Gaya van der Waals: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26034056; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Gaya van der Waals''' dalam ilmu [[kimia]] merujuk pada jenis gaya antara [[molekul]]. Istilah ini pada awalnya merujuk pada jenis gaya antarmolekul, dan hingga saat ini masih digunakan dalam pengertian tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari [[polarisasi]] molekul menjadi [[dipol]]. | [[File:Gecko_Leaftail_1.jpg|thumb|right|280px|Gecko Leaftail 1]] | ||
'''Gaya van der Waals''' dalam ilmu [[kimia]] merujuk pada jenis gaya antara [[molekul]].<ref>[https://www.britannica.com/science/van-der-Waals-forces van der Waals forces chemistry and physics Britannica]. ''www.britannica.com''.</ref> Istilah ini pada awalnya merujuk pada jenis gaya antarmolekul, dan hingga saat ini masih digunakan dalam pengertian tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari [[polarisasi]] molekul menjadi [[dipol]]. | |||
Hal ini mencakup gaya yang timbul dari dipol tetap ([[gaya Keesom]]), dipol rotasi atau bebas ([[gaya Debye]]) serta pergeseran distribusi awan (gaya london). | Hal ini mencakup gaya yang timbul dari dipol tetap ([[gaya Keesom]]), dipol rotasi atau bebas ([[gaya Debye]]) serta pergeseran distribusi awan (gaya london). | ||
Gaya ini dikemukakan pertama kali oleh [[Johannes van der Waals]] (1837-1923). Gaya Van der Waals merupakan gaya tarik menarik listrik yang relatif lemah akibat kepolaran molekul yang permanen atau terinduksi. Kepolaran permanen terjadi akibat kepolaran di dalam molekul, sedangkan kepolaran tidak permanen terjadi akibat molekul terinduksi oleh partikel lain yang bermuatan sehingga molekul bersifat polar sesaat secara spontan. | Gaya ini dikemukakan pertama kali oleh [[Johannes van der Waals]] (1837-1923).<ref>[https://www.nobelprize.org/prizes/physics/1910/waals/biographical/ The Nobel Prize in Physics 1910]. ''NobelPrize.org''.</ref> Gaya Van der Waals merupakan gaya tarik menarik listrik yang relatif lemah akibat kepolaran molekul yang permanen atau terinduksi.<ref>[http://dx.doi.org/10.1007/springerreference_67891 Van-der-Waals Attraction]. ''SpringerReference''. Springer-Verlag.</ref> Kepolaran permanen terjadi akibat kepolaran di dalam molekul, sedangkan kepolaran tidak permanen terjadi akibat molekul terinduksi oleh partikel lain yang bermuatan sehingga molekul bersifat polar sesaat secara spontan. | ||
[[Potensial Lennard-Jones]] sering digunakan sebagai model hampiran untuk gaya van der Waals sebagai fungsi dari waktu. | [[Potensial Lennard-Jones]] sering digunakan sebagai model hampiran untuk gaya van der Waals sebagai fungsi dari waktu. | ||
Konsep gaya tarik menarik antar molekul ini digunakan untuk menurunkan persamaan zat-zat yang berada dalam fase gas. Gaya ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron atom lain yang disebut gaya tarik menarik elektrostatis ([[Hukum Coulomb|gaya coulomb]]) yang umumnya terdapat pada senyawa polar. Pada molekul non polar gaya Van Der Waals timbul karena adanya dipol-dipol sesaat atau gaya London. | Konsep gaya tarik menarik antar molekul ini digunakan untuk menurunkan persamaan zat-zat yang berada dalam fase gas. Gaya ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron atom lain yang disebut gaya tarik menarik elektrostatis ([[Hukum Coulomb|gaya coulomb]]) yang umumnya terdapat pada senyawa polar. Pada molekul non polar gaya Van Der Waals timbul karena adanya dipol-dipol sesaat atau gaya London.<ref>Cecilia Vollbrecht. [https://chemistrytalk.org/london-dispersion-van-der-waals/ London Dispersion and Van der Waals Forces]. ''ChemTalk''. 2021-12-21.</ref> | ||
'''Interaksi van der Waals''' teramati pada gas mulia, yang amat stabil dan cenderung tak berinteraksi. Hal ini menjelaskan sulitnya gas mulia untuk mengembun. Tetapi, makin besar ukuran atom gas mulia (makin banyak elektronnya) makin mudah gas tersebut berubah menjadi cairan. | '''Interaksi van der Waals''' teramati pada gas mulia, yang amat stabil dan cenderung tak berinteraksi. Hal ini menjelaskan sulitnya gas mulia untuk mengembun. Tetapi, makin besar ukuran atom gas mulia (makin banyak elektronnya) makin mudah gas tersebut berubah menjadi cairan.<ref>[https://books.google.com/books?id=z2-SDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&hl=en Encyclopedia of Ocean Sciences]. Academic Press. 2019-04-12. hlm. 280. ISBN 978-0-12-813082-7.</ref> | ||
== Jenis == | == Jenis == | ||
| Baris 31: | Baris 33: | ||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
Ciri-ciri utama gaya van der Waals adalah: | Ciri-ciri utama gaya van der Waals adalah:<ref>Anne Marie Helmenstine. [https://www.thoughtco.com/definition-of-van-der-waals-forces-604681 Van der Waals Forces: Properties and Components]. ''ThoughtCo''. 30 November 2019.</ref><ref>M. S. Sethi. [https://www.worldcat.org/title/912437861 Chemical bonding]. Discovery Publishing House. 1992. ISBN 9788171411634.</ref> | ||
* lebih lemah dari ikatan kovalen dan ionik normal. | * lebih lemah dari ikatan kovalen dan ionik normal. | ||
| Baris 37: | Baris 39: | ||
* Merupakan gaya jarak pendek dan oleh sebab itu hanya terjadi pada interaksi antar partikel terdekat (bukan semua partikel). Gaya tarik Van der Waals menjadi lebih besar jika antar molekul semakin mendekat. | * Merupakan gaya jarak pendek dan oleh sebab itu hanya terjadi pada interaksi antar partikel terdekat (bukan semua partikel). Gaya tarik Van der Waals menjadi lebih besar jika antar molekul semakin mendekat. | ||
* Gaya Van der Waals tidak bergantung pada suhu kecuali untuk interaksi dipol-dipol. | * Gaya Van der Waals tidak bergantung pada suhu kecuali untuk interaksi dipol-dipol. | ||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
* | * | ||
** terjemahan Inggris: | ** terjemahan Inggris: | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
** terjemahan Inggris: | ** terjemahan Inggris: | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala dalam == | == Pranala dalam == | ||
| Baris 59: | Baris 58: | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya+van+der+Waals&oldid=26034056 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26034056 (2024-07-15T02:48:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.18

Gaya van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis gaya antara molekul.[1] Istilah ini pada awalnya merujuk pada jenis gaya antarmolekul, dan hingga saat ini masih digunakan dalam pengertian tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol.
Hal ini mencakup gaya yang timbul dari dipol tetap (gaya Keesom), dipol rotasi atau bebas (gaya Debye) serta pergeseran distribusi awan (gaya london).
Gaya ini dikemukakan pertama kali oleh Johannes van der Waals (1837-1923).[2] Gaya Van der Waals merupakan gaya tarik menarik listrik yang relatif lemah akibat kepolaran molekul yang permanen atau terinduksi.[3] Kepolaran permanen terjadi akibat kepolaran di dalam molekul, sedangkan kepolaran tidak permanen terjadi akibat molekul terinduksi oleh partikel lain yang bermuatan sehingga molekul bersifat polar sesaat secara spontan.
Potensial Lennard-Jones sering digunakan sebagai model hampiran untuk gaya van der Waals sebagai fungsi dari waktu.
Konsep gaya tarik menarik antar molekul ini digunakan untuk menurunkan persamaan zat-zat yang berada dalam fase gas. Gaya ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron atom lain yang disebut gaya tarik menarik elektrostatis (gaya coulomb) yang umumnya terdapat pada senyawa polar. Pada molekul non polar gaya Van Der Waals timbul karena adanya dipol-dipol sesaat atau gaya London.[4]
Interaksi van der Waals teramati pada gas mulia, yang amat stabil dan cenderung tak berinteraksi. Hal ini menjelaskan sulitnya gas mulia untuk mengembun. Tetapi, makin besar ukuran atom gas mulia (makin banyak elektronnya) makin mudah gas tersebut berubah menjadi cairan.[5]
Jenis
Berdasarkan kepolaran partikelnya gaya Van Der Waals dibagi menjad empat macam; Interaksi ion-dipol (molekul polar), Interaksi dipol-dipol, Interaksi ion-dipol terinduksi dan Interaksi dipol-dipol terinduksi.
Interaksi ion-dipol
Terjadi interaksi/tarik menarik antara ion dengan molekul polar (dipol) yang relatif cukup kuat. Dapat dilihat berdasarkan Mr (massa molekul relatif) semakin besar Mr semakin besar gaya ion dipol. Rumusnya adalah:
jumlah total ion molekul
Interaksi dipol-dipol (molekul polar)
Merupakan interaksi antara sesama molekul polar (dipol) yang terjadi antara ekor dan kepala dari molekul itu sendiri.
Interaksi ion-dipol terinduksi
Merupakan interaksi ion dengan dipol terinduksi. Dipol terinduksi merupakan molekul netral dan menjadi dipol akibat induksi partikel bermuatan yang berada di dekatnya. Ikatan ini relatif lemah karena kepolaran molekul terinduksi relatif kecil daripada dipol permanen.
Interaksi dipol-dipol terinduksi
Molekul dipol dapat membuat molekul netral lain yang bersifat dipol terinduksi sehingga terjadi interaksi dipol-dipol terinduksi dan ikatannya relatif lemah sehingga prosesnya berlangsung secara lambat.Antar aksi dipol terinduksi-dipol terinduksi (gaya london)
Gaya Van der Waals bersifat permanen sehingga lebih kuat dari gaya london. Gaya Van Der Waals terdapat pada senyawa Hidrokarbon seperti CH4. Perbedaan keelektronegatifan C(2,5) dengan H(2,1) sangat kecil, yaitu 0,4. Senyawa-senyawa yang memiliki ikatan Van Der Waals akan mempunyai titik didih yng sangat rendah, tetapi akan semakin tinggi apabila Mr bertambah karena ikatan akan semakin kuat
Karakteristik
Ciri-ciri utama gaya van der Waals adalah:[6][7]
- lebih lemah dari ikatan kovalen dan ionik normal.
- Gaya Van der Waals bersifat aditif dan tidak dapat dijenuhkan..
- Merupakan gaya jarak pendek dan oleh sebab itu hanya terjadi pada interaksi antar partikel terdekat (bukan semua partikel). Gaya tarik Van der Waals menjadi lebih besar jika antar molekul semakin mendekat.
- Gaya Van der Waals tidak bergantung pada suhu kecuali untuk interaksi dipol-dipol.
Bacaan lanjutan
-
- terjemahan Inggris:
-
- terjemahan Inggris:
Pranala dalam
- An introductory description of the van der Waals force (as a sum of attractive components only)
- TED Talk on biomimicry, including applications of van der Waals force.
Referensi
- ↑ van der Waals forces chemistry and physics Britannica. www.britannica.com.
- ↑ The Nobel Prize in Physics 1910. NobelPrize.org.
- ↑ Van-der-Waals Attraction. SpringerReference. Springer-Verlag.
- ↑ Cecilia Vollbrecht. London Dispersion and Van der Waals Forces. ChemTalk. 2021-12-21.
- ↑ Encyclopedia of Ocean Sciences. Academic Press. 2019-04-12. hlm. 280. ISBN 978-0-12-813082-7.
- ↑ Anne Marie Helmenstine. Van der Waals Forces: Properties and Components. ThoughtCo. 30 November 2019.
- ↑ M. S. Sethi. Chemical bonding. Discovery Publishing House. 1992. ISBN 9788171411634.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26034056 (2024-07-15T02:48:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.