Resveratrol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29422164; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Resveratrol''' adalah salah satu senyawa [[polifenol]] yang terdapat pada [[tumbuhan]] dan dimanfaatkan dalam bidang medis. Senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa [[fitoaleksin]], yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya [[patogen]] atau [[penyakit]]. Pada tahun 1940, resveratrol ditemukan pertama kali di [[akar]] tanaman [[''Veratrum grandiflorum'']]. Resveratrol banyak terdapat pada ''[[Polygonum cuspidatum]]'', [[kacang]], [[ekaliptus]], [[lili]], [[stroberi]], [[anggur]] dan produk olahannya, seperti ''[[wine]]''. | [[File:Resveratrol.svg|thumb|right|280px|Resveratrol]] | ||
'''Resveratrol''' adalah salah satu senyawa [[polifenol]] yang terdapat pada [[tumbuhan]] dan dimanfaatkan dalam bidang medis.<ref>Cesar G. Fraga. ''Plant Phenolics and Human Health: Biochemistry, Nutrition and Pharmacology''. Willey. 2009.Page.299-309</ref> Senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa [[fitoaleksin]], yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya [[patogen]] atau [[penyakit]].<ref>www.zhion.com. [http://www.zhion.com/phytonutrients/Resveratrol.html Resveratrol Benefits and Side Effects].</ref> Pada tahun 1940, resveratrol ditemukan pertama kali di [[akar]] tanaman [[''Veratrum grandiflorum'']].<ref>www.zhion.com. [http://www.zhion.com/phytonutrients/Resveratrol.html Resveratrol Benefits and Side Effects].</ref> Resveratrol banyak terdapat pada ''[[Polygonum cuspidatum]]'', [[kacang]], [[ekaliptus]], [[lili]], [[stroberi]], [[anggur]] dan produk olahannya, seperti ''[[wine]]''.<ref>Cesar G. Fraga. ''Plant Phenolics and Human Health: Biochemistry, Nutrition and Pharmacology''. Willey. 2009.Page.299-309</ref> | |||
== Sifat == | == Sifat == | ||
Pada suhu kamar resveratrol berbentuk serbuk putih dengan berat molekul 228,25 g/mol. Senyawa ini memiliki titik leleh 252-355 °C. Senyawa ini memiliki kelarutan tinggi dalam etanol (50 mg/ml). Sebaliknya, kelarutan resveratrol dalam air cenderung rendah, yaitu pada kisaran 0,021 - 0,030 mg/ml | Pada suhu kamar resveratrol berbentuk serbuk putih dengan berat molekul 228,25 g/mol. Senyawa ini memiliki titik leleh 252-355 °C. Senyawa ini memiliki kelarutan tinggi dalam etanol (50 mg/ml). Sebaliknya, kelarutan resveratrol dalam air cenderung rendah, yaitu pada kisaran 0,021 - 0,030 mg/ml <ref>Alberta Rika Pratiwi dkk. [https://books.google.co.id/books?id=A633DwAAQBAJ&pg=PA99&dq=resveratrol+adalah&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjvzMbB0_eCAxXAyDgGHcZ-DwMQ6AF6BAgGEAI#v=onepage&q=resveratrol%20adalah&f=false Pangan Untuk Sistem Imun]. SCU Knowledge Media. ISBN 978-623-7635-19-2.</ref> | ||
== Manfaat == | == Manfaat == | ||
Resveratrol dapat mencegah [[kanker]], melindungi [[jantung]], dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan umur, seperti [[diabetes]], [[inflamasi]], [[penyakit neurodegeneratif]], dan [[penyakit kardiovaskular]]. Dalam [[dosis]] yang rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sedangkan dalam dosis yang tinggi, resveratrol akan meningkatkan kematian sel. Oleh karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan [[kanker]]. Namun, konsumsi resveratrol juga diteliti dapat menimbulkan beberapa [[efek samping]], seperti mencegah penyerapan [[metal]] dalam tubuh, menurunkan [[hemoglobin]], dll. | Resveratrol dapat mencegah [[kanker]], melindungi [[jantung]], dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan umur, seperti [[diabetes]], [[inflamasi]], [[penyakit neurodegeneratif]], dan [[penyakit kardiovaskular]].<ref>Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. [http://www3.interscience.wiley.com/journal/122455040/abstract?CRETRY=1&SRETRY=0 The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages]. ''Alcoholism: Clinical and Experimental Research''. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.</ref> Dalam [[dosis]] yang rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sedangkan dalam dosis yang tinggi, resveratrol akan meningkatkan kematian sel.<ref>Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. [http://www3.interscience.wiley.com/journal/122455040/abstract?CRETRY=1&SRETRY=0 The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages]. ''Alcoholism: Clinical and Experimental Research''. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.</ref> Oleh karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan [[kanker]].<ref>Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. [http://www3.interscience.wiley.com/journal/122455040/abstract?CRETRY=1&SRETRY=0 The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages]. ''Alcoholism: Clinical and Experimental Research''. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.</ref> Namun, konsumsi resveratrol juga diteliti dapat menimbulkan beberapa [[efek samping]], seperti mencegah penyerapan [[metal]] dalam tubuh, menurunkan [[hemoglobin]], dll.<ref>www.zhion.com. [http://www.zhion.com/phytonutrients/Resveratrol.html Resveratrol Benefits and Side Effects].</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://resveratrolsite.org/ Resveratrol Site] | * [http://resveratrolsite.org/ Resveratrol Site] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resveratrol&oldid=29422164 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29422164 (2026-07-05T13:03:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.01
Resveratrol adalah salah satu senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan dan dimanfaatkan dalam bidang medis.[1] Senyawa tersebut digolongkan sebagai senyawa fitoaleksin, yaitu senyawa yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap masuknya patogen atau penyakit.[2] Pada tahun 1940, resveratrol ditemukan pertama kali di akar tanaman ''Veratrum grandiflorum''.[3] Resveratrol banyak terdapat pada Polygonum cuspidatum, kacang, ekaliptus, lili, stroberi, anggur dan produk olahannya, seperti wine.[4]
Sifat
Pada suhu kamar resveratrol berbentuk serbuk putih dengan berat molekul 228,25 g/mol. Senyawa ini memiliki titik leleh 252-355 °C. Senyawa ini memiliki kelarutan tinggi dalam etanol (50 mg/ml). Sebaliknya, kelarutan resveratrol dalam air cenderung rendah, yaitu pada kisaran 0,021 - 0,030 mg/ml [5]
Manfaat
Resveratrol dapat mencegah kanker, melindungi jantung, dan mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan umur, seperti diabetes, inflamasi, penyakit neurodegeneratif, dan penyakit kardiovaskular.[6] Dalam dosis yang rendah, resveratrol dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel, sedangkan dalam dosis yang tinggi, resveratrol akan meningkatkan kematian sel.[7] Oleh karena itu, penggunaan resveratrol dalam jumlah tinggi umumnya digunakan untuk pengobatan atau perawatan kanker.[8] Namun, konsumsi resveratrol juga diteliti dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti mencegah penyerapan metal dalam tubuh, menurunkan hemoglobin, dll.[9]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Cesar G. Fraga. Plant Phenolics and Human Health: Biochemistry, Nutrition and Pharmacology. Willey. 2009.Page.299-309
- ↑ www.zhion.com. Resveratrol Benefits and Side Effects.
- ↑ www.zhion.com. Resveratrol Benefits and Side Effects.
- ↑ Cesar G. Fraga. Plant Phenolics and Human Health: Biochemistry, Nutrition and Pharmacology. Willey. 2009.Page.299-309
- ↑ Alberta Rika Pratiwi dkk. Pangan Untuk Sistem Imun. SCU Knowledge Media. ISBN 978-623-7635-19-2.
- ↑ Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages. Alcoholism: Clinical and Experimental Research. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.
- ↑ Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages. Alcoholism: Clinical and Experimental Research. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.
- ↑ Lindsay Brown, Paul A. Kroon, Dipak K. Das, Samarjit Das, Arpad Tosaki, Vincent Chan, Manfred V. Singer, Peter Feick. The Biological Responses to Resveratrol and Other Polyphenols From Alcoholic Beverages. Alcoholism: Clinical and Experimental Research. Juni 2009. Vol. 33 (9). hlm. 1513 - 1523. doi:10.1111/j.1530-0277.2009.00989.x.
- ↑ www.zhion.com. Resveratrol Benefits and Side Effects.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29422164 (2026-07-05T13:03:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.