Piktogram bahaya GHS: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26747220; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Piktogram bahaya GHS''' () merupakan penanda yang digunakan untuk menunjukkan jenis bahaya selama penggunaan, penyimpanan atau pengangkutan bahan kimia dan [[material]] tersebut. Ikon-ikon tersebut adaBy lah bagian dari [[Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia]] (, disingkat GHS), edisi kelima yang diterbitkan pada 2013. | '''Piktogram bahaya GHS''' () merupakan penanda yang digunakan untuk menunjukkan jenis bahaya selama penggunaan, penyimpanan atau pengangkutan bahan kimia dan [[material]] tersebut. Ikon-ikon tersebut adaBy lah bagian dari [[Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia]] (, disingkat GHS), edisi kelima yang diterbitkan pada 2013.<ref>[https://www.unece.org/trans/danger/publi/ghs/ghs_rev05/05files_e.html GHS (Rev.5) (2013) — UNECE].</ref> | ||
Sistem pelabelan menggunakan dua jenis [[piktogram]]: piktogram standar digunakan untuk menandai wadah, bejana, dan tempat kerja dalam semua kasus, dengan pengecualian pengangkutan barang berbahaya, yang menggunakan piktogram transportasi seperti direkomendasikan oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]]. Tergantung pada tujuannya, salah satu jenis piktogram dipilih, dan keduanya tidak pernah digunakan secara bersamaan. | Sistem pelabelan menggunakan dua jenis [[piktogram]]: piktogram standar digunakan untuk menandai wadah, bejana, dan tempat kerja dalam semua kasus, dengan pengecualian pengangkutan barang berbahaya, yang menggunakan piktogram transportasi seperti direkomendasikan oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]]. Tergantung pada tujuannya, salah satu jenis piktogram dipilih, dan keduanya tidak pernah digunakan secara bersamaan.<ref>Bab 1, bagian 1.4.10.5.1, GHS Rev.2</ref> | ||
Piktogram hanyalah salah satu elemen dari sistem pelabelan GHS. Bersamaan dengan piktogram ini, pengidentifikasi zat, kata sinyal "Bahaya" ("DANGER") atau "Perhatian" ("CAUTION"), [[Pernyataan bahaya GHS|frasa-H]] dan [[Pernyataan kewaspadaan GHS|frasa-P]], serta pengidentifikasi pemasok juga digunakan. | Piktogram hanyalah salah satu elemen dari sistem pelabelan GHS. Bersamaan dengan piktogram ini, pengidentifikasi zat, kata sinyal "Bahaya" ("DANGER") atau "Perhatian" ("CAUTION"), [[Pernyataan bahaya GHS|frasa-H]] dan [[Pernyataan kewaspadaan GHS|frasa-P]], serta pengidentifikasi pemasok juga digunakan.<ref>Bab 1, bagian 1.4.10.5.2, GHS Rev.2</ref><ref>[http://www.kemenperin.go.id/ghs GHS]. ''Kementerian Perindustrian Republik Indonesia''.</ref> | ||
Sistem piktogram ini dikembangkan oleh PBB sebagai cara terpadu untuk memberi tahu pengguna dan layanan penyelamatan dari kategori bahaya yang terkait dengan [[Industri kimia|produk kimia]]. Sistem ini diterapkan dan digunakan di banyak negara. | Sistem piktogram ini dikembangkan oleh PBB sebagai cara terpadu untuk memberi tahu pengguna dan layanan penyelamatan dari kategori bahaya yang terkait dengan [[Industri kimia|produk kimia]].<ref>Sigma-Aldrich. [http://www.sigmaaldrich.com/safety-center/globally-harmonized.html Globally Harmonized System (GHS)].</ref><ref>[http://www.msdsonline.com/blog/ghs-101-labels/ GHS 101: Labels — MSDS Online].</ref><ref>[http://www.nkom-nn.ru/?id=58378 «Русский не-REACH»: о создаваемой в России системе безопасного обращения химической продукции].</ref> Sistem ini diterapkan dan digunakan di banyak negara.<ref>Совет по железнодорожному транспорту государств-участников Содружества. [http://www.rw.by/uploads/userfiles/files/docs/dangerous_cargo_2013.pdf Правила перевозок опасных грузов по железным дорогам]. hlm. С. 27—29.</ref> | ||
== Piktogram standar == | == Piktogram standar == | ||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
=== Piktogram bahaya fisik === | === Piktogram bahaya fisik === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan<ref>Petrozzi S. [http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9783527665891.app6/pdf Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management]. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.</ref> | |||
|- | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Bahan peledak yang tidak stabil | |||
* Bahan peledak, divisi 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6 | |||
* Bahan dan tipe swareaktif A, B | |||
* Peroksida organik, tipe A, B | |||
| rowspan=2 | | |||
Bahan peledak, campuran dan benda-benda, termasuk yang diproduksi untuk membuat peledak praktis atau efek [[piroteknik]]. Bahan peledak dipahami sebagai zat yang mampu [[Reaksi kimia|bereaksi]] dengan pembentukan gas pada [[suhu]] dan [[tekanan]] serta dengan [[laju reaksi|kecepatan]] seperti itu. Bahan ini menyebabkan kerusakan pada objek di sekitarnya. | |||
''Contoh: [[trinitrotoluena]], [[Trinitrofenol|asam pikrat]].'' | |||
|- | |||
! GHS01: Eksplosif | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Gas yang mudah terbakar, kategori 1 | |||
* Aerosol yang mudah terbakar, kategori 1, 2 | |||
* Cairan mudah terbakar, kategori 1, 2, 3 | |||
* Padatan yang mudah terbakar, kategori 1, 2 | |||
* Zat dan campuran swareaktif, tipe B, C, D, E, F | |||
* Cairan piroforik, kategori 1 | |||
* Padatan piroforik, kategori 1 | |||
* Bahan padat yang mudah terbakar, kategori 3 | |||
* Cairan mudah terbakar, kategori 3 | |||
* Bahan dan campuran yang mampu memanas sendiri, kategori 1, 2 | |||
* Zat dan campuran, yang ketika bersentuhan dengan air, mengeluarkan gas yang mudah terbakar, kategori 1, 2, 3 | |||
* Peroksida organik, tipe B, C, D, E, F | |||
| rowspan=2 | | |||
'''Gas''' yang mudah terbakar dianggap memiliki kisaran tingkat kemudahan untuk terbakar dengan udara pada suhu 20 [[Celcius|°C]] dan 101,3 [[Pascal (satuan)|kPa]]. '''Cairan''' yang mudah terbakar memiliki [[titik nyala]] tidak lebih tinggi dari 93 °C. '''Padatan''', yang dapat dengan mudah terpicu api atau menyebabkan pembakaran atau pembakaran berkelanjutan akibat gesekan, juga dikategorikan mudah terbakar. | |||
''Contoh: [[propana]], [[butana]], [[dietil eter]], [[asetaldehida]].'' | |||
|- | |||
! GHS02: Mudah terbakar | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Gas pengoksidasi, kategori 1 | |||
* Cairan pengoksidasi, kategori 1, 2, 3 | |||
* Padatan pengoksidasi, kategori 1, 2, 3 | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat pengoksidasi dianggap, tidak harus mudah terbakar sendiri, tetapi mendukung pembakaran zat lain, biasanya karena pelepasan [[oksigen]]. | |||
''Contoh: [[oksigen]], [[kalium permanganat]], [[kalium dikromat]].'' | |||
|- | |||
! GHS03: Pengoksidasi | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Gas terkompresi | |||
* [[Gas alam cair|Gas cair]] | |||
* Gas cair berpendingin | |||
* Gas terlarut | |||
| rowspan=2 | | |||
Kategori ini mencakup [[Gas alam cair|gas cair]] yang terkompresi, tercairkan, terlarut dan berpendingin. | |||
''Contoh: silinder gas terkompresi, [[Elpiji|bahan bakar gas cair]].'' | |||
|- | |||
! GHS04: Gas terkompresi | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Korosif terhadap logam, kategori 1 | |||
: (juga digunakan untuk menunjukkan bahaya bagi kesehatan manusia) | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat dan campuran yang bereaksi secara kimia dengan [[logam]], merusak atau menghancurkannya. | |||
''Contoh: [[asam klorida]], [[bromin]].'' | |||
|- | |||
! GHS05: Korosif | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
|- | |||
| rowspan=2 | | |||
* Bahan peledak, divisi 1.5, 1.6 | |||
* Gas yang mudah terbakar, kategori 2 | |||
* Zat dan campuran swareaktif, tipe G | |||
* [[Peroksida organik]], tipe G | |||
|- | |||
| align=center | tidak memerlukan piktogram | |||
|- | |||
|} | |||
=== Piktogram bahaya kesehatan === | === Piktogram bahaya kesehatan === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan<ref>Petrozzi S. [http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9783527665891.app6/pdf Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management]. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.</ref> | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Toksisitas akut (oral, kulit, inhalasi), kategori 1, 2, 3 | |||
| rowspan=2 | | |||
Bahan kimia yang menyebabkan kematian jika tertelan, terhirup, atau diserap melalui kulit. | |||
''Contoh: [[asam hidrofluorat]], [[bromin]], [[asam hidrosianat]].'' | |||
|- | |||
! GHS06: Beracun | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Tidak digunakan apabila: a) dengan piktogram "tengkorak dan tulang bersilang"; b) untuk iritasi kulit atau mata jika: * piktogram "korosi" juga muncul * piktogram "bahaya kesehatan" digunakan untuk menunjukkan kepekaan pernafasan.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Toksisitas akut (oral, kulit, inhalasi), kategori 4 | |||
* Iritasi kulit, kategori 2, 3 | |||
* Iritasi mata, kategori 2A | |||
* Kepekaan kulit, kategori 1 | |||
* Toksisitas sistemik organ target khusus setelah paparan tunggal, kategori 3 | |||
** Iritasi saluran pernapasan | |||
** Efek narkotika | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang menyebabkan bahaya yang ditentukan, tetapi kurang berbahaya bagi kesehatan. | |||
''Contoh: [[hidrokarbon]], [[limonena]].'' | |||
|- | |||
! GHS07: Berbahaya | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Sensitisasi pernapasan, kategori 1 | |||
* Mutagenisitas sel germinal, kategori 1A, 1B, 2 | |||
* Karsinogenisitas, kategori 1A, 1B, 2 | |||
* Toksisitas reproduktif, kategori 1A, 1B, 2 | |||
* Toksisitas sistemik organ target khusus setelah paparan tunggal, kategori 1, 2 | |||
* Toksisitas sistemik organ target khusus setelah paparan berulang, kategori 1, 2 | |||
* Bahaya penghirupan, kategori 1, 2 | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat dan campuran dengan berbagai efek toksik pada organ tertentu atau efek berbahaya kronis. | |||
''Contoh: [[benzena]], [[isosianat]], [[metanol]].'' | |||
|- | |||
! GHS08: Bahaya bagi kesehatan | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
|- | |||
| rowspan=2| | |||
* Toksisitas akut (oral, kulit, inhalasi), kategori 5 | |||
* Iritasi mata, kategori 2B | |||
* Toksisitas reproduksi - efek pada atau melalui laktasi | |||
|- | |||
| align=center | tidak memerlukan piktogram | |||
|- | |||
|} | |||
=== Piktogram bahaya lingkungan === | === Piktogram bahaya lingkungan === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
* Bahaya akut terhadap lingkungan perairan, kategori 1 | |||
* Bahaya kronis terhadap lingkungan perairan, kategori 1, 2 | |||
* Toksisitas lingkungan, kategori 1, 2 | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang memiliki efek negatif akut atau jangka panjang pada organisme perairan. | |||
''Contoh: [[natrium hipoklorit]], [[insektisida]], [[amonia]].'' | |||
|- | |||
! GHS09: Bahaya bagi lingkungan | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
|- | |||
| rowspan=2 | | |||
* Bahaya akut terhadap lingkungan perairan, kategori 2, 3 | |||
* Bahaya kronis pada lingkungan perairan, kategori 3, 4 | |||
|- | |||
| align=center | tidak memerlukan piktogram | |||
|- | |||
|} | |||
== Piktogram transportasi == | == Piktogram transportasi == | ||
| Baris 29: | Baris 264: | ||
=== Kelas 1: Bahan Peledak === | === Kelas 1: Bahan Peledak === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Tanda bintang diganti oleh nomor kelas dan kode kompatibilitas.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan<ref>Petrozzi S. [http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9783527665891.app6/pdf Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management]. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.</ref> | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
; Bahan Peledak | |||
:'''Divisi 1.1''': Zat dan artikel yang memiliki bahaya ledakan massal | |||
:'''Divisi 1.2''': Zat dan artikel yang memiliki bahaya proyeksi tetapi bukan bahaya ledakan massal | |||
:'''Divisi 1.3''': Zat dan barang yang memiliki bahaya kebakaran dan bahaya ledakan kecil atau bahaya proyeksi kecil atau keduanya, tetapi bukan bahaya ledakan massal | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat dan artikel yang ditandai dengan bahaya [[ledakan]] massal,<ref>Di bawah ledakan massal berarti ledakan semacam itu, hampir secara instan berlaku untuk seluruh muatan bahan peledak.</ref> bahaya hamburan atau bahaya pengapian. | |||
''Contoh: [[Pikrat|amonium pikrat]], [[Senapan|Ammo]] untuk senjata, [[bubuk mesiu]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 1.1–1.3 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Bahan Peledak | |||
* Bahan Peledak, Divisi 1.4 | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat dan artikel yang diklasifikasikan sebagai bahan peledak tetapi tidak menimbulkan bahaya yang signifikan.<ref>Dalam kasus pengapian atau munculnya api, dampak yang timbul utamanya berada di dalam kemasan; tidak ada pelepasan fragmen dengan ukuran signifikan atau pelepasan dalam jarak yang cukup jauh. Kebakaran eksternal seharusnya tidak menyebabkan ledakan pada hampir seluruh isi kemasan.</ref> | |||
''Contoh: amunisi pelacak, [[kembang api]], dan sinyal marabahaya (seperti [[suar]])''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 1.4 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Bahan Peledak | |||
* Bahan Peledak, Divisi 1.5 | |||
| rowspan=2 | | |||
Bahan peledak dengan sensitivitas sangat rendah, yang ditandai dengan bahaya [[ledakan]] massal.<ref>Ada kemungkinan detonasi yang sangat rendah dalam kondisi transportasi yang normal.</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 1.5 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Bahan Peledak | |||
* Bahan Peledak, Divisi 1.6 | |||
| rowspan=2 | | |||
Produk dengan sensitivitas sangat rendah, yang tidak ditandai dengan bahaya [[ledakan]] tetapi berdasarkan beratnya. | |||
|- | |||
! Divisi 1.6 | |||
|- | |||
|} | |||
=== Kelas 2: Gas === | === Kelas 2: Gas === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
; Gas yang mudah terbakar | |||
* Gas yang mudah terbakar, kelas 1 | |||
* [[Aerosol]], kelas 1, 2 | |||
Tanda alternatif | |||
| rowspan=2 | | |||
[[Gas]] yang pada suhu 20 °C dan tekanan standar 101.3 kPa: | |||
* mudah terbakar dalam campuran dengan udara pada konsentrasi tidak lebih dari 13% volume | |||
* memiliki perbedaan antara konsentrasi minimum dan maksimum ketika pengapian terjadi setidaknya 12 persen poin (terlepas dari minimum konsentrasi). | |||
''Contoh: [[asetilena]], [[hidrogen]], [[vinil klorida]], [[korek api|pemantik]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 2.1 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Gas tidak beracun yang tidak mudah terbakar | |||
Tanda alternatif | |||
| rowspan=2 | | |||
Gas yang: | |||
* bersifat asfiksia – gas yang melarutkan atau mengganti oksigen secara normal di atmosfer; atau | |||
* pengoksidasi – gas yang mungkin, umumnya dengan menyediakan oksigen, menyebabkan atau berkontribusi pada pembakaran bahan lain lebih dari udara; atau | |||
* tidak berada di bawah divisi lain; | |||
''Contoh: [[karbon dioksida]], [[argon]], [[helium]], [[pemadam api]] dengan gas terkompresi atau dicairkan''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 2.2 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Gas beracun | |||
| rowspan=2 | | |||
Gas yang: | |||
* diketahui sangat beracun atau korosif bagi manusia sehingga menimbulkan bahaya bagi kesehatan; atau | |||
* dianggap beracun atau korosif bagi manusia karena memiliki nilai LC<sub>50</sub> sama atau kurang dari 5000 ml/m<sup>3</sup> (ppm). | |||
''Contoh: [[amonia]], [[karbon monoksida]], [[fosgen]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 2.3 | |||
|- | |||
|} | |||
=== Kelas 3 dan 4: Cairan dan padatan mudah terbakar === | === Kelas 3 dan 4: Cairan dan padatan mudah terbakar === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Cairan yang mudah terbakar | |||
* Cairan mudah terbakar, kelas 1, 2, 3 | |||
Tanda alternatif | |||
| rowspan=2 | | |||
[[Cairan]] yang dianggap mudah terbakar, yang menghasilkan uap yang mudah terbakar pada suhu yang tidak lebih tinggi dari 60 °С saat diuji di bejana yang tertutup atau tidak lebih tinggi dari 65,6 °С saat diuji dalam bejana terbuka (suhu ini disebut [[titik nyala]]). | |||
''Contoh: [[aseton]], [[dietil eter]], [[etanol]], [[minyak mentah]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Kelas 3 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Zat padat yang mudah terbakar | |||
* Bahan padat yang mudah terbakar, kelas 1, 2 | |||
* Bahan kimia dan campuran yang terurai sendiri, tipe B, C, D, E, F | |||
| rowspan=2 | | |||
[[Padatan]] yang, selama pengangkutan, dapat dengan mudah menyala atau dapat menyebabkan kebakaran atau meningkatkan [[pembakaran]] sebagai akibat dari gesekan; zat swareaksi yang mengalami reaksi [[eksotermik]] dengan intens. | |||
''Contoh: [[fosfor]], [[belerang]], [[pikrat|perak pikrat]], [[jerami]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 4.1 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Zat yang dapat terbakar secara spontan | |||
* cairan piroforik | |||
* padatan piroforik | |||
* bahan kimia dan campuran yang dapat memanaskan sendiri, kelas 1, 2 | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang dipanaskan secara spontan dalam kondisi normal, atau zat yang dapat memanaskan pada saat kontak dengan udara, dan kemudian terbakar sendiri. | |||
''Contoh: [[batu bara]], [[kapas]] basah, [[natrium sulfida]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 4.2 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan<ref>Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.</ref> | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Zat yang mengeluarkan gas yang mudah terbakar jika terkena air | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang mengeluarkan gas yang mudah terbakar di bawah kondisi yang ditentukan dalam jumlah yang berbahaya. | |||
''Contoh: [[natrium]], [[litium aluminium hidrida]], [[kalsium hidrida]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 4.3 | |||
|- | |||
|} | |||
=== Кelas 5 === | === Кelas 5 === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
; Zat pengoksidasi | |||
* Gas [[Oksidator|pengoksidasi]] | |||
* Cairan pengoksidasi | |||
* Padatan pengoksidasi | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang, meskipun dalam dirinya sendiri tidak mudah terbakar, dapat, umumnya menghasilkan [[oksigen]], menyebabkan, atau berkontribusi pada, pembakaran bahan lainnya | |||
''Contoh: [[amonium peroksodisulfat|amonium persulfat]], [[kalium nitrat]], [[kalium permanganat]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 5.1 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
; Peroksida organik | |||
* [[Peroksida]] organik, kelas B, C, D, E, F | |||
Tanda alternatif | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat organik yang mengandung struktur bivalen –O–O– dan dapat merupakan turunan dari [[hidrogen peroksida]], yang mana satu atau kedua atom hidrogen telah digantikan oleh radikal organik. | |||
''Contoh: [[asetilaseton]] peroksida, [[tert-butil hidroperoksida]], [[benzoil peroksida]]''.<ref>Dewan Kereta Api Negara-negara Anggota Persemakmuran. [http://www.rw.by/uploads/userfiles/files/docs/dangerous_cargo_2013.pdf Aturan untuk pengangkutan barang berbahaya dengan kereta api]. hlm. Aplikasi 2.</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 5.2 | |||
|- | |||
|} | |||
=== Кelas 6 === | === Кelas 6 === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
;Zat beracun | |||
Zat dengan nilai LD<sub>50</sub> ≤ 300 mg/kg (oral) atau ≤ 1000 mg/kg (dermal) atau nilai LC<sub>50</sub> ≤ 4000 ml/m<sup>3</sup> (inhalasi debu atau kabut) | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang dapat menyebabkan [[kematian]] atau cedera serius atau membahayakan seseorang jika tertelan, terhirup, atau terkena kulit. | |||
''Contoh: [[anilin]], senyawa [[arsenik]], [[kalium sianida]], [[fenol]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Divisi 6.1 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
;Zat menular | |||
'' Tidak digunakan dalam GHS. '' | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang diketahui atau terdapat alasan untuk meyakini bahwa zat ini mengandung [[Patogen|organisme patogen]], yaitu, mikroorganisme atau agen infeksi lain ([[prion]]) yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau hewan. | |||
''Contoh: [[HIV]], virus [[polio]], [[Mycobacterium tuberculosis]]''. | |||
|- | |||
! Divisi 6.2 | |||
|- | |||
|} | |||
=== Кelas 7: Bahan radioaktif === | === Кelas 7: Bahan radioaktif === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
; [[Peluruhan radioaktif|Bahan radioaktif]]. Kategori I — Putih | |||
''Tidak digunakan dalam GHS.'' | |||
| rowspan=2 | | |||
Kemasan I — Putih digunakan jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya tidak lebih dari 0,005 [[Sievert|mSv]]/jam. | |||
|- | |||
! Subkelas 7А | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
;Bahan radioaktif. Kategori II — Kuning | |||
''Tidak digunakan dalam GHS.'' | |||
| rowspan=2 | | |||
Kemasan II — Kuning berlaku jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya adalah dari 0,005 mSv/jam hingga 0,5 mSv/jam. | |||
|- | |||
! Subkelas 7B | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
;Bahan radioaktif. Kategori III — Kuning | |||
''Tidak digunakan dalam GHS.'' | |||
| rowspan=2 | | |||
Kemasan III — Kuning berlaku jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya adalah dari 0,5 mSv/jam hingga 10 mSv/jam. | |||
|- | |||
! Subkelas 7C | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40%| | |||
;Bahan fisil kelas 7 | |||
''Tidak digunakan dalam GHS.'' | |||
| rowspan=2 | | |||
Bahan yang terdiri dari [[nuklida]] [[Fisi nuklir|fisi]] ([[Uranium-233|<sup>233</sup>U]], [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]], [[Plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]], [[Plutonium-241|<sup>241</sup>Pu]]).<ref>Definisi bahan fisil tidak termasuk uranium yang tidak diiradiasi atau alami, serta uranium alami atau gabungan yang diiradiasi hanya dalam reaktor neutron termal.</ref> | |||
|- | |||
! Subkelas 7E | |||
|- | |||
|} | |||
=== Kelas 8 dan 9 === | === Kelas 8 dan 9 === | ||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
; Zat korosif | |||
Zat yang: | |||
* menyebabkan kerusakan ketebalan penuh jaringan kulit utuh pada waktu paparan kurang dari 4 jam; atau | |||
* Menunjukkan tingkat korosi lebih dari 6.25 mm per tahun pada permukaan baja atau aluminium pada suhu 55 °C | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang, karena serangan kimianya, menyebabkan cedera serius ketika kontak dengan jaringan hidup atau, jika terjadi kebocoran dan tumpahan, menyebabkan kerusakan pada barang atau alat angkut lainnya. | |||
''Contoh: [[asam klorida]], [[asam sulfat]], [[fosforus pentoksida]], [[kalium hidroksida]]''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Kelas 8 | |||
|- | |||
|} | |||
{| class="wikitable" width=100% | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=150px align=center | | |||
| rowspan=3 width=15px | | |||
! align=left | Penggunaan | |||
! align=left | Penjelasan | |||
|- | |||
| rowspan=2 width=40% | | |||
;Zat dan produk berbahaya lainnya, termasuk zat yang [[Perlindungan lingkungan hidup|berbahaya bagi lingkungan]] | |||
| rowspan=2 | | |||
Zat yang berbahaya selama transportasi dan tidak dijelaskan oleh kelas lain. | |||
''Contoh: [[es kering]], [[Baterai ion litium|baterai ion-litium]], [[kapasitor]] dengan lapisan ganda listrik''.<ref>Perserikatan Bangsa-Bangsa. [http://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/manual/Rev5_Amend1/Part3_17th_RE.pdf Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian].</ref> | |||
|- | |||
! Kelas 9 | |||
|- | |||
|} | |||
== Piktogram peringatan == | == Piktogram peringatan == | ||
Selain piktogram mereka sendiri dalam kasus-kasus yang disahkan oleh otoritas yang kompeten, [[Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia]] memungkinkan penggunaan piktogram peringatan yang sebelumnya ditentukan oleh [[Uni Eropa]] (dalam Petunjuk 92/58/Dewan EEC tanggal 24 Juni 1992) atau [[Biro Standar Afrika Selatan]] (SABS 0265: 1999). | Selain piktogram mereka sendiri dalam kasus-kasus yang disahkan oleh otoritas yang kompeten, [[Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia]] memungkinkan penggunaan piktogram peringatan yang sebelumnya ditentukan oleh [[Uni Eropa]] (dalam Petunjuk 92/58/Dewan EEC tanggal 24 Juni 1992) atau [[Biro Standar Afrika Selatan]] (SABS 0265: 1999). | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 59: | Baris 689: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* ("GHS Rev.2") | * ("GHS Rev.2") | ||
| Baris 69: | Baris 694: | ||
* ("UN Model Regulations Rev.15") | * ("UN Model Regulations Rev.15") | ||
* ("UN Manual of Tests and Criteria Rev.4") | * ("UN Manual of Tests and Criteria Rev.4") | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 78: | Baris 703: | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piktogram+bahaya+GHS&oldid=26747220 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26747220 (2025-01-05T07:59:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piktogram+bahaya+GHS&oldid=26747220 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26747220 (2025-01-05T07:59:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 13.56
Piktogram bahaya GHS () merupakan penanda yang digunakan untuk menunjukkan jenis bahaya selama penggunaan, penyimpanan atau pengangkutan bahan kimia dan material tersebut. Ikon-ikon tersebut adaBy lah bagian dari Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia (, disingkat GHS), edisi kelima yang diterbitkan pada 2013.[1]
Sistem pelabelan menggunakan dua jenis piktogram: piktogram standar digunakan untuk menandai wadah, bejana, dan tempat kerja dalam semua kasus, dengan pengecualian pengangkutan barang berbahaya, yang menggunakan piktogram transportasi seperti direkomendasikan oleh PBB. Tergantung pada tujuannya, salah satu jenis piktogram dipilih, dan keduanya tidak pernah digunakan secara bersamaan.[2]
Piktogram hanyalah salah satu elemen dari sistem pelabelan GHS. Bersamaan dengan piktogram ini, pengidentifikasi zat, kata sinyal "Bahaya" ("DANGER") atau "Perhatian" ("CAUTION"), frasa-H dan frasa-P, serta pengidentifikasi pemasok juga digunakan.[3][4]
Sistem piktogram ini dikembangkan oleh PBB sebagai cara terpadu untuk memberi tahu pengguna dan layanan penyelamatan dari kategori bahaya yang terkait dengan produk kimia.[5][6][7] Sistem ini diterapkan dan digunakan di banyak negara.[8]
Piktogram standar
Piktogram standar sistem GHS dibuat dalam bentuk kotak, diatur pada sudut tertentu. Simbol berwarna hitam terletak di latar belakang putih dengan garis tepi berwarna merah. Lebar piktogram harus berukuran cukup sehingga dapat dilihat dengan baik. Jika produk tidak ditujukan untuk ekspor, dimungkinkan untuk mengganti garis tepi merah dengan hitam.
Piktogram ini tidak boleh diterapkan dalam kasus pengangkutan barang berbahaya (ke peti kemas, kendaraan bermotor, kereta api dan tangki), karena piktogram transportasi disediakan oleh Rekomendasi PBB mengenai Pengangkutan Barang Berbahaya.
Menurut sistem GHS, setiap bahaya berhubungan dengan piktogram bahaya tertentu.
Piktogram bahaya fisik
| Penggunaan | Penjelasan[9] | ||
|---|---|---|---|
|
Bahan peledak, campuran dan benda-benda, termasuk yang diproduksi untuk membuat peledak praktis atau efek piroteknik. Bahan peledak dipahami sebagai zat yang mampu bereaksi dengan pembentukan gas pada suhu dan tekanan serta dengan kecepatan seperti itu. Bahan ini menyebabkan kerusakan pada objek di sekitarnya. Contoh: trinitrotoluena, asam pikrat. | ||
| GHS01: Eksplosif |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Gas yang mudah terbakar dianggap memiliki kisaran tingkat kemudahan untuk terbakar dengan udara pada suhu 20 °C dan 101,3 kPa. Cairan yang mudah terbakar memiliki titik nyala tidak lebih tinggi dari 93 °C. Padatan, yang dapat dengan mudah terpicu api atau menyebabkan pembakaran atau pembakaran berkelanjutan akibat gesekan, juga dikategorikan mudah terbakar. Contoh: propana, butana, dietil eter, asetaldehida. | ||
| GHS02: Mudah terbakar |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat pengoksidasi dianggap, tidak harus mudah terbakar sendiri, tetapi mendukung pembakaran zat lain, biasanya karena pelepasan oksigen. Contoh: oksigen, kalium permanganat, kalium dikromat. | ||
| GHS03: Pengoksidasi |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Kategori ini mencakup gas cair yang terkompresi, tercairkan, terlarut dan berpendingin. Contoh: silinder gas terkompresi, bahan bakar gas cair. | ||
| GHS04: Gas terkompresi |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat dan campuran yang bereaksi secara kimia dengan logam, merusak atau menghancurkannya. Contoh: asam klorida, bromin. | ||
| GHS05: Korosif |
| Penggunaan | ||
|---|---|---|
| ||
| tidak memerlukan piktogram |
Piktogram bahaya kesehatan
| Penggunaan | Penjelasan[10] | ||
|---|---|---|---|
|
Bahan kimia yang menyebabkan kematian jika tertelan, terhirup, atau diserap melalui kulit. Contoh: asam hidrofluorat, bromin, asam hidrosianat. | ||
| GHS06: Beracun |
| Penggunaan[11] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang menyebabkan bahaya yang ditentukan, tetapi kurang berbahaya bagi kesehatan. Contoh: hidrokarbon, limonena. | ||
| GHS07: Berbahaya |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat dan campuran dengan berbagai efek toksik pada organ tertentu atau efek berbahaya kronis. | ||
| GHS08: Bahaya bagi kesehatan |
| Penggunaan | ||
|---|---|---|
| ||
| tidak memerlukan piktogram |
Piktogram bahaya lingkungan
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang memiliki efek negatif akut atau jangka panjang pada organisme perairan. Contoh: natrium hipoklorit, insektisida, amonia. | ||
| GHS09: Bahaya bagi lingkungan |
| Penggunaan | ||
|---|---|---|
| ||
| tidak memerlukan piktogram |
Piktogram transportasi
Piktogram transportasi berbentuk persegi, diputar pada sudut 45°, dengan ukuran minimum 100 mm × 100 mm. Pada jarak 5 mm dari tepi terdapat garis sejajar dengan tepi tanda. Di sudut atas piktogram, harus ada simbol yang menunjukkan bahaya dari zat tersebut (kecuali untuk piktogram subkelas 1.4, 1.5, 1.6), dan di sudut bawah — nomor kelas atau subkelas. Piktogram mungkin berisi kata-kata yang menunjukkan bahaya, misalnya, “zat yang mudah terbakar”. Karakter, angka dan teks harus berwarna hitam, dengan pengecualian piktogram untuk kelas 8 (di mana mereka harus berwarna putih), dengan latar belakang hijau, merah atau biru (di mana mereka bisa menjadi putih seperti pada piktogram subkelas 5.2) dan piktogram untuk Divisi 2.1 (dalam hal ini mereka dapat ditempatkan langsung di silinder). Piktogram harus ditempatkan di latar belakang yang kontras agar dapat terbaca.
Sistem GHS menggunakan tanda-tanda ini untuk menunjukkan bahaya saat pengangkutan bahan kimia ini.
Kelas 1: Bahan Peledak
| Penggunaan[12] | Penjelasan[13] | ||
|---|---|---|---|
|
Zat dan artikel yang ditandai dengan bahaya ledakan massal,[14] bahaya hamburan atau bahaya pengapian. Contoh: amonium pikrat, Ammo untuk senjata, bubuk mesiu.[15] | ||
| Divisi 1.1–1.3 |
| Penggunaan[16] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat dan artikel yang diklasifikasikan sebagai bahan peledak tetapi tidak menimbulkan bahaya yang signifikan.[17] Contoh: amunisi pelacak, kembang api, dan sinyal marabahaya (seperti suar).[18] | ||
| Divisi 1.4 |
| Penggunaan[19] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Bahan peledak dengan sensitivitas sangat rendah, yang ditandai dengan bahaya ledakan massal.[20] | ||
| Divisi 1.5 |
| Penggunaan[21] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Produk dengan sensitivitas sangat rendah, yang tidak ditandai dengan bahaya ledakan tetapi berdasarkan beratnya. | ||
| Divisi 1.6 |
Kelas 2: Gas
| Penggunaan[22] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tanda alternatif |
Gas yang pada suhu 20 °C dan tekanan standar 101.3 kPa:
Contoh: asetilena, hidrogen, vinil klorida, pemantik.[23] | ||
| Divisi 2.1 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tanda alternatif |
Gas yang:
Contoh: karbon dioksida, argon, helium, pemadam api dengan gas terkompresi atau dicairkan.[24] | ||
| Divisi 2.2 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Gas yang:
Contoh: amonia, karbon monoksida, fosgen.[25] | ||
| Divisi 2.3 |
Kelas 3 dan 4: Cairan dan padatan mudah terbakar
| Penggunaan[26] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tanda alternatif |
Cairan yang dianggap mudah terbakar, yang menghasilkan uap yang mudah terbakar pada suhu yang tidak lebih tinggi dari 60 °С saat diuji di bejana yang tertutup atau tidak lebih tinggi dari 65,6 °С saat diuji dalam bejana terbuka (suhu ini disebut titik nyala). Contoh: aseton, dietil eter, etanol, minyak mentah.[27] | ||
| Kelas 3 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Padatan yang, selama pengangkutan, dapat dengan mudah menyala atau dapat menyebabkan kebakaran atau meningkatkan pembakaran sebagai akibat dari gesekan; zat swareaksi yang mengalami reaksi eksotermik dengan intens. Contoh: fosfor, belerang, perak pikrat, jerami.[28] | ||
| Divisi 4.1 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang dipanaskan secara spontan dalam kondisi normal, atau zat yang dapat memanaskan pada saat kontak dengan udara, dan kemudian terbakar sendiri. Contoh: batu bara, kapas basah, natrium sulfida.[29] | ||
| Divisi 4.2 |
| Penggunaan[30] | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang mengeluarkan gas yang mudah terbakar di bawah kondisi yang ditentukan dalam jumlah yang berbahaya. Contoh: natrium, litium aluminium hidrida, kalsium hidrida.[31] | ||
| Divisi 4.3 |
Кelas 5
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang, meskipun dalam dirinya sendiri tidak mudah terbakar, dapat, umumnya menghasilkan oksigen, menyebabkan, atau berkontribusi pada, pembakaran bahan lainnya Contoh: amonium persulfat, kalium nitrat, kalium permanganat.[32] | ||
| Divisi 5.1 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tanda alternatif |
Zat organik yang mengandung struktur bivalen –O–O– dan dapat merupakan turunan dari hidrogen peroksida, yang mana satu atau kedua atom hidrogen telah digantikan oleh radikal organik. Contoh: asetilaseton peroksida, tert-butil hidroperoksida, benzoil peroksida.[33] | ||
| Divisi 5.2 |
Кelas 6
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Zat dengan nilai LD50 ≤ 300 mg/kg (oral) atau ≤ 1000 mg/kg (dermal) atau nilai LC50 ≤ 4000 ml/m3 (inhalasi debu atau kabut) |
Zat yang dapat menyebabkan kematian atau cedera serius atau membahayakan seseorang jika tertelan, terhirup, atau terkena kulit. Contoh: anilin, senyawa arsenik, kalium sianida, fenol.[34] | ||
| Divisi 6.1 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tidak digunakan dalam GHS. |
Zat yang diketahui atau terdapat alasan untuk meyakini bahwa zat ini mengandung organisme patogen, yaitu, mikroorganisme atau agen infeksi lain (prion) yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau hewan. Contoh: HIV, virus polio, Mycobacterium tuberculosis. | ||
| Divisi 6.2 |
Кelas 7: Bahan radioaktif
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tidak digunakan dalam GHS. |
Kemasan I — Putih digunakan jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya tidak lebih dari 0,005 mSv/jam. | ||
| Subkelas 7А |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tidak digunakan dalam GHS. |
Kemasan II — Kuning berlaku jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya adalah dari 0,005 mSv/jam hingga 0,5 mSv/jam. | ||
| Subkelas 7B |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tidak digunakan dalam GHS. |
Kemasan III — Kuning berlaku jika tingkat radiasi maksimum suatu bahan pada titik mana pun di permukaannya adalah dari 0,5 mSv/jam hingga 10 mSv/jam. | ||
| Subkelas 7C |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Tidak digunakan dalam GHS. |
Bahan yang terdiri dari nuklida fisi (233U, 235U, 239Pu, 241Pu).[35] | ||
| Subkelas 7E |
Kelas 8 dan 9
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
Zat yang:
|
Zat yang, karena serangan kimianya, menyebabkan cedera serius ketika kontak dengan jaringan hidup atau, jika terjadi kebocoran dan tumpahan, menyebabkan kerusakan pada barang atau alat angkut lainnya. Contoh: asam klorida, asam sulfat, fosforus pentoksida, kalium hidroksida.[36] | ||
| Kelas 8 |
| Penggunaan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
|
Zat yang berbahaya selama transportasi dan tidak dijelaskan oleh kelas lain. Contoh: es kering, baterai ion-litium, kapasitor dengan lapisan ganda listrik.[37] | ||
| Kelas 9 |
Piktogram peringatan
Selain piktogram mereka sendiri dalam kasus-kasus yang disahkan oleh otoritas yang kompeten, Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia memungkinkan penggunaan piktogram peringatan yang sebelumnya ditentukan oleh Uni Eropa (dalam Petunjuk 92/58/Dewan EEC tanggal 24 Juni 1992) atau Biro Standar Afrika Selatan (SABS 0265: 1999).
Lihat pula
- Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia
- Pernyataan bahaya GHS (frasa-H)
- Pernyataan kewaspadaan GHS (frasa-P)
Catatan
Daftar pustaka
- ("GHS Rev.2")
- (the "CLP Regulation")
- ("UN Model Regulations Rev.15")
- ("UN Manual of Tests and Criteria Rev.4")
Pranala luar
Referensi
- ↑ GHS (Rev.5) (2013) — UNECE.
- ↑ Bab 1, bagian 1.4.10.5.1, GHS Rev.2
- ↑ Bab 1, bagian 1.4.10.5.2, GHS Rev.2
- ↑ GHS. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
- ↑ Sigma-Aldrich. Globally Harmonized System (GHS).
- ↑ GHS 101: Labels — MSDS Online.
- ↑ «Русский не-REACH»: о создаваемой в России системе безопасного обращения химической продукции.
- ↑ Совет по железнодорожному транспорту государств-участников Содружества. Правила перевозок опасных грузов по железным дорогам. hlm. С. 27—29.
- ↑ Petrozzi S. Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.
- ↑ Petrozzi S. Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.
- ↑ Tidak digunakan apabila: a) dengan piktogram "tengkorak dan tulang bersilang"; b) untuk iritasi kulit atau mata jika: * piktogram "korosi" juga muncul * piktogram "bahaya kesehatan" digunakan untuk menunjukkan kepekaan pernafasan.
- ↑ Tanda bintang diganti oleh nomor kelas dan kode kompatibilitas.
- ↑ Petrozzi S. Practical Instrumental Analysis: Methods, Quality Assurance and Laboratory Management. Wiley. 2013. hlm. 444—448. ISBN 9783527665891.
- ↑ Di bawah ledakan massal berarti ledakan semacam itu, hampir secara instan berlaku untuk seluruh muatan bahan peledak.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.
- ↑ Dalam kasus pengapian atau munculnya api, dampak yang timbul utamanya berada di dalam kemasan; tidak ada pelepasan fragmen dengan ukuran signifikan atau pelepasan dalam jarak yang cukup jauh. Kebakaran eksternal seharusnya tidak menyebabkan ledakan pada hampir seluruh isi kemasan.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.
- ↑ Ada kemungkinan detonasi yang sangat rendah dalam kondisi transportasi yang normal.
- ↑ Tanda bintang diganti oleh kode kompatibilitas.
- ↑ Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Simbol, angka, dan batas dapat ditampilkan dalam warna putih, bukan hitam.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Dewan Kereta Api Negara-negara Anggota Persemakmuran. Aturan untuk pengangkutan barang berbahaya dengan kereta api. hlm. Aplikasi 2.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Definisi bahan fisil tidak termasuk uranium yang tidak diiradiasi atau alami, serta uranium alami atau gabungan yang diiradiasi hanya dalam reaktor neutron termal.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
- ↑ Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rekomendasi untuk pengangkutan barang berbahaya. Model Regulasi. Aplikasi Bagian 3. Daftar barang berbahaya, ketentuan khusus dan pengecualian.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26747220 (2025-01-05T07:59:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.