Lompat ke isi

Subinvolusi rahim: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27473502; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 7: Baris 7:


== Penyebab ==
== Penyebab ==
=== Faktor predisposisi ===
=== Faktor predisposisi ===
# infeksi
# infeksi
Baris 47: Baris 46:
* Kerokan pada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
* Kerokan pada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
* [[Ergometrine]] sering diresepkan untuk meningkatkan proses involusi dengan mengurangi aliran darah dari uterus.
* [[Ergometrine]] sering diresepkan untuk meningkatkan proses involusi dengan mengurangi aliran darah dari uterus.
== Referensi ==
* DC Dutta Buku ajar kebidanan edisi keenam
* Prawirohardjo S, 2014. Ilmu Kebidanan edisi keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subinvolusi+rahim&oldid=27473502 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27473502 (2025-06-28T11:59:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subinvolusi+rahim&oldid=27473502 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27473502 (2025-06-28T11:59:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.12

Subinvolusi uterus adalah suatu kondisi medis di mana setelah melahirkan, rahim tidak kembali ke ukuran normal.

Definisi

Involusi merupakan proses kembalinya suatu organ ke ukuran semula. Subinvolusi adalah kegagalan perubahan fisiologis pada sistem reproduksi pada masa nifas yang terjadi pada setiap organ dan saluran yang reproduktif untuk kembali ke keadaan tidak hamil.

Uterus (rahim) adalah organ yang paling umum mengalami subinvolusi. Subinvolusi uterus adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi uterus atau proses involusi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilan uterus terhambat. Karena rahim merupakan organ yang paling mudah diakses untuk diukur, penilaian involusi uterus perlu dilakukan dalam menilai subinvolusi.

Penyebab

Faktor predisposisi

  1. infeksi
  2. multiparitas
  3. peregangan berlebihan pada rahim seperti pada kehamilan kembar dan hidramnion
  4. masalah kesehatan ibu
  5. operasi sesar
  6. prolaps uteri
  7. retroversi (kelainan bentuk) setelah uterus kembali menjadi organ panggul
  8. fibroid uterus

Faktor yang memberatkan

  • Tertahannya hasil konsepsi
  • Sepsis uterus, endometritis

Faktor-faktor

  • Lokia yang menetap/perdarahan segar
  • Persalinan lama
  • anestesi
  • kandung kemih penuh
  • kelahiran yang sulit
  • retensio plasenta
  • ibu infeksi

Gejala

Kondisi ini dapat bersifat asimtomatik. Gejala-gejala utama di antaranya adalah:

  • Keluarnya lokia abnormal yang berlebihan atau berkepanjangan
  • Perdarahan uterus yang tidak teratur atau berlebihan
  • Kram nyeri yang irreguler pada kasus-kasus tertahannya hasil konsepsi atau kenaikan suhu pada sepsis

Tanda-tanda

1. Tinggi uterus adalah lebih besar dari normal pada hari-hari tertentu dari masa nifas. Uterus saat nifas normal dapat tergantikan oleh kandung kemih penuh atau rektum yang terisi penuh. Rasanya berlumpur dan lembut pada palpasi.

2. Adanya tanda khas yang membuat subinvolusi semakin jelas.

Manajemen

  • Antibiotik pada endometritis
  • Eksplorasi rahim pada hasil konsepsi tertahan
  • Kerokan pada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
  • Ergometrine sering diresepkan untuk meningkatkan proses involusi dengan mengurangi aliran darah dari uterus.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27473502 (2025-06-28T11:59:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.