Kolom letusan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27473042; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Erupsi_Gunung_Sinabung_9_Juni_2019_oleh_Muh_Ma'rufin_Sudibyo.jpg|thumb|right|280px|Erupsi Gunung Sinabung 9 Juni 2019 oleh Muh Ma'rufin Sudibyo]] | |||
Selama letusan gunung berapi eksplosif, campuran abu panas (piroklast) dan gas vulkanik dilepaskan dari lubang letusan dan membentuk kolom letusan dan dapat runtuh menjadi '''keruntuhan kolom''' yang membentuk [[awan panas]] atau [[gelombang piroklastik]]. | '''Kolom letusan''' atau '''awan erupsi''' adalah [[Abu vulkanik|awan abu]], [[tefra]] dan gas vulkanik yang terbentuk naik selama letusan gunung berapi yang [[Letusan eksplosif|eksplosif]]. Lebih tinggi di [[atmosfer]], kolom biasanya menyebar secara lateral menjadi gumpalan atau awan payung.<ref>[https://volcanoes.usgs.gov/vsc/glossary/eruption_column.html USGS: Volcano Hazards Program Glossary - Eruption column]. ''volcanoes.usgs.gov''.</ref> Selama [[letusan Plinian]], kolom letusan dapat naik hingga puluhan kilometer ke [[stratosfer]].<ref>Haraldur Sigurdsson. [http://dx.doi.org/10.1016/b0-12-227410-5/00816-4 Volcanology]. Elsevier. 2003. hlm. 579–605.</ref> Awan letusan dapat terbang hingga ribuan kilometer melawan arah angin dan sering kali menyebar ke area yang lebih luas dengan bertambahnya jarak dari lubang letusan. | ||
Selama letusan gunung berapi eksplosif, campuran abu panas (piroklast) dan gas vulkanik dilepaskan dari lubang letusan dan membentuk kolom letusan dan dapat runtuh menjadi '''keruntuhan kolom''' yang membentuk [[awan panas]] atau [[gelombang piroklastik]].<ref>R. S. J. SPARKS. [https://doi.org/10.1144/gsjgs.132.4.0441 A model for the formation of ignimbrite by gravitational column collapse]. ''Journal of the Geological Society''. 1976-08. Vol. 132 (4). hlm. 441–451. doi:10.1144/gsjgs.132.4.0441.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolom+letusan&oldid=27473042 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27473042 (2025-06-28T09:47:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.14

Kolom letusan atau awan erupsi adalah awan abu, tefra dan gas vulkanik yang terbentuk naik selama letusan gunung berapi yang eksplosif. Lebih tinggi di atmosfer, kolom biasanya menyebar secara lateral menjadi gumpalan atau awan payung.[1] Selama letusan Plinian, kolom letusan dapat naik hingga puluhan kilometer ke stratosfer.[2] Awan letusan dapat terbang hingga ribuan kilometer melawan arah angin dan sering kali menyebar ke area yang lebih luas dengan bertambahnya jarak dari lubang letusan.
Selama letusan gunung berapi eksplosif, campuran abu panas (piroklast) dan gas vulkanik dilepaskan dari lubang letusan dan membentuk kolom letusan dan dapat runtuh menjadi keruntuhan kolom yang membentuk awan panas atau gelombang piroklastik.[3]
Referensi
- ↑ USGS: Volcano Hazards Program Glossary - Eruption column. volcanoes.usgs.gov.
- ↑ Haraldur Sigurdsson. Volcanology. Elsevier. 2003. hlm. 579–605.
- ↑ R. S. J. SPARKS. A model for the formation of ignimbrite by gravitational column collapse. Journal of the Geological Society. 1976-08. Vol. 132 (4). hlm. 441–451. doi:10.1144/gsjgs.132.4.0441.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27473042 (2025-06-28T09:47:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.