Lompat ke isi

Natsuki (Doki Doki Literature Club!): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29318781; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Konsep dan penciptaan ==
== Konsep dan penciptaan ==
Natsuki diciptakan untuk ''[[Doki Doki Literature Club!]]'' oleh [[Doki Doki Literature Club!|Dan Salvato]]. Dia menunjukkan sifat-sifat ''[[tsundere]]'', tipe kepribadian yang secara luar terlihat agresif, tetapi secara dalam lembut terhadap objek kasih sayangnya. Natsuki tinggal di lingkungan keluarga yang kasar, melarikan diri dari kekerasan ayahnya dengan mengikuti klub sastra, membuat kue cangkir dan kue kering, serta membaca [[manga]]. Perilakunya menjadi semakin agresif seiring berjalannya permainan akibat modifikasi yang dilakukan Monika terhadap permainan video dan berkas-berkasnya.
Natsuki diciptakan untuk ''[[Doki Doki Literature Club!]]'' oleh [[Doki Doki Literature Club!|Dan Salvato]]. Dia menunjukkan sifat-sifat ''[[tsundere]]'', tipe kepribadian yang secara luar terlihat agresif, tetapi secara dalam lembut terhadap objek kasih sayangnya.<ref>Fanny Barnabé. [https://orbi.uliege.be/bitstream/2268/223821/1/BARNAB%c3%89_Fanny-Paper.pdf The Playful Function of Paratext in Visual Novels: the Case of Doki Doki Literature Club!].</ref> Natsuki tinggal di lingkungan keluarga yang kasar, melarikan diri dari kekerasan ayahnya dengan mengikuti klub sastra, membuat kue cangkir dan kue kering, serta membaca [[manga]]. Perilakunya menjadi semakin agresif seiring berjalannya permainan akibat modifikasi yang dilakukan Monika terhadap permainan video dan berkas-berkasnya.<ref>Fanny Barnabé. [https://orbi.uliege.be/bitstream/2268/223821/1/BARNAB%c3%89_Fanny-Paper.pdf The Playful Function of Paratext in Visual Novels: the Case of Doki Doki Literature Club!].</ref>


Salvato menciptakan karakter-karakter standar berdasarkan [[arketipe]] [[anime]] yang diberi nama [[Jepang]] untuk menonjolkan suasana pseudo-Jepang. Saat merancang para karakter ''Doki Doki Literature Club!'', Salvato mulai menyadari "kenyataan" di balik Natsuki dan karakter lain dalam permainan. Dia berusaha terhubung dengan karakter-karakter tersebut, dan karenanya mengeksplorasi "ketidakamanan dan sifat-sifat kepribadian yang realistis" mereka. Dia mencatat bahwa Natsuki dipengaruhi oleh depresi yang dialami orang-orang di sekitarnya. Karena kurangnya keterampilan artistik Salvato saat itu, dia membuat desain Natsuki dan karakter lain menggunakan program pembuatan anime gratis, yang digunakan dalam versi uji coba permainan. Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan para pemain potensial, sehingga desain finalnya dalam permainan ditangani oleh seniman lepas Satchely.
Salvato menciptakan karakter-karakter standar berdasarkan [[arketipe]] [[anime]] yang diberi nama [[Jepang]] untuk menonjolkan suasana pseudo-Jepang.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 4</ref> Saat merancang para karakter ''Doki Doki Literature Club!'', Salvato mulai menyadari "kenyataan" di balik Natsuki dan karakter lain dalam permainan. Dia berusaha terhubung dengan karakter-karakter tersebut, dan karenanya mengeksplorasi "ketidakamanan dan sifat-sifat kepribadian yang realistis" mereka. Dia mencatat bahwa Natsuki dipengaruhi oleh depresi yang dialami orang-orang di sekitarnya.<ref>Otter Lee. [https://www.asiancrush.com/interviewed-doki-doki-literature-clubs-twisted-creator-dan-salvato/ Interviews We Interviewed DOKI DOKI LITERATURE CLUB'S Twisted Creator, Dan Salvato]. ''Asian Crush''. January 3, 2018.</ref> Karena kurangnya keterampilan artistik Salvato saat itu, dia membuat desain Natsuki dan karakter lain menggunakan program pembuatan anime gratis, yang digunakan dalam versi uji coba permainan.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 5</ref> Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan para pemain potensial,<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 5</ref> sehingga desain finalnya dalam permainan ditangani oleh seniman lepas Satchely.<ref>Salvato, Dan (2017) ''Doki Doki Literature Club!'' Concept Art Booklet, p. 16</ref>


== Penampilan ==
== Penampilan ==
Baris 15: Baris 15:
Ada dua akhir cerita yang mungkin terjadi. Jika pemain menyelesaikan permainan secara normal, Sayori menjadi sadar diri sebagai karakter permainan, menjadi megalomania seperti Monika, yang pada akhirnya menyebabkan Monika menghapus seluruh permainan, termasuk Natsuki. Jika pemain memastikan untuk menyaksikan semua adegan di babak pertama, adegan yang sama terjadi, kecuali Sayori mampu mengendalikan dirinya saat sadar diri, memungkinkan dirinya, Natsuki, dan Yuri untuk terus exist.
Ada dua akhir cerita yang mungkin terjadi. Jika pemain menyelesaikan permainan secara normal, Sayori menjadi sadar diri sebagai karakter permainan, menjadi megalomania seperti Monika, yang pada akhirnya menyebabkan Monika menghapus seluruh permainan, termasuk Natsuki. Jika pemain memastikan untuk menyaksikan semua adegan di babak pertama, adegan yang sama terjadi, kecuali Sayori mampu mengendalikan dirinya saat sadar diri, memungkinkan dirinya, Natsuki, dan Yuri untuk terus exist.


Natsuki kembali dalam ''[[Yandere Simulator]]'', dengan gaya rambutnya ditambahkan untuk karakter yang dapat dimainkan dalam permainan tersebut pada tahun 2018, seorang siswi sekolah yang sangat tergila-gila dan dijuluki "[[Daftar istilah anime dan manga#yandere|Yandere]]-[[Gelar kehormatan Jepang#Chan|chan]]" yang berusaha "menghilangkan" (membunuh) siapa pun yang dia yakini menarik perhatian "[[Senpai dan kōhai|senpai]]"-nya.
Natsuki kembali dalam ''[[Yandere Simulator]]'', dengan gaya rambutnya ditambahkan untuk karakter yang dapat dimainkan dalam permainan tersebut pada tahun 2018,<ref>[https://yanderedev.wordpress.com/2018/01/01/happy-new-year/ Happy New Year!]. ''Yandere Simulator Development Blog''. January 1, 2018.</ref><ref>''It's cool, I gave him permission under the condition that their likeness isn't exploited or used for profit in any way''. January 2, 2018.</ref> seorang siswi sekolah yang sangat tergila-gila dan dijuluki "[[Daftar istilah anime dan manga#yandere|Yandere]]-[[Gelar kehormatan Jepang#Chan|chan]]" yang berusaha "menghilangkan" (membunuh) siapa pun yang dia yakini menarik perhatian "[[Senpai dan kōhai|senpai]]"-nya.


Natsuki juga muncul dalam versi yang ditingkatkan dari permainan pertama, ''[[Doki Doki Literature Club!|Doki Doki Literature Club Plus!]]'' (2021), yang mengeksplorasi bagaimana keempat gadis tersebut akhirnya membentuk klub sastra.
Natsuki juga muncul dalam versi yang ditingkatkan dari permainan pertama, ''[[Doki Doki Literature Club!|Doki Doki Literature Club Plus!]]'' (2021), yang mengeksplorasi bagaimana keempat gadis tersebut akhirnya membentuk klub sastra.


Natsuki telah memiliki berbagai galas, termasuk figur [[Nendoroid]], jam tangan bertema dirinya, dan dua figura [[Youtooz|YouTooz]].
Natsuki telah memiliki berbagai galas, termasuk figur [[Nendoroid]], jam tangan bertema dirinya, dan dua figura [[Youtooz|YouTooz]].<ref>Jenni Lada. [https://www.siliconera.com/check-out-the-doki-doki-literature-club-monika-figure-and-natsuki-nendoroid/ Check Out the Doki Doki Literature Club Monika Figure and Natsuki Nendoroid]. ''Siliconera''. February 11, 2023.</ref><ref>Stephanie Liu. [https://www.siliconera.com/doki-doki-literature-club-super-groupies-merchandise-shows-monika-love/?dummy_feature=true Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love]. ''Siliconera''. May 30, 2023.</ref><ref>[https://youtooz.com/products/natsuki Natsuki – Youtooz Collectibles]. ''Youtooz''.</ref><ref>[https://youtooz.com/products/picnic-natsuki Picnic Natsuki – Youtooz Collectibles]. ''Youtooz''.</ref>


== Penerimaan ==
== Penerimaan ==
Natsuki secara umum mendapat sambutan positif. Penulis Christopher Patterson menyoroti kontras antara Natsuki dan Yuri, dengan menyebut Yuri sebagai "''[[oni]]'' biru" dan Natsuki sebagai "''[[oni]]'' merah". Ia juga membahas penampilannya, dengan berkomentar bahwa pakaian merah mudanya dan rambut merahnya mencerminkan "sifatnya yang dingin dan berapi-api". Penulis ''[[Destructoid]]'', Charlotte Cutts, menyebut adegan Natsuki muntah saat melihat mayat Yuri sebagai salah satu hal paling mengejutkan yang pernah ia lihat dalam sebuah permainan video. Penulis ''[[GameSpot]]'', Lucy James, merasa ''Doki Doki Literature Club!'' mengganggu karena berbagai hal yang menimpa para karakternya. Namun, ia menyebut momen bersama Natsuki sebagai yang paling menonjol, di mana Natsuki membacakan puisi yang tidak masuk akal, mulai kehilangan kendali, mematahkan lehernya sendiri, dan berlari ke arah layar.
Natsuki secara umum mendapat sambutan positif. Penulis Christopher Patterson menyoroti kontras antara Natsuki dan Yuri, dengan menyebut Yuri sebagai "''[[oni]]'' biru" dan Natsuki sebagai "''[[oni]]'' merah". Ia juga membahas penampilannya, dengan berkomentar bahwa pakaian merah mudanya dan rambut merahnya mencerminkan "sifatnya yang dingin dan berapi-api".<ref>Christopher Patterson. [https://read.dukeupress.edu/american-literature/article-abstract/94/1/17/294058/Making-Queer-Asiatic-Worlds-Performance-and-Racial Making Queer Asiatic Worlds: Performance and Racial Interaction in North American Visual Novels]. ''Duke University Press''. 2022.</ref> Penulis ''[[Destructoid]]'', Charlotte Cutts, menyebut adegan Natsuki muntah saat melihat mayat Yuri sebagai salah satu hal paling mengejutkan yang pernah ia lihat dalam sebuah permainan video.<ref>Charlotte Cutts. [https://www.destructoid.com/whats-the-last-game-that-scared-you-silly/ What's the last game that scared you silly?]. ''Destructoid''. December 16, 2017.</ref> Penulis ''[[GameSpot]]'', Lucy James, merasa ''Doki Doki Literature Club!'' mengganggu karena berbagai hal yang menimpa para karakternya. Namun, ia menyebut momen bersama Natsuki sebagai yang paling menonjol, di mana Natsuki membacakan puisi yang tidak masuk akal, mulai kehilangan kendali, mematahkan lehernya sendiri, dan berlari ke arah layar.<ref>Lucy James. [https://www.gamespot.com/gallery/gamings-8-scariest-moments-that-terrified-the-bejesus-out-of-us/2900-3710/ Gaming's 8 Scariest Moments (That Terrified The Bejesus Out Of Us)]. ''GameSpot''. April 1, 2021.</ref>


Saat membahas penggambaran gangguan mental Sayori, yang menurut penulis ''Fanbyte'', Kara Dennison, ditangani dengan cerdas, ia merasa bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Natsuki dari ayahnya "tidak seberapa terlihat seperti yang kita anggap". Ia membahas bagaimana Natsuki menggunakan klub sebagai ruang aman, baik untuk dirinya sendiri maupun manganya, ingin menjaga klub tetap "kecil, akrab, dan aman". Ia juga mencatat bahwa perilaku agresifnya terhadap protagonis, alih-alih merupakan hasil penulisan Salvato, adalah penulisan ulang dalam dunia cerita yang disebabkan oleh narsisme Monika.
Saat membahas penggambaran gangguan mental Sayori, yang menurut penulis ''Fanbyte'', Kara Dennison, ditangani dengan cerdas, ia merasa bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Natsuki dari ayahnya "tidak seberapa terlihat seperti yang kita anggap". Ia membahas bagaimana Natsuki menggunakan klub sebagai ruang aman, baik untuk dirinya sendiri maupun manganya, ingin menjaga klub tetap "kecil, akrab, dan aman". Ia juga mencatat bahwa perilaku agresifnya terhadap protagonis, alih-alih merupakan hasil penulisan Salvato, adalah penulisan ulang dalam dunia cerita yang disebabkan oleh narsisme Monika.<ref>Kara Dennison. [https://www.fanbyte.com/legacy/doki-doki-literature-club The Four Faces of Doki Doki Literature Club]. ''Fanbyte''. March 5, 2020.</ref>


Natsuki menjadi subjek [[meme]], di mana orang-orang menganalisis penampilannya dan gerak-geriknya untuk menentukan apakah ia [[Transgender|dilahirkan sebagai laki-laki]], yang disebut sebagai "[[Bahasa gaul LGBT|trap]]" (memanggilnya "Trapsuki"). Orang-orang berdebat hal ini karena dia memiliki bahu lebar dan dada rata, meskipun yang lain menemukan bahwa proporsinya mirip dengan wanita [[cisgender]]. Penulis ''[[The Daily Dot]]'', Ana Valens, menganggap hal ini [[Transfobia|transfobik]], dengan alasan bahwa istilah tersebut menyiratkan bahwa wanita transgender dan pria yang berpakaian seperti wanita "menjebak" pria ke dalam hubungan seksual, terutama karena penggunaannya baru-baru ini untuk merujuk pada wanita transgender. Dia menyatakan bahwa baik wanita cisgender maupun transgender memiliki variasi tubuh yang signifikan, sehingga analisis semacam itu tidak dapat diandalkan untuk membedakan keduanya. Setelah seorang pengguna [[Twitter]] meminta Salvato untuk men-tweet bahwa "Natsuki adalah trap", Salvato menolak melakukannya, menyebut meme tersebut tidak sopan dan meminta orang-orang untuk berhenti. Ketika ditanya apakah orang-orang dapat menginterpretasikan dirinya sebagai wanita transgender, Salvato mendorong orang-orang untuk membuat interpretasi pribadi mereka sendiri tentang dirinya.
Natsuki menjadi subjek [[meme]], di mana orang-orang menganalisis penampilannya dan gerak-geriknya untuk menentukan apakah ia [[Transgender|dilahirkan sebagai laki-laki]], yang disebut sebagai "[[Bahasa gaul LGBT|trap]]" (memanggilnya "Trapsuki"). Orang-orang berdebat hal ini karena dia memiliki bahu lebar dan dada rata, meskipun yang lain menemukan bahwa proporsinya mirip dengan wanita [[cisgender]]. Penulis ''[[The Daily Dot]]'', Ana Valens, menganggap hal ini [[Transfobia|transfobik]], dengan alasan bahwa istilah tersebut menyiratkan bahwa wanita transgender dan pria yang berpakaian seperti wanita "menjebak" pria ke dalam hubungan seksual, terutama karena penggunaannya baru-baru ini untuk merujuk pada wanita transgender. Dia menyatakan bahwa baik wanita cisgender maupun transgender memiliki variasi tubuh yang signifikan, sehingga analisis semacam itu tidak dapat diandalkan untuk membedakan keduanya. Setelah seorang pengguna [[Twitter]] meminta Salvato untuk men-tweet bahwa "Natsuki adalah trap", Salvato menolak melakukannya, menyebut meme tersebut tidak sopan dan meminta orang-orang untuk berhenti. Ketika ditanya apakah orang-orang dapat menginterpretasikan dirinya sebagai wanita transgender, Salvato mendorong orang-orang untuk membuat interpretasi pribadi mereka sendiri tentang dirinya.<ref>Ana Valens. [https://www.dailydot.com/unclick/doki-doki-literature-club-natsuki-trap/ Doki Doki Literature Club creator shuts down transphobic 'Natsuki is a trap' meme]. ''The Daily Dot''. January 17, 2018.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* ''[[Tsundere]]''
* ''[[Tsundere]]''


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natsuki+%28Doki+Doki+Literature+Club%21%29&oldid=29318781 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29318781 (2026-06-06T06:32:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natsuki+%28Doki+Doki+Literature+Club%21%29&oldid=29318781 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29318781 (2026-06-06T06:32:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 13.58

adalah salah satu karakter dalam seri permainan video Doki Doki Literature Club!. Ia merupakan salah satu dari empat gadis di klub sastra yang menjadi judul permainan tersebut, bersama Sayori, Yuri, dan Monika. Ia adalah karakter tsundere yang memiliki latar belakang kisah kekerasan dalam rumah tangga oleh ayahnya, dengan sifat-sifatnya yang pada akhirnya menjadi lebih menonjol akibat campur tangan Monika dalam file-file permainan tersebut. Ia diciptakan oleh Dan Salvato, yang menyadari "kenyataan" di balik dirinya dan karakter-karakter lainnya. Karakternya terinspirasi oleh orang-orang yang mengalami depresi dalam kehidupan Salvato.

Natsuki umumnya mendapat sambutan positif dari para kritikus, dengan banyak yang mencatat adegan-adegan yang melibatkan dirinya sebagai sangat mengganggu. Dia adalah anggota klub terakhir yang dihapus oleh Monika di akhir "akt dua" permainan.

Konsep dan penciptaan

Natsuki diciptakan untuk Doki Doki Literature Club! oleh Dan Salvato. Dia menunjukkan sifat-sifat tsundere, tipe kepribadian yang secara luar terlihat agresif, tetapi secara dalam lembut terhadap objek kasih sayangnya.[1] Natsuki tinggal di lingkungan keluarga yang kasar, melarikan diri dari kekerasan ayahnya dengan mengikuti klub sastra, membuat kue cangkir dan kue kering, serta membaca manga. Perilakunya menjadi semakin agresif seiring berjalannya permainan akibat modifikasi yang dilakukan Monika terhadap permainan video dan berkas-berkasnya.[2]

Salvato menciptakan karakter-karakter standar berdasarkan arketipe anime yang diberi nama Jepang untuk menonjolkan suasana pseudo-Jepang.[3] Saat merancang para karakter Doki Doki Literature Club!, Salvato mulai menyadari "kenyataan" di balik Natsuki dan karakter lain dalam permainan. Dia berusaha terhubung dengan karakter-karakter tersebut, dan karenanya mengeksplorasi "ketidakamanan dan sifat-sifat kepribadian yang realistis" mereka. Dia mencatat bahwa Natsuki dipengaruhi oleh depresi yang dialami orang-orang di sekitarnya.[4] Karena kurangnya keterampilan artistik Salvato saat itu, dia membuat desain Natsuki dan karakter lain menggunakan program pembuatan anime gratis, yang digunakan dalam versi uji coba permainan.[5] Salvato menyadari bahwa produk dengan kualitas seperti itu tidak akan memuaskan para pemain potensial,[6] sehingga desain finalnya dalam permainan ditangani oleh seniman lepas Satchely.[7]

Penampilan

Natsuki muncul dalam permainan video Doki Doki Literature Club! (2017), sebagai salah satu dari empat anggota klub sastra dalam permainan tersebut, bersama dengan Sayori, Yuri, dan Monika. Natsuki, bersama yang lain, menulis puisi, dan pemain membuat puisi mereka sendiri, dapat memilih kata-kata yang mungkin lebih menarik bagi Natsuki, Sayori, atau Yuri, yang memengaruhi dengan siapa karakter pemain menghabiskan waktu. Pemain dapat membantu Natsuki atau Yuri selama festival budaya, di mana salah satu karakter tersebut mencoba mencium karakter pemain sebelum diganggu oleh Sayori. Natsuki kadang-kadang berselisih dengan Yuri untuk mendapatkan perhatian protagonis, dan pertengkaran mereka menjadi lebih panas dan pribadi setelah campur tangan Monika.

Seiring berjalannya permainan, pemain menemukan bahwa Natsuki mengalami gizi buruk dan mengalami kekerasan dari ayahnya. Akibat distorsi yang disebabkan oleh Monika, beberapa glitch mungkin terjadi padanya, termasuk satu di mana lehernya patah dan dia berlari ke layar. Natsuki menulis catatan kepada protagonis yang disamarkan sebagai puisi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesejahteraan Yuri dan meminta agar mereka tidak memberitahu Monika, menunjukkan bahwa dia menyadari perilaku gadis-gadis lain sebagai hal yang tidak biasa. Kemudian, Yuri mengaku cinta, dan pada akhirnya bunuh diri terlepas dari respons pemain. Ketika Natsuki menemukan mayatnya, dia muntah, lalu berlari keluar ruangan sebelum dihapus oleh Monika. Setelah pemain mengalahkan Monika, dia mengungkapkan penyesalannya, memulihkan dunia, kecuali dirinya sendiri.

Ada dua akhir cerita yang mungkin terjadi. Jika pemain menyelesaikan permainan secara normal, Sayori menjadi sadar diri sebagai karakter permainan, menjadi megalomania seperti Monika, yang pada akhirnya menyebabkan Monika menghapus seluruh permainan, termasuk Natsuki. Jika pemain memastikan untuk menyaksikan semua adegan di babak pertama, adegan yang sama terjadi, kecuali Sayori mampu mengendalikan dirinya saat sadar diri, memungkinkan dirinya, Natsuki, dan Yuri untuk terus exist.

Natsuki kembali dalam Yandere Simulator, dengan gaya rambutnya ditambahkan untuk karakter yang dapat dimainkan dalam permainan tersebut pada tahun 2018,[8][9] seorang siswi sekolah yang sangat tergila-gila dan dijuluki "Yandere-chan" yang berusaha "menghilangkan" (membunuh) siapa pun yang dia yakini menarik perhatian "senpai"-nya.

Natsuki juga muncul dalam versi yang ditingkatkan dari permainan pertama, Doki Doki Literature Club Plus! (2021), yang mengeksplorasi bagaimana keempat gadis tersebut akhirnya membentuk klub sastra.

Natsuki telah memiliki berbagai galas, termasuk figur Nendoroid, jam tangan bertema dirinya, dan dua figura YouTooz.[10][11][12][13]

Penerimaan

Natsuki secara umum mendapat sambutan positif. Penulis Christopher Patterson menyoroti kontras antara Natsuki dan Yuri, dengan menyebut Yuri sebagai "oni biru" dan Natsuki sebagai "oni merah". Ia juga membahas penampilannya, dengan berkomentar bahwa pakaian merah mudanya dan rambut merahnya mencerminkan "sifatnya yang dingin dan berapi-api".[14] Penulis Destructoid, Charlotte Cutts, menyebut adegan Natsuki muntah saat melihat mayat Yuri sebagai salah satu hal paling mengejutkan yang pernah ia lihat dalam sebuah permainan video.[15] Penulis GameSpot, Lucy James, merasa Doki Doki Literature Club! mengganggu karena berbagai hal yang menimpa para karakternya. Namun, ia menyebut momen bersama Natsuki sebagai yang paling menonjol, di mana Natsuki membacakan puisi yang tidak masuk akal, mulai kehilangan kendali, mematahkan lehernya sendiri, dan berlari ke arah layar.[16]

Saat membahas penggambaran gangguan mental Sayori, yang menurut penulis Fanbyte, Kara Dennison, ditangani dengan cerdas, ia merasa bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Natsuki dari ayahnya "tidak seberapa terlihat seperti yang kita anggap". Ia membahas bagaimana Natsuki menggunakan klub sebagai ruang aman, baik untuk dirinya sendiri maupun manganya, ingin menjaga klub tetap "kecil, akrab, dan aman". Ia juga mencatat bahwa perilaku agresifnya terhadap protagonis, alih-alih merupakan hasil penulisan Salvato, adalah penulisan ulang dalam dunia cerita yang disebabkan oleh narsisme Monika.[17]

Natsuki menjadi subjek meme, di mana orang-orang menganalisis penampilannya dan gerak-geriknya untuk menentukan apakah ia dilahirkan sebagai laki-laki, yang disebut sebagai "trap" (memanggilnya "Trapsuki"). Orang-orang berdebat hal ini karena dia memiliki bahu lebar dan dada rata, meskipun yang lain menemukan bahwa proporsinya mirip dengan wanita cisgender. Penulis The Daily Dot, Ana Valens, menganggap hal ini transfobik, dengan alasan bahwa istilah tersebut menyiratkan bahwa wanita transgender dan pria yang berpakaian seperti wanita "menjebak" pria ke dalam hubungan seksual, terutama karena penggunaannya baru-baru ini untuk merujuk pada wanita transgender. Dia menyatakan bahwa baik wanita cisgender maupun transgender memiliki variasi tubuh yang signifikan, sehingga analisis semacam itu tidak dapat diandalkan untuk membedakan keduanya. Setelah seorang pengguna Twitter meminta Salvato untuk men-tweet bahwa "Natsuki adalah trap", Salvato menolak melakukannya, menyebut meme tersebut tidak sopan dan meminta orang-orang untuk berhenti. Ketika ditanya apakah orang-orang dapat menginterpretasikan dirinya sebagai wanita transgender, Salvato mendorong orang-orang untuk membuat interpretasi pribadi mereka sendiri tentang dirinya.[18]

Lihat pula

Referensi

  1. Fanny Barnabé. The Playful Function of Paratext in Visual Novels: the Case of Doki Doki Literature Club!.
  2. Fanny Barnabé. The Playful Function of Paratext in Visual Novels: the Case of Doki Doki Literature Club!.
  3. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 4
  4. Otter Lee. Interviews We Interviewed DOKI DOKI LITERATURE CLUB'S Twisted Creator, Dan Salvato. Asian Crush. January 3, 2018.
  5. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 5
  6. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 5
  7. Salvato, Dan (2017) Doki Doki Literature Club! Concept Art Booklet, p. 16
  8. Happy New Year!. Yandere Simulator Development Blog. January 1, 2018.
  9. It's cool, I gave him permission under the condition that their likeness isn't exploited or used for profit in any way. January 2, 2018.
  10. Jenni Lada. Check Out the Doki Doki Literature Club Monika Figure and Natsuki Nendoroid. Siliconera. February 11, 2023.
  11. Stephanie Liu. Doki Doki Literature Club Super Groupies Merchandise Shows Monika Love. Siliconera. May 30, 2023.
  12. Natsuki – Youtooz Collectibles. Youtooz.
  13. Picnic Natsuki – Youtooz Collectibles. Youtooz.
  14. Christopher Patterson. Making Queer Asiatic Worlds: Performance and Racial Interaction in North American Visual Novels. Duke University Press. 2022.
  15. Charlotte Cutts. What's the last game that scared you silly?. Destructoid. December 16, 2017.
  16. Lucy James. Gaming's 8 Scariest Moments (That Terrified The Bejesus Out Of Us). GameSpot. April 1, 2021.
  17. Kara Dennison. The Four Faces of Doki Doki Literature Club. Fanbyte. March 5, 2020.
  18. Ana Valens. Doki Doki Literature Club creator shuts down transphobic 'Natsuki is a trap' meme. The Daily Dot. January 17, 2018.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29318781 (2026-06-06T06:32:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.