Lompat ke isi

Mekanisme reaksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28453203; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam ilmu [[kimia]], suatu '''mekanisme reaksi''' adalah tahap demi tahap [[sekuensial]] [[reaksi elementer]] sehingga terjadi perubahan [[kimia]] menyeluruh.
Dalam ilmu [[kimia]], suatu '''mekanisme reaksi''' adalah tahap demi tahap [[sekuensial]] [[reaksi elementer]] sehingga terjadi perubahan [[kimia]] menyeluruh.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Suatu mekansime kimia menjelaskan secara detail kejadian tepatnya pada setiap tahapan suatu [[reaksi kimia]] (transformasi). Ini juga menjelaskan masing-masing [[senyawa antara reaktif]], [[kompleks aktif]], [[keadaan transisi]], pemutusan ikatan (dan urutan pemutusannya), serta pembentukan ikatan (dan urutan pembentukannya). Suatu mekanisme lengkap harus juga memperhitungkan semua [[pereaksi]] yang digunakan, fungsi [[katalis]], [[stereokimia]], seluruh [[Produk (kimia)|produk]] yang terbentuk beserta masing-masing jumlahnya. Mekanisme reaksi juga harus menjelaskan laju relatif masing-masing tahapan dan [[Persamaan laju reaksi|persamaan laju]] reaksi secara keseluruhan. Zat antara reaksi (intermediat) adalah spesies kimia, sering kali tidak stabil dan berumur singkat, yang bukan pereaksi maupun produk dalam keseluruhan reaksi kimia, tetapi produk dan pereaksi ''sementara'' dalam tahap-tahap mekanisme reaksi. Zat antara reaksi sering kali berupa [[radikal bebas]] atau [[ion]]. Keadaan transisi dapat berupa keadaan molekul intermediat tak stabil meskipun dalam reaksi elementer. Keadaan transisi umumnya berupa entitas molekul yang melibatkan sejumlah ikatan dan/atau geometri yang tidak stabil. Mereka sesuai dengan maksima [[koordinasi reaksi]], dan [[titik pelana]] pada [[permukaan energi potensial]] untuk suatu reaksi.
Suatu mekansime kimia menjelaskan secara detail kejadian tepatnya pada setiap tahapan suatu [[reaksi kimia]] (transformasi). Ini juga menjelaskan masing-masing [[senyawa antara reaktif]], [[kompleks aktif]], [[keadaan transisi]], pemutusan ikatan (dan urutan pemutusannya), serta pembentukan ikatan (dan urutan pembentukannya). Suatu mekanisme lengkap harus juga memperhitungkan semua [[pereaksi]] yang digunakan, fungsi [[katalis]], [[stereokimia]], seluruh [[Produk (kimia)|produk]] yang terbentuk beserta masing-masing jumlahnya. Mekanisme reaksi juga harus menjelaskan laju relatif masing-masing tahapan dan [[Persamaan laju reaksi|persamaan laju]] reaksi secara keseluruhan. Zat antara reaksi (intermediat) adalah spesies kimia, sering kali tidak stabil dan berumur singkat, yang bukan pereaksi maupun produk dalam keseluruhan reaksi kimia, tetapi produk dan pereaksi ''sementara'' dalam tahap-tahap mekanisme reaksi. Zat antara reaksi sering kali berupa [[radikal bebas]] atau [[ion]]. Keadaan transisi dapat berupa keadaan molekul intermediat tak stabil meskipun dalam reaksi elementer. Keadaan transisi umumnya berupa entitas molekul yang melibatkan sejumlah ikatan dan/atau geometri yang tidak stabil. Mereka sesuai dengan maksima [[koordinasi reaksi]], dan [[titik pelana]] pada [[permukaan energi potensial]] untuk suatu reaksi.


Metode [[Dorongan panah|dorongan panah atau elektron]] sering digunakan dalam menggambarkan mekanisme reaksi; sebagai contoh, lihat ilustrasi mekanisme [[kondensasi benzoin]] pada bagian contoh di bawah.
Metode [[Dorongan panah|dorongan panah atau elektron]] sering digunakan dalam menggambarkan mekanisme reaksi; sebagai contoh, lihat ilustrasi mekanisme [[kondensasi benzoin]] pada bagian contoh di bawah.
Baris 9: Baris 8:


== Kinetika kimia ==
== Kinetika kimia ==
Informasi tentang mekanisme reaksi sering kali disajikan menggunakan [[kinetika kimia]] untuk menentukan [[persamaan laju reaksi]] dan [[orde reaksi]] masing-masing reaktan.
Informasi tentang mekanisme reaksi sering kali disajikan menggunakan [[kinetika kimia]] untuk menentukan [[persamaan laju reaksi]] dan [[orde reaksi]] masing-masing reaktan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Sebagai contoh dapat dilihat pada reaksi berikut:
Sebagai contoh dapat dilihat pada reaksi berikut:
Baris 25: Baris 24:


Reaksi lain dapat memiliki mekanisme beberapa tahap yang berurutan. Dalam [[kimia organik]], salah satu mekanisme reaksi pertama yang diajukan adalah mekanisme reaksi [[kondensasi benzoin]], pada tahun 1903 oleh [[A.J. Lapworth]].
Reaksi lain dapat memiliki mekanisme beberapa tahap yang berurutan. Dalam [[kimia organik]], salah satu mekanisme reaksi pertama yang diajukan adalah mekanisme reaksi [[kondensasi benzoin]], pada tahun 1903 oleh [[A.J. Lapworth]].


Terdapat juga mekanisme yang lebih kompleks seperti [[Chain reaction#Chemical chain reactions|chain reactions]], yang pada tahap-tahap ''propagasi'' membentuk siklus tertutup.
Terdapat juga mekanisme yang lebih kompleks seperti [[Chain reaction#Chemical chain reactions|chain reactions]], yang pada tahap-tahap ''propagasi'' membentuk siklus tertutup.
Baris 32: Baris 30:
Banyak rancangan [[eksperimen]] yang menyarankan kemungkinan urutan tahapan dalam suatu mekanisme reaksi, di antaranya:
Banyak rancangan [[eksperimen]] yang menyarankan kemungkinan urutan tahapan dalam suatu mekanisme reaksi, di antaranya:


* pengukuran efek [[Suhu|temperatur]] ([[persamaan Arrhenius]]) untuk menentukan [[energi aktivasi]]
* pengukuran efek [[Suhu|temperatur]] ([[persamaan Arrhenius]]) untuk menentukan [[energi aktivasi]]<ref>Espenson, James H. pp.156-160</ref>
* pengamatan [[spektroskopi]]s [[intermediat reaksi]]
* pengamatan [[spektroskopi]]s [[intermediat reaksi]]
* penentuan [[stereokimia]] produk, misalnya dalam reaksi [[substitusi nukleofilik]]
* penentuan [[stereokimia]] produk, misalnya dalam reaksi [[substitusi nukleofilik]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
* pengukuran efek [[Efek isotop kinetik|substitusi isotopik]] pada laju reaksi
* pengukuran efek [[Efek isotop kinetik|substitusi isotopik]] pada laju reaksi<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
* untuk reaksi dalam larutan, pengurukan efek tekanan pada laju reaksi untuk menentukan perubahan volume pada pembentukan kompleks aktif
* untuk reaksi dalam larutan, pengurukan efek tekanan pada laju reaksi untuk menentukan perubahan volume pada pembentukan kompleks aktif<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
* untuk reaksi ion dalam larutan, pengukuran efek [[kekuatan ion]] pada laju reaksi
* untuk reaksi ion dalam larutan, pengukuran efek [[kekuatan ion]] pada laju reaksi<ref>Atkins and de Paula pp.884-5</ref><ref>Laidler and Meiser p.388-9</ref>
* pengamatan langsung [[kompleks aktif]] dengan cara [[femtokimia|spektroskopi ''pump-probe'']]
* pengamatan langsung [[kompleks aktif]] dengan cara [[femtokimia|spektroskopi ''pump-probe'']]<ref>Atkins and de Paula pp.892-3</ref>
* [[kemiluminesensi]] inframerah untuk mendeteksi eksitasi vibrasional dalam produk
* [[kemiluminesensi]] inframerah untuk mendeteksi eksitasi vibrasional dalam produk<ref>Atkins and de Paula pp.886</ref><ref>Laidler and Meiser pp.396-7</ref>
* [[spektrometri massa ionisasi semprotan elektro]] ().
* [[spektrometri massa ionisasi semprotan elektro]] ().<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
* [[eksperimen penyeberangan (kimia)|eksperimen penyeberangan]] ().
* [[eksperimen penyeberangan (kimia)|eksperimen penyeberangan]] ().<ref>Espenson, James H. p.112</ref>


== Pemodelan teoretis ==
== Pemodelan teoretis ==
Baris 48: Baris 46:
Meskipun jika informasi tersedia, identifikasi dan rancang bangun data yang relevan dari beragam sumber, rekonsiliasi nilai-nilai yang berbeda serta ekstrapolasi kepada kondisi yang berbeda bisa menjadi proses yang rumit tanpa bantuan ahli. Tetapan laju reaksi atau data termokimia sering kali tidak tersedia dalam literatur, sehingga teknik [[kimia komputasi]] atau [[metode aditivitas golongan]] () harus digunakan untuk memperoleh parameter yang diperlukan.
Meskipun jika informasi tersedia, identifikasi dan rancang bangun data yang relevan dari beragam sumber, rekonsiliasi nilai-nilai yang berbeda serta ekstrapolasi kepada kondisi yang berbeda bisa menjadi proses yang rumit tanpa bantuan ahli. Tetapan laju reaksi atau data termokimia sering kali tidak tersedia dalam literatur, sehingga teknik [[kimia komputasi]] atau [[metode aditivitas golongan]] () harus digunakan untuk memperoleh parameter yang diperlukan.


Metode kimia komputasi dapat juga digunakan untuk menghitung [[energi potensial permukaan]] reaksi dan menentukan mekanisme yang mungkin.
Metode kimia komputasi dapat juga digunakan untuk menghitung [[energi potensial permukaan]] reaksi dan menentukan mekanisme yang mungkin.<ref>Atkins and de Paula pp.887-891</ref>


== Molekularitas ==
== Molekularitas ==
'''Molekularitas''' dalam [[kimia]] adalah jumlah tumbukan [[entitas molekul]] yang terlibat dalam [[tahapan reaksi]] tunggal.
'''Molekularitas''' dalam [[kimia]] adalah jumlah tumbukan [[entitas molekul]] yang terlibat dalam [[tahapan reaksi]] tunggal.
* Suatu tahapan reaksi yang melibatkan satu entitas molekul disebut unimolekular.
* Suatu tahapan reaksi yang melibatkan satu entitas molekul disebut unimolekular.
Baris 68: Baris 64:
* [[Mekanisme reaksi elektrokimia]]
* [[Mekanisme reaksi elektrokimia]]
* [[Abstraksi nukleofilik]]
* [[Abstraksi nukleofilik]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [https://www-pls.llnl.gov/?url=science_and_technology-chemistry-combustion-mechanisms Reaction mechanisms for combustion of hydrocarbons]
*  [https://www-pls.llnl.gov/?url=science_and_technology-chemistry-combustion-mechanisms Reaction mechanisms for combustion of hydrocarbons]  
* Kimia Fakultas Sains dan Teknologi - [[Universitas Airlangga|UNAIR]]
* Kimia Fakultas Sains dan Teknologi - [[Universitas Airlangga|UNAIR]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28453203 (2025-11-13T08:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme+reaksi&oldid=28453203 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28453203 (2025-11-13T08:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.20

Dalam ilmu kimia, suatu mekanisme reaksi adalah tahap demi tahap sekuensial reaksi elementer sehingga terjadi perubahan kimia menyeluruh.[1]

Suatu mekansime kimia menjelaskan secara detail kejadian tepatnya pada setiap tahapan suatu reaksi kimia (transformasi). Ini juga menjelaskan masing-masing senyawa antara reaktif, kompleks aktif, keadaan transisi, pemutusan ikatan (dan urutan pemutusannya), serta pembentukan ikatan (dan urutan pembentukannya). Suatu mekanisme lengkap harus juga memperhitungkan semua pereaksi yang digunakan, fungsi katalis, stereokimia, seluruh produk yang terbentuk beserta masing-masing jumlahnya. Mekanisme reaksi juga harus menjelaskan laju relatif masing-masing tahapan dan persamaan laju reaksi secara keseluruhan. Zat antara reaksi (intermediat) adalah spesies kimia, sering kali tidak stabil dan berumur singkat, yang bukan pereaksi maupun produk dalam keseluruhan reaksi kimia, tetapi produk dan pereaksi sementara dalam tahap-tahap mekanisme reaksi. Zat antara reaksi sering kali berupa radikal bebas atau ion. Keadaan transisi dapat berupa keadaan molekul intermediat tak stabil meskipun dalam reaksi elementer. Keadaan transisi umumnya berupa entitas molekul yang melibatkan sejumlah ikatan dan/atau geometri yang tidak stabil. Mereka sesuai dengan maksima koordinasi reaksi, dan titik pelana pada permukaan energi potensial untuk suatu reaksi.

Metode dorongan panah atau elektron sering digunakan dalam menggambarkan mekanisme reaksi; sebagai contoh, lihat ilustrasi mekanisme kondensasi benzoin pada bagian contoh di bawah.

Mekanisme reaksi juga harus memperhitungkan urutan reaksi molekul. Sering kali yang muncul di permukaan merupakan konversi satu tahap, tetapi pada kenyataannya merupakan reaksi banyak tahap.

Kinetika kimia

Informasi tentang mekanisme reaksi sering kali disajikan menggunakan kinetika kimia untuk menentukan persamaan laju reaksi dan orde reaksi masing-masing reaktan.[2]

Sebagai contoh dapat dilihat pada reaksi berikut:

CO+NO2CO2+NO

Dalam kasus ini, percobaan telah menentukan bahwa reaksi ini berlangsung menurut hukum laju reaksi r=k[NO2]2. Bentuk ini memberi petunjuk bahwa tahap penentu laju reaksi adalah reaksi antara dua molekul . Satu mekanisme yang mungkin untuk keseluruhan reaksi yang menjelaskan hukum laju reaksi adalah:

2 NO2NO3+NO (lambat)
NO3+CONO2+CO2 (cepat)

Masing-masing tahapan disebut tahapan elementer, dan masing-masing mempunyai hukum dan molekularitasnya sendiri. Tahapan elementer harus berupa penjumlahan yang menghasilkan reaksi original. (Artinya, jika kita menghilangkan seluruh molekul yang muncul bersamaan pada kedua sisi reaksi, kita menyisakan reaksi original.)

Ketika menentukan hukum laju reaksi untuk keseluruhan reaksi, tahapan paling lambat adalah tahapan yang menentukan laju reaksi. Oleh karena tahapan pertama (pada reaksi di atas) adalah tahapan yang paling lambat, maka ia merupakan tahap penentu laju reaksi. Oleh karena tahapan tersebut melibatkan penyatuan dua molekul NO2, maka merupakan reaksi bimolekul dengan hukum laju reaksi r=k[NO2]2.

Reaksi lain dapat memiliki mekanisme beberapa tahap yang berurutan. Dalam kimia organik, salah satu mekanisme reaksi pertama yang diajukan adalah mekanisme reaksi kondensasi benzoin, pada tahun 1903 oleh A.J. Lapworth.

Terdapat juga mekanisme yang lebih kompleks seperti chain reactions, yang pada tahap-tahap propagasi membentuk siklus tertutup.

Metode eksperimen lain uuntuk menentukan mekanisme

Banyak rancangan eksperimen yang menyarankan kemungkinan urutan tahapan dalam suatu mekanisme reaksi, di antaranya:

Pemodelan teoretis

Mekanisme reaksi yang tepat adalah bagian penting untuk pemodelan prediktif yang akurat. Untuk kebanyakan sistem pembakaran dan plasma, mekanisme detailnya tidak tersedia atau memerlukan pengembangan lebih lanjut.

Meskipun jika informasi tersedia, identifikasi dan rancang bangun data yang relevan dari beragam sumber, rekonsiliasi nilai-nilai yang berbeda serta ekstrapolasi kepada kondisi yang berbeda bisa menjadi proses yang rumit tanpa bantuan ahli. Tetapan laju reaksi atau data termokimia sering kali tidak tersedia dalam literatur, sehingga teknik kimia komputasi atau metode aditivitas golongan () harus digunakan untuk memperoleh parameter yang diperlukan.

Metode kimia komputasi dapat juga digunakan untuk menghitung energi potensial permukaan reaksi dan menentukan mekanisme yang mungkin.[15]

Molekularitas

Molekularitas dalam kimia adalah jumlah tumbukan entitas molekul yang terlibat dalam tahapan reaksi tunggal.

  • Suatu tahapan reaksi yang melibatkan satu entitas molekul disebut unimolekular.
  • Suatu tahapan reaksi yang melibatkan dua entitas molekul disebut bimolekular.
  • Suatu tahapan reaksi yang melibatkan tiga entitas molekul disebut termolekular.

Secara umum, tahap-tahap reaksi yang melibatkan lebih dari tiga entitas molekul tidak akan terjadi.

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Espenson, James H. pp.156-160
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. Atkins and de Paula pp.884-5
  9. Laidler and Meiser p.388-9
  10. Atkins and de Paula pp.892-3
  11. Atkins and de Paula pp.886
  12. Laidler and Meiser pp.396-7
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. Espenson, James H. p.112
  15. Atkins and de Paula pp.887-891

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28453203 (2025-11-13T08:15:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.