Lompat ke isi

Pitavastatin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577753; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pitavastatin''' (biasanya dalam bentuk garam kalsium) adalah anggota golongan obat penurun kolesterol darah [[statin]].
[[File:Pitavastatin.svg|thumb|right|280px|Pitavastatin]]
 
'''Pitavastatin''' (biasanya dalam bentuk garam kalsium) adalah anggota golongan obat penurun kolesterol darah [[statin]].<ref>''Pitavastatin: efficacy and safety profiles of a novel synthetic HMG-CoA reductase inhibitor''. ''Cardiovascular Drug Reviews''. 2003. Vol. 21 (3). hlm. 199–215. doi:10.1111/j.1527-3466.2003.tb00116.x.</ref>


Seperti statin lainnya, obat ini merupakan penghambat HMG-CoA reduktase, [[enzim]] yang mengkatalisis langkah pertama sintesis [[kolesterol]].
Seperti statin lainnya, obat ini merupakan penghambat HMG-CoA reduktase, [[enzim]] yang mengkatalisis langkah pertama sintesis [[kolesterol]].


Obat ini dipatenkan pada tahun 1987 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 2003. Obat ini tersedia di Jepang, Korea Selatan, dan India. Di AS, obat ini mendapat persetujuan FDA pada tahun 2009. Kowa Pharmaceuticals, anak perusahaan Kowa Company, adalah pemilik paten Amerika untuk pitavastatin.
Obat ini dipatenkan pada tahun 1987 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 2003.<ref>[https://books.google.com/books?id=FjKfqkaKkAAC&pg=PA473 Analogue-based Drug Discovery]. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 473. ISBN 9783527607495.</ref> Obat ini tersedia di Jepang, Korea Selatan, dan India.<ref>[http://www.expresspharmapulse.com/20050303/inthenews01.shtml Zydus Cadila launches pitavastatin in India].</ref> Di AS, obat ini mendapat persetujuan FDA pada tahun 2009.<ref>''Pitavastatin (Livalo)--the seventh statin''. ''The Medical Letter on Drugs and Therapeutics''. July 2010. Vol. 52 (1343). hlm. 57–8.</ref> Kowa Pharmaceuticals, anak perusahaan Kowa Company, adalah pemilik paten Amerika untuk pitavastatin.


==Sejarah==
==Sejarah==
Pitavastatin (sebelumnya dikenal sebagai itavastatin, itabavastin, nisvastatin, NK-104 atau NKS-104) ditemukan di Jepang oleh Nissan Chemical Industries dan dikembangkan lebih lanjut oleh Kowa Pharmaceuticals, Tokyo. Pitavastatin telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada 08/03/2009 dengan nama dagang Livalo. Pitavastatin juga telah disetujui oleh ''Medicines and Healthcare products Regulatory Agency'' (MHRA) di Britania Raya pada 17 Agustus 2010. Zypitamag (pitavastatin magnesium), alternatif farmasi untuk Livalo, telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada tahun 2017.
Pitavastatin (sebelumnya dikenal sebagai itavastatin, itabavastin, nisvastatin, NK-104 atau NKS-104) ditemukan di Jepang oleh Nissan Chemical Industries dan dikembangkan lebih lanjut oleh Kowa Pharmaceuticals, Tokyo.<ref>''Pitavastatin''. ''International Journal of Clinical Practice''. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.</ref> Pitavastatin telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada 08/03/2009 dengan nama dagang Livalo. Pitavastatin juga telah disetujui oleh ''Medicines and Healthcare products Regulatory Agency'' (MHRA) di Britania Raya pada 17 Agustus 2010. Zypitamag (pitavastatin magnesium), alternatif farmasi untuk Livalo, telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada tahun 2017.


==Kegunaan dalam medis==
==Kegunaan dalam medis==
Seperti statin lainnya, pitavastatin diindikasikan untuk [[hiperkolesterolemia]] (kolesterol tinggi) dan untuk pencegahan [[penyakit kardiovaskular]].
Seperti statin lainnya, pitavastatin diindikasikan untuk [[hiperkolesterolemia]] (kolesterol tinggi) dan untuk pencegahan [[penyakit kardiovaskular]].


Sebuah studi tahun 2009 dari uji coba LIVES selama 104 minggu menemukan pitavastatin meningkatkan kolesterol HDL, terutama pada pasien dengan HDL lebih rendah dari 40&nbsp;mg/dL; yang mengalami peningkatan sebesar 24,6%; selain menurunkan kolesterol [[Lipoprotein densitas rendah|LDL]] sebesar 31,3%. [[Lipoprotein densitas tinggi|HDL]] membaik pada pasien yang beralih dari statin lain dan meningkat seiring waktu. Dalam studi observasional CIRCLE selama 70 bulan, pitavastatin meningkatkan HDL lebih banyak daripada [[atorvastatin]].
Sebuah studi tahun 2009 dari uji coba LIVES selama 104 minggu menemukan pitavastatin meningkatkan kolesterol HDL, terutama pada pasien dengan HDL lebih rendah dari 40&nbsp;mg/dL; yang mengalami peningkatan sebesar 24,6%; selain menurunkan kolesterol [[Lipoprotein densitas rendah|LDL]] sebesar 31,3%.<ref>''Effects of pitavastatin (LIVALO Tablet) on high density lipoprotein cholesterol (HDL-C) in hypercholesterolemia''. ''Journal of Atherosclerosis and Thrombosis''. October 2009. Vol. 16 (5). hlm. 654–661. doi:10.5551/jat.1719.</ref> [[Lipoprotein densitas tinggi|HDL]] membaik pada pasien yang beralih dari statin lain dan meningkat seiring waktu. Dalam studi observasional CIRCLE selama 70 bulan, pitavastatin meningkatkan HDL lebih banyak daripada [[atorvastatin]].<ref>''Pitavastatin in cardiometabolic disease: therapeutic profile''. ''Cardiovascular Diabetology''. 30 May 2013. Vol. 12 (Suppl 1). hlm. S2. doi:10.1186/1475-2840-12-S1-S2.</ref>


==Efek samping==
==Efek samping==
Efek samping umum terkait statin ([[sakit kepala]], mulas, tes fungsi hati abnormal, dan kram otot) serupa dengan statin lainnya. Pitavastatin adalah statin [[lipofilik]]. Laporan menunjukkan bahwa statin ini dapat menyebabkan lebih sedikit efek samping pada otot dibandingkan statin lainnya. Satu penelitian menemukan bahwa [[ubikuinon|koenzim Q<sub>10</sub>]] tidak berkurang sebanyak dengan statin tertentu lainnya (meskipun ini tidak mungkin mengingat kimia bawaan jalur reduktase HMG-CoA yang dihambat oleh semua obat statin).
Efek samping umum terkait statin ([[sakit kepala]], mulas, tes fungsi hati abnormal, dan kram otot) serupa dengan statin lainnya.<ref>''Pitavastatin: a review of its use in the management of hypercholesterolaemia or mixed dyslipidaemia''. ''Drugs''. March 2012. Vol. 72 (4). hlm. 565–584. doi:10.2165/11207180-000000000-00000.</ref> Pitavastatin adalah statin [[lipofilik]].<ref>''A comprehensive review on the lipid and pleiotropic effects of pitavastatin''. ''Progress in Lipid Research''. November 2021. Vol. 84. hlm. 101127. doi:10.1016/j.plipres.2021.101127.</ref><ref>''Hydrophilic or Lipophilic Statins?''. ''Frontiers in Cardiovascular Medicine''. 20 May 2021. Vol. 8. hlm. 687585. doi:10.3389/fcvm.2021.687585.</ref> Laporan menunjukkan bahwa statin ini dapat menyebabkan lebih sedikit efek samping pada otot dibandingkan statin lainnya.<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2013/03/130311151126.htm Alternative Cholesterol-Lowering Drug for Patients Who Can't Tolerate Statins]. ''ScienceDaily''. 11 May 2013.</ref> Satu penelitian menemukan bahwa [[ubikuinon|koenzim Q<sub>10</sub>]] tidak berkurang sebanyak dengan statin tertentu lainnya (meskipun ini tidak mungkin mengingat kimia bawaan jalur reduktase HMG-CoA yang dihambat oleh semua obat statin).<ref>''Pitavastatin''. ''International Journal of Clinical Practice''. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_clinical-pharmacology-and-therapeutics_2008-05_83_5/page/731 Comparison of effects of pitavastatin and atorvastatin on plasma coenzyme Q10 in heterozygous familial hypercholesterolemia: results from a crossover study]. ''Clinical Pharmacology and Therapeutics''. May 2008. Vol. 83 (5). hlm. 731–739. doi:10.1038/sj.clpt.6100396.</ref>


Berbeda dengan statin lainnya, ada bukti bahwa pitavastatin tidak meningkatkan resistensi insulin pada manusia (seperti yang dilakukan sebagian besar statin), dengan resistensi insulin dinilai dengan metode penilaian model homeostatis (HOMA-IR).
Berbeda dengan statin lainnya, ada bukti bahwa pitavastatin tidak meningkatkan resistensi insulin pada manusia (seperti yang dilakukan sebagian besar statin), dengan resistensi insulin dinilai dengan metode penilaian model homeostatis (HOMA-IR).<ref>''Differential Effects of Atorvastatin and Pitavastatin on Inflammation, Insulin Resistance, and the Carotid Intima-Media Thickness in Patients with Dyslipidemia''. ''Journal of Atherosclerosis and Thrombosis''. 2015. Vol. 22 (11). hlm. 1158–1171. doi:10.5551/jat.29520.</ref>


[[Hiperurisemia]] atau peningkatan kadar [[asam urat]] serum telah dilaporkan dengan pitavastatin.
[[Hiperurisemia]] atau peningkatan kadar [[asam urat]] serum telah dilaporkan dengan pitavastatin.<ref>''Effects of three strong statins (atorvastatin, pitavastatin, and rosuvastatin) on serum uric acid levels in dyslipidemic patients''. ''Nucleosides, Nucleotides & Nucleic Acids''. June 2010. Vol. 29 (4–6). hlm. 321–324. doi:10.1080/15257771003741323.</ref>


==Metabolisme dan interaksi==
==Metabolisme dan interaksi==
Sebagian besar statin dimetabolisme sebagian oleh satu atau lebih enzim [[sitokrom P450]] hati, yang menyebabkan peningkatan potensi [[interaksi obat]] dan masalah dengan makanan tertentu (seperti jus jeruk [[limau gedang]]). Jalur metabolisme utama pitavastatin adalah [[glukuronidasi]]. Obat ini dimetabolisme minimal oleh enzim CYP450, CYP2C9, dan CYP2C8, tetapi tidak oleh CYP3A4 (yang merupakan sumber interaksi umum pada statin lainnya). Akibatnya, obat ini kecil kemungkinannya berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme melalui CYP3A4, yang mungkin penting bagi pasien lanjut usia yang perlu mengonsumsi banyak obat.
Sebagian besar statin dimetabolisme sebagian oleh satu atau lebih enzim [[sitokrom P450]] hati, yang menyebabkan peningkatan potensi [[interaksi obat]] dan masalah dengan makanan tertentu (seperti jus jeruk [[limau gedang]]). Jalur metabolisme utama pitavastatin adalah [[glukuronidasi]]. Obat ini dimetabolisme minimal oleh enzim CYP450, CYP2C9, dan CYP2C8,<ref>[https://www.drugs.com/monograph/livalo.html Livalo]. ''Drugs.com''..</ref> tetapi tidak oleh CYP3A4 (yang merupakan sumber interaksi umum pada statin lainnya). Akibatnya, obat ini kecil kemungkinannya berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme melalui CYP3A4, yang mungkin penting bagi pasien lanjut usia yang perlu mengonsumsi banyak obat.<ref>''Pitavastatin''. ''International Journal of Clinical Practice''. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.</ref>


==Merek==
==Merek==
Obat ini dipasarkan di Amerika Serikat dengan nama dagang Livalo dan Zypitamag; serta di Uni Eropa, Indonesia, dan Rusia dengan nama dagang Livazo.
Obat ini dipasarkan di Amerika Serikat dengan nama dagang Livalo dan Zypitamag; serta di Uni Eropa, Indonesia, dan Rusia dengan nama dagang Livazo.
==Referensi==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.accessdata.fda.gov/scripts/cder/drugsatfda/index.cfm?fuseaction=Search.Label_ApprovalHistory FDA approval history]
* [http://www.accessdata.fda.gov/scripts/cder/drugsatfda/index.cfm?fuseaction=Search.Label_ApprovalHistory FDA approval history]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pitavastatin&oldid=29577753 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577753 (2026-08-14T15:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pitavastatin&oldid=29577753 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577753 (2026-08-14T15:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.19

Pitavastatin

Pitavastatin (biasanya dalam bentuk garam kalsium) adalah anggota golongan obat penurun kolesterol darah statin.[1]

Seperti statin lainnya, obat ini merupakan penghambat HMG-CoA reduktase, enzim yang mengkatalisis langkah pertama sintesis kolesterol.

Obat ini dipatenkan pada tahun 1987 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 2003.[2] Obat ini tersedia di Jepang, Korea Selatan, dan India.[3] Di AS, obat ini mendapat persetujuan FDA pada tahun 2009.[4] Kowa Pharmaceuticals, anak perusahaan Kowa Company, adalah pemilik paten Amerika untuk pitavastatin.

Sejarah

Pitavastatin (sebelumnya dikenal sebagai itavastatin, itabavastin, nisvastatin, NK-104 atau NKS-104) ditemukan di Jepang oleh Nissan Chemical Industries dan dikembangkan lebih lanjut oleh Kowa Pharmaceuticals, Tokyo.[5] Pitavastatin telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada 08/03/2009 dengan nama dagang Livalo. Pitavastatin juga telah disetujui oleh Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) di Britania Raya pada 17 Agustus 2010. Zypitamag (pitavastatin magnesium), alternatif farmasi untuk Livalo, telah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat oleh FDA pada tahun 2017.

Kegunaan dalam medis

Seperti statin lainnya, pitavastatin diindikasikan untuk hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) dan untuk pencegahan penyakit kardiovaskular.

Sebuah studi tahun 2009 dari uji coba LIVES selama 104 minggu menemukan pitavastatin meningkatkan kolesterol HDL, terutama pada pasien dengan HDL lebih rendah dari 40 mg/dL; yang mengalami peningkatan sebesar 24,6%; selain menurunkan kolesterol LDL sebesar 31,3%.[6] HDL membaik pada pasien yang beralih dari statin lain dan meningkat seiring waktu. Dalam studi observasional CIRCLE selama 70 bulan, pitavastatin meningkatkan HDL lebih banyak daripada atorvastatin.[7]

Efek samping

Efek samping umum terkait statin (sakit kepala, mulas, tes fungsi hati abnormal, dan kram otot) serupa dengan statin lainnya.[8] Pitavastatin adalah statin lipofilik.[9][10] Laporan menunjukkan bahwa statin ini dapat menyebabkan lebih sedikit efek samping pada otot dibandingkan statin lainnya.[11] Satu penelitian menemukan bahwa koenzim Q10 tidak berkurang sebanyak dengan statin tertentu lainnya (meskipun ini tidak mungkin mengingat kimia bawaan jalur reduktase HMG-CoA yang dihambat oleh semua obat statin).[12][13]

Berbeda dengan statin lainnya, ada bukti bahwa pitavastatin tidak meningkatkan resistensi insulin pada manusia (seperti yang dilakukan sebagian besar statin), dengan resistensi insulin dinilai dengan metode penilaian model homeostatis (HOMA-IR).[14]

Hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat serum telah dilaporkan dengan pitavastatin.[15]

Metabolisme dan interaksi

Sebagian besar statin dimetabolisme sebagian oleh satu atau lebih enzim sitokrom P450 hati, yang menyebabkan peningkatan potensi interaksi obat dan masalah dengan makanan tertentu (seperti jus jeruk limau gedang). Jalur metabolisme utama pitavastatin adalah glukuronidasi. Obat ini dimetabolisme minimal oleh enzim CYP450, CYP2C9, dan CYP2C8,[16] tetapi tidak oleh CYP3A4 (yang merupakan sumber interaksi umum pada statin lainnya). Akibatnya, obat ini kecil kemungkinannya berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme melalui CYP3A4, yang mungkin penting bagi pasien lanjut usia yang perlu mengonsumsi banyak obat.[17]

Merek

Obat ini dipasarkan di Amerika Serikat dengan nama dagang Livalo dan Zypitamag; serta di Uni Eropa, Indonesia, dan Rusia dengan nama dagang Livazo.

Pranala luar

Referensi

  1. Pitavastatin: efficacy and safety profiles of a novel synthetic HMG-CoA reductase inhibitor. Cardiovascular Drug Reviews. 2003. Vol. 21 (3). hlm. 199–215. doi:10.1111/j.1527-3466.2003.tb00116.x.
  2. Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 473. ISBN 9783527607495.
  3. Zydus Cadila launches pitavastatin in India.
  4. Pitavastatin (Livalo)--the seventh statin. The Medical Letter on Drugs and Therapeutics. July 2010. Vol. 52 (1343). hlm. 57–8.
  5. Pitavastatin. International Journal of Clinical Practice. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.
  6. Effects of pitavastatin (LIVALO Tablet) on high density lipoprotein cholesterol (HDL-C) in hypercholesterolemia. Journal of Atherosclerosis and Thrombosis. October 2009. Vol. 16 (5). hlm. 654–661. doi:10.5551/jat.1719.
  7. Pitavastatin in cardiometabolic disease: therapeutic profile. Cardiovascular Diabetology. 30 May 2013. Vol. 12 (Suppl 1). hlm. S2. doi:10.1186/1475-2840-12-S1-S2.
  8. Pitavastatin: a review of its use in the management of hypercholesterolaemia or mixed dyslipidaemia. Drugs. March 2012. Vol. 72 (4). hlm. 565–584. doi:10.2165/11207180-000000000-00000.
  9. A comprehensive review on the lipid and pleiotropic effects of pitavastatin. Progress in Lipid Research. November 2021. Vol. 84. hlm. 101127. doi:10.1016/j.plipres.2021.101127.
  10. Hydrophilic or Lipophilic Statins?. Frontiers in Cardiovascular Medicine. 20 May 2021. Vol. 8. hlm. 687585. doi:10.3389/fcvm.2021.687585.
  11. Alternative Cholesterol-Lowering Drug for Patients Who Can't Tolerate Statins. ScienceDaily. 11 May 2013.
  12. Pitavastatin. International Journal of Clinical Practice. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.
  13. Comparison of effects of pitavastatin and atorvastatin on plasma coenzyme Q10 in heterozygous familial hypercholesterolemia: results from a crossover study. Clinical Pharmacology and Therapeutics. May 2008. Vol. 83 (5). hlm. 731–739. doi:10.1038/sj.clpt.6100396.
  14. Differential Effects of Atorvastatin and Pitavastatin on Inflammation, Insulin Resistance, and the Carotid Intima-Media Thickness in Patients with Dyslipidemia. Journal of Atherosclerosis and Thrombosis. 2015. Vol. 22 (11). hlm. 1158–1171. doi:10.5551/jat.29520.
  15. Effects of three strong statins (atorvastatin, pitavastatin, and rosuvastatin) on serum uric acid levels in dyslipidemic patients. Nucleosides, Nucleotides & Nucleic Acids. June 2010. Vol. 29 (4–6). hlm. 321–324. doi:10.1080/15257771003741323.
  16. Livalo. Drugs.com..
  17. Pitavastatin. International Journal of Clinical Practice. February 2005. Vol. 59 (2). hlm. 239–252. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577753 (2026-08-14T15:32:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.