Lompat ke isi

Sekunder (kimia): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29051995; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


==Kimia organik==
==Kimia organik==
{| class="wikitable"  style="text-align:center" |
|-
|
| colspan="4" |'''Tulisan merah''' menyoroti atom pusat dalam berbagai kelompok senyawa kimia.<br />
Atom pusat sekunder dibandingkan dengan atom pusat [[primer (kimia)|primer]], [[tersier (kimia)|tersier]], dan [[kuarterner (kimia)|kuarterner]].
|-
|
| style="background-color:#7A91FF" | [[primer (kimia)|''primer'']]
| style="background-color:#7A91FF" | ''sekunder''
| style="background-color:#AAC1FF" | [[tersier (kimia)|''tersier'']]
| style="background-color:#7A91FF" | [[kuarterner (kimia)|''kuarterner'']]
|-
| style="background-color:#CAE1FF" | Atom karbon pada [[alkana]]
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#FFFFFF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
|-
| style="background-color:#CAE1FF"  | [[Alkohol]]
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#FFFFFF" |
| style="background-color:#BFBFBF" | ''tidak ada''
|-
| style="background-color:#CAE1FF" | [[Amina]]
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#FFFFFF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
|-
| style="background-color:#CAE1FF"  | [[Amida]]
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#FFFFFF" |
| style="background-color:#BFBFBF" | ''tidak ada''
|-
| style="background-color:#CAE1FF"  | [[Fosfina]]
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
| style="background-color:#FFFFFF" |
| style="background-color:#BFBFBF" |
|}


 
Dalam [[kimia organik]], kata "sekunder" mengacu pada tingkat substitusi dua dari beberapa atom [[hidrogen]] yang terikat pada atom pusat<ref>''Brockhaus ABC Chemie'', VEB F. A. Brockhaus Verlag Leipzig 1965, S. 1274.</ref> ([[karbon]], [[nitrogen]], [[fosfor]]) oleh gugus organik (gugus organik seperti [[alkil]], alkenil, [[aril]], alkilaril, dll.). Misalnya, [[alkohol]] sekunder mengandung [[atom]] [[karbon]] sekunder (atom pusat = karbon), amina sekunder mengandung atom nitrogen sekunder (atom pusat = nitrogen), dan fosfina sekunder mengandung atom [[fosfor]] sekunder (atom pusat = fosfor).
Dalam [[kimia organik]], kata "sekunder" mengacu pada tingkat substitusi dua dari beberapa atom [[hidrogen]] yang terikat pada atom pusat ([[karbon]], [[nitrogen]], [[fosfor]]) oleh gugus organik (gugus organik seperti [[alkil]], alkenil, [[aril]], alkilaril, dll.). Misalnya, [[alkohol]] sekunder mengandung [[atom]] [[karbon]] sekunder (atom pusat = karbon), amina sekunder mengandung atom nitrogen sekunder (atom pusat = nitrogen), dan fosfina sekunder mengandung atom [[fosfor]] sekunder (atom pusat = fosfor).


Contoh atom pusat sekunder:
Contoh atom pusat sekunder:
Baris 10: Baris 51:
*Atom [[nitrogen]] dalam [[amina]] yang terikat pada dua atom karbon.
*Atom [[nitrogen]] dalam [[amina]] yang terikat pada dua atom karbon.


Dalam senyawa sekunder, ini biasanya menyebabkan sedikit hambatan [[efek sterik|sterik]] pada [[gugus fungsi]]onal dan membuat reaksi tipikal lebih sulit daripada pada senyawa primer dari kelas yang sama. Contoh senyawa tersebut adalah [[alkohol]] sekunder, [[amina]] sekunder, dan [[fosfina]] sekunder.
Dalam senyawa sekunder, ini biasanya menyebabkan sedikit hambatan [[efek sterik|sterik]] pada [[gugus fungsi]]onal dan membuat reaksi tipikal lebih sulit daripada pada senyawa primer dari kelas yang sama. Contoh senyawa tersebut adalah [[alkohol]] sekunder,<ref>Otto-Albrecht Neumüller (Hrsg.): ''Römpps Chemie-Lexikon.'' Band 5: ''Pl–S.'' 8. neubearbeitete und erweiterte Auflage. Franckh’sche Verlagshandlung, Stuttgart 1987, ISBN 3-440-04515-3, S. 3791.</ref> [[amina]] sekunder, dan [[fosfina]] sekunder.


Contoh umum atom karbon sekunder adalah atom karbon pusat dalam [[propana]], atau keenam atom karbon dalam [[sikloheksana]].
Contoh umum atom karbon sekunder adalah atom karbon pusat dalam [[propana]], atau keenam atom karbon dalam [[sikloheksana]].


==Kimia anorganik==
==Kimia anorganik==
Dalam [[kimia anorganik]], kata "sekunder" mengacu pada [[garam (kimia)|garam]] yang terbentuk melalui netralisasi dua gugus hidroksil dari asam polibasa, misalnya [[kalsium hidrogen fosfat]], CaHPO<sub>4</sub>.
Dalam [[kimia anorganik]], kata "sekunder" mengacu pada [[garam (kimia)|garam]] yang terbentuk melalui netralisasi dua gugus hidroksil dari asam polibasa, misalnya [[kalsium hidrogen fosfat]], CaHPO<sub>4</sub>.<ref>''Brockhaus ABC Chemie'', VEB F. A. Brockhaus Verlag Leipzig 1965, S. 1274.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
Baris 23: Baris 64:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekunder+%28kimia%29&oldid=29051995 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29051995 (2026-03-19T10:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekunder+%28kimia%29&oldid=29051995 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29051995 (2026-03-19T10:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.02

Kata sifat sekunder (disingkat sek, dari kata Latin secundarius yang berarti "di tempat kedua") digunakan dalam bidang kimia sebagai unsur pembentuk kata, misalnya dalam produk sekunder dan metabolit sekunder. Bentuk singkat sek- digunakan sebagai deskriptor dalam nama zat semi-sistematis, misalnya sek-butanol.

Kimia organik

Tulisan merah menyoroti atom pusat dalam berbagai kelompok senyawa kimia.

Atom pusat sekunder dibandingkan dengan atom pusat primer, tersier, dan kuarterner.

primer sekunder tersier kuarterner
Atom karbon pada alkana
Alkohol tidak ada
Amina
Amida tidak ada
Fosfina

Dalam kimia organik, kata "sekunder" mengacu pada tingkat substitusi dua dari beberapa atom hidrogen yang terikat pada atom pusat[1] (karbon, nitrogen, fosfor) oleh gugus organik (gugus organik seperti alkil, alkenil, aril, alkilaril, dll.). Misalnya, alkohol sekunder mengandung atom karbon sekunder (atom pusat = karbon), amina sekunder mengandung atom nitrogen sekunder (atom pusat = nitrogen), dan fosfina sekunder mengandung atom fosfor sekunder (atom pusat = fosfor).

Contoh atom pusat sekunder:

  • Atom karbon dalam alkana atau alkohol, yang (selain dua substituen) juga memiliki satu atau dua atom hidrogen
  • Atom nitrogen dalam amina yang terikat pada dua atom karbon.

Dalam senyawa sekunder, ini biasanya menyebabkan sedikit hambatan sterik pada gugus fungsional dan membuat reaksi tipikal lebih sulit daripada pada senyawa primer dari kelas yang sama. Contoh senyawa tersebut adalah alkohol sekunder,[2] amina sekunder, dan fosfina sekunder.

Contoh umum atom karbon sekunder adalah atom karbon pusat dalam propana, atau keenam atom karbon dalam sikloheksana.

Kimia anorganik

Dalam kimia anorganik, kata "sekunder" mengacu pada garam yang terbentuk melalui netralisasi dua gugus hidroksil dari asam polibasa, misalnya kalsium hidrogen fosfat, CaHPO4.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. Brockhaus ABC Chemie, VEB F. A. Brockhaus Verlag Leipzig 1965, S. 1274.
  2. Otto-Albrecht Neumüller (Hrsg.): Römpps Chemie-Lexikon. Band 5: Pl–S. 8. neubearbeitete und erweiterte Auflage. Franckh’sche Verlagshandlung, Stuttgart 1987, ISBN 3-440-04515-3, S. 3791.
  3. Brockhaus ABC Chemie, VEB F. A. Brockhaus Verlag Leipzig 1965, S. 1274.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29051995 (2026-03-19T10:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.