Lompat ke isi

Laju metabolisme basal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26495278; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Laju metabolisme basal''' () dikembangkan sebagai perbandingan antara [[kecepatan metabolisme]] dengan, awalnya, sebuah konteks klinis untuk menentukan status [[hormon tiroid|tiroid]], seperti diketahui, beberapa analog [[hormon tiroid]], seperti [[tiroksin]], [[tri-iodotironina]] dan [[asam di-iodotiropropionat]] menginduksi [[angiogenesis]] di dalam [[sel (biologi)|sel]] dan mengirimkan [[transduksi sinyal selular|sinyal]] yang di[[sekresi]] sebagai faktor pertumbuhan [[fibroblas]] basal. Meski terdapat perbandingan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu perbandingan alometrik antara [[berat]] [[tubuh]] dan [[kecepatan]] [[metabolisme]] [[makhluk]] [[hidup]].
'''Laju metabolisme basal''' () dikembangkan sebagai perbandingan antara [[kecepatan metabolisme]] dengan, awalnya, sebuah konteks klinis untuk menentukan status [[hormon tiroid|tiroid]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15674762 Basal metabolic rate: history, composition, regulation, and usefulness]. ''Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Else PL''.</ref> seperti diketahui, beberapa analog [[hormon tiroid]], seperti [[tiroksin]], [[tri-iodotironina]] dan [[asam di-iodotiropropionat]] menginduksi [[angiogenesis]] di dalam [[sel (biologi)|sel]] dan mengirimkan [[transduksi sinyal selular|sinyal]] yang di[[sekresi]] sebagai faktor pertumbuhan [[fibroblas]] basal.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20066142 Thyroid hormone-induced angiogenesis]. ''Ordway Research Institute, Inc., Davis PJ, Davis FB, Mousa SA''.</ref> Meski terdapat perbandingan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu perbandingan alometrik antara [[berat]] [[tubuh]] dan [[kecepatan]] [[metabolisme]] [[makhluk]] [[hidup]].


Teori pemacu membran () mengatakan bahwa komposisi asam lemak pada [[membran ganda]] [[fosfolipid]] adalah salah satu penentu BMR yang sangat penting. Teori ini tercetus setelah ditemukan tingginya rasio [[asam dokosaheksaenoat]] pada gugus [[asil]] membran ganda fosfolipid yang memicu tingginya aktivitas metabolik pada membran [[sel (biologi)|sel]].
Teori pemacu membran () mengatakan bahwa komposisi asam lemak pada [[membran ganda]] [[fosfolipid]] adalah salah satu penentu BMR yang sangat penting. Teori ini tercetus setelah ditemukan tingginya rasio [[asam dokosaheksaenoat]] pada gugus [[asil]] membran ganda fosfolipid yang memicu tingginya aktivitas metabolik pada membran [[sel (biologi)|sel]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16904921 The links between membrane composition, metabolic rate and lifespan]. ''Metabolic Research Centre, School of Biological Sciences, University of Wollongong; Hulbert AJ''.</ref>


Sekresi dan produksi hormon tiroid pada [[mamalia]] berhubungan dengan berat tubuh, walaupun angka-angka yang menunjukkan relasi kedua belum ditetapkan. Seiring dengan peningkatan berat badan dan penurunan rasio BMR:berat, [[poliunsaturasi]] membran akan menurun sedangkan [[monounsaturasi]] membran akan meningkat. Sel dengan komposisi membran mengandung [[asam lemak]] poli-takjenuh (PUFA) ditengarai berumur lebih pendek, dan lebih responsif terhadap stimulasi sekitar, dibandingkan dengan kandungan asam [[lemak jenuh]] (SFA) dan asam lemak mono-takjenuh (MUFA).
Sekresi dan produksi hormon tiroid pada [[mamalia]] berhubungan dengan berat tubuh, walaupun angka-angka yang menunjukkan relasi kedua belum ditetapkan. Seiring dengan peningkatan berat badan dan penurunan rasio BMR:berat, [[poliunsaturasi]] membran akan menurun sedangkan [[monounsaturasi]] membran akan meningkat. Sel dengan komposisi membran mengandung [[asam lemak]] poli-takjenuh (PUFA) ditengarai berumur lebih pendek,<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17156083 N-3 polyunsaturated fatty acids impair lifespan but have no role for metabolism]. ''Research Institute of Wildlife Ecology, University of Veterinary Medicine; Valencak TG, Ruf T''.</ref> dan lebih responsif terhadap stimulasi sekitar, dibandingkan dengan kandungan asam [[lemak jenuh]] (SFA) dan asam lemak mono-takjenuh (MUFA).<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15727042 Dietary fats and membrane function: implications for metabolism and disease]. ''Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Turner N, Storlien LH, Else PL''.</ref>


Pada tahun 1961, [[Max Kleiber]] menemukan bahwa hubungan antara siklus energi BMR dengan aktivitas pada membran, terutama pada [[gaya gerak proton|potensial elektrokimiawi]], seperti gradien Na<sup>+</sup> pada [[membran plasma]], dan gradien H<sup>+</sup> pada membran [[mitokondria]] sisi dalam. Dia lebih lanjut menjabarkan bahwa variasi berat tubuh tidak hanya bergantung pada komposisi membran, tetapi bergantung pada variasi antara komposisi dan aktivitas membran, yang juga memberikan pengaruh terhadap proses [[penuaan]] dan rentang hidup suatu makhluk.
Pada tahun 1961, [[Max Kleiber]] menemukan bahwa hubungan antara siklus energi BMR dengan aktivitas pada membran, terutama pada [[gaya gerak proton|potensial elektrokimiawi]], seperti gradien Na<sup>+</sup> pada [[membran plasma]], dan gradien H<sup>+</sup> pada membran [[mitokondria]] sisi dalam.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15855390 Membranes and the setting of energy demand]. ''Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Else PL''.</ref> Dia lebih lanjut menjabarkan bahwa variasi berat tubuh tidak hanya bergantung pada komposisi membran, tetapi bergantung pada variasi antara komposisi dan aktivitas membran, yang juga memberikan pengaruh terhadap proses [[penuaan]] dan rentang hidup suatu makhluk.
 
Saat ini telah diketahui bahwa hormon tiroid, khususnya [[tri-iodotironina]], akan mempercepat laju reaksi [[oksidasi]] [[asam suksinat|suksinat]], [[asam glutamat|glutamat]], [[asam hidroksibutirat-beta|β-hidroksibutirat]], dan meningkatkan penyerapan [[adenosina difosfat|ADP]] dan [[oksigen|O<sub>2</sub>]] ke dalam mitokondria, sehingga secara tidak langsung akan mempercepat lintasan [[siklus asam sitrat]] dan [[fosforilasi oksidatif]]. BMR lantas ditentukan sebagai kopling antara reaksi [[fosforilasi]] dan [[respirasi]].
 
== Rujukan ==


Saat ini telah diketahui bahwa hormon tiroid, khususnya [[tri-iodotironina]], akan mempercepat laju reaksi [[oksidasi]] [[asam suksinat|suksinat]], [[asam glutamat|glutamat]], [[asam hidroksibutirat-beta|β-hidroksibutirat]], dan meningkatkan penyerapan [[adenosina difosfat|ADP]] dan [[oksigen|O<sub>2</sub>]] ke dalam mitokondria,<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC433192/pdf/pnas00064-0104.pdf Stimulation of Mitochondrial Adenosine Diphosphate Uptake by Thyroid Hormones]. ''Thorndike Memorial Laboratory, Harvard Medical Unit, Boston City Hospital, and the Department of Medicine, Harvard Medical School, BERNARD M. BABIOR, SUSAN CREAGAN, SIDNEY H. INGBAR, dan RUBY S. KIPNES''.</ref> sehingga secara tidak langsung akan mempercepat lintasan [[siklus asam sitrat]] dan [[fosforilasi oksidatif]]. BMR lantas ditentukan sebagai kopling antara reaksi [[fosforilasi]] dan [[respirasi]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC291101/pdf/jcinvest00318-0095.pdf A CASE OF SEVERE HYPERMETABOLISM OF NONTHYROID ORIGIN A DEFECT IN THE MAINTENANCE OF MITOCHONDRIAL RESPIRATORY CONTROL: A CORRELATED CLINICAL]. ''Department of Endocrinology and Metabolism, Karolinska Sjukhuset, and the Departments of Physiological Chemistry and Biophysics, Wenner-Gren Institute, University of Stockholm; ROLF LUFT, DENIS IKKOS, GENARO PALMIERI, LARS ERNSTER dan BJORN AFZELIUS''.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laju+metabolisme+basal&oldid=26495278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26495278 (2024-11-05T11:15:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laju+metabolisme+basal&oldid=26495278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26495278 (2024-11-05T11:15:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.00

Laju metabolisme basal () dikembangkan sebagai perbandingan antara kecepatan metabolisme dengan, awalnya, sebuah konteks klinis untuk menentukan status tiroid,[1] seperti diketahui, beberapa analog hormon tiroid, seperti tiroksin, tri-iodotironina dan asam di-iodotiropropionat menginduksi angiogenesis di dalam sel dan mengirimkan sinyal yang disekresi sebagai faktor pertumbuhan fibroblas basal.[2] Meski terdapat perbandingan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu perbandingan alometrik antara berat tubuh dan kecepatan metabolisme makhluk hidup.

Teori pemacu membran () mengatakan bahwa komposisi asam lemak pada membran ganda fosfolipid adalah salah satu penentu BMR yang sangat penting. Teori ini tercetus setelah ditemukan tingginya rasio asam dokosaheksaenoat pada gugus asil membran ganda fosfolipid yang memicu tingginya aktivitas metabolik pada membran sel.[3]

Sekresi dan produksi hormon tiroid pada mamalia berhubungan dengan berat tubuh, walaupun angka-angka yang menunjukkan relasi kedua belum ditetapkan. Seiring dengan peningkatan berat badan dan penurunan rasio BMR:berat, poliunsaturasi membran akan menurun sedangkan monounsaturasi membran akan meningkat. Sel dengan komposisi membran mengandung asam lemak poli-takjenuh (PUFA) ditengarai berumur lebih pendek,[4] dan lebih responsif terhadap stimulasi sekitar, dibandingkan dengan kandungan asam lemak jenuh (SFA) dan asam lemak mono-takjenuh (MUFA).[5]

Pada tahun 1961, Max Kleiber menemukan bahwa hubungan antara siklus energi BMR dengan aktivitas pada membran, terutama pada potensial elektrokimiawi, seperti gradien Na+ pada membran plasma, dan gradien H+ pada membran mitokondria sisi dalam.[6] Dia lebih lanjut menjabarkan bahwa variasi berat tubuh tidak hanya bergantung pada komposisi membran, tetapi bergantung pada variasi antara komposisi dan aktivitas membran, yang juga memberikan pengaruh terhadap proses penuaan dan rentang hidup suatu makhluk.

Saat ini telah diketahui bahwa hormon tiroid, khususnya tri-iodotironina, akan mempercepat laju reaksi oksidasi suksinat, glutamat, β-hidroksibutirat, dan meningkatkan penyerapan ADP dan O2 ke dalam mitokondria,[7] sehingga secara tidak langsung akan mempercepat lintasan siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif. BMR lantas ditentukan sebagai kopling antara reaksi fosforilasi dan respirasi.[8]

Referensi

  1. Basal metabolic rate: history, composition, regulation, and usefulness. Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Else PL.
  2. Thyroid hormone-induced angiogenesis. Ordway Research Institute, Inc., Davis PJ, Davis FB, Mousa SA.
  3. The links between membrane composition, metabolic rate and lifespan. Metabolic Research Centre, School of Biological Sciences, University of Wollongong; Hulbert AJ.
  4. N-3 polyunsaturated fatty acids impair lifespan but have no role for metabolism. Research Institute of Wildlife Ecology, University of Veterinary Medicine; Valencak TG, Ruf T.
  5. Dietary fats and membrane function: implications for metabolism and disease. Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Turner N, Storlien LH, Else PL.
  6. Membranes and the setting of energy demand. Metabolic Research Centre, University of Wollongong; Hulbert AJ, Else PL.
  7. Stimulation of Mitochondrial Adenosine Diphosphate Uptake by Thyroid Hormones. Thorndike Memorial Laboratory, Harvard Medical Unit, Boston City Hospital, and the Department of Medicine, Harvard Medical School, BERNARD M. BABIOR, SUSAN CREAGAN, SIDNEY H. INGBAR, dan RUBY S. KIPNES.
  8. A CASE OF SEVERE HYPERMETABOLISM OF NONTHYROID ORIGIN A DEFECT IN THE MAINTENANCE OF MITOCHONDRIAL RESPIRATORY CONTROL: A CORRELATED CLINICAL. Department of Endocrinology and Metabolism, Karolinska Sjukhuset, and the Departments of Physiological Chemistry and Biophysics, Wenner-Gren Institute, University of Stockholm; ROLF LUFT, DENIS IKKOS, GENARO PALMIERI, LARS ERNSTER dan BJORN AFZELIUS.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26495278 (2024-11-05T11:15:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.