Lompat ke isi

Senyawa anorganik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29618221; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Senyawa anorganik''' didefinisikan sebagai [[senyawa]] pada [[alam]] (di [[tabel periodik]]) yang pada umumnya menyusun [[material]] / [[benda]] tak hidup. Senyawa anorganik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu binner dan poliatomik. Senyawa anorganik binner terdiri dari unsur logam dan non-logam. Adapun pada senyawa anorganik poliatomik senyawanya dapat terdiri dari lebih dari tiga jenis unsur
'''Senyawa anorganik''' didefinisikan sebagai [[senyawa]] pada [[alam]] (di [[tabel periodik]]) yang pada umumnya menyusun [[material]] / [[benda]] tak hidup. Senyawa anorganik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu binner dan poliatomik. Senyawa anorganik binner terdiri dari unsur logam dan non-logam. Adapun pada senyawa anorganik poliatomik senyawanya dapat terdiri dari lebih dari tiga jenis unsur<ref>Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. [https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=FUVmEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR3&dq=vitalisme+adalah+suatu+doktrin+yang+mengatakan+bahwa+suatu+kehidupan+terletak+di+luar+dunia+materi+dan+karenanya+kedua+konsep+ini&ots=I1i8OrFLQa&sig=M5XWdgfVhEkwBsUPEBbqjrtnJak&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false ILMU ALAMIAH DASAR]. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.</ref>


Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup di golongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Senyawa organik diyakini bahwa hanya dapat terjadi karena adanya pengaruh dari daya yang dimiliki makhluk hidup (''vital force'' atau ''vis vitalis'').
Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup di golongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Senyawa organik diyakini bahwa hanya dapat terjadi karena adanya pengaruh dari daya yang dimiliki makhluk hidup (''vital force'' atau ''vis vitalis'').


Dengan keberhasilan '''Friederich Wohler''' dalam membuat urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik) pada tahun 1828, maka keyakinan adanya pengaruh ''vital force'' dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah. Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa di antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum-hukum kimia yang berlaku. Meskipun di antara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan yang hakiki sebagai senyawa kimia, tetapi pengkajiannya tetap dipandang perlu dipisahkan dalam cabang kimia yang spesifik.
Dengan keberhasilan '''Friederich Wohler''' dalam membuat urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik) pada tahun 1828, maka keyakinan adanya pengaruh ''vital force'' dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah.<ref>Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. [https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=FUVmEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR3&dq=vitalisme+adalah+suatu+doktrin+yang+mengatakan+bahwa+suatu+kehidupan+terletak+di+luar+dunia+materi+dan+karenanya+kedua+konsep+ini&ots=I1i8OrFLQa&sig=M5XWdgfVhEkwBsUPEBbqjrtnJak&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false ILMU ALAMIAH DASAR]. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.</ref> Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa di antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum-hukum kimia yang berlaku. Meskipun di antara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan yang hakiki sebagai senyawa kimia, tetapi pengkajiannya tetap dipandang perlu dipisahkan dalam cabang kimia yang spesifik.


Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan [[kimia anorganik]] adalah:
Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan [[kimia anorganik]] adalah:
Baris 18: Baris 18:


== Karakteristik ==
== Karakteristik ==
Senyawa anorganik memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
Senyawa anorganik memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:<ref>Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. [https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=FUVmEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR3&dq=vitalisme+adalah+suatu+doktrin+yang+mengatakan+bahwa+suatu+kehidupan+terletak+di+luar+dunia+materi+dan+karenanya+kedua+konsep+ini&ots=I1i8OrFLQa&sig=M5XWdgfVhEkwBsUPEBbqjrtnJak&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false ILMU ALAMIAH DASAR]. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.</ref>


* Titik didih dan leleh relatif tinggi
* Titik didih dan leleh relatif tinggi
Baris 27: Baris 27:
* Isomer terbatas
* Isomer terbatas
* Sebagian besar ikatan kimianya berupa ikatan ionik
* Sebagian besar ikatan kimianya berupa ikatan ionik
== Referensi ==


==Bacaan lanjutan==
==Bacaan lanjutan==
Baris 35: Baris 32:
* Perry and Green, 1986, 'Perry's Chemical Engineer's Hand Book', 6 th ed, Mc Graw Hill Book Co., Singapore.
* Perry and Green, 1986, 'Perry's Chemical Engineer's Hand Book', 6 th ed, Mc Graw Hill Book Co., Singapore.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+anorganik&oldid=29618221 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29618221 (2026-08-23T00:50:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senyawa+anorganik&oldid=29618221 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29618221 (2026-08-23T00:50:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.08

Senyawa anorganik didefinisikan sebagai senyawa pada alam (di tabel periodik) yang pada umumnya menyusun material / benda tak hidup. Senyawa anorganik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu binner dan poliatomik. Senyawa anorganik binner terdiri dari unsur logam dan non-logam. Adapun pada senyawa anorganik poliatomik senyawanya dapat terdiri dari lebih dari tiga jenis unsur[1]

Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup di golongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Senyawa organik diyakini bahwa hanya dapat terjadi karena adanya pengaruh dari daya yang dimiliki makhluk hidup (vital force atau vis vitalis).

Dengan keberhasilan Friederich Wohler dalam membuat urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik) pada tahun 1828, maka keyakinan adanya pengaruh vital force dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah.[2] Dalam perkembangan selanjutnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa di antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum-hukum kimia yang berlaku. Meskipun di antara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan yang hakiki sebagai senyawa kimia, tetapi pengkajiannya tetap dipandang perlu dipisahkan dalam cabang kimia yang spesifik.

Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan kimia anorganik adalah:

  • jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
  • semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang mempunyai keunikan dalam hal kemampuannya membentuk rantai dengan sesama atom karbon, dan mempunyai sifat-sifat khas.

Perbedaan senyawa organik dan anorganik:

  1. Titik lebur dan titik didih pada senyawa organik lebih rendah daripada senyawa anorganik. Hal tersebut terjadi karena pada senyawa jenis ikatan yang terbentuk pada senyawa anorganik merupakan ikatan ionik (pada kristal) dan ikatan kovalen (pada amorf). Contoh: Senyawa organik (napthalen) memiliki boiling point 218 deajat rCelcius. Sedangkan senyawa anorganik (sodium klorida) memiliki boiling point 1465 derajat Celcius.
  2. Kelarutan senyawa organik bernilai lebih kecil daripada kelarutan senyawa anorganik.
  3. Senyawa organik menunjukkan gejala isomerisasi, sedangkan senyawa anorganik sebaliknya. Isomer adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul yang sama tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda.
  4. Senyawa organik reaksinya terjadi secara molekuler sehingga reaksi berjalan lambat, sedangkan senyawa anorganik reaksinya secara ionik sehingga reaksinya berjalan lebih cepat.
  5. Berat molekul senyawa organik (dengan susunan yang kompleks) bernilai lebih dari 1000 gram/gramol, sedangkan berat molekul senyawa anorganik bernilai kurang dari 1000 gram/gramol.

Karakteristik

Senyawa anorganik memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:[3]

  • Titik didih dan leleh relatif tinggi
  • Polar
  • Tidak mudah terbakar
  • Mampu menghantarkan listrik
  • Reaksi kimia berlangsung cepat
  • Isomer terbatas
  • Sebagian besar ikatan kimianya berupa ikatan ionik

Bacaan lanjutan

  • Fessenden and Fessenden, 1982, 'Kimia Organik", Erlangga, Jakarta.
  • Perry and Green, 1986, 'Perry's Chemical Engineer's Hand Book', 6 th ed, Mc Graw Hill Book Co., Singapore.

Referensi

  1. Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. ILMU ALAMIAH DASAR. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.
  2. Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. ILMU ALAMIAH DASAR. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.
  3. Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. ILMU ALAMIAH DASAR. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618221 (2026-08-23T00:50:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.