Klorambusil: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26479911; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Klorambusil''' adalah obat yang digunakan untuk mengobati [[leukemia]] limfositik kronis dan berbagai penyakit [[getah bening]], termasuk limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, dan jenis limfoma lainnya. Obat ini termasuk dalam kategori sitotoksik yang dikenal sebagai agen alkilasi, yang berfungsi dengan cara mengganggu pertumbuhan [[sel kanker]]. Sel-sel kanker dihancurkan oleh obat ini sehingga tidak dapat berkembang atau menyebar ke jaringan tubuh lainnya. | [[File:Chlorambucil.svg|thumb|right|280px|Chlorambucil]] | ||
'''Klorambusil''' adalah obat yang digunakan untuk mengobati [[leukemia]] limfositik kronis dan berbagai penyakit [[getah bening]], termasuk limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, dan jenis limfoma lainnya. Obat ini termasuk dalam kategori sitotoksik yang dikenal sebagai agen alkilasi, yang berfungsi dengan cara mengganggu pertumbuhan [[sel kanker]]. Sel-sel kanker dihancurkan oleh obat ini sehingga tidak dapat berkembang atau menyebar ke jaringan tubuh lainnya.<ref>[https://hellosehat.com/obat-suplemen/chlorambucil-klorambusil/ Chlorambucil: Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dll]. ''Hello Sehat''. 2022-06-22.</ref> | |||
== Efek samping == | == Efek samping == | ||
| Baris 37: | Baris 39: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorambusil&oldid=26479911 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26479911 (2024-10-31T05:38:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.07
Klorambusil adalah obat yang digunakan untuk mengobati leukemia limfositik kronis dan berbagai penyakit getah bening, termasuk limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, dan jenis limfoma lainnya. Obat ini termasuk dalam kategori sitotoksik yang dikenal sebagai agen alkilasi, yang berfungsi dengan cara mengganggu pertumbuhan sel kanker. Sel-sel kanker dihancurkan oleh obat ini sehingga tidak dapat berkembang atau menyebar ke jaringan tubuh lainnya.[1]
Efek samping
Efek samping umum
Terdapat beberapa efek samping umum yang mungkin dialami oleh setiap pasien yang menjalani pengobatan ini, meskipun sebagian kecil pasien mungkin tidak merasakan efek samping tersebut. Efek samping yang sering muncul meliputi:
- demam
- rasa tidak enak badan
- menggigil dan gemetar
- batuk dan sakit tenggorokan
- sesak napas
- diare
- frekuensi buang air kecil yang meningkat
- mimisan
- gusi berdarah
- munculnya bintik merah pada kulit
- ruam kulit
- pusing
- wajah pucat
- serta kelelahan dan kehilangan semangat.
Efek samping langka
Selain efek samping umum, chlorambucil juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih jarang terjadi. Sebagian kecil pasien mungkin mengalami efek samping langka seperti:
- demam tinggi
- kulit yang mengelupas atau melepuh
- nyeri pada mulut atau mata
- mengi
- nyeri otot
- lesi merah pada kulit
- kejang
- tremor pada tangan atau kaki
- gerakan tubuh yang tiba-tiba
- serta mata merah akibat iritasi.
Referensi
- ↑ Chlorambucil: Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dll. Hello Sehat. 2022-06-22.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26479911 (2024-10-31T05:38:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.