Lumut kerak: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29419700; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Lumut kerak''' (, ) adalah suatu [[organisme]] majemuk yang merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme erat dari [[fungus]] (sebagai ''mycobiont'') dengan mitra [[fotosintetik]] (''photobiont''), yang dapat berupa [[alga hijau]] (biasanya ''[[Trebouxia]]'') atau [[sianobakteri]] (biasanya ''[[Nostoc]]''). Kerja sama ini demikian eratnya sehingga [[morfologi]]nya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah. | '''Lumut kerak''' (, ) adalah suatu [[organisme]] majemuk yang merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme erat dari [[fungus]] (sebagai ''mycobiont'') dengan mitra [[fotosintetik]] (''photobiont''), yang dapat berupa [[alga hijau]] (biasanya ''[[Trebouxia]]'') atau [[sianobakteri]] (biasanya ''[[Nostoc]]''). Kerja sama ini demikian eratnya sehingga [[morfologi]]nya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah. | ||
Bila diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur Dan sel ganggang. Lumut kerak biasanya ditemukan di tembok, genting, atau pada dahan berkayu. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Ganggang mampu menyediakan makanan untuk jamur. Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas, kemudian menyediakan nitrogen organik untuk jamur. Sementara itu jamur dapat memberikan lingkungan Dan perlindungan untuk kehidupan ganggang. Susunan hifa jamur memungkinkan terjadinya pertukaran udara, menahan air dan garam-garam mineral, serta melindungi gangnang dari sengatan matahari. | Bila diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur Dan sel ganggang. Lumut kerak biasanya ditemukan di tembok, genting, atau pada dahan berkayu. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Ganggang mampu menyediakan makanan untuk jamur. Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas, kemudian menyediakan nitrogen organik untuk jamur.<ref>''http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html''.</ref> Sementara itu jamur dapat memberikan lingkungan Dan perlindungan untuk kehidupan ganggang. Susunan hifa jamur memungkinkan terjadinya pertukaran udara, menahan air dan garam-garam mineral, serta melindungi gangnang dari sengatan matahari.<ref>''http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html''.</ref> | ||
Pada lumut kerak sering ditemukan tepung yang merupakan sel [[ganggang]] terbungkus [[hifa]] yang disebut soredium. Selain dengan spora dan membelah diri, lumut kerak menggunakan soredium untuk pembiakan secara vegetatif. Berdasarkan bentuknya, lumut kerak dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu krustos (seperti kerak), folios (seperti daun), dan fruktikos (seperti semak). | Pada lumut kerak sering ditemukan tepung yang merupakan sel [[ganggang]] terbungkus [[hifa]] yang disebut soredium. Selain dengan spora dan membelah diri, lumut kerak menggunakan soredium untuk pembiakan secara vegetatif.<ref>SP Astutingsih. ''Kamus Biologi untuk SMA''. Jakarta:Kawan Pustaka.</ref> Berdasarkan bentuknya, lumut kerak dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu krustos (seperti kerak), folios (seperti daun), dan fruktikos (seperti semak).<ref>''http://www.cpuik.com/2013/06/lumut-kerak-dan-penjelasannya.html''.</ref> | ||
Lumut kerak menyebar sangat luas di muka bumi dan mampu menghuni tempat-tempat ekstrem, seperti [[tundra]], permukaan [[batu]] di pegunungan maupun pantai, atau tumpukan sampah beracun. Oleh karenanya, lumut kerak dapat digunakan sebagai pengukur tingkat [[polusi]]. Beberapa lumut kerak digunakan sebagai [[zat pewarna|pewarna]], bahan [[parfum]], serta bahan pengobatan (contoh: [[kayu angin]] ''Usnea''). | Lumut kerak menyebar sangat luas di muka bumi dan mampu menghuni tempat-tempat ekstrem, seperti [[tundra]], permukaan [[batu]] di pegunungan maupun pantai, atau tumpukan sampah beracun. Oleh karenanya, lumut kerak dapat digunakan sebagai pengukur tingkat [[polusi]]. Beberapa lumut kerak digunakan sebagai [[zat pewarna|pewarna]], bahan [[parfum]], serta bahan pengobatan (contoh: [[kayu angin]] ''Usnea'').<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> | ||
== Ciri ciri == | == Ciri ciri == | ||
Warnanya bercak hijau keputih-putihan, sering ditemukan tepung yang berasal dari sel ganggang yang terbungkus hifa, memiliki soredium, dapat melekat pada batu atau tembok yang tidak dapat di tempati oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu lumut kerak disebut juga [[tumbuhan pioner]] atau [[vegetasi perintis]]. Lumut kerak juga dikenal sangat sensitif terhadap zat zat polutan berbahaya sehingga tidak dapat hidup di lingkungan yang tercemar. Pertumbuhan talusnya lambat, Dalam satu tahun, pertumbuhan talusnya kurang dari 1 centimeter. Bersifat [[autotrof]] dan mampu mengikat [[nitrogen]] di udara. | Warnanya bercak hijau keputih-putihan, sering ditemukan tepung yang berasal dari sel ganggang yang terbungkus hifa, memiliki soredium, dapat melekat pada batu atau tembok yang tidak dapat di tempati oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu lumut kerak disebut juga [[tumbuhan pioner]] atau [[vegetasi perintis]]. Lumut kerak juga dikenal sangat sensitif terhadap zat zat polutan berbahaya sehingga tidak dapat hidup di lingkungan yang tercemar.<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> Pertumbuhan talusnya lambat, Dalam satu tahun, pertumbuhan talusnya kurang dari 1 centimeter. Bersifat [[autotrof]] dan mampu mengikat [[nitrogen]] di udara.<ref>''http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html''.</ref> | ||
== Fungsi lumut kerak == | == Fungsi lumut kerak == | ||
Lumut kerak atau [[liken]] membantu proses pembentukan tanah dengan cara melepaskan [[fragmen talus]] yang sangat halus. | Lumut kerak atau [[liken]] membantu proses pembentukan tanah dengan cara melepaskan [[fragmen talus]] yang sangat halus.<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> | ||
Lumut kerak sangat sensitif terhadap polutan yang berbahaya, misalnya fluorida, logam berat, zat radioaktif, bahan bahan kimia pertanian, dan pestisida sehingga lumut kerak dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan. ''Usnea''(salah satu lumut kerak) dapat menghasilkan asam usnin yang dapat digunakan sebagai obat [[TBC]]..''Rocellia Tinctoria'' digunakan sebagai bahan pembuat [[kertas lakmus]]. | Lumut kerak sangat sensitif terhadap polutan yang berbahaya, misalnya fluorida, logam berat, zat radioaktif, bahan bahan kimia pertanian, dan pestisida sehingga lumut kerak dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan. ''Usnea''(salah satu lumut kerak) dapat menghasilkan asam usnin yang dapat digunakan sebagai obat [[TBC]].<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref>.''Rocellia Tinctoria'' digunakan sebagai bahan pembuat [[kertas lakmus]].<ref>''https://esdikimia.wordpress.com/2012/05/23/indikator-asam-basa/''.</ref><ref>''www.biologi.lipi.go.id''.</ref> | ||
== Contoh-Contoh Lumut kerak == | == Contoh-Contoh Lumut kerak == | ||
''Grafis sp''(Hidup melekat pada batang pohon). | ''Grafis sp''(Hidup melekat pada batang pohon).<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> | ||
''Haematomma sp''(Hidup melekat pada batu batuan). | ''Haematomma sp''(Hidup melekat pada batu batuan).<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> | ||
''Usnea dasipoga''(Hidup melekat pada pucuk pucuk pohon di pegunungan). | ''Usnea dasipoga''(Hidup melekat pada pucuk pucuk pohon di pegunungan). | ||
<ref>Henny Riandary;Tiga Serangkai. ''Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual)''. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.</ref> | |||
''Parmelia sp''(Hidup melekat pada kayu). | ''Parmelia sp''(Hidup melekat pada kayu).<ref>''http://www.cpuik.com/2013/06/lumut-kerak-dan-penjelasannya.html''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lumut+kerak&oldid=29419700 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29419700 (2026-07-04T16:06:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lumut+kerak&oldid=29419700 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29419700 (2026-07-04T16:06:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.03
Lumut kerak (, ) adalah suatu organisme majemuk yang merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme erat dari fungus (sebagai mycobiont) dengan mitra fotosintetik (photobiont), yang dapat berupa alga hijau (biasanya Trebouxia) atau sianobakteri (biasanya Nostoc). Kerja sama ini demikian eratnya sehingga morfologinya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah.
Bila diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur Dan sel ganggang. Lumut kerak biasanya ditemukan di tembok, genting, atau pada dahan berkayu. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Ganggang mampu menyediakan makanan untuk jamur. Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas, kemudian menyediakan nitrogen organik untuk jamur.[1] Sementara itu jamur dapat memberikan lingkungan Dan perlindungan untuk kehidupan ganggang. Susunan hifa jamur memungkinkan terjadinya pertukaran udara, menahan air dan garam-garam mineral, serta melindungi gangnang dari sengatan matahari.[2]
Pada lumut kerak sering ditemukan tepung yang merupakan sel ganggang terbungkus hifa yang disebut soredium. Selain dengan spora dan membelah diri, lumut kerak menggunakan soredium untuk pembiakan secara vegetatif.[3] Berdasarkan bentuknya, lumut kerak dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu krustos (seperti kerak), folios (seperti daun), dan fruktikos (seperti semak).[4]
Lumut kerak menyebar sangat luas di muka bumi dan mampu menghuni tempat-tempat ekstrem, seperti tundra, permukaan batu di pegunungan maupun pantai, atau tumpukan sampah beracun. Oleh karenanya, lumut kerak dapat digunakan sebagai pengukur tingkat polusi. Beberapa lumut kerak digunakan sebagai pewarna, bahan parfum, serta bahan pengobatan (contoh: kayu angin Usnea).[5]
Ciri ciri
Warnanya bercak hijau keputih-putihan, sering ditemukan tepung yang berasal dari sel ganggang yang terbungkus hifa, memiliki soredium, dapat melekat pada batu atau tembok yang tidak dapat di tempati oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu lumut kerak disebut juga tumbuhan pioner atau vegetasi perintis. Lumut kerak juga dikenal sangat sensitif terhadap zat zat polutan berbahaya sehingga tidak dapat hidup di lingkungan yang tercemar.[6] Pertumbuhan talusnya lambat, Dalam satu tahun, pertumbuhan talusnya kurang dari 1 centimeter. Bersifat autotrof dan mampu mengikat nitrogen di udara.[7]
Fungsi lumut kerak
Lumut kerak atau liken membantu proses pembentukan tanah dengan cara melepaskan fragmen talus yang sangat halus.[8] Lumut kerak sangat sensitif terhadap polutan yang berbahaya, misalnya fluorida, logam berat, zat radioaktif, bahan bahan kimia pertanian, dan pestisida sehingga lumut kerak dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan. Usnea(salah satu lumut kerak) dapat menghasilkan asam usnin yang dapat digunakan sebagai obat TBC.[9].Rocellia Tinctoria digunakan sebagai bahan pembuat kertas lakmus.[10][11]
Contoh-Contoh Lumut kerak
Grafis sp(Hidup melekat pada batang pohon).[12] Haematomma sp(Hidup melekat pada batu batuan).[13] Usnea dasipoga(Hidup melekat pada pucuk pucuk pohon di pegunungan). [14] Parmelia sp(Hidup melekat pada kayu).[15]
Referensi
- ↑ http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html.
- ↑ http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html.
- ↑ SP Astutingsih. Kamus Biologi untuk SMA. Jakarta:Kawan Pustaka.
- ↑ http://www.cpuik.com/2013/06/lumut-kerak-dan-penjelasannya.html.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ http://www.artikelbiologi.com/2014/01/simbiosis-jamur.html.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ https://esdikimia.wordpress.com/2012/05/23/indikator-asam-basa/.
- ↑ www.biologi.lipi.go.id.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ Henny Riandary;Tiga Serangkai. Theory and application of biology,Jilid 1(edisi Bilingual). Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- ↑ http://www.cpuik.com/2013/06/lumut-kerak-dan-penjelasannya.html.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29419700 (2026-07-04T16:06:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.