Lompat ke isi

Kebinasaan ikan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28589995; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kebinasaan ikan''' atau '''kematian ikan massal''' adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara lokal. Penyebab utama adalah berkurangnya oksigen di dalam air, yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan, [[Ledakan populasi alga|ledakan alga]], populasi berlebih, atau peningkatan temperatur air. Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat [[pencemaran air]] juga dapat menjadi penyebab tetapi jarang terjadi.
[[File:Fish_kill_pollution.jpg|thumb|right|280px|Fish kill pollution]]
 
'''Kebinasaan ikan''' atau '''kematian ikan massal''' adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara lokal.<ref>U.S. Environmental Protection Agency. Washington, DC (2000). [http://www.epa.gov/305b/98report/98brochure.pdf "The Quality of Our Nation’s Waters - A Summary of the National Water Quality Inventory: 1998 Report to Congress."] Document no. EPA-841-S-00-001. p. 18.</ref><ref>University of Florida. Gainesville, FL (2005). [http://aquat1.ifas.ufl.edu/guide/fiskil.html "Fish kill."] ''Plant Management in Florida's Waters.''</ref> Penyebab utama adalah berkurangnya oksigen di dalam air, yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan, [[Ledakan populasi alga|ledakan alga]], populasi berlebih, atau peningkatan temperatur air. Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat [[pencemaran air]] juga dapat menjadi penyebab tetapi jarang terjadi.<ref>Noga, Fish Disease: Diagnosis and Treatment, 2010, John Wiley and Sons ISBN 0-8138-0697-6, p. 316</ref>


Kebinasaan ikan dapat menjadi gejala awal dari tekanan terhadap kualitas lingkungan. Berbagai spesies ikan memiliki toleransi yang begitu rendah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kematian ikan-ikan tersebut dapat menjadi indikator masalah lingkungan di habitat mereka. Lingkungan tempat mereka tinggal juga memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber daya alam yang terkait dengan manusia, seperti air minum; dan juga terkait dengan kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh pada organisme pada jenjang usia tertentu, dengan larva ikan lebih rentan. Gejala kekurangan [[oksigen terlarut]] cenderung lebih memengaruhi ikan besar dibandingkan ikan kecil dikarenakan rasio luas permukaan insang berbanding massa tubuh ikan. Sedangkan gejala pencemaran zat berbahaya dapat memengaruhi banyak spesies, dengan penumpukan zat terbanyak terdapat pada hewan penyaring.
Kebinasaan ikan dapat menjadi gejala awal dari tekanan terhadap kualitas lingkungan. Berbagai spesies ikan memiliki toleransi yang begitu rendah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kematian ikan-ikan tersebut dapat menjadi indikator masalah lingkungan di habitat mereka. Lingkungan tempat mereka tinggal juga memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber daya alam yang terkait dengan manusia, seperti air minum; dan juga terkait dengan kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh pada organisme pada jenjang usia tertentu, dengan larva ikan lebih rentan. Gejala kekurangan [[oksigen terlarut]] cenderung lebih memengaruhi ikan besar dibandingkan ikan kecil dikarenakan rasio luas permukaan insang berbanding massa tubuh ikan. Sedangkan gejala pencemaran zat berbahaya dapat memengaruhi banyak spesies, dengan penumpukan zat terbanyak terdapat pada hewan penyaring.


== Penyebab ==
== Penyebab ==
Kebinasaan ikan dapat terjadi oleh beberapa sebab. Penyebab alami yang paling sering terjadi adalah [[hipoksia (lingkungan)|hipoksia]] yang terjadi karena berbagai sebab seperti [[ledakan populasi alga]], [[kekeringan]], dan perubahan [[temperatur]]. [[Pencemaran air]] akibat [[limbah]] yang dibuang oleh manusia menjadi penyebab utama secara [[antroposentrik]], termasuk [[limpasan pertanian]], [[limpasan permukaan]] air perkotaan, [[tumpahan minyak]], praktik [[penangkapan ikan]] yang buruk (misal [[penangkapan ikan dengan bom|penggunaan bom]] dan racun [[sianida]]), dan sebagainya.
Kebinasaan ikan dapat terjadi oleh beberapa sebab. Penyebab alami yang paling sering terjadi adalah [[hipoksia (lingkungan)|hipoksia]] yang terjadi karena berbagai sebab seperti [[ledakan populasi alga]], [[kekeringan]], dan perubahan [[temperatur]].<ref>Oregon State University (2006). [http://www.eurekalert.org/pub_releases/2006-10/osu-dhe103006.php "Deadly hypoxic event finally concludes"]</ref> [[Pencemaran air]] akibat [[limbah]] yang dibuang oleh manusia menjadi penyebab utama secara [[antroposentrik]], termasuk [[limpasan pertanian]], [[limpasan permukaan]] air perkotaan, [[tumpahan minyak]], praktik [[penangkapan ikan]] yang buruk (misal [[penangkapan ikan dengan bom|penggunaan bom]] dan racun [[sianida]]), dan sebagainya.


Bencana alam (gempa bumi bawah laut) kejadian alami lainnya juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, termasuk jika kejadian alami tersebut menyebabkan penumpukan pada satu tingkatan trofik pada rantai makanan dan mengganggu kestabilan ekosistem. Namun standar dan protokol penyelidikan kebinasaan ikan sering kali lemah sehingga berbagai jenis kasus kebinasaan ikan sering kali disimpulkan sebagai "kasus dengan sebab yang tidak diketahui".
Bencana alam (gempa bumi bawah laut) kejadian alami lainnya juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, termasuk jika kejadian alami tersebut menyebabkan penumpukan pada satu tingkatan trofik pada rantai makanan dan mengganggu kestabilan ekosistem.<ref>University of Florida. Gainesville, FL (2005). [http://aquat1.ifas.ufl.edu/guide/fiskil.html "Fish kill."] ''Plant Management in Florida's Waters.''</ref> Namun standar dan protokol penyelidikan kebinasaan ikan sering kali lemah sehingga berbagai jenis kasus kebinasaan ikan sering kali disimpulkan sebagai "kasus dengan sebab yang tidak diketahui".<ref>La,V. and S. J. Cooke. (2011). [http://vantla.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/12/RFS-La-Cooke-2011.pdf "Advancing the science and practice of fish kill investigations."] Reviews in Fisheries Science. 19(1): 21-33.</ref><ref>Saraghan, M. (October, 2011). [http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=epa-scientist-points-at-fracking-in-fish-kill-mystery&page=3 EPA Scientist Points at Fracking in Fish-Kill Mystery.] Scientific American. Retrieved September 8, 2012.</ref>


=== Berkurangnya oksigen ===
=== Berkurangnya oksigen ===
 
[[Oksigen]] masuk ke air melalui [[difusi]]. Jumlah oksigen yang dapat terlarut oleh air amat ditentukan oleh [[tekanan atmosfer]], temperatur air, dan kadar garam.<ref>[http://www.engineeringtoolbox.com/oxygen-solubility-water-d_841.html Oxygen Solubility in Fresh and Sea Water]. Engineeringtoolbox.com. Diakses 23 Mei 2012.</ref> Secara kimiawi, peningkatan kadar garam dan temperatur mengurangi tingkat kelarutan oksigen, sehingga kadar oksigen di dalam air dapat berfluktuasi sepanjang hari karena keberadaan dan sudut datang [[cahaya matahari]] serta [[cuaca]]. Keberadaan oksigen juga ditentukan oleh keberadaan tumbuhan dan hewan yang matu dan membusuk.<ref>A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 [http://edis.ifas.ufl.edu/topic_fish_kills read online]</ref> Di lingkungan beriklim sedang, fluktuasi kadar oksigen dapat terjadi secara ekstrem dari kondisi jenuh sampai hampir hilang.<ref>[http://www.env.gov.bc.ca/wat/wq/BCguidelines/do/do-02.htm Ambient Water Quality Criteria for Dissolved Oxygen] . Env.gov.bc.ca. Diakses 23 Mei 2012.</ref> Keterkaitan cahaya matahari dan kadar oksigen secara biologis dikarenakan jumlah mikroorganisme fotosintetik di air dan pH air. [[Peningkatan keasaman air laut|Temperatur juga memengaruhi pH air]] dan berbagai mikroorganisme fotosintetik memiliki persyaratan kondisi lingkungan yang ideal untuk tumbuh.
[[Oksigen]] masuk ke air melalui [[difusi]]. Jumlah oksigen yang dapat terlarut oleh air amat ditentukan oleh [[tekanan atmosfer]], temperatur air, dan kadar garam. Secara kimiawi, peningkatan kadar garam dan temperatur mengurangi tingkat kelarutan oksigen, sehingga kadar oksigen di dalam air dapat berfluktuasi sepanjang hari karena keberadaan dan sudut datang [[cahaya matahari]] serta [[cuaca]]. Keberadaan oksigen juga ditentukan oleh keberadaan tumbuhan dan hewan yang matu dan membusuk. Di lingkungan beriklim sedang, fluktuasi kadar oksigen dapat terjadi secara ekstrem dari kondisi jenuh sampai hampir hilang. Keterkaitan cahaya matahari dan kadar oksigen secara biologis dikarenakan jumlah mikroorganisme fotosintetik di air dan pH air. [[Peningkatan keasaman air laut|Temperatur juga memengaruhi pH air]] dan berbagai mikroorganisme fotosintetik memiliki persyaratan kondisi lingkungan yang ideal untuk tumbuh.


=== Ledakan populasi alga ===
=== Ledakan populasi alga ===
[[Ledakan populasi alga]] adalah keberadaan sejumlah besar alga yang mengapung di permukaan air. Ledakan populasi alga terjadi secara alami pada perairan yang mengandung nutrisi tinggi, meski keberadaan nutrisi tinggi tersebut dapat terjadi dari sumber yang tidak alami, misal dari limpasan nutrisi tanah pertanian dan limbah peternakan. Beberapa spesies alga memproduksi toksin, tetapi sebagian besar kasus kebinasaan ikan yang melibatkan ledakan populasi alga terjadi akibat turunnya kadar oksigen terlarut. Ketika alga mati, proses [[dekomposisi]] akan memakan banyak oksigen. Di Estonia, kombinasi ledakan alga dan peningkatan temperatur menyebabkan kebinasaan ikan.<ref>[http://books.google.com/books?id=zGqUHtmTCuoC&pg=PA67&dq=%22fish+kill%22&hl=en&ei=ESMVTY7LFIyqsAPrkq3GCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CCkQ6AEwATgU#v=onepage&q=%22fish%20kill%22&f=false Fish kill in Estonia lake in 2002 due to combination of algae bloom and high temps]. Books.google.com. Diakses 23 Mei 2012.</ref> Penanganan tumpukan alga di perairan harus diperhatikan dengan cermat agar tidak menyebabkan kematian alga dalam jumlah besar sekaligus.


Beberapa penyakit juga disebabkan oleh alga dan menyebabkan kebinasaan ikan,<ref>Moyle and Cech, 2004, page 466</ref> seperti [[dinoflagellata]] ''[[Pfiesteria piscicida]]''. Alga ini pada awalnya tidaklah beracun, tetapi [[zoospora]] yang dihasilkan dari alga ini memakan ekskresi dari ikan. Zoospora ini mengeluarkan [[neurotoksin]] yang menyebabkan pendarahan pada ikan. Dinoflagellata dewasa lalu memakan darah dan kulit dari ikan yang mengalami penyakit tersebut.<ref>Burkholder JM, Glasgow HB and Hobbs CW (1995) [http://www.int-res.com/articles/meps/124/m124p043.pdf "Fish kills linked to a toxic ambush-predator dinoflagellate: distribution and environmental conditions"] ''Marine Ecology Progress Series''.</ref> Kasus seperti ini dapat dianggap alami untuk mengendalikan populasi ikan yang berlebih di suatu tempat, tetapi laju kebinasaan ikan yang tidak wajar dapat disebabkan oleh pencemaran bahan organik dari daratan.<ref>Magnien RE (2001) [http://www.bioone.org/doi/abs/10.1641/0006-3568(2001)051%5B0843:TDOSPA%5D2.0.CO%3B2 "The Dynamics of Science, Perception, and Policy during the Outbreak of Pfiesteria in the Chesapeake Bay"] ''BioScience'' '''51'''(10):843-852.</ref>


[[Ledakan populasi alga]] adalah keberadaan sejumlah besar alga yang mengapung di permukaan air. Ledakan populasi alga terjadi secara alami pada perairan yang mengandung nutrisi tinggi, meski keberadaan nutrisi tinggi tersebut dapat terjadi dari sumber yang tidak alami, misal dari limpasan nutrisi tanah pertanian dan limbah peternakan. Beberapa spesies alga memproduksi toksin, tetapi sebagian besar kasus kebinasaan ikan yang melibatkan ledakan populasi alga terjadi akibat turunnya kadar oksigen terlarut. Ketika alga mati, proses [[dekomposisi]] akan memakan banyak oksigen. Di Estonia, kombinasi ledakan alga dan peningkatan temperatur menyebabkan kebinasaan ikan. Penanganan tumpukan alga di perairan harus diperhatikan dengan cermat agar tidak menyebabkan kematian alga dalam jumlah besar sekaligus.
[[Pasang merah]] yang dihasilkan dari ledakan populasi alga berwarna merah, khususnya ''[[Karenia brevis]]'' diketahui umum terjadi di [[Teluk Meksiko]]. Pada konsentrasi tinggi, alga ini menyebabkan perairan menjadi berwarna merah kecoklatan. Alga ini memproduksi toksin yang mematikan sistem saraf pusat dari ikan sehingga ikan tidak mampu bernafas dan mati. Toksin ini juga beracun bagi manusia dan dapat terakumulasi pada kerang.<ref>[http://www.tpwd.state.tx.us/landwater/water/environconcerns/hab/redtide/faq.phtml#q9 Red Tide FAQ - Is it safe to eat oysters during a red tide?]. www.tpwd.state.tx.us.</ref><ref>[http://www.cdc.gov/hab/redtide/ Harmful Algal Blooms: Red Tide: Home]. www.cdc.gov.</ref> Spesies alga penyebab pasang merah lainnya yaitu ''[[Alexandrium fundyense]]'' di [[Teluk Maine]].<ref>[http://www.mass.gov/?pageID=eohhs2modulechunk&L=4&L0=Home&L1=Provider&L2=Guidance+for+Businesses&L3=Food+Safety&sid=Eeohhs2&b=terminalcontent&f=dph_environmental_foodsafety_p_red_tide&csid=Eeohhs2 Red Tide Fact Sheet - Red Tide (Paralytic Shellfish Poisoning)]. www.mass.gov.</ref><ref>[http://www.tpwd.state.tx.us/landwater/water/environconcerns/hab/redtide/faq.phtml Red Tide FAQ]. www.tpwd.state.tx.us.</ref>
 
Beberapa penyakit juga disebabkan oleh alga dan menyebabkan kebinasaan ikan, seperti [[dinoflagellata]] ''[[Pfiesteria piscicida]]''. Alga ini pada awalnya tidaklah beracun, tetapi [[zoospora]] yang dihasilkan dari alga ini memakan ekskresi dari ikan. Zoospora ini mengeluarkan [[neurotoksin]] yang menyebabkan pendarahan pada ikan. Dinoflagellata dewasa lalu memakan darah dan kulit dari ikan yang mengalami penyakit tersebut. Kasus seperti ini dapat dianggap alami untuk mengendalikan populasi ikan yang berlebih di suatu tempat, tetapi laju kebinasaan ikan yang tidak wajar dapat disebabkan oleh pencemaran bahan organik dari daratan.
 
[[Pasang merah]] yang dihasilkan dari ledakan populasi alga berwarna merah, khususnya ''[[Karenia brevis]]'' diketahui umum terjadi di [[Teluk Meksiko]]. Pada konsentrasi tinggi, alga ini menyebabkan perairan menjadi berwarna merah kecoklatan. Alga ini memproduksi toksin yang mematikan sistem saraf pusat dari ikan sehingga ikan tidak mampu bernafas dan mati. Toksin ini juga beracun bagi manusia dan dapat terakumulasi pada kerang. Spesies alga penyebab pasang merah lainnya yaitu ''[[Alexandrium fundyense]]'' di [[Teluk Maine]].


=== Penyakit dan parasit ===
=== Penyakit dan parasit ===
[[Penyakit dan parasit ikan|Ikan dapat terjangkit]] berbagai [[virus]], [[bakteri]], dan [[jamur]] parasit penyebab penyakit. Semua itu terdapat secara alami di air. Ikan yang stress karena berbagai hal seperti peningkatan temperatur dan kondisi air yang kurang optimal lebih rentan terhadap parasit. Pada tahun 2004, kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Shenandoah]] di musim semi. Ketika itu air mencapai temperatur sekitar 50 derajat Fahrenheit lalu meningkat hingga 70an Fahrenheit. Turunnya imunitas tubuh ikan disebabkan oleh kondisi lingkungan dan pencemaran yang menyebabkan rentannya ikan terhadap serangan bakteri.<ref>[http://www.deq.state.va.us/info/srfishkill.html information from the Department of Environmental Quality, Virginia, USA] ; [http://www.deq.state.va.us/info/srfishkillhistory.html History of fish kills in the Shenandoah watershed, Virginia]</ref> Pada [[budi daya ikan]], di mana kepadatan populasi ikan dioptimisasi, parasit dan penyakit dapat menyebar secara cepat.<ref>A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 [http://edis.ifas.ufl.edu/topic_fish_kills read online]</ref>


[[Penyakit dan parasit ikan|Ikan dapat terjangkit]] berbagai [[virus]], [[bakteri]], dan [[jamur]] parasit penyebab penyakit. Semua itu terdapat secara alami di air. Ikan yang stress karena berbagai hal seperti peningkatan temperatur dan kondisi air yang kurang optimal lebih rentan terhadap parasit. Pada tahun 2004, kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Shenandoah]] di musim semi. Ketika itu air mencapai temperatur sekitar 50 derajat Fahrenheit lalu meningkat hingga 70an Fahrenheit. Turunnya imunitas tubuh ikan disebabkan oleh kondisi lingkungan dan pencemaran yang menyebabkan rentannya ikan terhadap serangan bakteri. Pada [[budi daya ikan]], di mana kepadatan populasi ikan dioptimisasi, parasit dan penyakit dapat menyebar secara cepat.
Beberapa gejala awal ikan mengalami infeksi penyakit diantaranya:<ref>[http://pubs.ext.vt.edu/420/420-252/420-252.pdf Fish Kills - Their Causes and Prevention, Virginia Tech, Virginia Cooperative Extension Publication 420-252, 2009]. (PDF)</ref>
 
Beberapa gejala awal ikan mengalami infeksi penyakit diantaranya:
# Perubahan warna, pendarahan, muncul bintik pada kulit
# Perubahan warna, pendarahan, muncul bintik pada kulit
# Bentuk yang tidak normal
# Bentuk yang tidak normal
Baris 33: Baris 31:


=== Temperatur air ===
=== Temperatur air ===
Seperti dijelaskan di atas, temperatur air memengaruhi tingkat kelarutan oksigen. Secara umum, air yang lebih dingin melarutkan oksigen lebih banyak. Kasus berkurangnya kadar oksigen akibat temperatur tinggi yang menyebabkan kebinasaan ikan pernah terjadi di [[Teluk Delaware]]. Di bulan September 2010 kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Mississippi]] di Louisiana yang merupakan kombinasi dari temperatur tinggi dan surutnya air. Umumnya kebinasaan ikan memang terjadi setiap tahun di akhir musim panas, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan pada kejadian tersebut.
Seperti dijelaskan di atas, temperatur air memengaruhi tingkat kelarutan oksigen. Secara umum, air yang lebih dingin melarutkan oksigen lebih banyak. Kasus berkurangnya kadar oksigen akibat temperatur tinggi yang menyebabkan kebinasaan ikan pernah terjadi di [[Teluk Delaware]].<ref>[http://www.newjerseynewsroom.com/science-updates/fish-kill-in-delaware-bay-still-a-mystery-to-nj-dep Agustus 2010, fish kill in Delaware Bay linked to high temperatures – low oxygen] . Newjerseynewsroom.com (2010-08-12). Diakses 23 Mei 2012</ref> Di bulan September 2010 kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Mississippi]] di Louisiana yang merupakan kombinasi dari temperatur tinggi dan surutnya air. Umumnya kebinasaan ikan memang terjadi setiap tahun di akhir musim panas, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan pada kejadian tersebut.<ref>[http://www.reuters.com/news/pictures/slideshow?articleId=USRTR2IDT7 Slideshow: Massive fish kill] [http://www.aolnews.com/2010/09/16/massive-mississippi-river-fish-kill-not-bps-fault/ Massive Fish Kill Not BP's Fault]</ref>


Periode cuaca yang panas meningkatkan temperatur di permukaan air. Air yang hangat akan terus berada di atas sehingga air yang dingin akan tetap berada di bawah, menyebabkan [[Stratifikasi (air)|pembentukan lapisan]]. Meski air yang dingin mengandung banyak oksigen, tetapi difusi dari atmosfer melalui permukaan diperlukan untuk menjaga kadar oksigen di bawah permukaan air mencukupi. Dengan konveksi air yang minimum, maka akses ikan terhadap oksigen akan lebih sedikit.
Periode cuaca yang panas meningkatkan temperatur di permukaan air. Air yang hangat akan terus berada di atas sehingga air yang dingin akan tetap berada di bawah, menyebabkan [[Stratifikasi (air)|pembentukan lapisan]]. Meski air yang dingin mengandung banyak oksigen, tetapi difusi dari atmosfer melalui permukaan diperlukan untuk menjaga kadar oksigen di bawah permukaan air mencukupi. Dengan konveksi air yang minimum, maka akses ikan terhadap oksigen akan lebih sedikit.


Temperatur yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, terutama spesies yang tidak toleran terhadap cuaca dingin. Kasus seperti ini pernah terjadi ketika [[ikan nila]] diintroduksi ke Florida. Ketika di musim dingin, ikan nila berhenti makan di temperatur 16 derajat Celcius, dan mulai mati di temperatur 7 derajat Celcius. Pada bulan Januari 2011 kasus kebinasaan ikan selektif terkait temperatur dingin juga terjadi di Maryland dan membunuh ikan yang muda saja.
Temperatur yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, terutama spesies yang tidak toleran terhadap cuaca dingin. Kasus seperti ini pernah terjadi ketika [[ikan nila]] diintroduksi ke Florida. Ketika di musim dingin, ikan nila berhenti makan di temperatur 16 derajat Celcius, dan mulai mati di temperatur 7 derajat Celcius.<ref>A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 [http://edis.ifas.ufl.edu/topic_fish_kills read online]</ref> Pada bulan Januari 2011 kasus kebinasaan ikan selektif terkait temperatur dingin juga terjadi di Maryland dan membunuh ikan yang muda saja.<ref>[http://www.cnn.com/2011/US/01/06/maryland.fish.kill/index.html?iref=obinsite CNN story on Jan 6, 2011 Fish kill in Maryland]. Cnn.com (2011-01-06). Diakses 23 Mei 2012.</ref>


=== Toksin ===
=== Toksin ===
[[Limpasan pertanian]], [[comberan|air pembuangan]], [[limpasan permukaan]], dan [[tumpahan bahan kimia]] berbahaya dapat menyebabkan air menjadi beracun dan mematikan bagi hewan air. Beberapa spesies alga juga dapat memproduksi [[toksin]] yang dalam jumlah besar dapat menyebabkan kebinasaan ikan. Spesies alga tersebut yaitu ''[[Aphanizomenon]]'', ''[[Anabaena]]'', dan ''[[Microcystis]]''. Di Louisiana pada tahun 1950an, kebinasaan ikan terjadi akibat keberadaan [[pestisida]] [[endrin]] di perairan. Air yang tidak memiliki sifat ''[[larutan buffer|buffer]]'' yang baik akan mudah mengalami perubahan sifat akibat keberadaan bahan kimia tertentu yang dapat memicu kebinasaan ikan. Senyawa [[aluminium]] diketahui dapat menyebabkan kebinasaan ikan dengan kombinasi kondisi [[pH]], ion [[kalsium]], dan [[ion kompleks]] lainnya.
[[Limpasan pertanian]], [[comberan|air pembuangan]], [[limpasan permukaan]], dan [[tumpahan bahan kimia]] berbahaya dapat menyebabkan air menjadi beracun dan mematikan bagi hewan air. Beberapa spesies alga juga dapat memproduksi [[toksin]] yang dalam jumlah besar dapat menyebabkan kebinasaan ikan. Spesies alga tersebut yaitu ''[[Aphanizomenon]]'', ''[[Anabaena]]'', dan ''[[Microcystis]]''. Di Louisiana pada tahun 1950an, kebinasaan ikan terjadi akibat keberadaan [[pestisida]] [[endrin]] di perairan.<ref>Larson et al., 1997, Pesticides in Surface Waters: distribution, trends and governing factors. CRC Press ISBN 1-57504-006-9 p. 278</ref> Air yang tidak memiliki sifat ''[[larutan buffer|buffer]]'' yang baik akan mudah mengalami perubahan sifat akibat keberadaan bahan kimia tertentu yang dapat memicu kebinasaan ikan. Senyawa [[aluminium]] diketahui dapat menyebabkan kebinasaan ikan dengan kombinasi kondisi [[pH]], ion [[kalsium]], dan [[ion kompleks]] lainnya.<ref>[http://www.sekj.org/PDF/anzf33/anzf33-517p.pdf http://www.sekj.org/PDF/anzf33/anzf33-517p.pdf]. (PDF) . Diakses 23 Mei 2012.</ref>


Pada tahun 1997, pabrik [[fosfat]] di Florida tanpa sengaja menumpahkan 60 juta galon cairan asam ke sungai dan menyebabkan turunnya pH air menjadi 4 sepanjang 36 mil aliran sungai, mengakibatkan kematian sekitar 1.3 juta ikan.
Pada tahun 1997, pabrik [[fosfat]] di Florida tanpa sengaja menumpahkan 60 juta galon cairan asam ke sungai dan menyebabkan turunnya pH air menjadi 4 sepanjang 36 mil aliran sungai, mengakibatkan kematian sekitar 1.3 juta ikan.<ref>A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 [http://edis.ifas.ufl.edu/topic_fish_kills read online]</ref>


Tumpahan [[wiski]] secara tidak sengaja pernah terjadi di [[Sungai Kentucky]]. Wiski merupakan senyawa non toksik tetapi telah menyebabkan kebinasaan ikan akibat [[Mikroorganisme|mikroba]] air mengkonsumsi [[wiski]] tersebut dan menyebabkan hilangnya oksigen di perairan.
Tumpahan [[wiski]] secara tidak sengaja pernah terjadi di [[Sungai Kentucky]]. Wiski merupakan senyawa non toksik tetapi telah menyebabkan kebinasaan ikan akibat [[Mikroorganisme|mikroba]] air mengkonsumsi [[wiski]] tersebut dan menyebabkan hilangnya oksigen di perairan.<ref>A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 [http://edis.ifas.ufl.edu/topic_fish_kills read online]</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Ledakan populasi alga]]
* [[Ledakan populasi alga]]
* [[Peningkatan keasaman air laut]]
* [[Peningkatan keasaman air laut]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* Herring, and Scott (2002) [http://earthobservatory.nasa.gov/Features/oman/ ''Fish Kill in the Gulf of Oman: A space-based diagnosis''] [[NASA]]: Earth Observatory, featured article.
* Herring, and Scott (2002) [http://earthobservatory.nasa.gov/Features/oman/ ''Fish Kill in the Gulf of Oman: A space-based diagnosis''] [[NASA]]: Earth Observatory, featured article.
* La, V. and S.J. Cooke (2011). [http://vantla.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/12/RFS-La-Cooke-2011.pdf ''Advancing the Science and Practice of Fish Kill Investigations'']  Reviews in Fisheries Science 19(1): 21–33.
* La, V. and S.J. Cooke (2011). [http://vantla.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/12/RFS-La-Cooke-2011.pdf ''Advancing the Science and Practice of Fish Kill Investigations'']  Reviews in Fisheries Science 19(1): 21–33.
Baris 62: Baris 55:
* [http://crd.dnr.state.ga.us/assets/documents/PondTurnoverBrochure.pdf Fish Kills in Coastal Georgia Ponds and Lagoons, Georgia Department of Natural Resources]
* [http://crd.dnr.state.ga.us/assets/documents/PondTurnoverBrochure.pdf Fish Kills in Coastal Georgia Ponds and Lagoons, Georgia Department of Natural Resources]
* [http://www.sciencecases.org/fishkill/fishkill.asp "The Fish Kill Mystery"]  – Erica F. Kosal, North Carolina Wesleyan College (2003)
* [http://www.sciencecases.org/fishkill/fishkill.asp "The Fish Kill Mystery"]  – Erica F. Kosal, North Carolina Wesleyan College (2003)
* [http://www.dnr.state.md.us/bay/cblife/algae/dino/pfiesteria/facts.html#contact Maryland DNR page on Pfiesteria (sometimes toxic dinoflagellate)]
* [http://www.dnr.state.md.us/bay/cblife/algae/dino/pfiesteria/facts.html#contact Maryland DNR page on Pfiesteria (sometimes toxic dinoflagellate)]  
* [http://research.myfwc.com/features/view_article.asp?id=13920 Fish kill hotline in Florida to report observed fish kills]
* [http://research.myfwc.com/features/view_article.asp?id=13920 Fish kill hotline in Florida to report observed fish kills]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebinasaan+ikan&oldid=28589995 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28589995 (2025-11-21T15:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebinasaan+ikan&oldid=28589995 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28589995 (2025-11-21T15:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.00

Fish kill pollution

Kebinasaan ikan atau kematian ikan massal adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara lokal.[1][2] Penyebab utama adalah berkurangnya oksigen di dalam air, yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan, ledakan alga, populasi berlebih, atau peningkatan temperatur air. Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat pencemaran air juga dapat menjadi penyebab tetapi jarang terjadi.[3]

Kebinasaan ikan dapat menjadi gejala awal dari tekanan terhadap kualitas lingkungan. Berbagai spesies ikan memiliki toleransi yang begitu rendah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kematian ikan-ikan tersebut dapat menjadi indikator masalah lingkungan di habitat mereka. Lingkungan tempat mereka tinggal juga memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber daya alam yang terkait dengan manusia, seperti air minum; dan juga terkait dengan kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh pada organisme pada jenjang usia tertentu, dengan larva ikan lebih rentan. Gejala kekurangan oksigen terlarut cenderung lebih memengaruhi ikan besar dibandingkan ikan kecil dikarenakan rasio luas permukaan insang berbanding massa tubuh ikan. Sedangkan gejala pencemaran zat berbahaya dapat memengaruhi banyak spesies, dengan penumpukan zat terbanyak terdapat pada hewan penyaring.

Penyebab

Kebinasaan ikan dapat terjadi oleh beberapa sebab. Penyebab alami yang paling sering terjadi adalah hipoksia yang terjadi karena berbagai sebab seperti ledakan populasi alga, kekeringan, dan perubahan temperatur.[4] Pencemaran air akibat limbah yang dibuang oleh manusia menjadi penyebab utama secara antroposentrik, termasuk limpasan pertanian, limpasan permukaan air perkotaan, tumpahan minyak, praktik penangkapan ikan yang buruk (misal penggunaan bom dan racun sianida), dan sebagainya.

Bencana alam (gempa bumi bawah laut) kejadian alami lainnya juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, termasuk jika kejadian alami tersebut menyebabkan penumpukan pada satu tingkatan trofik pada rantai makanan dan mengganggu kestabilan ekosistem.[5] Namun standar dan protokol penyelidikan kebinasaan ikan sering kali lemah sehingga berbagai jenis kasus kebinasaan ikan sering kali disimpulkan sebagai "kasus dengan sebab yang tidak diketahui".[6][7]

Berkurangnya oksigen

Oksigen masuk ke air melalui difusi. Jumlah oksigen yang dapat terlarut oleh air amat ditentukan oleh tekanan atmosfer, temperatur air, dan kadar garam.[8] Secara kimiawi, peningkatan kadar garam dan temperatur mengurangi tingkat kelarutan oksigen, sehingga kadar oksigen di dalam air dapat berfluktuasi sepanjang hari karena keberadaan dan sudut datang cahaya matahari serta cuaca. Keberadaan oksigen juga ditentukan oleh keberadaan tumbuhan dan hewan yang matu dan membusuk.[9] Di lingkungan beriklim sedang, fluktuasi kadar oksigen dapat terjadi secara ekstrem dari kondisi jenuh sampai hampir hilang.[10] Keterkaitan cahaya matahari dan kadar oksigen secara biologis dikarenakan jumlah mikroorganisme fotosintetik di air dan pH air. Temperatur juga memengaruhi pH air dan berbagai mikroorganisme fotosintetik memiliki persyaratan kondisi lingkungan yang ideal untuk tumbuh.

Ledakan populasi alga

Ledakan populasi alga adalah keberadaan sejumlah besar alga yang mengapung di permukaan air. Ledakan populasi alga terjadi secara alami pada perairan yang mengandung nutrisi tinggi, meski keberadaan nutrisi tinggi tersebut dapat terjadi dari sumber yang tidak alami, misal dari limpasan nutrisi tanah pertanian dan limbah peternakan. Beberapa spesies alga memproduksi toksin, tetapi sebagian besar kasus kebinasaan ikan yang melibatkan ledakan populasi alga terjadi akibat turunnya kadar oksigen terlarut. Ketika alga mati, proses dekomposisi akan memakan banyak oksigen. Di Estonia, kombinasi ledakan alga dan peningkatan temperatur menyebabkan kebinasaan ikan.[11] Penanganan tumpukan alga di perairan harus diperhatikan dengan cermat agar tidak menyebabkan kematian alga dalam jumlah besar sekaligus.

Beberapa penyakit juga disebabkan oleh alga dan menyebabkan kebinasaan ikan,[12] seperti dinoflagellata Pfiesteria piscicida. Alga ini pada awalnya tidaklah beracun, tetapi zoospora yang dihasilkan dari alga ini memakan ekskresi dari ikan. Zoospora ini mengeluarkan neurotoksin yang menyebabkan pendarahan pada ikan. Dinoflagellata dewasa lalu memakan darah dan kulit dari ikan yang mengalami penyakit tersebut.[13] Kasus seperti ini dapat dianggap alami untuk mengendalikan populasi ikan yang berlebih di suatu tempat, tetapi laju kebinasaan ikan yang tidak wajar dapat disebabkan oleh pencemaran bahan organik dari daratan.[14]

Pasang merah yang dihasilkan dari ledakan populasi alga berwarna merah, khususnya Karenia brevis diketahui umum terjadi di Teluk Meksiko. Pada konsentrasi tinggi, alga ini menyebabkan perairan menjadi berwarna merah kecoklatan. Alga ini memproduksi toksin yang mematikan sistem saraf pusat dari ikan sehingga ikan tidak mampu bernafas dan mati. Toksin ini juga beracun bagi manusia dan dapat terakumulasi pada kerang.[15][16] Spesies alga penyebab pasang merah lainnya yaitu Alexandrium fundyense di Teluk Maine.[17][18]

Penyakit dan parasit

Ikan dapat terjangkit berbagai virus, bakteri, dan jamur parasit penyebab penyakit. Semua itu terdapat secara alami di air. Ikan yang stress karena berbagai hal seperti peningkatan temperatur dan kondisi air yang kurang optimal lebih rentan terhadap parasit. Pada tahun 2004, kebinasaan ikan terjadi di Sungai Shenandoah di musim semi. Ketika itu air mencapai temperatur sekitar 50 derajat Fahrenheit lalu meningkat hingga 70an Fahrenheit. Turunnya imunitas tubuh ikan disebabkan oleh kondisi lingkungan dan pencemaran yang menyebabkan rentannya ikan terhadap serangan bakteri.[19] Pada budi daya ikan, di mana kepadatan populasi ikan dioptimisasi, parasit dan penyakit dapat menyebar secara cepat.[20]

Beberapa gejala awal ikan mengalami infeksi penyakit diantaranya:[21]

  1. Perubahan warna, pendarahan, muncul bintik pada kulit
  2. Bentuk yang tidak normal
  3. Perilaku ikan yang tidak wajar, seperti berkumpul pada satu titik, tidak bisa mengapung, berputar-putar, dan sebagainya
  4. Minimnya aktivitas atau respon
  5. Tidak memiliki selera makan

Temperatur air

Seperti dijelaskan di atas, temperatur air memengaruhi tingkat kelarutan oksigen. Secara umum, air yang lebih dingin melarutkan oksigen lebih banyak. Kasus berkurangnya kadar oksigen akibat temperatur tinggi yang menyebabkan kebinasaan ikan pernah terjadi di Teluk Delaware.[22] Di bulan September 2010 kebinasaan ikan terjadi di Sungai Mississippi di Louisiana yang merupakan kombinasi dari temperatur tinggi dan surutnya air. Umumnya kebinasaan ikan memang terjadi setiap tahun di akhir musim panas, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan pada kejadian tersebut.[23]

Periode cuaca yang panas meningkatkan temperatur di permukaan air. Air yang hangat akan terus berada di atas sehingga air yang dingin akan tetap berada di bawah, menyebabkan pembentukan lapisan. Meski air yang dingin mengandung banyak oksigen, tetapi difusi dari atmosfer melalui permukaan diperlukan untuk menjaga kadar oksigen di bawah permukaan air mencukupi. Dengan konveksi air yang minimum, maka akses ikan terhadap oksigen akan lebih sedikit.

Temperatur yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, terutama spesies yang tidak toleran terhadap cuaca dingin. Kasus seperti ini pernah terjadi ketika ikan nila diintroduksi ke Florida. Ketika di musim dingin, ikan nila berhenti makan di temperatur 16 derajat Celcius, dan mulai mati di temperatur 7 derajat Celcius.[24] Pada bulan Januari 2011 kasus kebinasaan ikan selektif terkait temperatur dingin juga terjadi di Maryland dan membunuh ikan yang muda saja.[25]

Toksin

Limpasan pertanian, air pembuangan, limpasan permukaan, dan tumpahan bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan air menjadi beracun dan mematikan bagi hewan air. Beberapa spesies alga juga dapat memproduksi toksin yang dalam jumlah besar dapat menyebabkan kebinasaan ikan. Spesies alga tersebut yaitu Aphanizomenon, Anabaena, dan Microcystis. Di Louisiana pada tahun 1950an, kebinasaan ikan terjadi akibat keberadaan pestisida endrin di perairan.[26] Air yang tidak memiliki sifat buffer yang baik akan mudah mengalami perubahan sifat akibat keberadaan bahan kimia tertentu yang dapat memicu kebinasaan ikan. Senyawa aluminium diketahui dapat menyebabkan kebinasaan ikan dengan kombinasi kondisi pH, ion kalsium, dan ion kompleks lainnya.[27]

Pada tahun 1997, pabrik fosfat di Florida tanpa sengaja menumpahkan 60 juta galon cairan asam ke sungai dan menyebabkan turunnya pH air menjadi 4 sepanjang 36 mil aliran sungai, mengakibatkan kematian sekitar 1.3 juta ikan.[28]

Tumpahan wiski secara tidak sengaja pernah terjadi di Sungai Kentucky. Wiski merupakan senyawa non toksik tetapi telah menyebabkan kebinasaan ikan akibat mikroba air mengkonsumsi wiski tersebut dan menyebabkan hilangnya oksigen di perairan.[29]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. U.S. Environmental Protection Agency. Washington, DC (2000). "The Quality of Our Nation’s Waters - A Summary of the National Water Quality Inventory: 1998 Report to Congress." Document no. EPA-841-S-00-001. p. 18.
  2. University of Florida. Gainesville, FL (2005). "Fish kill." Plant Management in Florida's Waters.
  3. Noga, Fish Disease: Diagnosis and Treatment, 2010, John Wiley and Sons ISBN 0-8138-0697-6, p. 316
  4. Oregon State University (2006). "Deadly hypoxic event finally concludes"
  5. University of Florida. Gainesville, FL (2005). "Fish kill." Plant Management in Florida's Waters.
  6. La,V. and S. J. Cooke. (2011). "Advancing the science and practice of fish kill investigations." Reviews in Fisheries Science. 19(1): 21-33.
  7. Saraghan, M. (October, 2011). EPA Scientist Points at Fracking in Fish-Kill Mystery. Scientific American. Retrieved September 8, 2012.
  8. Oxygen Solubility in Fresh and Sea Water. Engineeringtoolbox.com. Diakses 23 Mei 2012.
  9. A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 read online
  10. Ambient Water Quality Criteria for Dissolved Oxygen . Env.gov.bc.ca. Diakses 23 Mei 2012.
  11. Fish kill in Estonia lake in 2002 due to combination of algae bloom and high temps. Books.google.com. Diakses 23 Mei 2012.
  12. Moyle and Cech, 2004, page 466
  13. Burkholder JM, Glasgow HB and Hobbs CW (1995) "Fish kills linked to a toxic ambush-predator dinoflagellate: distribution and environmental conditions" Marine Ecology Progress Series.
  14. Magnien RE (2001) "The Dynamics of Science, Perception, and Policy during the Outbreak of Pfiesteria in the Chesapeake Bay" BioScience 51(10):843-852.
  15. Red Tide FAQ - Is it safe to eat oysters during a red tide?. www.tpwd.state.tx.us.
  16. Harmful Algal Blooms: Red Tide: Home. www.cdc.gov.
  17. Red Tide Fact Sheet - Red Tide (Paralytic Shellfish Poisoning). www.mass.gov.
  18. Red Tide FAQ. www.tpwd.state.tx.us.
  19. information from the Department of Environmental Quality, Virginia, USA ; History of fish kills in the Shenandoah watershed, Virginia
  20. A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 read online
  21. Fish Kills - Their Causes and Prevention, Virginia Tech, Virginia Cooperative Extension Publication 420-252, 2009. (PDF)
  22. Agustus 2010, fish kill in Delaware Bay linked to high temperatures – low oxygen . Newjerseynewsroom.com (2010-08-12). Diakses 23 Mei 2012
  23. Slideshow: Massive fish kill Massive Fish Kill Not BP's Fault
  24. A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 read online
  25. CNN story on Jan 6, 2011 Fish kill in Maryland. Cnn.com (2011-01-06). Diakses 23 Mei 2012.
  26. Larson et al., 1997, Pesticides in Surface Waters: distribution, trends and governing factors. CRC Press ISBN 1-57504-006-9 p. 278
  27. http://www.sekj.org/PDF/anzf33/anzf33-517p.pdf. (PDF) . Diakses 23 Mei 2012.
  28. A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 read online
  29. A Beginner’s Guide to Water Management – Fish Kills, Information Circular 107, University of Florida IFAS Extension, 2003 read online

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28589995 (2025-11-21T15:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.