Lompat ke isi

Penyemaian awan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29576167; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Cloud_Seeding.svg|thumb|right|280px|Cloud Seeding]]
'''Penyemaian awan''' atau lebih dikenal dengan hujan buatan adalah suatu bentuk [[modifikasi cuaca]] dengan cara mengubah jumlah atau jenis [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] yang turun dari [[awan]], melalui penyebaran zat-zat ke [[udara]] yang berfungsi sebagai [[inti kondensasi awan|kondensasi awan]] atau [[inti es]], yang mengubah proses mikrofisika dalam awan. Tujuan yang lazim adalah untuk meningkatkan presipitasi (hujan atau [[salju]]), tetapi mencegah terjadinya hujan es dan kabut juga secara luas dipraktikkan di [[bandar udara]], di mana kondisi cuaca buruk terjadi.
'''Penyemaian awan''' atau lebih dikenal dengan hujan buatan adalah suatu bentuk [[modifikasi cuaca]] dengan cara mengubah jumlah atau jenis [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]] yang turun dari [[awan]], melalui penyebaran zat-zat ke [[udara]] yang berfungsi sebagai [[inti kondensasi awan|kondensasi awan]] atau [[inti es]], yang mengubah proses mikrofisika dalam awan. Tujuan yang lazim adalah untuk meningkatkan presipitasi (hujan atau [[salju]]), tetapi mencegah terjadinya hujan es dan kabut juga secara luas dipraktikkan di [[bandar udara]], di mana kondisi cuaca buruk terjadi.


Penyemaian awan juga terjadi secara alami disebabkan oleh [[inti es|nukleator es]], sebagian besar berasal dari bakteri.
Penyemaian awan juga terjadi secara alami disebabkan oleh [[inti es|nukleator es]], sebagian besar berasal dari bakteri.<ref>[https://archive.org/details/sim_science_2008-02-29_319_5867/page/1214 Ubiquity of biological ice nucleators in snowfall]. ''Science''. 2008. Vol. 319 (5867). hlm. 1214. doi:10.1126/science.1149757.</ref>


== Metodologi ==
== Metodologi ==
[[Zat kimia|Bahan kimia]] yang paling umum digunakan untuk penyemaian awan meliputi [[perak iodida]], [[kalium iodida]], dan [[es kering]] ([[karbon dioksida]] padat). [[Propana cair]], yang mengembang menjadi gas, juga telah digunakan. Ini dapat menghasilkan kristal es pada suhu yang lebih tinggi daripada perak iodida. Setelah penelitian yang menjanjikan, penggunaan bahan [[higroskopi]]s, seperti [[garam dapur]], menjadi lebih populer.<ref>S A. Hill. ''Nonlinear climate response to regional brightening of tropical marine stratocumulus''. ''Geophysical Research Letters''. 2012. Vol. 39. hlm. L15707. doi:10.1029/2012GL052064.</ref>


[[Zat kimia|Bahan kimia]] yang paling umum digunakan untuk penyemaian awan meliputi [[perak iodida]], [[kalium iodida]], dan [[es kering]] ([[karbon dioksida]] padat). [[Propana cair]], yang mengembang menjadi gas, juga telah digunakan. Ini dapat menghasilkan kristal es pada suhu yang lebih tinggi daripada perak iodida. Setelah penelitian yang menjanjikan, penggunaan bahan [[higroskopi]]s, seperti [[garam dapur]], menjadi lebih populer.
Ketika penyemaian awan, peningkatan hujan salju terjadi ketika suhu di dalam awan berada di antara .<ref>Cloud seeding, no longer magical thinking, is poised for use this winter"], ''Sacramento Bee'', Nov. 11, 2013</ref> Pemasukan zat seperti perak iodida, yang memiliki struktur [[kristal]] mirip dengan es,<ref>B. Vonnegut. [http://science.sciencemag.org/content/174/4012/945 Ice Nucleation by Coprecipitated Silver Iodide and Silver Bromide]. ''Science''. 1971-11-26. Vol. 174 (4012). hlm. 945–946. doi:10.1126/science.174.4012.945.</ref> akan menghasilkan [[nukleasi]] [[pembekuan]].
 
Ketika penyemaian awan, peningkatan hujan salju terjadi ketika suhu di dalam awan berada di antara . Pemasukan zat seperti perak iodida, yang memiliki struktur [[kristal]] mirip dengan es, akan menghasilkan [[nukleasi]] [[pembekuan]].
 
== Referensi ==
=== Catatan ===
 
 
=== Daftar pustaka ===
* Schaefer, Vincent J. ''Serendipity in Science: My Twenty Years at Langmuir University'' 2013 Compiled and Edited by Don Rittner. Square Circle Press, Voorheesville, NY
Note: Chapter Six (6) "The War Ends as I Discover Cloud Seeding" Schaefer discusses the conversations with Langmuir while climbing Mount Washington (pg 118-119) and then describes the event "My Discovery of Dry Ice Seeding" on pages 128-129. References by his son, James M Schaefer, Ph.D. 6-24-2013


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.thingsasian.com/goto_article/article.2843.html Rainmaking in China]
* [http://www.thingsasian.com/goto_article/article.2843.html Rainmaking in China]
* [http://cloudseeding.dri.edu/ Nevada State Cloud Seeding Program]
* [http://cloudseeding.dri.edu/ Nevada State Cloud Seeding Program]  
* [https://data.epo.org/publication-server/pdf-document?PN=EP1491088%20EP%201491088&iDocId=5690541&iepatch=.pdf European patent EP 1 491 088 ''Weather modification by royal rainmaking technology'']
* [https://data.epo.org/publication-server/pdf-document?PN=EP1491088%20EP%201491088&iDocId=5690541&iepatch=.pdf European patent EP 1 491 088 ''Weather modification by royal rainmaking technology'']


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyemaian+awan&oldid=29576167 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576167 (2026-08-14T09:42:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyemaian+awan&oldid=29576167 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576167 (2026-08-14T09:42:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.04

Cloud Seeding

Penyemaian awan atau lebih dikenal dengan hujan buatan adalah suatu bentuk modifikasi cuaca dengan cara mengubah jumlah atau jenis presipitasi yang turun dari awan, melalui penyebaran zat-zat ke udara yang berfungsi sebagai kondensasi awan atau inti es, yang mengubah proses mikrofisika dalam awan. Tujuan yang lazim adalah untuk meningkatkan presipitasi (hujan atau salju), tetapi mencegah terjadinya hujan es dan kabut juga secara luas dipraktikkan di bandar udara, di mana kondisi cuaca buruk terjadi.

Penyemaian awan juga terjadi secara alami disebabkan oleh nukleator es, sebagian besar berasal dari bakteri.[1]

Metodologi

Bahan kimia yang paling umum digunakan untuk penyemaian awan meliputi perak iodida, kalium iodida, dan es kering (karbon dioksida padat). Propana cair, yang mengembang menjadi gas, juga telah digunakan. Ini dapat menghasilkan kristal es pada suhu yang lebih tinggi daripada perak iodida. Setelah penelitian yang menjanjikan, penggunaan bahan higroskopis, seperti garam dapur, menjadi lebih populer.[2]

Ketika penyemaian awan, peningkatan hujan salju terjadi ketika suhu di dalam awan berada di antara .[3] Pemasukan zat seperti perak iodida, yang memiliki struktur kristal mirip dengan es,[4] akan menghasilkan nukleasi pembekuan.

Pranala luar

Referensi

  1. Ubiquity of biological ice nucleators in snowfall. Science. 2008. Vol. 319 (5867). hlm. 1214. doi:10.1126/science.1149757.
  2. S A. Hill. Nonlinear climate response to regional brightening of tropical marine stratocumulus. Geophysical Research Letters. 2012. Vol. 39. hlm. L15707. doi:10.1029/2012GL052064.
  3. Cloud seeding, no longer magical thinking, is poised for use this winter"], Sacramento Bee, Nov. 11, 2013
  4. B. Vonnegut. Ice Nucleation by Coprecipitated Silver Iodide and Silver Bromide. Science. 1971-11-26. Vol. 174 (4012). hlm. 945–946. doi:10.1126/science.174.4012.945.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576167 (2026-08-14T09:42:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.