan, elektroforesis 2-D mampu memisahkan hingga ribuan protein secara bersamaan.<ref>[http://cores.montana.edu/uploads/Proteomics%20Core/AmershamManual.pdf 2-D Electrophoresis using immobilized pH gradients: Principles and Methods]</ref>


== Prinsip dasar ==
== Prinsip dasar ==
Dalam elektroforesis 2-D, dimensi pertama dalam pemisahan protein dilakukan berdasarkan [[titik isoelektrik]] protein tersebut. Sedangkan, pada dimensi kedua, protein akan dipisahkan berdasarkan berat molekulernya. Pemisahan protein dengan teknik ini dilakukan dalam kondisi terdenaturasi.<ref>Thierry Rabilloud. [https://archive.org/details/proteomeresearch00trab Proteome Research: Two-Dimensional Gel Electrophoresis and Identification Methods (Principles and Practice)]. Springer. 1999.</ref>


Dalam elektroforesis 2-D, dimensi pertama dalam pemisahan protein dilakukan berdasarkan [[titik isoelektrik]] protein tersebut. Sedangkan, pada dimensi kedua, protein akan dipisahkan berdasarkan berat molekulernya. Pemisahan protein dengan teknik ini dilakukan dalam kondisi terdenaturasi.
Pada dimensi pertama, protein yang akan dianalisis dilarutkan dalam urea untuk memutuskan [[ikatan hidrogen]] pada protein (agen pendenaturasi). [[Urea]] umum digunakan karena senyawa ini tidak mengubah dalam muatan protein sehingga pemisahan protein dapat dilakukan berdasarkan muatannya. Dengan menggunakan [[medan listrik]], protein dipisahkan melalui [[gel]] yang memiliki gradien [[pH]]. Protein akan bergerak hingga berhenti pada titik (pH) dimana muatan protein tersebut netral (titik isoelektriknya).<ref>Thierry Rabilloud. [https://archive.org/details/proteomeresearch00trab Proteome Research: Two-Dimensional Gel Electrophoresis and Identification Methods (Principles and Practice)]. Springer. 1999.</ref>


Pada dimensi pertama, protein yang akan dianalisis dilarutkan dalam urea untuk memutuskan [[ikatan hidrogen]] pada protein (agen pendenaturasi). [[Urea]] umum digunakan karena senyawa ini tidak mengubah dalam muatan protein sehingga pemisahan protein dapat dilakukan berdasarkan muatannya. Dengan menggunakan [[medan listrik]], protein dipisahkan melalui [[gel]] yang memiliki gradien [[pH]]. Protein akan bergerak hingga berhenti pada titik (pH) dimana muatan protein tersebut netral (titik isoelektriknya).
Setelah melalui dimensi pertama, protein dipisahkan kembali melalui dimensi kedua. Biasanya tahap ini dilakukan dengan gel poliakrilamida dan sodium dodesil sulfat (SDS). SDS akan membuat seluruh protein bermuatan negatif sehingga pemisahan bisa dilakukan hanya berdasarkan bobot molekulernya.<ref>Thierry Rabilloud. [https://archive.org/details/proteomeresearch00trab Proteome Research: Two-Dimensional Gel Electrophoresis and Identification Methods (Principles and Practice)]. Springer. 1999.</ref>


Setelah melalui dimensi pertama, protein dipisahkan kembali melalui dimensi kedua. Biasanya tahap ini dilakukan dengan gel poliakrilamida dan sodium dodesil sulfat (SDS). SDS akan membuat seluruh protein bermuatan negatif sehingga pemisahan bisa dilakukan hanya berdasarkan bobot molekulernya.
Teknik elektroforesis 2-D yang sering digunakan adalah: untuk dimensi pertama dapat menggunakan elektroforesis pemfokusan isoelektrik (''isoelectric focusing'', IEF) dan ''nonequilibrium pH gradient electrophoresis'' (NEPHGE). Sedangkan untuk dimensi kedua, biasanya digunakan ''elektroforesis gel poliakrilamida SDS'' (SDS-PAGE).<ref>Thierry Rabilloud. [https://archive.org/details/proteomeresearch00trab Proteome Research: Two-Dimensional Gel Electrophoresis and Identification Methods (Principles and Practice)]. Springer. 1999.</ref>
 
Teknik elektroforesis 2-D yang sering digunakan adalah: untuk dimensi pertama dapat menggunakan elektroforesis pemfokusan isoelektrik (''isoelectric focusing'', IEF) dan ''nonequilibrium pH gradient electrophoresis'' (NEPHGE). Sedangkan untuk dimensi kedua, biasanya digunakan ''elektroforesis gel poliakrilamida SDS'' (SDS-PAGE).


== Visualisasi dan Evaluasi Hasil ==
== Visualisasi dan Evaluasi Hasil ==
Untuk melihat hasil pemisahan protein menggunakan elektroforesis 2-D, dapat dilakukan pewarnaan gel dengan coomasie atau pewarnaan perak. Teknik visualisasi lain yang dapat digunakan adalah fluorografi dan autoradiografi (penggunaan [[radioaktif]]). Di dalam satu gel, bisa terdapat ribuan titik protein yang dapat dianalisis atau diambil (dipisahkan) menggunakan [[perangkat lunak]] tertentu. Setelah dilakukan pemilihan dan pemisahan protein (berupa titik pada gel), analisis lebih lanjut biasanya dilakukan dengan melakukan digesti protein dan kemudian melalui tahap analisis menggunakan spektofotometer massa (MALDI-TOF).
Untuk melihat hasil pemisahan protein menggunakan elektroforesis 2-D, dapat dilakukan pewarnaan gel dengan coomasie atau pewarnaan perak. Teknik visualisasi lain yang dapat digunakan adalah fluorografi dan autoradiografi (penggunaan [[radioaktif]]). Di dalam satu gel, bisa terdapat ribuan titik protein yang dapat dianalisis atau diambil (dipisahkan) menggunakan [[perangkat lunak]] tertentu. Setelah dilakukan pemilihan dan pemisahan protein (berupa titik pada gel), analisis lebih lanjut biasanya dilakukan dengan melakukan digesti protein dan kemudian melalui tahap analisis menggunakan spektofotometer massa (MALDI-TOF).


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 
[[es:Electroforesis en gel]]
[[he:אלקטרופורזה דו-ממדית בג'ל]]
[[ja:二次元電気泳動]]
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektroforesis+dua+dimensi&oldid=28656449 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656449 (2025-12-03T05:46:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektroforesis+dua+dimensi&oldid=28656449 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656449 (2025-12-03T05:46:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.06

Elektroforesis dua dimensi (2-DE atau elektroforesis 2-D) adalah suatu teknik analisis protein dengan melakukan pemisahan protein menggunakan dua dimensi.[1] Teknik ini sering digunakan untuk studi proteomika (analisis molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen dalam sel), deteksi marker penyakit, penelitian kanker dan obat, pemeriksaan kemurnian, dan juga purifikasi (pemurnian) protein skala mikro.[2] Hal ini dikarenakan, elektroforesis 2-D mampu memisahkan hingga ribuan protein secara bersamaan.[3]

Prinsip dasar

Dalam elektroforesis 2-D, dimensi pertama dalam pemisahan protein dilakukan berdasarkan titik isoelektrik protein tersebut. Sedangkan, pada dimensi kedua, protein akan dipisahkan berdasarkan berat molekulernya. Pemisahan protein dengan teknik ini dilakukan dalam kondisi terdenaturasi.[4]

Pada dimensi pertama, protein yang akan dianalisis dilarutkan dalam urea untuk memutuskan ikatan hidrogen pada protein (agen pendenaturasi). Urea umum digunakan karena senyawa ini tidak mengubah dalam muatan protein sehingga pemisahan protein dapat dilakukan berdasarkan muatannya. Dengan menggunakan medan listrik, protein dipisahkan melalui gel yang memiliki gradien pH. Protein akan bergerak hingga berhenti pada titik (pH) dimana muatan protein tersebut netral (titik isoelektriknya).[5]

Setelah melalui dimensi pertama, protein dipisahkan kembali melalui dimensi kedua. Biasanya tahap ini dilakukan dengan gel poliakrilamida dan sodium dodesil sulfat (SDS). SDS akan membuat seluruh protein bermuatan negatif sehingga pemisahan bisa dilakukan hanya berdasarkan bobot molekulernya.[6]

Teknik elektroforesis 2-D yang sering digunakan adalah: untuk dimensi pertama dapat menggunakan elektroforesis pemfokusan isoelektrik (isoelectric focusing, IEF) dan nonequilibrium pH gradient electrophoresis (NEPHGE). Sedangkan untuk dimensi kedua, biasanya digunakan elektroforesis gel poliakrilamida SDS (SDS-PAGE).[7]

Visualisasi dan Evaluasi Hasil

Untuk melihat hasil pemisahan protein menggunakan elektroforesis 2-D, dapat dilakukan pewarnaan gel dengan coomasie atau pewarnaan perak. Teknik visualisasi lain yang dapat digunakan adalah fluorografi dan autoradiografi (penggunaan radioaktif). Di dalam satu gel, bisa terdapat ribuan titik protein yang dapat dianalisis atau diambil (dipisahkan) menggunakan perangkat lunak tertentu. Setelah dilakukan pemilihan dan pemisahan protein (berupa titik pada gel), analisis lebih lanjut biasanya dilakukan dengan melakukan digesti protein dan kemudian melalui tahap analisis menggunakan spektofotometer massa (MALDI-TOF).

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28656449 (2025-12-03T05:46:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.