Konflik air: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28479825; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Konflik air''' biasanya mengacu pada kekerasan atau perselisihan yang berkaitan dengan akses terhadap, atau penguasaan, sumber daya air, atau penggunaan air atau sistem air sebagai senjata atau korban konflik. Istilah '''perang air''' sehari-hari digunakan di media untuk beberapa perselisihan mengenai air, dan sering kali lebih terbatas untuk menggambarkan konflik antar negara, negara bagian, atau kelompok mengenai [[Hak air|hak]] untuk mengakses sumber daya air. [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] mengakui bahwa sengketa air diakibatkan oleh pertentangan kepentingan para pengguna air, baik publik maupun swasta. Berbagai macam konflik air terjadi sepanjang sejarah, meskipun jarang sekali konflik tersebut merupakan perang tradisional yang hanya terjadi karena air saja. Sebaliknya, air telah lama menjadi sumber ketegangan dan salah satu penyebab konflik. Konflik air muncul karena beberapa alasan, termasuk sengketa wilayah, perebutan sumber daya, dan keuntungan strategis. | '''Konflik air''' biasanya mengacu pada kekerasan atau perselisihan yang berkaitan dengan akses terhadap, atau penguasaan, sumber daya air, atau penggunaan air atau sistem air sebagai senjata atau korban konflik. Istilah '''perang air''' sehari-hari digunakan di media untuk beberapa perselisihan mengenai air, dan sering kali lebih terbatas untuk menggambarkan konflik antar negara, negara bagian, atau kelompok mengenai [[Hak air|hak]] untuk mengakses sumber daya air.<ref>James Tulloch. [http://knowledge.allianz.com/en/globalissues/climate_change/natural_disasters/water_conflicts.html Water Conflicts: Fight or Flight?]. Allianz. August 26, 2009.</ref><ref>Patricia Kameri-Mbote. [http://www.wilsoncenter.org/topics/pubs/NavigatingPeaceIssue4.pdf Water, Conflict, and Cooperation: Lessons from the nile river Basin]. ''Navigating Peace''. Woodrow Wilson International Center for Scholars. January 2007.</ref> [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] mengakui bahwa sengketa air diakibatkan oleh pertentangan kepentingan para pengguna air, baik publik maupun swasta.<ref>[http://www.unesco.org/water/wwap/pccp/ United Nations Potential Conflict to Cooperation Potential, accessed November 21, 2008]</ref> Berbagai macam konflik air terjadi sepanjang sejarah, meskipun jarang sekali konflik tersebut merupakan perang tradisional yang hanya terjadi karena air saja.<ref>Peter Gleick, 1993. [http://www2.pacinst.org/reports/international_security_gleick_1993.pdf "Water and conflict."] ''International Security'' Vol. 18, No. 1, pp. 79-112 (Summer 1993).</ref> Sebaliknya, air telah lama menjadi sumber ketegangan dan salah satu penyebab konflik. Konflik air muncul karena beberapa alasan, termasuk sengketa wilayah, perebutan sumber daya, dan keuntungan strategis.<ref>Heidelberg Institute for International Conflict Research (Department of Political Science, University of Heidelberg); Conflict Barometer 2007:Crises – Wars – Coups d'État – Nagotiations – Mediations – Peace Settlements, 16th annual conflict analysis, 2007</ref> | ||
Konflik air dapat terjadi pada tingkat intranegara dan antarnegara. Konflik antarnegara terjadi antara dua atau lebih negara yang berbagi sumber air lintas batas, seperti sungai, laut, atau cekungan air tanah. Misalnya, [[Timur Tengah]] hanya mempunyai 1% [[air tawar]] dunia yang digunakan oleh 5% populasi dunia dan sebagian besar sungai melintasi perbatasan internasional. Konflik intranegara terjadi antara dua pihak atau lebih di negara yang sama, seperti konflik antara petani dan pengguna air perkotaan. | Konflik air dapat terjadi pada tingkat intranegara dan antarnegara. Konflik antarnegara terjadi antara dua atau lebih negara yang berbagi sumber air lintas batas, seperti sungai, laut, atau cekungan air tanah. Misalnya, [[Timur Tengah]] hanya mempunyai 1% [[air tawar]] dunia yang digunakan oleh 5% populasi dunia dan sebagian besar sungai melintasi perbatasan internasional.<ref>Ben Sutherland. [http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/2859937.stm Water shortages 'foster terrorism']. BBC News. March 18, 2003.</ref> Konflik intranegara terjadi antara dua pihak atau lebih di negara yang sama, seperti konflik antara petani dan pengguna air perkotaan. | ||
Kebanyakan konflik yang berhubungan dengan air terjadi karena air tawar yang menjadi sumber daya penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, namun sering kali langka atau terkontaminasi atau tidak dialokasikan dengan baik kepada para pengguna. Kelangkaan air memperburuk sengketa air karena persaingan untuk mendapatkan air minum, [[irigasi]], pembangkit listrik dan kebutuhan lainnya. Karena air tawar merupakan sumber daya alam yang penting tetapi distribusinya tidak merata, ketersediaan air tawar sering kali memengaruhi kondisi kehidupan dan perekonomian suatu negara atau wilayah. Kurangnya pilihan pasokan air yang hemat biaya di wilayah seperti Timur Tengah, di antara elemen-elemen [[Kelangkaan air|krisis air]] lainnya dapat memberikan tekanan yang besar pada semua pengguna air, baik perusahaan, pemerintah, atau individu, sehingga menyebabkan ketegangan, dan mungkin agresi. | Kebanyakan konflik yang berhubungan dengan air terjadi karena air tawar yang menjadi sumber daya penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, namun sering kali langka atau terkontaminasi atau tidak dialokasikan dengan baik kepada para pengguna. Kelangkaan air memperburuk sengketa air karena persaingan untuk mendapatkan air minum, [[irigasi]], pembangkit listrik dan kebutuhan lainnya.<ref>[http://www.peopleandplanet.net/doc.php?id=671§ion=14 Patp > > >]. Freshwater: lifeblood of the planet, accessed November 21, 2008</ref> Karena air tawar merupakan sumber daya alam yang penting tetapi distribusinya tidak merata, ketersediaan air tawar sering kali memengaruhi kondisi kehidupan dan perekonomian suatu negara atau wilayah. Kurangnya pilihan pasokan air yang hemat biaya di wilayah seperti Timur Tengah,<ref>[http://www.unu.edu/unupress/unupbooks/80858e/80858e09.htm Murakami, Masahiro. 1995.] ''Managing Water for Peace in the Middle East: Alternative Strategies, ''New York: United Nations University Press. Accessed online November 16, 2008.</ref> di antara elemen-elemen [[Kelangkaan air|krisis air]] lainnya dapat memberikan tekanan yang besar pada semua pengguna air, baik perusahaan, pemerintah, atau individu, sehingga menyebabkan ketegangan, dan mungkin agresi.<ref>[http://www.unesco.org/water/wwap/pccp/] United Nations Potential Conflict to Cooperation Potential, accessed November 21, 2008</ref> | ||
Terdapat semakin banyak konflik air yang tidak terselesaikan, sebagian besar terjadi di tingkat sub-nasional, dan konflik ini akan menjadi lebih berbahaya karena semakin langkanya air, [[perubahan iklim]] mengubah [[hidrologi]] lokal, dan peningkatan populasi global. Luasnya spektrum sengketa air menjadikan sengketa ini sulit untuk diatasi, tetapi terdapat beragam strategi untuk mengurangi risiko sengketa tersebut. Hukum dan perjanjian lokal dan internasional dapat membantu meningkatkan pembagian sungai dan akuifer internasional. Peningkatan teknologi dan institusi dapat meningkatkan ketersediaan air dan pembagian air di wilayah yang kekurangan air. | Terdapat semakin banyak konflik air yang tidak terselesaikan, sebagian besar terjadi di tingkat sub-nasional, dan konflik ini akan menjadi lebih berbahaya karena semakin langkanya air, [[perubahan iklim]] mengubah [[hidrologi]] lokal, dan peningkatan populasi global.<ref>[http://www.arlingtoninstitute.org/wbp/global-water-crisis/457] Brooks, Nina. "Impending Water Crisis in China," Arlington Institute. Accessed November 28, 2008.</ref><ref>Peter Gleick. [https://pacinst.org/water-conflicts-continue-to-worsen-worldwide/ Water Conflicts Continue to Worsen Worldwide]. ''Pacific Institute''. 17 March 2022.</ref> Luasnya spektrum sengketa air menjadikan sengketa ini sulit untuk diatasi, tetapi terdapat beragam strategi untuk mengurangi risiko sengketa tersebut. Hukum dan perjanjian lokal dan internasional dapat membantu meningkatkan pembagian sungai dan akuifer internasional. Peningkatan teknologi dan institusi dapat meningkatkan ketersediaan air dan pembagian air di wilayah yang kekurangan air. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konflik+air&oldid=28479825 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479825 (2025-11-14T06:47:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konflik+air&oldid=28479825 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28479825 (2025-11-14T06:47:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.05
Konflik air biasanya mengacu pada kekerasan atau perselisihan yang berkaitan dengan akses terhadap, atau penguasaan, sumber daya air, atau penggunaan air atau sistem air sebagai senjata atau korban konflik. Istilah perang air sehari-hari digunakan di media untuk beberapa perselisihan mengenai air, dan sering kali lebih terbatas untuk menggambarkan konflik antar negara, negara bagian, atau kelompok mengenai hak untuk mengakses sumber daya air.[1][2] Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui bahwa sengketa air diakibatkan oleh pertentangan kepentingan para pengguna air, baik publik maupun swasta.[3] Berbagai macam konflik air terjadi sepanjang sejarah, meskipun jarang sekali konflik tersebut merupakan perang tradisional yang hanya terjadi karena air saja.[4] Sebaliknya, air telah lama menjadi sumber ketegangan dan salah satu penyebab konflik. Konflik air muncul karena beberapa alasan, termasuk sengketa wilayah, perebutan sumber daya, dan keuntungan strategis.[5]
Konflik air dapat terjadi pada tingkat intranegara dan antarnegara. Konflik antarnegara terjadi antara dua atau lebih negara yang berbagi sumber air lintas batas, seperti sungai, laut, atau cekungan air tanah. Misalnya, Timur Tengah hanya mempunyai 1% air tawar dunia yang digunakan oleh 5% populasi dunia dan sebagian besar sungai melintasi perbatasan internasional.[6] Konflik intranegara terjadi antara dua pihak atau lebih di negara yang sama, seperti konflik antara petani dan pengguna air perkotaan.
Kebanyakan konflik yang berhubungan dengan air terjadi karena air tawar yang menjadi sumber daya penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, namun sering kali langka atau terkontaminasi atau tidak dialokasikan dengan baik kepada para pengguna. Kelangkaan air memperburuk sengketa air karena persaingan untuk mendapatkan air minum, irigasi, pembangkit listrik dan kebutuhan lainnya.[7] Karena air tawar merupakan sumber daya alam yang penting tetapi distribusinya tidak merata, ketersediaan air tawar sering kali memengaruhi kondisi kehidupan dan perekonomian suatu negara atau wilayah. Kurangnya pilihan pasokan air yang hemat biaya di wilayah seperti Timur Tengah,[8] di antara elemen-elemen krisis air lainnya dapat memberikan tekanan yang besar pada semua pengguna air, baik perusahaan, pemerintah, atau individu, sehingga menyebabkan ketegangan, dan mungkin agresi.[9]
Terdapat semakin banyak konflik air yang tidak terselesaikan, sebagian besar terjadi di tingkat sub-nasional, dan konflik ini akan menjadi lebih berbahaya karena semakin langkanya air, perubahan iklim mengubah hidrologi lokal, dan peningkatan populasi global.[10][11] Luasnya spektrum sengketa air menjadikan sengketa ini sulit untuk diatasi, tetapi terdapat beragam strategi untuk mengurangi risiko sengketa tersebut. Hukum dan perjanjian lokal dan internasional dapat membantu meningkatkan pembagian sungai dan akuifer internasional. Peningkatan teknologi dan institusi dapat meningkatkan ketersediaan air dan pembagian air di wilayah yang kekurangan air.
Referensi
- ↑ James Tulloch. Water Conflicts: Fight or Flight?. Allianz. August 26, 2009.
- ↑ Patricia Kameri-Mbote. Water, Conflict, and Cooperation: Lessons from the nile river Basin. Navigating Peace. Woodrow Wilson International Center for Scholars. January 2007.
- ↑ United Nations Potential Conflict to Cooperation Potential, accessed November 21, 2008
- ↑ Peter Gleick, 1993. "Water and conflict." International Security Vol. 18, No. 1, pp. 79-112 (Summer 1993).
- ↑ Heidelberg Institute for International Conflict Research (Department of Political Science, University of Heidelberg); Conflict Barometer 2007:Crises – Wars – Coups d'État – Nagotiations – Mediations – Peace Settlements, 16th annual conflict analysis, 2007
- ↑ Ben Sutherland. Water shortages 'foster terrorism'. BBC News. March 18, 2003.
- ↑ Patp > > >. Freshwater: lifeblood of the planet, accessed November 21, 2008
- ↑ Murakami, Masahiro. 1995. Managing Water for Peace in the Middle East: Alternative Strategies, New York: United Nations University Press. Accessed online November 16, 2008.
- ↑ [1] United Nations Potential Conflict to Cooperation Potential, accessed November 21, 2008
- ↑ [2] Brooks, Nina. "Impending Water Crisis in China," Arlington Institute. Accessed November 28, 2008.
- ↑ Peter Gleick. Water Conflicts Continue to Worsen Worldwide. Pacific Institute. 17 March 2022.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28479825 (2025-11-14T06:47:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.