Lompat ke isi

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29649578; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Kostrad.svg|thumb|right|280px|Kostrad]]
'''Komando Strategis Angkatan Darat''' atau biasa disingkat '''Kostrad''' adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh [[TNI Angkatan Darat]]. Kostrad merupakan satuan elit TNI inisiasi Jenderal [[Abdul Haris Nasution]].
'''Komando Strategis Angkatan Darat''' atau biasa disingkat '''Kostrad''' adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh [[TNI Angkatan Darat]]. Kostrad merupakan satuan elit TNI inisiasi Jenderal [[Abdul Haris Nasution]].


Baris 10: Baris 12:
Markas Kostrad berada di Jl. Medan Merdeka Timur No.3, RT.02/RW.001, Gambir, Kecamatan Gambir, [[Kota Jakarta Pusat]], [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta]].
Markas Kostrad berada di Jl. Medan Merdeka Timur No.3, RT.02/RW.001, Gambir, Kecamatan Gambir, [[Kota Jakarta Pusat]], [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta]].
== Sejarah ==
== Sejarah ==
Gagasan dibentuknya [[Kostrad]] tercetus dari Kasad [[Abdul Haris Nasution|Jenderal TNI A.H. Nasution]] pada tahun 1960, dengan keluarnya Skep Kasad No. KPTS.1067/12/1960 tgl. 27 Desember 1960, yang dipicu masalah Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda.
Gagasan dibentuknya [[Kostrad]] tercetus dari Kasad [[Abdul Haris Nasution|Jenderal TNI A.H. Nasution]] pada tahun 1960, dengan keluarnya Skep Kasad No. KPTS.1067/12/1960 tgl. 27 Desember 1960, yang dipicu masalah Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda.


Baris 29: Baris 30:
Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan dengan tiga divisi infanteri yaitu [[Divisi Infanteri 1/Kostrad|Divisi I]] yang bermarkas di [[Cilodong, Depok]], [[Jawa Barat]], [[Divisi Infanteri 2/Kostrad|Divisi II]] yang bermarkas di [[Singosari, Malang]], [[Jawa Timur]], dan [[Divisi Infanteri 3/Kostrad|Divisi III]] yang bermarkas di [[Bontomarannu, Gowa]], [[Sulawesi Selatan]]. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infanteri.
Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan dengan tiga divisi infanteri yaitu [[Divisi Infanteri 1/Kostrad|Divisi I]] yang bermarkas di [[Cilodong, Depok]], [[Jawa Barat]], [[Divisi Infanteri 2/Kostrad|Divisi II]] yang bermarkas di [[Singosari, Malang]], [[Jawa Timur]], dan [[Divisi Infanteri 3/Kostrad|Divisi III]] yang bermarkas di [[Bontomarannu, Gowa]], [[Sulawesi Selatan]]. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infanteri.
==Fungsi & tugas pokok==
==Fungsi & tugas pokok==
Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/09/III/1985 tanggal tanggal 6 Maret 1985 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan tugas Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), diatur bahwa Kostrad sebagai Komando Utama Pembinaan berkedudukan langsung di bawah Kasad, sedangkan sebagai Komando Utama Operasional Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Kostrad bertugas pokok membina kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya dan menyelenggarakan Operasi Pertahanan Keamanan tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI. Guna melaksanakan tugas tersebut Kostrad menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi utama dalam pengembangan kekuatan, pertempuran dan administrasi, fungsi organik militer baik intelijen, operasi dan latihan, pembinaan personel, logistik, dan teritorial serta fungsi organik pembinaan dalam perencanaan, pengendalian dan pengawasan.
Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/09/III/1985 tanggal tanggal 6 Maret 1985 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan tugas Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), diatur bahwa Kostrad sebagai Komando Utama Pembinaan berkedudukan langsung di bawah Kasad, sedangkan sebagai Komando Utama Operasional Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Kostrad bertugas pokok membina kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya dan menyelenggarakan Operasi Pertahanan Keamanan tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI. Guna melaksanakan tugas tersebut Kostrad menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi utama dalam pengembangan kekuatan, pertempuran dan administrasi, fungsi organik militer baik intelijen, operasi dan latihan, pembinaan personel, logistik, dan teritorial serta fungsi organik pembinaan dalam perencanaan, pengendalian dan pengawasan.
== Struktur ==
== Struktur ==
Pada bidang organisasi, Kostrad memiliki struktur organisasi yang ditetapkan oleh [[KSAD|Kepala Staf TNI-AD]] berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Kep/9/03/85 tanggal 6 Maret 1985. Kostrad dipimpin oleh seorang [[Pangkostrad]] berpangkat [[Letnan Jenderal]] TNI. Dalam tugas sehari-hari Pangkostrad dibantu oleh seorang Kepala Staf berpangkat [[Mayor Jenderal]] TNI, unsur pembantu pimpinan yakni Staf Pribadi (Spri), Inspektorat Kostrad (Ir Kostrad), dan Staf Umum Kostrad yaitu para Asisten Kepala Staf yang berfungsi sebagai pengawas pelaksanaan kegiatan masing-masing bidang kegiatan. Sedangkan unsur pelaksana pada Kostrad terdiri dari Badan Pelaksana (Balak), Satuan tempur (Satpur), dan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur).
Pada bidang organisasi, Kostrad memiliki struktur organisasi yang ditetapkan oleh [[KSAD|Kepala Staf TNI-AD]] berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Kep/9/03/85 tanggal 6 Maret 1985. Kostrad dipimpin oleh seorang [[Pangkostrad]] berpangkat [[Letnan Jenderal]] TNI. Dalam tugas sehari-hari Pangkostrad dibantu oleh seorang Kepala Staf berpangkat [[Mayor Jenderal]] TNI, unsur pembantu pimpinan yakni Staf Pribadi (Spri), Inspektorat Kostrad (Ir Kostrad), dan Staf Umum Kostrad yaitu para Asisten Kepala Staf yang berfungsi sebagai pengawas pelaksanaan kegiatan masing-masing bidang kegiatan. Sedangkan unsur pelaksana pada Kostrad terdiri dari Badan Pelaksana (Balak), Satuan tempur (Satpur), dan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur).
=== Daftar pejabat ===
=== Daftar pejabat ===
=== Eselon Pimpinan ===
=== Eselon Pimpinan ===
# Pangkostrad: Letjen TNI [[Mohammad Fadjar]]
# Pangkostrad: Letjen TNI [[Mohammad Fadjar]]
#* Kaskostrad: Mayjen TNI [[Sachono]]
#* Kaskostrad: Mayjen TNI [[Sachono]]
Baris 103: Baris 101:
#* Inspektur Divif 3/Kostrad: Brigjen TNI Dedi Prihatmodjo
#* Inspektur Divif 3/Kostrad: Brigjen TNI Dedi Prihatmodjo
==Brevet==
==Brevet==
 
Berdasarkan Petunjuk pelaksanaan Panglima Kostrad Nomor : Juklak/1/03/2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personil militer Kostrad, maka terhitung mulai tanggal 15 Maret 2016 seluruh personil militer Kostrad dan mantan prajurit Kostrad berhak menggunakan Brevet Cakra. Dan untuk personil militer yang baru masuk Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang diselenggarakan secara terpusat.<ref>[https://kostrad.mil.id/sejarah/ "Ikhtisar Sejarah Kostrad"]</ref>
Berdasarkan Petunjuk pelaksanaan Panglima Kostrad Nomor : Juklak/1/03/2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personil militer Kostrad, maka terhitung mulai tanggal 15 Maret 2016 seluruh personil militer Kostrad dan mantan prajurit Kostrad berhak menggunakan Brevet Cakra. Dan untuk personil militer yang baru masuk Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang diselenggarakan secara terpusat.
== Latihan cakra ==
== Latihan cakra ==
Pelaksanaan latihan Cakra merupakan bentuk standardisasi latihan yang dilakukan [[Kostrad]] untuk memperoleh prajurit yang berkemampuan khusus. Setiap prajurit [[Kostrad]] sejatinya memang dituntut untuk memiliki kualifikasi sebagai prajurit yang mahir dalam menembak dan berperang. Peserta latihan adalah prajurit-prajurit pilihan yang telah lolos seleksi dan memenuhi syarat untuk mengikuti latihan standardisasi prajurit Kostrad. Mereka akan digembleng selama lebih kurang 3 bulan yang dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu tahap 01 atau tahab basis selama 7 minggu bertempat di [[Cilodong, Depok|Cilodong]], tahap 02 atau tahap hutan gunung selama 3 minggu bertempat di daerah [[Jatiluhur, Purwakarta|Jati Luhur]], Latihan Kostrad Gunung Sanggabuana, [[Karawang]] dan [[Tegalwaru, Karawang]] dan tahap 03 atau tahap rawa laut selama 2 minggu bertempat di pantai Cileuteuh Palampang, [[Sukabumi]], [[Jawa Barat]]. Saat ini latihan standardisasi "Cakra" Kostrad sudah memasuki tiap gelombang.
Pelaksanaan latihan Cakra merupakan bentuk standardisasi latihan yang dilakukan [[Kostrad]] untuk memperoleh prajurit yang berkemampuan khusus. Setiap prajurit [[Kostrad]] sejatinya memang dituntut untuk memiliki kualifikasi sebagai prajurit yang mahir dalam menembak dan berperang. Peserta latihan adalah prajurit-prajurit pilihan yang telah lolos seleksi dan memenuhi syarat untuk mengikuti latihan standardisasi prajurit Kostrad. Mereka akan digembleng selama lebih kurang 3 bulan yang dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu tahap 01 atau tahab basis selama 7 minggu bertempat di [[Cilodong, Depok|Cilodong]], tahap 02 atau tahap hutan gunung selama 3 minggu bertempat di daerah [[Jatiluhur, Purwakarta|Jati Luhur]], Latihan Kostrad Gunung Sanggabuana, [[Karawang]] dan [[Tegalwaru, Karawang]] dan tahap 03 atau tahap rawa laut selama 2 minggu bertempat di pantai Cileuteuh Palampang, [[Sukabumi]], [[Jawa Barat]]. Saat ini latihan standardisasi "Cakra" Kostrad sudah memasuki tiap gelombang.
* '''Gelombang 01’’': 624 orang prajurit Kostrad (21 orang Perwira dan 603 Tamtama)
* '''Gelombang 01’’': 624 orang prajurit Kostrad (21 orang Perwira dan 603 Tamtama)<ref>[http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/02/19/361551/prajurit-pilihan-ikuti-latihan-cakra-1 "Prajurit Pilihan Ikuti Latihan Cakra 1"].</ref>
* '''Gelombang 02’’': 1071 orang prajurit Kostrad
* '''Gelombang 02’’': 1071 orang prajurit Kostrad<ref>[http://angkasa.co.id/info/militer/latihan-cakra-ii-kostrad-sukses-cetak-1071-prajurit-berkemampuan-tinggi/ "Latihan Cakra-02 Kostrad Sukses Cetak 1071 Prajurit Berkemampuan Tinggi"].</ref>
* '''Gelombang 03''': ''mulai 22 Maret 2017 - 19 Juni 2017''
* '''Gelombang 03''': ''mulai 22 Maret 2017 - 19 Juni 2017''<ref>[http://www.portal-komando.com/2017/03/pangkostrad-latihan-standardisasi.html "latihan standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang 03 TA. 2017"]</ref><ref>[http://www.portal-komando.com/2017/06/pangkostrad-pimpin-upacara-penutupan.html "Pangkostrad Pimpin Upacara Penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad 03 TA. 2017"].</ref>
* '''Gelombang 04’’': ''mulai 13 September 2017 - 4 Desember 2017''
* '''Gelombang 04’’': ''mulai 13 September 2017 - 4 Desember 2017''<ref>[http://kostrad.mil.id/post_berita/pangkostrad-buka-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-iv-ta-2017/ "Pangkostrad Buka Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang 04 TA. 2017"]</ref><ref>[https://tniad.mil.id/2017/12/pangkostrad-tutup-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-iv-ta-2017/ "Pangkostrad Tutup Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang 04 TA. 2017"]</ref>
* '''Gelombang 05’’': 468 orang Prajurit Kostrad (57 Perwira, 411 Tamtama) "mulai 1 Maret 2018 - 27 Mei 2018
* '''Gelombang 05’’': 468 orang Prajurit Kostrad (57 Perwira, 411 Tamtama) "mulai 1 Maret 2018 - 27 Mei 2018<ref>[http://indonesiajurnal.com/pangkostrad-tutup-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-05-ta-2018/"Pangkostrad Tutup Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad 05 TA. 2018"]</ref>
* '''Gelombang 06''': 479 orang Prajurit Kostrad " mulai 29 Agustus 2018 - 22 November 2018
* '''Gelombang 06''': 479 orang Prajurit Kostrad " mulai 29 Agustus 2018 - 22 November 2018<ref>[http://kostrad.mil.id/post_berita/kaskostrad-buka-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-vi-ta-2018/ "Kaskostrad Buka Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang 06 Ta. 2018"]</ref>
* '''Gelombang 07''': 497 Orang Prajurit Kostrad "mulai 25 Februari 2019 - 27 Mei 2019
* '''Gelombang 07''': 497 Orang Prajurit Kostrad "mulai 25 Februari 2019 - 27 Mei 2019<ref>[https://kostrad.mil.id/post_berita/pangkostrad-buka-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-07-ta-2019/" Pangkostrad Buka Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang 07 TA. 2019"]</ref>
* '''Gelombang 08''': 1500 orang Prajurit Kostrad (69 Perwira, 491 Bintara dan 950 Tamtama) "mulai 20 Oktober 2019 - 23 Desember 2019
* '''Gelombang 08''': 1500 orang Prajurit Kostrad (69 Perwira, 491 Bintara dan 950 Tamtama) "mulai 20 Oktober 2019 - 23 Desember 2019<ref>[https://kostrad.mil.id/post_berita/pangkostrad-buka-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-08-ta-2019/" Pangkostrad Buka Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang 08 TA. 2019"]</ref><ref>[https://kostrad.mil.id/post_berita/pangkostrad-menyematkan-brevet-kehormatan-cakra-kepada-perwira-tinggi-sekaligus-menutup-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad/ "Pangkostrad Menyematkan Brevet Kehormatan Cakra kepada Perwira Tinggi Sekaligus Menutup Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad"]</ref>
* '''Gelombang 09''' : "mulai 15 Januari 2020 - 12 April 2021
* '''Gelombang 09''' : "mulai 15 Januari 2020 - 12 April 2021<ref>[https://kostrad.mil.id/post_berita/pangkostrad-buka-latihan-standardisasi-prajurit-kostrad-gelombang-09-ta-2020/ "Pangkostrad Buka Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang 09 TA. 2020"]</ref>
* '''Gelombang 10''' : Ta.2020 terdiri dari 200  orang peserta
* '''Gelombang 10''' : Ta.2020 terdiri dari 200  orang peserta
* '''Gelombang 11''' : Ta.2021 terdiri dari
* '''Gelombang 11''' : Ta.2021 terdiri dari
Baris 125: Baris 122:
* '''Gelombang 17''' : Ta.2026 terdiri dari
* '''Gelombang 17''' : Ta.2026 terdiri dari
== Panglima ==
== Panglima ==
Salah satu nama terkenal yang pernah menjabat di Kostrad adalah [[Mayjen]] [[TNI]] [[Soeharto]], yang kemudian menjadi [[Presiden RI]]. Lalu ada pula [[Letjen]] [[TNI]] [[Prabowo Subianto]]. Saat ini, jabatan Pangkostrad dijabat [[Letjen]] [[TNI]] [[Mohammad Fadjar]]
Salah satu nama terkenal yang pernah menjabat di Kostrad adalah [[Mayjen]] [[TNI]] [[Soeharto]], yang kemudian menjadi [[Presiden RI]]. Lalu ada pula [[Letjen]] [[TNI]] [[Prabowo Subianto]]. Saat ini, jabatan Pangkostrad dijabat [[Letjen]] [[TNI]] [[Mohammad Fadjar]]
== Pembagian satuan ==
== Pembagian satuan ==
Baris 205: Baris 201:
:* Komunikasi dan Elektronika
:* Komunikasi dan Elektronika
:* Peralatan
:* Peralatan
:* Pembekalan Angkutan
:* Pembekalan Angkutan  
:* Kesehatan
:* Kesehatan
:* Ajudan Jenderal
:* Ajudan Jenderal
Baris 226: Baris 222:
* [[Korps Marinir Republik Indonesia]]
* [[Korps Marinir Republik Indonesia]]
* [[Korps Pasukan Gerak Cepat]]
* [[Korps Pasukan Gerak Cepat]]
== Referensi ==
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*
*  [http://www.globalsecurity.org/military/world/indonesia/kostrad.htm KOSTRAD - Army Strategic Reserve Command]
*  [http://www.globalsecurity.org/military/world/indonesia/kostrad.htm KOSTRAD - Army Strategic Reserve Command]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komando+Cadangan+Strategis+Angkatan+Darat&oldid=29649578 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29649578 (2026-08-27T22:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komando+Cadangan+Strategis+Angkatan+Darat&oldid=29649578 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29649578 (2026-08-27T22:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.57

Kostrad

Komando Strategis Angkatan Darat atau biasa disingkat Kostrad adalah bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kostrad merupakan satuan elit TNI inisiasi Jenderal Abdul Haris Nasution.

Kostrad memiliki jumlah pasukan yang dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan saja. Saat ini Kostrad terdiri dari tiga Divisi:

TNI Angkatan Darat memiliki dua satuan elit, yakni Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). KOSTRAD adalah satuan tempur utama milik TNI AD, sedangkan KOPASSUS satuan dengan kemampuan spesifikasi khusus milik TNI AD.

Markas Kostrad berada di Jl. Medan Merdeka Timur No.3, RT.02/RW.001, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sejarah

Gagasan dibentuknya Kostrad tercetus dari Kasad Jenderal TNI A.H. Nasution pada tahun 1960, dengan keluarnya Skep Kasad No. KPTS.1067/12/1960 tgl. 27 Desember 1960, yang dipicu masalah Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda.

Menanggapi Surat Keputusan Kasad dalam operasi merebut Irian Barat, akhirnya pada 6 Maret 1961 ditetapkan sebagai hari lahirnya Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad). Ketika itu Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima Korra I Caduad. Caduad kelak berubah menjadi Komando Strategis Angkatan Darat atau Kostrad.

Caduad lantas dilebur menjadi Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 15 Agustus 1963. Soeharto tetap menjadi panglimanya dan biasa disebut Pangkostrad. Di sekitar tahun 1965, Kostrad tidak punya pasukan tetap. Prajurit-prajurit cadangan Kostrad selalu dipinjam dari komando-komando daerah (kodam-kodam).

Orang-orang yang terlibat dalam pendiriannya, selain Brigjen TNI Soeharto, adalah Kolonel Achmad Wiranatakusumah yang belakangan jadi kepala staf, Letnan Kolonel Slamet Sudibyo dan Kapten Suryo Jatmiko yang ditugasi menyusun Orgas Personel, Letnan Kolonel Muwardi yang ditugasi menyusun Orgas Teritorial, Letnan Kolonel Amir Mahmud yang ditugasi menyusun Orgas Latihan dan Operasi, Letnan Kolonel Soegoro yang ditugasi menyusun Orgas Logistik, dan Mayor Joko Basuki yang ditugasi menyusun Orgas Intelijen.

Cikal bakal Kostrad berasal ketika Indonesia pertama kali berurusan dengan isu kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1960. Kostrad kemudian dibentuk pada 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara Ke-1 / Cadangan Umum Angkatan Darat (KORRA I / CADUAD), berdasarkan surat keputusan Men/pangad No. ML/KPTS 54/3/1961. Sebagai kesatuan yang paling muda, Kostrad merupakan inti kekuatan Komando Mandala (operasi trikora atau pembebasan Irian Barat). Kemudian berganti nama menjadi Kostrad pada tahun 1963.

Mayor Jenderal Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden Indonesia) dipercaya sebagai orang pertama yang menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad). Pada tanggal 1 April 1998 Panglima Kostrad dijabat oleh Letnan Jenderal Prabowo Subianto yang merupakan anak mantu Soeharto.

Selama masa Orde Baru, Korps baret hijau ini tidak pernah absen dari berbagai operasi militer di Indonesia, seperti penumpasan Gerakan 30 September, Operasi Trisula, PGRS (Sarawak People's Guerrilla Force) di Sarawak, PARAKU (North Kalimantan People's Force) di Kalimantan Utara dan Operasi Seroja di Timor Timur. Kostrad juga dilibatkan pada tingkat internasional dengan diberangkatkannya pasukan Garuda di Mesir (1973-1978) dan Vietnam (1973-1975) serta dalam operasi gabungan sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam perang Iran-Irak antara 1989 dan 1990.

Tahun 1984 Pangkostrad bertanggung jawab langsung kepada Panglima ABRI dalam operasi-operasi pertahanan dan keamanan.

Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan dengan tiga divisi infanteri yaitu Divisi I yang bermarkas di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Divisi II yang bermarkas di Singosari, Malang, Jawa Timur, dan Divisi III yang bermarkas di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infanteri.

Fungsi & tugas pokok

Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/09/III/1985 tanggal tanggal 6 Maret 1985 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan tugas Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), diatur bahwa Kostrad sebagai Komando Utama Pembinaan berkedudukan langsung di bawah Kasad, sedangkan sebagai Komando Utama Operasional Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Kostrad bertugas pokok membina kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya dan menyelenggarakan Operasi Pertahanan Keamanan tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI. Guna melaksanakan tugas tersebut Kostrad menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi utama dalam pengembangan kekuatan, pertempuran dan administrasi, fungsi organik militer baik intelijen, operasi dan latihan, pembinaan personel, logistik, dan teritorial serta fungsi organik pembinaan dalam perencanaan, pengendalian dan pengawasan.

Struktur

Pada bidang organisasi, Kostrad memiliki struktur organisasi yang ditetapkan oleh Kepala Staf TNI-AD berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Kep/9/03/85 tanggal 6 Maret 1985. Kostrad dipimpin oleh seorang Pangkostrad berpangkat Letnan Jenderal TNI. Dalam tugas sehari-hari Pangkostrad dibantu oleh seorang Kepala Staf berpangkat Mayor Jenderal TNI, unsur pembantu pimpinan yakni Staf Pribadi (Spri), Inspektorat Kostrad (Ir Kostrad), dan Staf Umum Kostrad yaitu para Asisten Kepala Staf yang berfungsi sebagai pengawas pelaksanaan kegiatan masing-masing bidang kegiatan. Sedangkan unsur pelaksana pada Kostrad terdiri dari Badan Pelaksana (Balak), Satuan tempur (Satpur), dan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur).

Daftar pejabat

Eselon Pimpinan

  1. Pangkostrad: Letjen TNI Mohammad Fadjar

Eselon Pembantu Pimpinan

  1. Ir Kostrad : Mayjen TNI Jannie Aldrin Siahaan
  2. Kapok Sahli Pangkostrad  : Brigjen TNI Hamim Tohari, M.A.
    1. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Linud: Kolonel Inf Achmad Sjamsudin, S.E.
    2. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Jemen Sishanneg: -
    3. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Idpol : Kolonel Inf Heron Dominicus, S.E.
    4. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Ham dan Humaniter : Kolonel Inf Handoko Prasetyo
    5. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Ekonomi dan Sosbud : Kolonel Inf Abu Bakar
    6. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Latgab dan PPRC: Kolonel Inf Senmart Tonda, S.Sos.
    7. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Ilpengtek: Kolonel Inf Agung Gunawan
    8. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Lator & Latsat: Kolonel lnf Erwin Rustiawan, S.Sos.
    9. Pamen Ahli Gol IV Kostrad Bidang Strategi Operasi:-
    10. Staf Khusus Pangkostrad: Kolonel Inf Moh. Saptarijaya, B.E.
  3. Asisten Perencanaan Kaskostrad : Brigjen TNI Dwi Lagan Safruddin
    • Wakil Asisten Perencanaan Kaskostrad : -
  4. Asisten Intelijen Kaskostrad : Brigjen TNI Bachtiar Susanto
  5. Asisten Operasi Kaskostrad : Brigjen TNI Setyo Wibowo, S.I.P., M.Sos.
  6. Asisten Personel Kaskostrad : Brigjen TNI Wilson Napitupulu
  7. Asisten Logistik Kaskostrad : Brigjen TNI Esy Suharto, S.Sos.
  8. Asisten Teritorial Kaskostrad : Brigjen TNI Sabdono Budi Wiryanto
    • Wakil Asisten Teritorial Kaskostrad : -
  9. Kapuskodal Kaskostrad: Kolonel Inf Jajuli Achmad, S.Sos.
  10. L.O. TNI AL: Kolonel Laut (P) Didik Setiyawan, CRMP.
  11. L.O. TNI AU: Kolonel Pas Jumongga Sitinjak.

Eselon komando pelaksana

  1. Danpom Kostrad: —
  2. Kazi Kostrad: Kolonel Czi Eko Supri Setiawan
  3. Kakomlek Kostrad: Kolonel Cke Mohammad Edy Cahyono Singgih, S.IP., M.Tr.Han.
  4. Kapal Kostrad: Kolonel Cpl Heri Purwanto, S.IP.
  5. Kabekang Kostrad: Kolonel Cba Dr. Winarno, S.Sos., M.Si.
  6. Kakes Kostrad: Kolonel Ckm dr. Robert Simanjuntak, M.A.R.S.
  7. Kaajen Kostrad: Kolonel Caj Cecep Komarudin Yusuf, S.H.,
  8. Kaku Kostrad: Kolonel Cku Arif Sugiarto, S.Pd., M.M.
  9. Paku Kostrad : Kolonel Cku Iskandar, S.E., M.H.
  10. Kakum Kostrad: Kolonel Chk Agus Mulyana
  11. Katop Kostrad: —
  12. Kapuskopad "A": Letkol Inf Akhwan Yulianto
  13. Kapen Kostrad: Kolonel Arm Asep Hendra Budiana
  14. Kabintal Kostrad: Kolonel Inf Rahman, S.Ag., M.Si.
  15. Kainfolahta Kostrad: Kolonel Arm Mulyadi, S.IP., M.Han.
  16. Kajasmil Kostrad: Kolonel Arm Cosmas Pramundhito, S.H.
  17. Kasandi Kostrad: Letkol Kav Andi Hermawan Abdilah, S.H.
  18. Kasetum Kostrad: Letkol Inf Drs. Rasyidin
  19. Dandenma Kostrad: Kolonel Inf Eko Bintara Saktiawan.
  20. Dandenharrahlat Kostrad: Letkol Inf Wisnu Broto
  21. Danyon Mandala Yudha: Kolonel Inf Slamet, S.Sos.
  22. Danyon Satria Sandi Yudha: Mayor Inf Sudarmin, S.H.
  23. Danmenlatpur Kostrad : Kolonel Inf Rudianto

Satuan divisi

  1. Panglima Divif 1/Kostrad: Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar
    • Kepala Staf Divif 1/Kostrad: Brigjen TNI Setyo Wibowo
    • Inspektur Divif 1/Kostrad: Brigjen TNI Subagiyo, S.IP., M.M.
  2. Panglima Divif 2/Kostrad: Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun
  3. Panglima Divif 3/Kostrad: Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han.
    • Kepala Staf Divif 3/Kostrad: Brigjen TNI Fadli Mulyono
    • Inspektur Divif 3/Kostrad: Brigjen TNI Dedi Prihatmodjo

Brevet

Berdasarkan Petunjuk pelaksanaan Panglima Kostrad Nomor : Juklak/1/03/2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personil militer Kostrad, maka terhitung mulai tanggal 15 Maret 2016 seluruh personil militer Kostrad dan mantan prajurit Kostrad berhak menggunakan Brevet Cakra. Dan untuk personil militer yang baru masuk Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang diselenggarakan secara terpusat.[1]

Latihan cakra

Pelaksanaan latihan Cakra merupakan bentuk standardisasi latihan yang dilakukan Kostrad untuk memperoleh prajurit yang berkemampuan khusus. Setiap prajurit Kostrad sejatinya memang dituntut untuk memiliki kualifikasi sebagai prajurit yang mahir dalam menembak dan berperang. Peserta latihan adalah prajurit-prajurit pilihan yang telah lolos seleksi dan memenuhi syarat untuk mengikuti latihan standardisasi prajurit Kostrad. Mereka akan digembleng selama lebih kurang 3 bulan yang dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu tahap 01 atau tahab basis selama 7 minggu bertempat di Cilodong, tahap 02 atau tahap hutan gunung selama 3 minggu bertempat di daerah Jati Luhur, Latihan Kostrad Gunung Sanggabuana, Karawang dan Tegalwaru, Karawang dan tahap 03 atau tahap rawa laut selama 2 minggu bertempat di pantai Cileuteuh Palampang, Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini latihan standardisasi "Cakra" Kostrad sudah memasuki tiap gelombang.

  • Gelombang 01’’': 624 orang prajurit Kostrad (21 orang Perwira dan 603 Tamtama)[2]
  • Gelombang 02’’': 1071 orang prajurit Kostrad[3]
  • Gelombang 03: mulai 22 Maret 2017 - 19 Juni 2017[4][5]
  • Gelombang 04’’': mulai 13 September 2017 - 4 Desember 2017[6][7]
  • Gelombang 05’’': 468 orang Prajurit Kostrad (57 Perwira, 411 Tamtama) "mulai 1 Maret 2018 - 27 Mei 2018[8]
  • Gelombang 06: 479 orang Prajurit Kostrad " mulai 29 Agustus 2018 - 22 November 2018[9]
  • Gelombang 07: 497 Orang Prajurit Kostrad "mulai 25 Februari 2019 - 27 Mei 2019[10]
  • Gelombang 08: 1500 orang Prajurit Kostrad (69 Perwira, 491 Bintara dan 950 Tamtama) "mulai 20 Oktober 2019 - 23 Desember 2019[11][12]
  • Gelombang 09 : "mulai 15 Januari 2020 - 12 April 2021[13]
  • Gelombang 10 : Ta.2020 terdiri dari 200 orang peserta
  • Gelombang 11 : Ta.2021 terdiri dari
  • Gelombang 12 : Ta.2022 500 orang prajurit Kostrad terdiri dari 46 Perwira 92 Bintara dan 362 Tamtama
  • Gelombang 13 : Ta.2022 terdiri dari 750 Orang Prajurit
  • Gelombang 14 : Ta.2023 terdiri dari 500 Orang Prajurit
  • Gelombang 15 : Ta.2024 terdiri dari
  • Gelombang 16 : Ta.2025 terdiri dari
  • Gelombang 17 : Ta.2026 terdiri dari

Panglima

Salah satu nama terkenal yang pernah menjabat di Kostrad adalah Mayjen TNI Soeharto, yang kemudian menjadi Presiden RI. Lalu ada pula Letjen TNI Prabowo Subianto. Saat ini, jabatan Pangkostrad dijabat Letjen TNI Mohammad Fadjar

Pembagian satuan

Saat ini kekuatan Kostrad terbagi menjadi 3 Divisi yakni, (Divif 1/Kostrad) di Cilodong, Depok, Jawa Barat, (Divif 2/Kostrad) di Singosari, Malang, Jawa Timur dan (Divif 3/Kostrad) di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan yang masing-masing dipimpin oleh seorang Panglima Divisi Perwira Tinggi Bintang dua (Mayor Jenderal TNI).

  • Polisi Militer
  • Zeni
  • Topografi
  • Komunikasi dan Elektronika
  • Peralatan
  • Pembekalan Angkutan
  • Kesehatan
  • Ajudan Jenderal
  • Keuangan
  • Hukum
  • Pembina Mental
  • Informasi dan Pengolahan Data
  • Sandi Kostrad
  • Jasmani Militer
  • Detasemen Markas
  • Detasemen Intelijen
  • Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan
  • Satuan Latihan Cakra
  • Satuan Latihan Raider
  • Satuan Latihan Intai Tempur

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29649578 (2026-08-27T22:19:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.